Anda di halaman 1dari 13

PENGELOLAAN OBAT PKD

DAN PROGRAM DI IFPK


KABUPATEN BONE BOLANGO

VYANI KAMBA
SINKRONISASI DAN HARMONISASI ONE GATE POLICY
GORONTALO, 13 MEI 2014

DRUG MANAGEMENT CYCLE

PERENCANAAN
Perencanaan secara bottom up, melalui
penyusunan RKO yang dihadiri oleh
dokter dan pengelola obat puskesmas
Tahun
2013
dan
2014
karena
keterbatasan anggaran tdk diadakan
pertemuan
namun
tetap
diminta
kebutuhan dari puskesmas dan pengelola
program
RKO mengacu pada DOEN dan e-katalog

PENGADAAN
Proses pengadaan dilaksanakan oleh
Bidang Perencanaan Dinas Kesehatan
Kab. Bone Bolango
Proses pengadaan berdasarkan Juknis
Penggunaan Dana DAK dan Perpres
terbaru terkait pengadaan barang dan
jasa
Obat Program, Buffer Stock dan
Bencana,
permintaan ke Dinas
Kesehatan Provinsi Gorontalo

PENERIMAAN
Penerimaan obat dilaksanakan di IFK
dengan tahapan-tahapan sbb:
- Menempatkan obat pada tempat
penyimpanan sementara (karantina)
- Memeriksa daftar pengantar/tanda terima
obat
- Mencocokkan kesesuaian jenis dan jumlah
fisik obat dangan daftar penerimaan
- Memeriksa kondisi, tanggal ED obat
- Memberi catatan pada daftar penerimaan
apabila terdapat ketidaksesuaian untuk
kemudian di konfirmasi

PENYIMPANAN
Penyimpanan obat berdasarkan sumber
anggaran dan disesuaikan dengan
persyaratan kondisi penyimpanan
Sedapat
mungkin
alfabetis
dikondisikan dengan ketersediaan
ruang penyimpanan (luas ruang simpan
hanya 150 m2)
Semua
obat/perbekes
disimpan
dilengkapi dengan kartu stok

DISTRIBUSI
Pendistribusian obat memperhatikan kaidah FIFO
(First In First Out) dan FEFO (First Expire First
Out)
Berdasarkan permintaan PKM melalui LPLPO
Obat program berkoordinasi dengan pengelola
program
Distribusi obat dilaksanakan 2 bulan sekali
(Efisiensi anggaran dan keterbatasan tenaga)
Dilakukan pengecekan kesesuaian jenis dan
jumlah serta kondisi obat dan BHP satu persatu
bersama pengelola obat PKM selaku penerima
barang

Pencatatan dan Pelaporan


Tiap obat dan BHP keluar disertai SBBK
Dilakukan pemeriksaan kesesuaian laporan
LPLPO sebelum diserahkan kembali ke
puskesmas
Pencatatan meliputi buku penerimaan, buku
pengeluaran, kartu stok, buku kadaluarsa/rusak
Stock Opname dilakukan secara rutin setiap
akhir bulan
Melaporkan secara berkala mutasi obat dan BHP
melalui Laporan Ketersediaan Obat dan Vaksin,
Laporan Dinamika Logistik dan e-logistik,
Laporan persediaan semester per 1 Juli, Laporan
persediaan akhir per 31 Desember

PENGELOLAAN OBAT PROGRAM DI


PUSKESMAS
Sejak tahun 2012 mutasi obat program di PKM
dilaporkan melalui LPLPO dengan melaporkan pula
jumlah kunjungan/cakupan
Permintaan obat program PKM ke IF melalui LPLPO
IF menyerahan obat program ke petugas pengelola
obat PKM
Penyimpanan obat program di PKM diusahakan
sedapat mungkin dilaksanakan di gudang obat
PKM
Pengelola program PKM mengajukan permintaan
dan melaporkan pemakaian obat program ke
pengelola obat PKM melalui sub LPLPO

MONITORING DAN EVALUASI


Untuk obat PKD dan obat program,
IFPK melakukan monev terkait
pengelolaan obat di PKM minimal 1 x
setahun
Monev terpadu lintas program pernah
dilakukan di tahun 2010 dan 2011
Evaluasi laporan PKM rutin dilakukan
setiap bulan

PERMASALAHAN
Terbatasnya ruang penyimpanan
Tidak adanya software untuk
pengelolaan obat (obat dan BHP yang
tersedia di Instalasi Farmasi tidak
seluruhnya tertuang dalam e-logistik)
Penggunaan e-logistik sangat
tergantung pada jaringan internet yang
bagus, sehingga menyulitkan
penginputan data pada kondisi jaringan
internet

PERMASALAHAN
Penyimpanan vaksin belum dilaksanakan di
IFPK karena keterbatasan ruang
penyimpanan
Kurangnya pemanfaatan beberapa obat
program di PKM, ex:mineral mix, tablet
tambah darah,obat KIA
Ketersediaan obat program yang lebih
sementara pelaksanaan program telah
selesai, ex: obat filariasis
( Dietilkarbamazin 227.900 tablet/2279
kotak ED: 6-2014 dan Albendasol 25110
tablet/ 251 botol ED 5-2015)

SARAN UNTUK KEMENTERIAN


KESEHATAN
E-KATALOG untuk BHP
Pengadaan software pengelolaan obat
untuk Instalasi Farmasi Kab/Kota

TERIMA KASIH