Anda di halaman 1dari 7

1

LEMBAR KERJA SISWA

Sekolah

: SMA

Mata pelajaran

: MATEMATIKA

Kelas/Semester

: SEBELAS/I

Materi Pokok

: Barisan dan Deret Tak Hingga

Alokasi Waktu

: 2 x 45 menit (1 pertemuan)

A. Materi Pokok
1. Menemukan Konsep Barisan Tak Hingga
Siti menggunting pita yang panjangnya 4 cm menjadi bagian yang sama besar. Salah satu potongan pita
berikutnya digunting lagi menjadi dua bagian yang sama panjang. Selanjutnya salah satu dari dua pita
berikutnya lagi digunting menjadi dua bagian yang sama panjang juga. Kejadian ini terus berlanjut
sampai pita tersebut tidak bisa dipotong lagi , seperti gambar berikut;

Susunlah bilangan-bilangan yang menyatakan panjang potongan kertas


Alternatif penyelesaian;
Untuk tahap pemotongan ke 1, diperoleh dua kertas yang panjangnya 2 cm.
Untuk tahap pemotongan ke 2, diperoleh dua kertas yang panjangnya 1 cm.
1
Untuk tahap pemotongan ke 3, diperoleh dua kertas yang panjangnya 2 cm.

Untuk tahap potong ke n, diperoleh 2 kertas yang pola panjang

22n cm.

Sehingga diperoleh barisan bilangan-bilangan yang menyatakan luas potongan kertas tersebut sebagai
berikut;

1
2,1, , .
2
Jika

Un

adalah suku ke

yang menyatakan panjang kertas setelah pemotongan ke

n , maka

pola yang diperoleh adalah;


1
2,1, , . dengan pola U n=22n
2
Sekarang dengan langkah yang sama, ayo kita selesaikan tantangan berikut ini.
Siti menggunting pita ukuran 8 cm x 1cm menjadi dua bagian yang sama besar. Salah satu potongan pita
berikutnya digunting lagi menjadi dua bagian yang sama panjang. Selanjutnya salah satu dari dua pita
berikutnya lagi digunting menjadi dua bagian yang sama panjang juga. Kejadian ini terus berlanjut
sampai pita tersebut tidak bisa dipotong lagi , seperti gambar berikut;

Susunlah bilangan-bilangan yang menyatakan panjang potongan kertas, apabila salah potongan kertas
berikutnya digunting menjadi dua bagian yang sama.
Alternatif penyelesaian;
Untuk tahap pemotongan ke 1, diperoleh dua kertas yang luasnya 4 cm2.
Untuk tahap pemotongan ke 2, diperoleh dua kertas luasnya ... cm2.
Untuk tahap pemotongan ke 3, diperoleh dua kertas yang luasnya ... cm2.

Untuk tahap potong ke n, diperoleh 2 kertas yang pola luasnya

cm2.

Sehingga diperoleh barisan bilangan-bilangan yang menyatakan luas potongan kertas tersebut sebagai
berikut;
4, , , , .
Jika

Un

adalah suku ke

yang menyatakan luas kertas setelah pemotongan ke

n , maka pola

yang diperoleh adalah;


U 1 ,U 2 , U 3 , .... dengan pola U n=
2. Menemukan Konsep Deret Tak Hingga
Dibantu dengan alat peraga limit deret setegah dan penyelesaian masalah dilakukan secara berkelompok.
Alat Peraga

Nama : Limit Deret Setengah


1. Alat & Bahan
a. Pita kuning ukuran 8 cm x 1 cm
b. Pita pink ukuran 8 cm x 1 cm
c. Gunting
d. Penggaris
e. Pensil
f. Kertas HVS
g. Lem kertas 1 botol
2. Cara pembuatan
a. Tulis kertas HVS dengan format sebagai berikut (guru yang menyediakan):

b. Tandai pita kuning ditengahnya dengan nilai ukuran luas dan satuannya.
c. Potong pita pink dengan ukuran 4 cm x 1 cm, 2 cm x 1 cm, 1 cm x 1 cm, 0,5 cm x 1 cm, 0,25 cm
x 1 cm, 0,125 cm x 1 cm, dan seterusnya sampai ukuran sekecil mungkin.
3. Cara Penggunaan
a. Lekatkan pita kuning pada kertas HVS seperti pada gambar berikut;

b. Tunjukan potongan-potongan pita pink yang diperlukan.


c. Lekatkan pita pink sejajar dengan pita kuning. Dimulai dengan melekatkan pita pink terluas disisi
paling kiri seperti gambar berikut:

d. Lekatkan pita pink terluas kedua, tepat disebelah kanan pita pink yang luasnya 4 cm2.

e. Lekatkan pita pink terluas ketiga, tepat disebelah kanan pita pink yang luasnya 2 cm 2. Begitu
juga dan seterusnya sampai:
f. Lekatkan pita pink paling sempit disebelah paling kanan diantara deretan pita pink.
g. Setelah selesai jawablah semua pertanyaan yang ada dikertas HVS tersebut!

Setelah nilai luas keseluruhan pita pink ditemukan dengan bantuan alat peraga limit deret setegah. Mari
kita bandingkan nilai luas keseluruhan pita pink yang ditentukan dengan rumus deret tak hingga.
Untuk menentukan nilai keseluruhan luas yang berpola deret geometri dinyatakan dengan rumus:
a(1r n)
Sn

1r
Karena berupa deret tak hingga maka

n , dan

karena berupa pengukuran, agar nilai deret

geometri haruslah berupa bilangan 0<r <1 , sehingga diperoleh:


n

lim S n

lim

a(1r )
1r

a
1r
n
= ()(1r )
n
lim

a
1r
(1r n)
= () nlim

lim
n

a
1 lim r n)
= 1r (lim
n
n

= 1r (1r )

= 1r (10)

= 1r (1)

= 1r

a
a
a

Dari deret yang dibentuk alat peraga diketahui bahwa a=4

= 1r
4

S =

1
2

S = cm2
Pertanyaan

1
dan r= 2 , sehingga diperoleh:

1. Apakah sama hasil deret yang ditentukan berdasarkan alat peraga dengan yang ditentukan
berdasarkan rumus?
2. Simpulkan yang Ananda peroleh dari pembahasan materi menemukan konsep deret tak hingga!
B. Soal Tantangan
Petunjuk
1. Soal latihan terdiri dari 1 buah soal uraian.
2. Jawablah soal dengan disertai langkah-langkah penyelesaiannya.
3. Waktu yang disediakan untuk menyelesaikan soal adalah 20 menit.
4. Periksa dan bacalah soal dengan cermat sebelum Anda menjawab.
5. Laporkan kepada guru pengawas apabila terdapat lembar soal yang kurang jelas, rusak atau tidak
lengkap.
6. Tidak dibenarkan menggunakan alat hitung dan meminta bantuan dari pihak luar. Apabila ketahuan
akan langsung didiskualifikasi.
7. Periksalah terlebih dahulu pekerjaan Anda sebelum diserahkan kepada guru.

Soal
1. Sebuah bandul diayunkan oleh Budi. Jika panjang lintasan ayunan pertama bandul dari arah kanan ke arah kiri
sejauh

(31n)

sejauh

(30,75n) cm, maka lintasan yang ditempuh bandul sampai bandul berhenti berayun adalah?

cm, dan selanjutnya panjang lintasan ayunan pertama bandul dari arah kiri ke arah kanan

Keterangan : n menyatakan urutan tempat duduk siswa agar diperoleh jawaban berbeda dan dianggap
maksimal banyaknya anak di kelas tersebut 25 orang.

Penyelesaian:(penyelesain ini tidak boleh diketahui siswa)


Misalkan a adalah panjang lintasan ayunan pertama bandul dari arah kanan ke arah kiri dan b adalah panjang
lintasan ayunan pertama bandul dari arah kiri ke arah kanan, maka

a=U 1=31n

dan

b=U 2=30,75n . Karena bandul berayun menunjukan gejala pola geometri maka rasio dapat ditentukan
sebagai berikut ;

r=

U 2 30,75n
=
U1
31n

Dengan demikian panjang lintasan yang ditempuh bandul sampai bandul berhenti berayun dapat ditentukan
sebagai berikut:

S =

S =

a
=
1r

31n
30,75n
1
31n

31n
31n (30,75n)

31n
31n

S =

31n
31n (30,75n)

31n
31n
2

S =

(31n)
31n(30,75n)

S =

(31n)
2
=4 (31n)
0,25