Anda di halaman 1dari 37

Pemeriksaan Belanja

Langsung Barang dan


Jasa - Modal
Oleh:
Rima Novi Kartikasari
Ginrey Shandy Algam
I Gede Yudi Primanta

Definisi Belanja Modal


Peraturan Pemerintah 71 Tahun 2010 tentang Standar
Akuntansi Pemerintahan (SAP)
Belanja modal adalah pengeluaran anggaran untuk perolehan aset tetap
dan aset lainnya yang memberi manfaat lebih dari satu periode akuntansi.
Belanja modal meliputi antara lain belanja modal untuk perolehan tanah,
gedung dan bangunan, peralatan, aset tak berwujud.

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 101/PMK.02/2011


tentang Klasifikasi Anggaran

Belanja modal adalah pengeluaran untuk pembayaran perolehan aset


dan/atau menambah nilai aset tetap/aset lainnya yang memberi manfaat
lebih dari satu periode akuntansi dan melebihi batas minimal kapitalisasi
aset tetap/aset lainnya yang ditetapkan pemerintah.

Pengukuran Belanja Modal


Sesuai dengan PMK No. 101/PMK.02/2011 tentang
Klasifikasi Anggaran
Dalam pembukuan nilai perolehan aset dihitung
semua pen-danaan yang dibutuhkan hingga aset
tersebut tersedia dan siap untuk digunakan.
Termasuk biaya operasional panitia pengada-an
barang/jasa yang terkait dengan pengadaan
aset berkenaan.

Pengakuan Belanja Modal


Kriteria kapitalisasi dalam pengadaan/pemeliharaan barang/aset merupakan
suatu tahap validasi untuk penetapan belanja modal atau bukan dan merupakan
syarat wajib dalam penetapan kapitalisasi atas peng-adaan barang/aset:
Pengeluaran anggaran belanja tersebut mengakibatkan bertambahnya aset dan/atau
bertambahnya masa manfaat /umur ekonomis aset berkenaan
Pengeluaran anggaran belanja tersebut mengakibatkan bertambahnya kapasitas,
peningkatan standar kinerja, atau volume aset.
Memenuhi nilai minimum kapitalisasi dengan rincian sebagai berikut:
Untuk pengadaan peralatan dan mesin, batas minimal harga pasar per unit barang
adalah sebesar Rp300.000, Untuk pembangunan dan/atau pemeliharaan gedung dan bangunan per paket
pekerjaan adalah sebesar Rp10.000.000, Pengadaan barang tersebut tidak dimaksudkan untuk diserahkan/dipasarkan kepada
masyarakat atau entitas lain di luar pemerintah.

Penggunaan Belanja Modal


Tanah

Peralatan dan Mesin

Gedung dan Bangunan

Seluruh pengeluaran untuk


pengadaan/pembelian/pembebasan/
penyele-saian, balik nama,
pengosongan, pe-nimbunan,
perataan,
pematangan
tanah, pembuatan sertifikat
tanah ser-ta pengeluaranpengeluaran
lain
yang
bersifat
administratif
sehubungan
dengan
perolehan
hak
dan
kewajiban atas tanah pada
saat
pembebasan/
pembayaran
ganti
rugi
sampai tanah tersebut siap
digunakan/dipakai.

Pengeluaran
untuk
pengadaan peralat-an dan
mesin
yang
digunakan
dalam pelaksanaan kegiatan
antara lain biaya pembelian,
biaya pengangkutan, biaya
instalasi,
serta
biaya
langsung
lainnya
untuk
memperoleh
dan
mempersiap-kan
sampai
peralatan
dan
mesin
tersebut siap digunakan.

Pengeluaran
untuk
memperoleh ge-dung dan
bangunan secara kontraktual sampai dengan gedung
dan
bang-unan
siap
digunakan meliputi biaya
pembelian
atau
biaya
konstruksi, ter-masuk biaya
pengurusan IMB, notaris,
dan pajak (kontraktual).
Dalam belanja ini termasuk
biaya untuk perencanaan
dan
pengawasan
yang
terkait dengan perolehan
gedung dan bangunan.

Penggunaan Belanja Modal


Jalan, Irigasi, dan Jaringan

Lainnya

Badan Layanan Umum (BLU)

Pengeluaran untuk memperoleh


jalan dan jembatan, irigasi dan
jaringan sampai siap pakai
meliputi biaya perolehan atau
biaya kontruksi dan biaya-biaya
lain yang di-keluarkan sampai
jalan dan jembatan, irigasi dan
jaringan tersebut siap pakai.
Dalam belanja ini termasuk
biaya untuk penambahan dan
penggantian
yang
meningkatkan
masa
manfaat,
menambah nilai aset, dan di
atas
batas
minimal
nilai
kapitalisasi jalan dan jembatan,
irigasi dan jaringan.

Pengeluaran yang diperlukan


dalam kegiat-an pembentukan
modal
untuk
pengadaan/
pembangunan belanja modal
lainnya
yang
tidak
dapat
diklasifikasikan dalam perkiraan kriteria belanja modal Tanah,
Peralatan dan Mesin, Gedung
dan Bangunan, Jaring-an (Jalan,
Irigasi dan lain-lain). Termasuk
dalam
belanja
modal
ini:
kontrak sewa beli (leasehold),
pengadaan/pembelian
barangbarang kesenian (art pieces),
barang-barang purbakala dan
barang-barang untuk muse-um,
serta hewan ternak, buku-buku
dan jurnal ilmiah sepanjang
tidak dimaksudkan untuk dijual
dan diserahkan kepada masyarakat.
Termasuk dalam belanja modal
ini adalah belanja modal non

Pengeluaran
untuk
pengadaan/perolehan/
pembelian
aset
yang
dipergunakan dalam rangka
penyelenggaraan
operasional
BLU.

Tujuan dan Lingkup Audit


Tujuan
Penguasaan, pemilikan, pengurusan, penggunaan dan penatausahaan serta
pertanggungjawaban anggaran untuk pengadaan barang/jasa telah dilakukan
secara tertib dan benar serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Proses pengadaan barang/jasa telah memperhatikan aspek kehematan dan
prinsip-prinsip dasar serta sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.
Pengadaan barang/jasa telah dilaksanakan sesuai dengan yang direncanakan.

Lingkup
Perencanaan kebutuhan barang/jasa
Pelaksanaan pengadaan barang/jasa

Perencanaan Audit
Pemahaman
Tujuan
Pemeriksaan
dan Harapan
Penugasan

Pemenuhan
Kebutuhan
Pemeriksa

Pemahaman
atas Entitas

Pemantauan
Tindak Lanjut
Hasil
Pemeriksaan
Sebelumnya

Penentuan
Metode Uji
Petik

Penetapan
Materialitas
Awal dan
Kesalahan
Tertolerir

Pemahaman
dan Penilaian
Risiko

Pemahaman
atas Sistem
Pengendalian
Intern

Pelaksanaan
Prosedur
Analitis Awal

Penyusunan
Program
Pemeriksaan
dan Program
Kegiatan
Perseorangan

Pelaksanaan Audit
Pelaksanaan
Pengujian
Analitis Terinci

Pengujian
Sistem
Pengendalian
Intern

Pengujian
Substantif Atas
Transaksi &
Saldo Akun

Penyusunan
Konsep
Temuan
Pemeriksaan

Perolehan
Tanggapan
Resmi &
Tertulis

Penyampaian
Temuan
Pemeriksaan

Penyelesaian
Penugasan

Pengendalian Internal
Sebuah sistem pengendalian internal terdiri dari kebijakan dan
prosedur yang dirancang agar manajemen mendapatkan
keyakinan yang memadai bahwa organisasi mencapai tujuan dan
sasarannya. Kebijakan dan prosedur tersebut sering kali disebut
sebagai pengendalian, dan secara kolektif, akan membentuk
suatu pengendalian internal entitas. Tiga tujuan umum dalam
merancang
sistem
pengendalian
internal:
Keandalan
laporan
keuangan

Efesiensi dan efektivitas kegiatan operasi


Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan

Ps. 4

Lingkungan Pengendalian

Ps. 13

Penilaian Risiko

SPIP

Penegakan Integritas dan Etika


Komitmen terhadap Kompetensi
Kepemimpinan yang Kondusif
Struktur Organisasi yang Sesuai Kebutuhan
Pendelegasian Wewenang dan Tanggung Jawab
Kebijakan yang Sehat tentang Pembinaan SDM
Peran APIP yang Efektif
Hubungan Kerja yang Baik
Identifikasi Risiko
Analisis Risiko

Ps. 18

Kegiatan Pengendalian

Ps. 41

Informasi & Komunikasi

Reviu atas Kinerja Instansi Pemerintah


Pembinaan Sumber Daya Manusia
Pengendalian Pengelolaan Sistem Informasi
Pengendalian Fisik atas Aset
Penetapan & Reviu Indikator & Ukuran Kinerja
Pemisahan Fungsi
Otorisasi Transaksi dan Kejadian Penting
Pencatatan yang Akurat dan Tepat Waktu
Pembatasan Akses atas Sumber Daya
Akuntabilitas terhadap Sumber Daya
Dokumentasi atas Sistem Pengendalian Intern
Sarana Komunikasi
Manajemen Sistem Informasi

Pemantauan
Pengendalian
Intern

Ps. 43

Pemantauan Berkelanjutan
Evaluasi Terpisah
Tindak Lanjut

Mengevaluasi Penerapan
Pengendalian Internal
Memutakhirkan
dan
mengevaluasi
pengalaman
auditor
sebelumnya

Melakukan
tanya jawab
dengan pegawai
yang terkait
dengan belanja
modal

Mengamati
aktivitas entitas
dan kegiatan
operasinya

Menguji
dokumendokumen dan
catatan-catatan

Melakukan
penelusuran
dalam sistem
akuntansi

Hasil Pengujian Pengendalian


Internal

Pengujian
Pengendalian
Internal

Pengendalian
internal
memadai atau
tidak
memadai

Berpengaruh
terhadap
pengujian
substantif

Transaksi

Saldo Akun

Penyajian dan
Pengungkapan

Keterjadian transaksi dan Keberadaan aset, kewajiban, Keterjadian mengungkapkan


kejadian yang telah dicatat dan ekuitas benar-benar ada
transaksi dan kejadian yang
memang benar-benar terjadi dan
telah terjadi
terkait dengan entitas tersebut
Kelengkapan semua transaksi Kelengkapan semua aset, Kelengkapan

seluruh
dan kejadi-an yang seharusnya kewajiban dan ekuitas yang pengungkapan yang seharusnya
dicatat telah dicatat
seharusnya dicatat telah dicatat dimasukkan
dalam
laporan
keuangan telah dimasukkan
Akurasi Jumlah dan data lain
terkait dengan transaksi yang
dicatat dan kejadian-kejadian
telah dicatat dengan tepat

Klasifikasi

transaksi
dan
kejadian telah dicatat di akun
yang tepat

Penilaian dan alokasi aset,


kewajiban dan ekuitas telah
dimasukkan
dalam
laporan
keuangan dengan jumlah yang
tepat serta setiap hasil penilaian
penyesuaian
telah
dicatat
dengan tepat

Akurasi
dan
penilaian

informasi
keuang-an
dan
informasi
lainnya
telah
diungkapkan dengan tepat pada
jumlah yang tepat

Klasifikasi dan pemahaman


informasi
keuangan
dan
informasi lainnya telah disajikan
dengan
tepat
dan
telah
dijelaskan
dan
diungkapkan
secara tepat dan jelas

Audit Belanja Barang/Jasa Modal

Audit Aset Tetap

Rekonsiliasi Belanja Modal dan


Aset Tetap
Akun
Data/Laporan
Rekonsiliasi
Risiko Salah Saji
Aset
Tetap
Belanja Modal

Aset Tetap

dan Neraca dan Laporan (Belanja Modal +


Real-isasi Anggaran Penam-bahan
dari
hasil inventar-isasi)
= (Saldo Aset Tetap
per 31 Des 200X
Saldo Aset Tetap per
31 Des 200X-1) +/mutasi
masuk
/keluar

Hibah aset tetap


yang
tidak
diungkapkan,
penghapusan
aset
tetap
yang
tidak
diung-kapkan, salah
pengelom-pokkan
anggaran, aset tetap kurang/lebih saji

Neraca dan Daftar Total


Aset
Tetap
Inven-taris Barang
menurut
Daftar
Inventaris
Barang
intrakomptabel
=
Total Aset Tetap di
Neraca

Aset
tetap
yang
dilaporkan
tidak
ada, aset tetap yang
diperoleh dari hibah
belum
dicatat,
kesalahan kompila-si

Pelaporan Hasil Audit


Penyusunan
Konsep Laporan
Hasil
Pemeriksaan

Penyampaian
Konsep Laporan
Hasil
Pemeriksaan
Kepada Pejabat
Entitas Yang
Berwenang

Pembahasan
Konsep Laporan
Hasil
Pemeriksaan
Dengan Pejabat
Entitas Yang
Berwenang

Penyusunan
Konsep Akhir dan
Penyampaian
Laporan Hasil
Pemeriksaan

Perolehan Surat
Representasi

Pemeriksaan
Belanja Modal

Prosedur Umum
Dapatkan daftar anggaran dan realisasi Belanja Daerah Pemerintah Kabupaten XXX TA
2012 posisi terakhir.

Lakukan pengambilan sampel pemeriksaan Belanja Daerah khusus pada akun Belanja
Modal.

Berdasarkan anggaran dan realisasi Belanja Modal, lakukan pengambilan sampel SKPD
dengan pertimbangan besarnya jumlah anggaran belanja dan kompleksitas kegiatan
yang ditangani oleh SKPD.

Untuk setiap SKPD sampel, minta struktur organisasinya dan rincian jumlah SDM-nya.

LRA Pemerintah Kabupaten XXX


Tahun Anggaran 2012
No

Uraian

1.

Belanja Tidak Langsung


a. Belanja Pegawai
b. Belanja Bunga
c. Belanja Subsidi
d. Belanja Hibah
e. Belanja Bantuan Sosial
f. Belanja Bagi Hasil
g. Belanja Bantuan
Keuangan
h. Belanja Tidak Terduga

2.

Belanja Langsung
a. Belanja Pegawai
b. Belanja Barang dan Jasa
c. Belanja Modal

Anggaran (Rp)

Realisasi

175.485.253.241,00
145.706.402.241,00
0,00
1.200.000.000,00
14.060.000.000,00
6.860.000.000,00
0,00
6 .458.851.000,00
1.200.000.000,00

161.064.326.094,0
0
135.203.642.094,0
0
0,00
0,00
11.600.000.000,00
6.827.446.000,00
0,00
6.358.075.000,00
1.075.163.000,00

91,79
92,80
0,00
0 ,00
82.51
99,53
0, 00
98,44
89,60

279.398.829.675,00
22.282.808.650,00
86.147.334.707,00
170.968.686.318,00

227.388.260.464,0
0

81,39
78,50
71,30
86,85

17.491.300.007,00
61.419.891.865,00
148.477.068.592,
00

JUMLAH BELANJA

454.884.082.916,00

388.452.586.558,
00

85,40

Ilustrasi :
Pemeriksaan Belanja Modal
Tahun Anggaran 2012 Pemerintah Kabupaten XXX
melalui Pada Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten XXX
menganggarkan Belanja Modal untuk Pembangunan
Gedung Sekolah sebesar Rp4.310.697.200,00 dengan
realisasi sebesar Rp4.273.364.200,00 atau 99,14%.
Atas realisasi tersebut, dilakukan pengujian secara
sampling terhadap kegiatan pembangunan gedung baru
sekolah, antara lain:
SMK Mimpi sebesar Rp990.683.000,00;
SMA Harapan sebesar Rp990.665.000,00;

Prosedur Pemeriksaan atas


Perencanaan Belanja
Untuk setiap SKPD sampel, dokumentasikan mekanisme perencanaan

penganggaran dan pelaksanaan belanja modal.


Teliti apakah rencana pengadaan barang dan atau jasa dibuat berdasarkan
rencana kebutuhan pengguna atau masyarakat, berdasarkan skala prioritas,
dan rencana pengembangan kegiatan.
Periksa proses penentuan jumlah dan harga satuan yang ada dalam dokumen
perencanaan.
Teliti apakah penentuan jumlah barang sesuai dengan rencana kebutuhan.
Cek prosedur penentuan harga satuan, apakah telah dilakukan sesuai
dengan ketentuan.
Minta daftar pendukung informasi penentuan harga satuan.
Lakukan konfirmasi kepada PPTK dan Penerima Barang terkait pedoman/acuan
yang digunakan dalam penentuan harga satuan.

Informasi Penentuan Harga Satuan


Para PPTK dan Panitia pengadaan barang dan jasa
menjelaskan bahwa pembuatan EE mempedomani
harga satuan yang terdapat pada Buku Standar
Harga Satuan yang disusun dan ditandatangani
oleh Kepala Dinas Cipta Karya Kabupaten XXXX
TA 2011, bukan standar harga satuan kebutuhan
yang telah disahkan oleh Bupati XXXX Tahun
2011.

Kriteria
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 Pasal 7 ayat (3) yang menyebutkan bahwa
perencanaan kebutuhan dan pemeliharaan barang milik daerah berpedoman pada standarisasi sarana
dan prasarana kerja pemerintahan daerah yang ditetapkan dengan Peraturan Kepala Daerah dan
standar harga yang ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah.

Keputusan Bupati XXX Nomor : 189.1/256/KPTS-BUP/2012 tentang Standar Satuan Harga Barang
Kebutuhan Pemerintah Kabupaten XXX Tahun Anggaran 2012 yaitu:
1) Pasal 2 (dua) menyebutkan Standar Satuan Harga Barang sebagaimana dimaksud diktum kesatu
merupakan pedoman dan harga tertinggi untuk menyusun Anggaran pelaksanaan pengadaan,
pemeliharaan maupun perawatan barang kebutuhan Pemerintah Kabupaten XXX, namun dalam
pelaksanaannya agar menggunakan harga yang terendah serta layak dan sesuai dengan harga pasar
pada waktu itu;
2) Pasal 3 (tiga) menyatakan apabila barang yang dibutuhkan harganya lebih tinggi dari Standar
Harga yang telah ditetapkan atau tidak tercantum dalam lampiran keputusan ini maka terlebih dahulu
harus meminta persetujuan dari Bupati XXX melalui Tim Standarisasi Harga Barang dan Jasa (Bagian
Perekonomian).

Harga Satuan yang berpengaruh


signifikan terhadap nilai pekerjaan
No
.
1

2.

Bahan
Semen
a. Padang
b. Portland
Pasir
a. Pasang
b. Urug
c. Beton

Satuan

Harga per Satuan TA


2012
EE (Rp)

Kg

1200

m3
m3
m3

96.500
91.500
110.000

Std. Bupati (Rp)

945

78.750
73.500
92.400

KKA: Analisis Kewajaran


Harga
No

Kontrak

Harga EE/OE
(Rp)

Harga EE
Setelah
koreksi

Harga
Kontrak
(Rp)

Selisih (Rp)

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)=(4)-(5)

1.

Pembangun
an SMK
Mimpi

1.000.000.000
,00

857.030.160
,74

990.683.000,
00

133.652.839,2
6

2.

Pembangun
an SMA
Harapan

1.000.000.000
,00

858.273.079
,69

990.665.000,
00

132.391.920,3
1

Jumlah

266.044.759,
57

Prosedur Pemeriksaan
Pelaksanaan Belanja
Untuk setiap SKPD sampel, minta daftar rencana pengadaan dalam satu tahun
dilengkapi dengan rencana waktu pengadaan, nilai pekerjaan, dan metode
pengadaan selama Tahun Anggaran yang diperiksa (termasuk nomor kontrak, nama
rekanan, jangka waktu pelaksanaan, nilai kontrak, realisasi pembayaran, dll.).

Berdasarkan daftar realisasi kegiatan/pekerjaan Belanja Modal dan Belanja


Barang/Jasa yang diperoleh untuk masing-masing SKPD sampel, pilih sampel
kegiatan atau pekerjaan yang akan diperiksa (attribute sampling).

Teliti apakah metode pengadaan yang digunakan telah sesuai dengan


ketentuan dalam Perpres 54 tahun 2010 dan perubahan-perubahannya, serta
peraturan terkait lainnya.

Untuk setiap kegiatan/pekerjaan yang disampel, minta dokumen pengadaan mulai


dari proses lelang s.d. penyerahan hasil pekerjaan (PHO dan FHO), termasuk backup
data (quantity), as built drawing, BA PHO dan FHO, dokumen pembayaran, dll. yang
terkait pekerjaan.

Untuk penetapan metode penunjukan langsung atas pekerjaan, minta


dokumen pendukung terkait justifikasi alasan keadaan tertentu.

Untuk setiap kegiatan/pekerjaan yang disampel apakah telah dibentuk


Panitia Pengadaan, PPK, dan PPTK. Apabila ada, dapatkan SK Panitia
Pengadaan dan teliti apakah unsur-unsurnya telah sesuai dengan
ketentuan. Apabila tidak ada atau unsur-unsurnya tidak sesuai
ketentuan, tanyakan sebab-sebabnya dan evaluasi akibatnya.

Untuk setiap kegiatan/pekerjaan yang disampel, periksa apakah kontrak


atau
perjanjian
pekerjaan
telah
memuat
pokok-pokok
yang
diperjanjikan, antara lain harga yang pasti, jangka waktu pelaksanaan,
cara pembayaran, sanksi keterlambatan/kelalaian, dan ketentuan
hukum apabila terjadi perselisihan.

Lakukan pemeriksaan apakah terdapat duplikasi pembiayaan atas suatu


kegiatan tertentu dari sumber dana yang berbeda atau adanya tumpang
tindih kegiatan proyek antara kegiatan Kabupaten dan Propinsi

Informasi Umum
Pekerjaan

: Pembangunan Gedung Sekolah SMK Mimpi

Surat Perjanjian : SPK


Nomor
425.1/05/KPA-DIKMEN/PGSKerja
APBD/DISDIK XI/2012 tanggal 10 November 2012
Item Pekerjaan

: Pembangunan ruang kelas baru 6 lokal


Ruang Guru
Toilet Siswa

Rekanan

: CV NPP

Metode
Pengadaan

: Penunjukan Langsung

Nilai Kontrak

: Rp 990.683.000,00

Jangka waktu
pelaksanaan
kontrak

: 40 hari kalender terhitung mulai tanggal 10


November s.d 10 Desember 2012

Sumber Dana

: APBD Kabupaten XXX

Status
Pembayaran

: Lunas dengan bukti SP2D terakhir Nomor


900/977/BL/SP2D/DPPKA-2012
tanggal
23
Desember 2012 dengan jumlah total pembayaran

Informasi Umum
Pekerjaan

: Pembangunan Gedung Sekolah SMK Harapan

Surat Perjanjian : SPK


Nomor
425.1/06/KPA
DIKMEN/PGSKerja
APBD/DISDIK-XI/2008 tanggal 10 November 2008
Item Pekerjaan

: Pembangunan ruang kelas baru 5 lokal


Ruang Majelis Guru
Toilet Siswa

Rekanan

: CV IPP

Metode
Pengadaan

: Penunjukan Langsung

Nilai Kontrak

: Rp990.665.000,00

Jangka waktu
pelaksanaan
kontrak

: 40 hari kalender terhitung mulai tanggal 10


November s.d 10 Desember 2012

Sumber Dana

: APBD Kabupaten XXX

Status
Pembayaran

: Lunas dengan bukti SP2D terakhir Nomor


900/1166/BL/SP2D/DPPKA-2008
tanggal
24
Desember 2012 dengan jumlah total pembayaran

Kriteria
Perpres 54/2010 Pasal 17 poin 2(g) menetapkan bahwa ULP
bertanggung jawab menetapkan Penyedia Barang/Jasa untuk
Pelelangan atau Penunjukan Langsung untuk paket Pengadaan
Barang/Pekerjaan Konstruksi/ Jasa Lainnya yang bernilai paling tinggi
Rp100.000.000.000,00 (seratus miliar rupiah);

Perpres 54/2010 Pasal 38 menetapkan bahwa penunjukan Langsung


terhadap 1 (satu) Penyedia Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya
dapat dilakukan dalam hal:
a. keadaan tertentu;
b. pengadaan Barang khusus/Pekerjaan Konstruksi khusus/ Jasa
Lainnya yang bersifat khusus.

KKA Pengujian Pelaksanaan Belanja


Tidak adanya dokumen pendukung yang
menjustifikasi alasan keadaan tertentu
dalam penetapan metode penunjukan
langsung
atas
rekanan
dalam
Pembangunan gedung SMK Mimpi dan
SMK Harapan.

Prosedur Pengujian Fisik


Untuk setiap kegiatan/pekerjaan yang disampel, minta dokumen pengadaan/SPK
mulai dari proses lelang s.d. penyerahan hasil pekerjaan (PHO dan FHO), termasuk
backup data (quantity), laporan progress fisik, as built drawing, BA PHO dan FHO,
dokumen pembayaran, dll. yang terkait pekerjaan.

Untuk

masing-masing
kegiatan/pekerjaan
yang
disampel,
lakukan
pemeriksaan fisik terhadap atau hasil pekerjaan, baik kualitas maupun
kuantitasnya sesuai SPK dan as built drawing

Lakukan penilaian apakah pekerjaan telah sesuai dengan spesifikasi teknis yang
ditentukan dalam kontrak/perjanjian.

Lakukan pemeriksaan fisik dengan menguji kuantitas fisik dibandingkan dengan


kuantitas dalam perjanjian/kontrak.

Periksa apakah atas hasil-hasil pengadaan barang/konstruksi yang telah selesai


dikerjakan/diterima, telah berfungsi dengan baik dan dapat dimanfaatkan sesuai
dengan tujuannya.

Periksa fisik hasil pekerjaan/pembelian, apakah telah sesuai dengan kontrak.


Dokumentasikan hasil pemeriksaan fisik dalam bentuk foto dan Berita Acara
Pemeriksaan Pekerjaan

Apabila terdapat ketidaksesuaian antara dokumen dan fisik dapatkan dasar

Volume
N
o

Uraian
Pekerjaan

Sat
RAB

Fisik

Harga
Satuan
(Rp)

Kekurangan
Pekerjaan
Volum
e

Jumlah (Rp)

Pekerjaan
Kusen Pintu
dan Jendela

m3

Rp4.436.382
,50

Rp4.436.382,
50

Pemasangan
keramik lantai
30x30

m2

738

703

Rp125.619,8
1

35

Rp4.396.693,
35

Pemasangan
atap baja

m2

1.246,0
8

1144,87

Rp44.847,00

101,2
1

Rp4.538.964,
87

Pemasangan
lampu pijar
60 watt
20 watt

bh
bh

33
21

0
0

33
21

Rp1.320.000,
00
Rp525.000,00

Pemasangan
partisi rolling
door

m2

64

48

Rp40.000,00
Rp25.000,00
Rp609.400,0
0

16

Rp9.750.400,
00
Rp24.967.44

KKA #1

KKA #2