Anda di halaman 1dari 12

TUGAS

GEOTEKNIK

Makalah Kuat Geser Tanah


Disusun oleh :

Muhammad Ramdhana

1207045063

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS MULAWARMAN
SAMARINDA
2015

DAFTAR ISI
DAFTAR ISI............................................................................................................................2
BAB I PENDAHULUAN........................................................................................................3
1.1. Latar Belakang..................................................................................................................3
1.2. Rumusan Masalah.............................................................................................................3
BAB II TINJUAN PUSTAKA................................................................................................4
BAB III PENUTUP.................................................................................................................11
3.1. Penutup .............................................................................................................................11

DAFTAR PUSTAKA..............................................................................................................12

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Salah satu fungsi yang terpenting dalam studi mekanika adalah perkiraan mengenai besarya
tegangan akibat suatu pembebanan yang akan menghasilkan deformasi yang berlebihan setiap

beban akan menghasilkan tegangan dan regangan yang dapat berintegrasi pada zona tegangan
yang ditinjau untuk meninjau deformasi. Deformasi ini biasanya disebut penurunan dan telah
banyak dilakukan usaha untuk meramalkan penurunan. Suatu beban yang dikerjakan pada suatu
massa tanah akan selalu menghasilkan tegangan-tegangan dengan intensitas yang berbeda-beda
di dalam zona berbentuk bola lampu (bulb) di bawah beban tersebut. Tegangan-tegangan ini
dipakai bersama dengan teori konsolidasi yang digunakan untuk memperkirakan penurunan
jangka panjang atau penurunan konsolidasi. Meninjau penurunan segera bersama dengan gaya
dukung (pembebanan terhadap tanah yang diizinkan), tetapi pertama-tama perlu ditinjau
kekuatan tanah.
1.2. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam makalah ini, antara lain:
1. Apa yang dimaksud dengan tanah
2. Apa yang dimaksud dengan tegangan
3. Apa yang dimaksud dengan kuat geser tanah

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Kekuatan geser tanah merupakan perlawanan internal tanah tersebut persatuan luas
terhadap keruntuhan atau pergeseran sepanjang bidang geser dalam tanah yang dimaksud (Braja
M.Das,1985). Dalam buku yang lain disebutkan bahwa kekuatan geser tanah adalah kekuatan

tanah untuk memikul beban-beban atau gaya yang dapat menyebabkan kelongsoran,keruntuhan,
gelincir dan pergeseran tanah.
Faktor yang mempengaruhi kuat geser tanah disebabkan oleh pengaruh dilapangan:

Keadaan tanah : angka pori, ukuran dan bentuk butiran


Jenis tanah : pasir, berpasir, lempung dan atau jumlah reatif dari bahan-bahan yang ada
Kadar air (terutama lempung) sering berkisar dari sangat lunak sampai kaku, tergantung

pada nilai sesaat w)


Jenis beban dan tingkatnya. Dari teori konsolidasi dapat diketahui bahwa beban yang cepat

akan menghasilkan tekanan pori yang berlebih.


Kondisi Anisotropis. Kekuatan yang tegak lurus terhadap bidang dasar (bedding plane)
akan berbeda jika dibandingkan dengan kekuatan yang sejajar dengan bidang tersebut

Faktor yang mempengaruhi kuat geser tanah pada saat pengujian di laboraturium, yaitu:

Metode pengujian. Terbentuknya tekanan pori yang berlebih


Gangguan terhadap contoh tanah. Mengurangi kekuatan
Kadar air
Tingkat regangan. Biasanya menambah kekuatan
Keruntuhan geser (Shear failure) tanah terjadi bukan disebabkan karena hancurnya butir-

butir tanah tersebut tetapi karena andanya gerak relative antara butir-butir tanah tersebut. Pada
peristiwa kelongsoran suatu lereng berarti telah terjadi pergeseran dalam butir-butir

tanah

tersebut. Kekuatan geser yang dimiliki suatu tanah disebabkan oleh :

Pada tanah berbutir halus (kohesif) misalnya lempung kekuatan geser yang dimiliki tanah

disebabkan karena adanya kohesi atau lekatan antara butir-butir tanah (c soil).
Pada tanah berbutir kasar (non kohesif ), kekuatan geser disebabkan karena adanya gesekan

antara butir-butir tanah sehingga sering disebut sudut gesek dalam (soil)
Pada tanah yang merupakan campuran antara tanah halus dan tanah kasar (c dan soil),
kekuatan geser disebabkan karena adanya lekatan ( karena kohesi ) dan gesekan antara
butir butir tanah (karena )
Mohr (1910) menyuguhkan sebuah teori tentang keruntuhan pada material yang

menyatakan bahwa keruntuhan terjadi pada suatu material akibat kombinasi kritis tegangan
normal dan geser, dan bukan hanya akibat tegangan normal maksimum atau tegangan geser
maksimum saja.

f = f ()
Garis keruntuhan (failure envenlope) yang dinyatakan oleh persamaan di atas sebenarnya
adalah sebuah garis lengkung pada sebuah grafik yang menyatakan hubungan antara tegangan
normal dan tegangan geser,namun untuk sebagian besar masalah-masalah mekanika tanah, garis
tersebut cukup didekati dengan sebuah garis lurus yang menunjukkan hubungan linier antara
tegangan normal dan tegangan geser (Couloumb,1776), secara matematis dinyatakan dengan
persamaan :
= c + n.tan
dimana,
s/ : Kekuatan geser tanah
c : Kohesi
: Sudut geser internal
Hubungan di atas disebut juga sebagai kriteria keruntuhan menurut Mohr Couloumb.
Kemiringan bidang keruntuhan akibat geser. Keruntuhan geser (keruntuhan akibat geser) terjadi
pada suatu bidang telah mencapai syarat batas sebagai mana yang telah dirumuskan oleh
Couloumb.
2.1. Percobaan Kekuatan Geser Tanah
Untuk mendapatkan nilai C dan dapat dilakukan dengan 3 (tiga ) cara percobaan, yaitu:
a. Percobaan tertutup (Undrained Test)
Pada percobaan ini air tidak iijinkan mengalir keluar dari contoh tanah sama sekali, baik
pada tingkat pertama maupun kedua. Disini biasanya tegangan air pori tidak diukur. Biasanya
digunakan untuk tanah lempung.
b. Percobaan tertutup dan di konsolidasikan (Consolidated Undrained Test)
Pada percobaan ini contoh tanah diberikan tegangan normal dengan air diperbolehkan
mengalir dari contoh. Tegangan normal bekerja sampai konsolidasi selesai, yaitu sampai tidak
ada lagi perubahan isi contoh. Kemudian contoh tanah di tutup dan diberi tegangan geser secara
tertutup (Undrained).
c. Percobaan terbuka (Drained Test)
Contoh tanah diberikan tegangan normal dan air di perbolehkan mengalir sampai konsolidasi
selesai. Kemudian diberikan tegangan geser dengan kondisi semula.

Percobaan triaxial merupakan metode yang paling umum dipakai di dalam laboratoriumlaboratorium mekanika tanah dibandingkan dengan dua percobaan tersebut.

2.2. Lingkaran Mohr


Lingkaran Mohr adalah cara untuk mendapatkan harga dan secara grafis tegangan normal
di plotkan ke sumbu X (positif, kekanan) dan tegangan geser di plotkan ke sumbu Y.

OT =

Jari-jari lingkaran ;

Garis TP miring dengan sudut 2 terhadap sumbu X (pengukuran sudut berlawanan dengan arah
jarum jam). Koordinat titik P adalah (

= OT + TL
=

+ TP coc

. cos 2

= TP. Sin 2
=

. Sin 2

2.3. Pengujian Kekuatan Geser


Kriteria kriteria kekuatan geser untuk suatu tanah tertentu dapat ditentukan dari hasil
hasil pengujian laboraturium pada contoh contoh tanah lapangan (in situ soil) yang
mewakili. Diperlukan ketelitian dan perhatian yang besar terhadap proses pengambilan contoh,
penyimpanan contoh dan perawatan contoh, sebelum pengujian, terutama untuk contoh tidak

terganggu (undisturbed), dimana struktur tanah dilapangan dan kadar airnya harus dipertahankan,
untuk tanah lempung akan timbul akibat kehilangan uji geser langsung.
1. Uji Kuat Geser Langsung
Contoh ditempatkan pada suatu kotak logam dengan penampang persegi atau lingkaran
kecil antara kedua bagian tersebut terbagi menjadi dua bagian pada setengah tingginya dengan
suatu jarak kecil antara kedua bagian tersebut. Diatas dan dibawah contoh ditempatkan sebuah
piringan berpori bila conto tersebut kering digunakan piringan logam, contoh dibebani gaya
vertikal (N) melalui plat beban (loading plate) dan secara beransur ansur jika tibuk tegangan
geser dengan membuat pergeseran antara kedua bagian kotak tersebut. Gaya geser () diukur
bersamaan dengan perpindahan geser (L). biasanya perubahan tebal contoh (h) juga diukur.
Dalam percobaan ini digunakan beberapa contoh dengan pembebanan vertikal yang berbeda
beda dan kemudian untuk setiap percobaan harga tegangan geser runtuh di plot terhadap
tegangan normalnya, kemudian akan didapatkan parameter parameter kekuatan geser dari garis
terbaik yang didapat dari titik titik tersebut.
Selama tekanan air pori tidak dapat diukur, tegangan normal saja yang dapat dihitung
walaupun nilainya sama dengan harga tegangan normal efektif pada saat tegangan air pori nol
geser murni yang dihasilkan pada conto hanya ditentukan dengan perkiraan, dan tegangan geser
pada bidang runtuh tidak merata. Keruntuhan terjadi dari tepi sampai pusat contoh. Selama
percobaan, luas contoh yang dibebani beban geser dan vertikal tidak akan tetap, keuntungan dari
percobaan ini adalah kesederhanaanya dan kemudahannya dalam persiapan cotoh tersebut pasir.
2. Uji Triaksial.
Pengujian ini merupakan pengujian kekuatan geser yang sering digunakan dan cocok
untuk semua jenis tanah, keuntungannya adalah bahwa kondisi pengaliran dapat di kontrol,
tekanan air pori dapat diukur dan, bila diperlukan tanahjenuh dengan permeabilitas rendah dapat
dibuat terkonsolidasi. Alat tersebut memiliki sebuah lubang masuk yang digunakan untuk
pengaliran air atau untuk pengukuran tekanan air pori. Ada juga alas yang memiliki dua buah
lubang masuk, sebuah untuk pengaliran air dan sebuah lainnya untuk pengukuran tekanan air
pori. Yang merupakan badan dari inti alat tersebut adalah sebuah silinder tembus pandang yang
ditutup oleh sebuah cincin dan penutup linkaran atas.

Penutup linkaran atas tersebut memiliki lubang ditengah tengahnya sebagai jalan masuk
untuk batang pembeban (loading ram). Silinder dan penutupnya dijepit ke dasar alat, yang
ditutup dengan cincin yang berbentuk ).
Contoh ditempatkan dipiringan berpori atau piringan logam diatas alas alat percobaan
kemudian diatas contoh tersebut ditempatkan sebuah penutup beban dan contoh tersebut
dibungkus dengan sebuah selubung karet. Setelah itu digunakan cincin yang diberi suatu gaya
tarik untuk menutup selubung karet tersebut pada sisi alat dan sisi atasnya. Kemudian diberi
tekanan cairan menyeluruh pada intinya sehingga jika diperbolehkan adanya konsolidasi.
Kemudian secara perlahan lahan terjadi kenaikan tegangan aksial dengan menggunakan beban
tekan melalui batang sampai terjadi keruntuhan pada contoh biasanya pada bidang diagonal.
Pada uji triaksial ini, konsolidasi terjadi dibawah kenaikan tegangan total yang sama yang
tegak lurus terhadap permukaan atas dan keliling contoh. Tekanan sel disebit juga tegangan
utama kecil, sedangakan jumlah tekanan sel

dan tegangan aksial yang digunakan disebut

tegangan utama besar, berdasarkan bahwa tidak ada tegangan geser pada permukaan contoh
sehingga tegangan aksial yang digunakan tersebut dinamakan selisih tegangan utama.
Interprestasi terhadap keadaan keadaan tegangan pada uji triaksial ini adalah hanya
perkiraaan saja. Sebenarnya tegangan utama pada sebuah contoh berbentuk silinder adalah
tegangan aksial, radial dan keliling berturut turut 2, 1, . Kasus yang khusus pada uji
triaksial ini uji tekan tak terkekang yang menggunakan tegangan aksial untuk contoh dengan
tekanan sel nol. Perluasan triaksial ini juga dapat dilakukan dengan menggunakan beban keatas
pada sebuah alat yang dihubungkan dengan penutup beban pada contoh.
3. Uji Geser Sudut
Pengujian ini dimaksudkan untuk menentukan kekuatan lempung jenuh sempurna dalam
keadaan terdrainasi. Pengujian ini tidak cocok dengan tanah lainnya, khususnya pengujian ini
sangat cocok untuk lempung lunak, dimana kekuatan gesernya mungkin berubah pada saat
pengambilan contoh dan pada saat penanganannya. Pada pokoknya pengujian ini hanya
digunakan untuk lempung yang memiliki kekuatan yang tak terdrainasi yang kurang dari 100
KN/m2. pengujian ini tidak akan memberikan hasil yang wajar bila lempung tersebut
mengandung pasir atau lanau.
2.4. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kuat Geser

10

Jelas terbukti dari uraian-uraian diatas bahwa kuat geser bukanlah merupakan nilai yang unik,
tetapi tergantung pada keadaan dan metodenya. Beberapa factor ini antara lain adalah:
1. Tekanan efektif atau tekanan antar butir
2. Saling keterkuncian antar partikel; jadi, partikel-pertikel yang bersudut akan lebih saling
terkunci dan memiliki kuat geser yang lebih tinggi daripada partikel-partikel yang bundar
yang dijumpai pada tebing-tebing atau deposit-deposit glasial
3. Kemampatan partikel atau kerapatan
4. Sementasi partikel, yang terjadi secara ilmiah atau buatan
5. Daya tarik anatar partikel atau kohesi. Harus diperhatikanbahwa koheesi yang terlihat
pada butiran-butiran tanah lembabmungkin hanya merupakan keadaan sementara saja
6. Kadar air untuk tanah kohesif. Ini diperlihatkan oleh kekuatan dari bongkah lempung
kering versus basah
7. Kualitas contoh (berhubungan dengan gangguan, retakan, celah, dan hal-hal yang serupa)
8. Metode percobaan seperti U, CU atau CD dan termasuk triaksial, geser langsung di
lapangan dan sebagainya. Untuk laboraotrium, prosedur konsolidasi seperti isotropik,
anisotropik dan K0 atau rasio konsolidasi lainnya yang dipakai
9. Pengaruh-pengaruh lainnya seperti kelembapan dan temperatur
Untuk tanah kohesif, kuat geser juga sangat dipengaruhi oleh:
1. Tingkat regangan. Kuat geser yang lebih tinggi didapatkan pada tingkat regangan yang
lebih tinggi
2. Anistropi massa tanah. Kekuatan verikal tidak sama dengan kekuatan lateral
3. Pengaruh-pengaruh kerentanan progresif

BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Tanah merupakan material yang berbutir, keruntuhan terutama disebabkan oleh terguling dan
tergelincirnhya butiran-butiran dan bukan oleh tarikan atau tekanan yang sederhana. Tegangan
dalam mekanika kontinuum adalah besaran yang menunjukan gaya internal antar partikel dari
suatu bahan terhadap partikel lainnya. Seperti contoh, batang padat vertikal yang menyokong
beban, setiap partikel dari batang mendorong partikel lainnya yang berada di atas dan

11

dibawahnya. Gaya makroskopik yang terukur sebenarnya merupakan rata-rata dari sejumlah
besar tumbukan dan gaya antarmolekul di dalam batang tersebut.
Tegangan di dalam suatu benda bisa terjadi oleh berbagai mekanisme, seperti reaksi terhadap
gaya eksternal (misal gravitasi) yang diaplikasikan ke bahan curah, juga reaksi terhadap gaya
yang diaplikasikan ke permukaannya seperti gaya kontak, tekanan eksternal, dan gesekan.
Sejumlah tegangan yang signifikan dapat terjadi bahkan ketika deformasi hampir tidak terlihat.
Tegangan dapat terjadi tanpa adanya gaya dari luar, yang disebut dengan built-in stress atau
tegangan dari dalam seperti pada manufaktur beton pracetak dan kaca tempa. Tegangan juga
dapat terjadi tanpa adanya gaya kontak sama sekali, baik dari dalam maupun dari luar.
Kekuatan geser tanah merupakan perlawanan internal tanah tersebut persatuan luas
terhadap keruntuhan atau pergeseran sepanjang bidang geser dalam tanah yang dimaksud.
kekuatan geser tanah adalah kekuatan tanah untuk memikul beban-beban atau gaya yang dapat
menyebabkan kelongsoran,keruntuhan, gelincir dan pergeseran tanah.

DAFTAR PUSTAKA
Bowles, Joseph. E,. 1991. Sifat-sifat Fisis dan Geoteknis Tanah (Mekanika Tanah). Jakarta:
Penerbit Erlangga.
Das, Braja M.,. 2015. Principles of Foundation Engineering. Singapore: Cengage Learning.

http://ragilpandu.blogspot.com/2010/05/mekanika-tanah-2-kuat-geser-tanah.html
http://cithorues.blogspot.com/2014/04/bab-viii-kuat-geser.html
sisfo.itp.ac.id/bahanajar/BahanAjar/Herman/Kuat%20geser.pdf

12