Anda di halaman 1dari 13

VULKANOLOGI

"BENTUK LAHAN ASAL VULKANIK"

Nama

: Rahmawati Arbie

Nim

: 471413015

PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI


JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI KEBUMIAN
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNEVERSITAS NEGERI GORONTALO
2015

1. Kepundan
Kepundan adalah celah, lubang atau kawah pada gunung api tempat keluarnya
cairan magma atau gas atau material gunung api lainnya, Cekungan/lubang dengan
dinding-dinding curam di puncak kerucut vulkan. Kepundan sering disebut juga sebagai
kawah, merupakan titik pusat terjadinya erupsi pada gunungapi.

2. Kerucut gunung api

Kerucut Gunung Api (Volcanic Cones) adalah bentuk lahan yang berbentuk
kerucut dan merupakan bagian dari gunung api. Bentuklahan ini sangat dipengaruhi
langsung oleh adanya erupsi gunung api. Karakteristik bentuklahannya adalah lereng
sangat curam, terdapat lembah-lembah dalam, material endapannya campuran dari hasil
erupsi yang relatif kasar hingga amat kasar, erosi dan longsor lahan sangat dominan.

3. Lereng gunung api atas


Lereng gunung api atas (V3) adalah suatu bentuk lahan yang merupakan hasil
aktifitas gunung api, yang terletak pada batas bawah kerucut gunung api sampai batas atas
lereng gunung api tengah, Ketinggian tempat antara 1228-1128 meter dari permukaan
laut. Bentuk lereng umumnya cekung. Lereng berkisar antara 15-45%. Klasifikasi lereng
menurut Desaunettes, 1977 (dikutip dari Mangunsukardjo, 1985) agak miringbergelombang sampai sangat curam. Geologi penyusunnya terdiri dari batuan beku
berupa abu, pasir, dan batuan gunung api. Drainase sangat baik dan air tak pernah
tergenang. Kedalaman air tanah sedang sampai dalam. Proses yang terjadi terdiri dari
proses kikisan dengan erosi parit, erosi lembah, dan longsoran tanah. Solum tanah sedang
sampai dalam. Tekstur halus sampai sedang. Liputan lahan umumnya hutan, hutan pinus,
ladang dan tanaman campuran.

4. Lereng gunung api tengah


Lereng gunung api tengah (V4), terletak antara lereng atas dan lereng bawah.
Merupakan suatu bentuk lahan hasil aktifitas gunung api, terletak pada batas bawah
lereng gunung api atas (V3) sampai batas lereng tengah dengan ketinggian antara 1128945 meter dari permukaan laut. Bentuk lereng umumnya cekung. Lereng berkisar antara
8-15% kadang diselingi oleh lereng kurang dari 15%. Topografi daerah penelitiannya
berombak sampai sangat curam. Geologi penyusun terdiri dari batuan beku berupa abu,
pasir dan batuan gunung api. Drainase sangat baik dan air tak pernah tergenang,
kedalaman air sedang sampai dalam. Proses erosi terdiri dari proses kikisan dengan erosi
parit, erosi lembah dan longsoran lahan. Solum tanah sedang sampai dalam. Tekstur halus
sampai sedang. Liputan lahan umumnya hutan bambu, semak, ladang dan tanaman
campuran

5. Lereng gunung api bawah


Lereng gunung api bawah (V5) terletak pada kaki gunung api (V6) sampai batas
atas gunung api tengah (V4), ketinggian 945-778 meter. Bentuk lereng umumnya
cembung. Lereng berkisar antara 8-30%. Topografi agak miring-bergelombang sampai
miring-berbukit. Geologi penyusunnya terdiri dari rombakan gunung api. Drainase
kadang-kadang sering tergenang. Kedalaman air tanah sedang sampai dalam. Proses yang
terjadi terdiri dari proses kikisan dengan erosi lembar, parit dan longsoran lahan. Solum
tanah sedang sampai sedang. Tekstur halus sampai sedang. Liputan lahan berupa sawah
tadah hujan, ladang dan tanaman campuran.

6. Kaki Gunung Api


Kaki Gunung Api adalah bentuklahan gunungapi yang merupakan bagian kaki
dari suatu tubuh gunungapi atau Bagian paling bawah dari tubuh gunungapi strato
ditandai oleh relief bergelombang, berombak, hingga berbukit dengan kelas kemiringan
lereng miring, agak curam, hingga curam. Pada umumnya suatu tubuh gunungapi dibagi
menjadi tiga bagian, yaitu kepundan gunungapi, badan/kerucut gunungapi, dan kaki
gunungapi.

7. Dataran gunung api


Dataran Kaki Gunung Api adalah sebuah bidang atau sisi yang berada dibawah
kaki gunung, kondisi morfologinya cenderung datar.
8. Dataran Fluvial Gunung Api
Bentuk lahan basah (fluvial) adalah bentuk lahan yang terjadi akibat pengaruh
aktifitas aliran (streams) misalnya :Atoll, bar, basin, beach, cave, cliff, confluene, delta,
estuary, flood plain, gorge and canyon, gully, island, lake, levee, meander, ox-bow lake,
pool, riffle, river, spring, stream, stream terrace, valley and vale, waterfall, watershed.
Dataran Fluvial Gunung Api terbentuk akibat endapan dari materi materi
endapan piroklastik. Dataran ini biasanya dilalui sungai sungai yang membawa materi
akibat letusan pada daerah hilir sungai.

9. Padang Lava

Lava adalah cairan larutan magma pijar yang mengalir keluar dari dalambumi
melalui kawah gunung berapi atau melalui celah (patahan) yang kemudian membeku
menjadi batuan yang bentuknya bermacam-macam. Bila cairan tersebut encer akan
meleleh jauh dari sumbernya membentuk aliran seperti sungai melalui lembah dan
membeku menjadi batuan seperti lava ropi atau lava blok (umumnya di Indonesia
membentuk lava blok). Bila agak kental, akan mengalir tidak jauh dari sumbernya
membentuk kubah lava dan pada bagian pinggirnya membeku membentuk blok-blok lava
tetapi suhunya masih tinggi, bila posisinya tidak stabil akan mengalir membentuk awan
panas guguran dari lava.
Padang Lava adalah wilayah endapan lava hasil aktivitas erupsi gunungapi.
Biasanya terdapat pada lereng atas gunungapi.

10. Padang Lahar


Lahar adalah aliran material vulkanik yang biasanya berupa campuran batu, pasir
dan kerikil akibat adanya aliran air yang terjadi di lereng gunung (gunung
berapi). Padang Lahar hampir sama dengan padang lava tetapi material hasil erupsi
yang diendapkan merupakan material lahar yang terdiri dari campuran bahan kasar dan
halus. Biasanya terdapat pada lereng bawah gunungapi hingga kaki gunungapi .

11. Lelehan Lava


Lava adalah cairan magma pijar yang mengalir keluar dari dalam bumi melalui
kawah gunung berapi atau melalui celah (patahan) yang kemudian membeku menjadi
batuan yang bentuknya bermacam-macam. Lelehan Lava adalah salah bentuk keluarnya
cairan magma pada proses erupsi non-letusan (efusif/lelehan).

12. Aliran Lahar


Aliran lahar (muda) adalah bagian kerucut volkanik berupa aliran lahar pada
lereng kerucut, umumnya berbatu, Aliran Lahar lebih Tua (Older Lahar Flow) adalah
aliran bahan-bahan piroklastik hasil erupsi gunung api yang telah lama diendapkan, baik
langsung dari erupsi (lahar panas) atau karena jenuh air dari hujan atau air kepundan.
Lahar Bagian Atas (Upper Part) : bagian aliran lahar yang terletak berdekatan dengan
sumber lahar. Lahar bagian Tengah (Middle Part): bagian aliran lahar antara bagian atas
dan bagian bawah. Lahar Bagian Bawah (Lower Part): bagian aliran lahar yang terletak
di sekitar ujung aliran.

13. Dataran antar gunungapi


Merupakan dataran yang terletak diantara dua atau lebih gunungapi.

14. Dataran Tinggi Lava


Dataran Tinggi Lava (Lava Plateau) adalah dataran tinggi yang berasal dari lava
gunung api. Pleateau ini terdiri dari banyak lapisan aliran lava, umumnya lava basalt
yang encer pada mulanya, yang mengalir berurutan dalam waktu yang berbeda sau
menyusul lainnya. Sering berselingan dengan abu gunung api, pelapukan lava, endapan,
danau, endapan sungai. Banyak lava berpori karena vesikuleir dengan ada perselingan
dengan endapan kedap air maka sering didapati air tanah, mata air, dsb. Lembah lembah sungai di daerah terjal atau terbentuk undak karena kerasnya lava dan adanya
kekar. Mata air panas, sesar, kerucut gunung api, dapat pula berasosiasi dengan plateau
lava. Plateau ini terdiri dari banyak lapisan aliran lava, umumnya lava basalt yang encer
pada mulanya, yang mengalir berurutan dalam waktu yang berbeda sau menyusul
lainnya. Sering berselingan dengan abu gunung api, pelapukan lava, endapan danau,
endapan sungai. Banyak lava berpori karena vesikuleir dengan ada.

15. Planezes
Planes (Planezes) adalah sisi-sisi permukaan lereng kerucut volkan yang terisolasi
(terpisah-pisah) oleh torehan dan erosi, biasanya dalam bentuk segitiga.

16. Padang abu, tuff atau lapili


Padang Abu, Tuff atau Lapili adalah wilayah endapan abu, tuff atau lapili. Tuff
adalah endapan dari gunung api yang telah mengalami konsolidasi, dengan kandungan
abu mencapai 75 %. Lapili adalah hasil erupsi eksplosif gunung api yang berukuruan
2mm 64mm. Selain dari fragmen batuan , kadang-kadang terdiri dari mineral -mineral
augti, olivine, plagioklas.
17. Solfatar
Solfata adalah fumarol yang mengeluarkan gas - gas oksida belerang (SO2 & SO3),
selain karbon dioksida dan uap air, solfatar mudah dikenali karena udara sekitarnya
berbau busuk, sebagai bau khas gas - gas oksida belerang. Dalam konsentrasi tinggi, gas
emisi ini juga berbahaya bagi hewan dan manusia.

18. Fumarol
Fumarol adalah lubang di dalam kerak bumi yang sering terdapat di sekitar
gunung berapi, umumnya mengeluarkan uap dan gas seperti karbon dioksida, sulfur
dioksida, asam hidroklorik, dan hidrogen sulfida. Fumarol bisa terdapat di sepanjang
retakan kecil maupun rekahan yang panjang, dalam medan atau klaster yang kacau
balau, dan di permukaan aliran lava serta endapan aliran piroklastik yang tebal.
Lapangan fumarol merupakan suatu wilayah mata air panas dan semburan gas
dimana magma atau batuan beku yang panas di kedalaman yang dangkal atau air tanah.
Dari perspektifnya air tanah, fumarol bisa dideskripsikan sebagai mata air panas yang
membuat air mendidih sebelum air mencapai permukaan tanah.

19. Bukit gunungapi terdenudasi


Bukit Gunung Api Terdenudasi adalah bukit gunung api yang mengalami proses
denudasi atau proses pelapukan dan erosi.

20. Leher Gunungapi


Leher Gunung Api adalah bentuklahan yang berbentuk seperti leher atau tiang
merupakan sisa dari proses denudasi gunungapi. Lava yang membeku dan mengeras di
dalam saluran ke luar Dapat terdorong ke luar karena tekanan yang kuat dari bawah

muncul sedikit demi sedikit makin tinggi di atas kepundan, disebut spine karena
bentuknya yang lancip mirip duri

21. Sumbat Gunung api


Bentuklahan ini sering disebut juga sebagai kubah lava. Terbentuk karena
keluarnya magma hingga mencapai kepundan Karena sifatnya yang asam magma tidak
segera mengalir ke lereng gunungapi tetapi membeku di kepundan dan membentuk
sumbat gunungapi.
Pada mulanya terdapat gunungapi aktif, yang meletus berkali-kali membangun
dirinya, lalu ketika magma tertekan ke atas, ada sebagian yang tertahan, karena energi
penekannya semakin berkurang, misalnya. Magma yang tertahan itu lama kelamaan
mengalami proses pendinginan, kemudian membeku. Selama jutaan tahun, bagian luar
tubuhnya terlapukan, dan bagian yang paling lemah terkikis habis. Yang tertinggal
hanyalah bagian paling kuat. Sumbat lava itulah yang paling kuat, sehingga
pelapukannya berjalan sangat lambat.

22. Kerucut Parasiter


Kerucut Parasiter Merupakan kerucut anakan yang terbentuk bukan pada
kepundan utama tetapi pada lereng gunungapi.
Pembentukannya disebabkan oleh keluarnya magma melalui saluran yang
bercabang tidak melalui saluran utama.

23. Boka
Boka merupakan bentuklahan karena aktivitas keluarnya magma ke permukaan
bumi tetapi tidak membentuk kepundan. Contoh Gunung Tidar, Gunung Batok.

Gunung Tidar
24. Dike
Dalam ilmu geologi Dyke adalah suatu jenis intrusi batuan beku berbentuk lembar
yang mengenai lapisan tanah dan memotong secara bersebrangan Dyke, disebut juga
gang, merupakan salah satu badan intrusi yang dibandingkan dengan batholit,
berdimensi kecil. Bentuknya tabular, sebagai lembaran yang kedua sisinya sejajar,
memotong struktur (perlapisan) batuan yang diterobosnya. Kadang-kadang kontak
hampir sejajar tapi perbandingan antara panjang dan lebar tidak sebanding. Kenampakan
di lapangan dyke dapat berukuran sangat kecil dan dapat pula berukuran sangat besar.

25. Baranko
Baranko adalah bentuklahan hasil depresi pada puncak vulkan Baranko terbentuk
karena proses pengikisan yang lebih intensif dibandingkan daerah di kanan kiri. Intensif
pengikisan disebakan karena materialnya piroklastik, sedangkan bagian di kanan kirinya
yang tidak terkikis berupa aliran lava.