Anda di halaman 1dari 2

TUGAS PPF (PERILAKU PELAYANAN FARMASI)

Kasus di Apotek
Dosen : Naylis Syifa, S.Farm., M.Sc., Apt
Kelompok : 1
Nama Kelompok :
1. Maretah Indah F.
2. Nurhuda Solikhah
3. Nur Farahiyah A.
4. Irsita Trisyana
5. Amaliyah Dina A.
6. Okte Nur Azhizhah
7. Endah Agustiawati
8. Ayu Diana Ristanti
9. Annisa Muhdiyah
10. Nova Dwi F.
11. Ayu Purwaningsih
12. Mokh. Safirudin
13. Fardiana Muchita
14. Uswhatun Hasanah
15. Syarofina Dianati

(201110410311003)
(201110410311045)
(201110410311098)
(201110410311173)
(201110410311181)
(201110410311185)
(201110410311188)
(201110410311190)
(201110410311197)
(201110410311198)
(201110410311200)
(201110410311202)
(201110410311205)
(201110410311207)
(201110410311212)

A. Kasus
: Resep narkotika yang ditebus diluar daerah
B. Hasil Diskusi :
Resep narkotika tidak boleh ditebus diluar daerah, boleh ditebus di luar
daerah akan tetapi harus melewati prosedur yang telah ditetapkan misalnya
dengan legalisasi resep. Artinya, pasien boleh menebus resep yang mengandung
obat narkotika di daerah tujuan, asal ada persetujuan terhadap resep terkait dari
dokter pada daerah tujuan. Berikut merupakan penjelasan dari resep narkotik dan
aturan-aturan mengenai resep narkotik yang ditebus di luar daerah.
Resep yang mengandung narkotika :
1. Resep harus diskrinning terlebih dahulu yang meliputi :
a) Harus resep asli (bukan copy resep)
b) Nama penderita dan alamat lengkap yang jelas
c) Tidak boleh ada tulisan iter yang artinya dapat diulang
d) Aturan pakai harus jelas, dan tidak boleh ada tulisan UC (Usus
Cognitus) yang artinya cara pakai diketahui
2. Obat narkotika di dalam resep diberi garis bawah tinta merah

3. Resep yang mengandung narkotika tidak boleh diulang, tetapi harus dibuat
resep baru
4. Resep narkotika harus disimpan ditempat terpisah dengan resep lainnya
5. Jika pasien meminta sebagian obat narkotika maka diperbolehkan untuk
dibuatkan copy resep bagi pasien tersebut, tetapi copy resep tersebut hanya
dapat ditebus kembali di apotek yang menyimpan resep aslinya, tidak
boleh di apotek lain.
6. Jika pasien sedang berada di luar kota, maka copy resep tetap tidak bisa
ditebus, melainkan harus dibuatkan resep baru dari dokter di daerah
atau kota tersebut dengan menunjukkan copy resep yang dibawa, sehingga
pasien tersebut bisa memperoleh obatnya.
Hal tersebut sesuai dengan peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan
(BPOM) No. 36/E/SE/1997, yang disebutkan bahwa :
1. Sesuai dengan bunyi pasal 7 ayat 2 UU No. 9 Tahun 1976 tentang
Narkotika, apotek dilarang melayani salinan resep dari apotek lain yang
mengandung narkotika, walaupun resep tersebut baru dilayani
setengah/belum dilayani sama sekali.
2. Untuk resep narkotika yang baru dilayani sebagian/belum sama sekali,
apotek boleh membuat salinan resep tetapi salinan resep tersebut hanya
boleh dilayani oleh apotek yang menyimpan resep asli.
3. Salinan resep dari narkotika dengan tulisan iter tidak boleh dilayani
sama sekali. Oleh karena itu, dokter tidak boleh menambahkan tulisan
iter pada resep yang mengandung narkotika.