Anda di halaman 1dari 19

SENI TARI TOPENG MALANG

MAKALAH Diajukan untuk mengikuti LPIR 2005 Bidang ebudayaan Tingkat SMp/MTs se-Kota Malang
TIM PENELITI : ASHARINA DWI P. NAVIDA KUSUMA W. ROSYADIAH ANDINI A.
DEPARTEMEN AGAMA MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI MALANG I MEI 2005
KATA PENGANTAR
1
Assalamualaikum wr. Wb Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang telah memberi rahmat
Wassalamualaikum wr. Wb
Malang, Juni 2005
Tim Penulis
DAFTAR ISI halaman 1. KATA PENGANTAR……………………………………… ii 2
2. DAFTAR ISI………………………………………………… 3. DAFTAR TABEL……………………………………………. 4. ABSTRAK……………………………………
iii iv v 1 1 2 2 3 3 4 4 6 8 8 8 8 8 8 10 12 12 12 13
DAFTAR TABEL halaman 4.1 Daftar Tabel tentang Angket Tari Topeng malang…………. 10
3
ABSTRAK
Paramita, Asharina Dwi, dkk. 2005. Makalah Tentang Seni Tari Topeng Malang.
4
Kata kunci: tari topeng, malang
Kekayaan etnik dan budaya yang dimiliki Kota Malang berpengaruh terhadap kesenian tradisona
5
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah Kota Malang adalah kota yang sebagian besar wilayahnya berupa da
Switzerland of Indonesia atau Paris of East Java. Terbukti dengan banyaknya taman yang asri
6
mengandung unsur kekayaan dinamis dan musik dari etnik Jawa, Madura dan Bali. (sitar Jawa)
1.2 Hipotesis 1. Sejarah Tari Topeng Malangan berawal dari Prabu Airlangga putra dari Darma
7
3. Minat masyarakat pada Seni Tari Topeng kini masih kurang.
1.3 Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah : 1. 2. 3. Untuk mengetahui sejarah
1.4 Manfaat Penelitian Manfaat diadakannya penelitian ini adalah : 1. Dapat mengetahui seja
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Sejarah Tari Topeng
8
Keberlangsungan seni tradisi memang sangat memerlukan peran penguasa. Bahkan, jika penguasa
9
budaya Jawa Tengahan, Jawa Kulonan dan Jawa Timuran (Blambangan dan Osing) sehingga akar ge
10
Pada saat zaman penjajahan, tari topeng sudah hampir punah. Dan hanya pejabat-pejabat tingg
2.2
Macam – Macam Topeng
Tari Topeng adalah perlambang bagi sifat manusia, karenanya banyak model topeng yang mengga
Arti warna putih
adalah suci, warna hijau artinya kemakmuran, sedangkan
kuning berarti kebersihan dan warna merah berarti keras, murka, dan licik. Dalam tari Topen
11
BAB III METODE PENELITIAN
3.1
Rancangan Penelitian Penelitian ini menggunakan metode survei. Informasi dan data diperoleh
12
wawancara dengan seniman tari dan pembuat topeng, pengamatan di sanggar tari dan menyebarka
a. Jawaban dari angket tentang Tari Topeng Malang :
13
NO 1. 2. 3. 4. 5. 6.
PERTANYAAN A Tingkat pengetahuan masyarakat tentang Tari Topeng 50% Malang Tingkat belajar
B 15% 60% 14% 58% 35% 15%
C 35% 57% 38%
Jumlah Responden: 20
Keterangan: 1. Pilihan jawaban A: Tahu 4. Pilihan jawaban A: Ya Pilihan jawaban B: Sedikit
Berdasarkan tabel diatas, menunjukkan bahwa:
• Untuk pertanyaan pertama tentang pengetahuan masyarakat tentang Tari
Topeng, sebanyak 50% responden menjawab tahu, 35 % sedikit tahu, dan 35% menjawab tidak tah
• Untuk pertanyaan kedua tentang tingkat belajar masyarakat terhadap Tari
Topeng Malang, sebanyak 40% responden menjawab pernah dan sebanyak 60% responden menjawab t
• Untuk pertanyaan ketiga tentang tempat pembelajaran Tari Topeng Malang,
sebanyak 43% responden menjawab belajar di sanggar tari, 14% menjawab di rumah ( privat ),
• Untuk pertanyaan keempat tentang minat masyarakat untuk mempelajarinya,
14
sebanyak 58% menjawab Ya, dan 41% reponden menjawab Tidak. Hal ini menunjukkan bahwa masih
• Untuk pertanyaan kelima tentang tingkat kemauan masyarakat untuk
melestarikan tari, sebanyak 65% responden menjawab Ya, dan sebanyak 35% menjawab tidak. Seb
• Dan untuk pertanyaan keenam tentang upaya masyarakat dalam melestarikan
Tari Topeng Malang sebanyak 46% responden menjawab belajar menari, 15%mengembangkan Tari To
b. Hasil wawancara tentang sejarah dan cara pelestarian Tari Topeng pada bapak Karimun, tok
menyebarkan agama islam di tempat itu. Pada saat zaman penjajahan, tari topeng sudah hampir
BAB V PENUTUP
5.1
Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan
sebagai berikut : 1. Sejarah Tari Topeng Malangan berawal dari Prabu Airlangga putra dari D
tarian tersebut secara intensif, dan menyebarkannya lewat daerah-daerah atau lembaga pendid
5.2
Saran 1. Memasukkan pelajaran ekstrakurikuker tentang kesenian Tari Topeng Malangan ke dala
DAFTAR PUSTAKA
-
Dra. H.A.R.D. Kemalawati dan Dra. Kapti Asiatun. Oktober 1990. Tarian Daerah. Koentjaraning
17
Indonesia. Yogyakarta : Konservatori. Claire Holt. 2000. Melacak Jejak-jejak Perkembangan S
18