Anda di halaman 1dari 2

Sukses Terbesar Dalam Hidupku

Membahas tentang sukses berarti membahas tentang sebuah tujuan akhir. Sebuah tujuan
akhir pasti memiliki awal mula, dan alasan untuk apa mencapai hasil akhir. Mengapa harus ada
alasan? Karena tanpa alasan maka tidak akan pernah ada akhir. Begitu juga dengan awal mula,
karena sesuatu yang tidak bermula, maka pasti tidak pernah ada. Pada dasarnya, sebetulnya hidup
baru betul-betul dimulai ketika kita berhasil menemukan ketiganya.
Lalu dari mana kita menemukan awal, alasan, tujuan? Sebagaimana seorang muslim yang
meneladani Nabi Muhammad SAW, maka semua itu bisa ditemukan dalam Al-Quran. Di dalam AlQuran sudah bahkan telah dijelaskan bagaimana awal alam semesta bahkan manusia tercipta.
Setelah menemukan awal maka kita perlu menemukan alasan yang akan sangat berpengaruh dalam
menentukan tujuan akhir.
Alasan itu, dalam kapasitas berpikir manusia, bisa jadi ada banyak. Mengapa bisa banyak?
Karena persepsi tiap manusia itu berbeda, dan persepsi dibentuk dari sebuah pengalaman selama
manusia itu hidup. Contohnya dalam kapasitas berpikir seorang anak TK, bisa yang menjadi
alasannya dalam berbuat sesuatu adalah kesenangan. Sedangkan tujuan akhirnya, menambah
teman baru, lebih dekat dengan teman, dan sebagainya. Contoh lain, dalam kapasitas berpikir
seorang mahasiswa, yang menjadi alasannya datang kuliah bisa jadi adalah bertemu teman atau
betul-betul mencari ilmu. Pada dasarnya alasan seorang manusia melakukan sesuatu itu cenderung
dinamis, tidak sama persis antara satu sama lainnya. Lalu apakah semua alasan itu bisa dijadikan
untuk acuan menemukan tujuan akhir. Bisa, tapi alasan-alasan tersebut bila tujuan akhirnya tercapai
maka akan memunculkan alasan-alasan baru, yang mungkin tidak berujung dan menimbulkan
perasaan selalu tidak puas. Untuk itu alasan melakukan sesuatu juga harus diambil dari sumber yang
terjamin, yaitu Al-Quran. Dimana dalam Al-Quran dalam surat Adz-Dzaariyat ayat 56, telah
disebutkan Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah
kepada-Ku. Tentunya hal ini harus dimaknai secara luas, dimana beribadah tidak hanya dimaknai
sebagai ibadah spiritual saja. Dimana, banyak hal bisa dimaknai sebagai ibadah, contohnya, mencari
nafkah, mencari ilmu, memberi bantuan, dan lain-lain.
Ketika sudah menemukan awal dan alasan, maka pasti harus ada tujuan akhir. Ketika alasanalasan yang muncul adalah berasal dari persepsi, maka tujuan akhirnya pun bisa berubah-ubah. Tapi,
ketika yang menjadi alasan melakukan sesuatu itu berdasarkan dari sumber yang jelas, maka tujuan
akhirnya pun jelas dan tidak mudah berubah. Lalu apa yang seharusnya menjadi tujuan akhir,
jawabannya jelas, yaitu mendapatkan ridha-Nya.

Esai Sukses Terbesar Dalam Hidupku | Gamal Abdul Nasser

Pertanyaannya, lalu apa yang menjadi sukses terbesar? Dari penjelasan yang diatas, maka
jelas bahwa sukses terbesar itu tidak bisa didapatkan di dunia, karena kita tidak pernah tahu apakah
kita mendapatkan ridha-Nya selama kita masih hidup. Meskipun begitu, tetap harus ada ukuran yang
menjadi acuan selama di dunia, yaitu menciptakan generasi penerus yang melanjutkan atau bahkan
melebih apa yang telah dicapai. Dengan begitu apa yang telah dicapai tidak hanya menjadi sejarah
yang terbuang dan terlupakan. Itulah yang seharusnya menjadi acuan siapa saja, termasuk saya dan
anda. Dalam meraih kesuksesan, menciptakan generasi penerus yang melebihi pendahulunya adalah
tugas terbaik, karena kebaikan yang tidak dilanjutkan maka bisa berubah menjadi keburukan.

Esai Sukses Terbesar Dalam Hidupku | Gamal Abdul Nasser