Anda di halaman 1dari 9

Bab 13

Membangun Sistem Informasi


13.1 SISTEM SEBAGAI PERUBAHAN YANG DIRENCANAKAN DALAM PERUSAHAAN

Pengembangan system dan perubahan organisasional


Teknologi informasi dapat mendukung berbagai tingkatan perubahan dalam perusahaan,
mulai dari yang setahap demi setahap, hingga yang jauh ke depan. Figur 2-1 memperlihatkan
empat macam perubahan structural organisasi yang disebabkan oleh teknologi informasi: 1.
Otomatisasi, 2.Rasionalisasi, 3. Rekayasa ulang, 4. Pergeseran paradigma. Setiapnya membawa
imbalan
dan
resiko
yang
berbeda-beda.

Bentuk paling umum dari perubahan dalam perusahaan adalah otomatisasi dan
rasionalisasi. Strategi yang jalannya dan perubahannya relatif lamban ini menghadirkan suatu
imbal balik yang tidak terlalu besar, tetapi resikonya kecil. Perubahan yang lebih cepat dan lebih
komprehensif-seperti rekayasa ulang dan pergeseran paradigma-menghasilkan imbalan yang
tinggi tetapi mengandung kemungkinan gagal yang cukup besar

Perencanaan Ulang Proses Bisnis


Banyak perusahaan saat ini berfokus kepada pembuatan sistem informasi baru yang akan
meningkatkan proses bisnis mereka. Beberapa proyek sistem ini merepresentasikan
restrukturisasi ulang yang radikal untuk proses-proses bisnis, sementara yang lainnya melakukan
perubahan secara bertahap.

Langkah-langkah Rekayasa Ulang yang Efektif


Salah satu strategi pengambilan keputusan yang terpenting yang dapat dilakukan oleh perusahaan bukanlah

mengenai bagaimana menggunakan sistem informasi untuk memperbaiki proses-proses bisnis, melainkan untuk
memahami proses bisnis mana yang perlu diperbaiki. Suatu bisnis terdiri atas ratusan, kadang-kadang ribuan proses
bisnis. Ketika sistem digunakan untuk memperkuat model bisnis atau proses bisnis yang salah, suatu perusahaan
dapat menjadi lebih efisien dalam melakukan apa yang seharusnya tidak dilakukannya (Hammer, 2002). Akibatnya,
perusahaan menjadi rentan diserang oleh pesaingnya yang mungkin telah menemukan model bisnis yang benar.
Waktu dan biaya yang cukup besar dapat dihabiskan untuk memperbaiki proses bisnis hanya berpengaruh kecil
terhadap kinerja dan pendapatan perusahaan secara keseluruhan.

13.2 IKHTISAR DARI PENGEMBANGAN SYSTEM

Analisis Sistem

Analisis sistem adalah analisis masalah yang dicoba diselesaikan perusahaan dengan
sistem informasi. Tahap ini terdiri atas pendefinisian masalah, identifikasi penyebab, pencarian
solusi, dan identifikasi kebutuhan informasi yang harus dipenuhi oleh suatu solusi sistem.
Analis sistem membuat peta proses dari perusahaan dan sistem yang sudah ada, mengidentifikasi
para pemilik dan pengguna data primer bersama dengan perangkat keras dan lunak yang sudah
ada. Analis sistem kemudian membuat perincian masalah dari sistem yang sudah ada. Dengan
mempelajari dokumen, lembar kerja, dan prosedur; mengamati proses sistem; dan mewawancarai
para pengguna utama dari sistem, analis dapat mengidentifikasikan masalahnya dan sasaransasaran yang akan dicapai suatu solusi. Sering kali solusinya mengharuskan dibuatnya sistem
informasi baru atau memperbaiki yang sudah ada.
Analis sistem akan meliputi study kelayakan untuk menentukan apakah solusinya layak, atau
dapat dicapai, dari sisi finansial, teknis, dan organisasional. Studi kelayakan akan menentukan
apakah sistem yang diusulkan adalah investasi yang baik, apakah teknologi yang dibutuhkan
oleh sistem tersedia dan dapat ditangani oleh spesialis sistem informasi perusahaan, dan apakah
perusahaan dapat menangani perubahan-perubahan yang dibawa oleh sistem tersebut.
Menentukan Kebutuhan Informasi
Tugas analis sistem yang dapat dikatakan paling menantang adalah mendefinisikan
kebutuhan-kebutuhan informasi yang spesifik yang harus dipenuhi oleh solusi sistem yang
dipilih. Pada tingkatan paling dasar,kebutuhan informasi dari sistem baru meliputi identifikasi
siapa yang membutuhkan informasi apa, di mana, kapan, dan bagaiman caranya. Analis
permintaan mendefinisikan dengan cermat sasaran-sasaran dari sistem yang baru atau yang telah
dimodifikasi dan mengembangkan penjelasan terperinci dari fungsi yang harus dijalankan oleh
sistem yang baru. Kesalahan analisis kebutuhan adalah penyebab utama kegagalan sistem dan
tingginya biaya pengembangan sistem.
Beberapa masalah tidak membutuhkan solusi sistem informasi tetapi membutuhkan penyesuaian
dalam manajemen, pelatihan tambahan, atau perbaikan prosedur organisasional yang sudah ada.
Jika masalahnya berkaitan dengan informasi, analisis sistem mungkin masih diperlukan untuk
mendiagnosis masalahnya dan mendapatkan solusinya.

Menyelesaikan Proses Pengembangan Sistem


Langkah selanjutnya dalam proses pengembangan sistem adalah menerjemahkan spesifikasi
solusi yang dibuat selama analisis sistem dan merancang sistem informasi yang operasional
sepenuhnya, terdiri atas langkah pemrograman, pengujian, konversi, produksi, dan pemeliharaan.
Pemrograman

Selama tahap pemrograman, spesifikasi sistem yang disiapkan selama perancangan


diterjemahkan ke dalam kode program. Sekarang, banyak perusahaan tidak lagi
melakukan pemrograman sistem baru sendiri. Alih-alih demikian, perusahaan membeli
peranti lunak yang memenuhi kebutuhan sistem baru dari sumber luar seperti paket
peranti lunak dari vendor komersial, layanan peranti lunak dari penyedia layanan
aplikasi, atau perusahaan alih kontrak yang mengembangkan aplikasi peranti lunak yang
disesuaikan dengan kebutuhan klien.
Pengujian
Pengujian (testing) yang mendalam dan seksama harus dilakukan untuk mengetahui
apakah sistem memberikan hasil-hasil yang benar. Pengujian menjawab pertanyaan,
apakah sistem akan memberikan hasil yang diinginkan dalam kondisi-kondisi yang
diketahui?
Konversi
Konversi adalah proses perubahan dari sistem lama ke sistem baru. Empat strategi
konversi yang utama dapat dilakukan: strategi parallel, strategi pindah langsung, strategi
studi percontohan, dan strategi pendekatan bertahap.
Produksi dan Pemeliharaan
Setelah sistem yang baru dipasang dan konversinya selesai dilakukan, sistem tersebut
dikatakan berada dalam kondisi produksi. Selama tahap ini, sistem akan ditinjau ulang
oleh para pengguna dan spesialis teknis untuk menentukan seberapa baik sistem ini
mencapai sasaran awalnya, dan memutuskan apakah sistem tersebut perlu direvisi atau
dimodifikasi.

Pemodelan dan Perancangan Sistem: Metodologi Terstruktur dan Metodologi


Berorientasi Objek
Terdapat beberapa metodologi alternative untuk memodelkan dan merancang sistem.
Metodologi terstruktur dan pengembangan berorientasi objek adalah dua yang terdepan.

Metodologi Terstruktur

Metodologi terstruktur telah digunakan untuk mendokumentasi, menganalisis, dan


merancang sistem informasi sejak 1970-an. Terstruktur berarti bahwa tekniknya adalah
selangkah demi selangkah, dengan setiap langkah dibangun di atas langkah sebelumnya.
Metodologi terstruktur bersifat atas-bawah, mulai dari tingkatan yang tertinggi, yang
paling abstrak, ke tingkatan perincian yang terendah-dari umum ke khusus
Pengembangan Berorientasi Objek

Pengembangan berorientasi objek menggunakan objek sebagai unit dasar dari analisis
dan perancangan sistem. Sebuah objek menggabungkan data dan proses yang spesifik
yang mengoperasikan data tersebut. Data yang dikelompokkan ke dalam suatu objek
dapat diakses dan dimodifikasi hanya oleh operasi, atau metode, yang bersesuaian dengan
objek tersebut. Alih-alih memindahkan data ke prosedur, program mengirimkan sebuah
pesan untuk sebuah objek untuk melakukan sebuah operasi yang telah tersimpan di
dalamnya. Sistemnya dimodelkan sebagai kumpulan objek dan hubungan di antaranya.
Karena logika pemrosesannya tersimpan di dalam objek alih-alih di dalam program
peranti lunak yang terpisah, objek-objek harus berkolaborasi untuk membuat sistemnya
berjalan.
Figure 2-3 Diagram Struktur Tingkat Tinggi untuk Sistem Pembayaran Gaji

Diagram struktur ini memperlihatkan tingkat tertinggi atau tingkatan rancangan paling
abstrak dari sistem pembayaran gaji, dan memberikan gambaran umum mengenai
keseluruhan sistem

Figur ini mengilustrasikan bagaimana kelas-kelas mewarisi ciri-ciri umum dari kelas
supernya

13.3 PENDEKATAN ALTERNATIF PENGEMBANGAN SISTEM


Sistem-sistem berbeda dari segi ukuran dan kompleksitas teknologinya dan dari masalah
perusahaan yang dipecahkannya. Sejumlah pendekatan pengembangan sistem telah
dikembangkan untuk menangani dengan perbedaan-perbedaan ini. Bagian ini menjelaskan
metode-metode alternative berikut: siklus hidup sistem tradisional, pembuatan prototype, paket
aplikasi perangkat lunak, pengembangan oleh pengguna akhir, dan alih kontrak.

Siklus Hidup Sistem Tradisional


Siklus hidup sistem adalah metode pengembangan sistem informasi yang paling tua.
Metodologi siklus hidup adalah pendekatan bertahap untuk membangun sistem, membagi
pengembangan sistem menjadi tahapan-tahapan yang formal. Para spesialis pengembangan
sistem mempunyai pendapat berbeda tentang bagaimana membagi tahapan pengembangan
sistem, tetapi mereka secara umum bersesuaian dengan tahapan-tahapan pengembangan sistem
yang baru saja dijelaskan.

Pembuatan Prototipe
Pembuatan prototype meliputi pengembangan sistem uji coba yang cepat dan murah untuk
dievaluasi oleh pengguna akhir. Lewat interaksi dengan prototype, para pengguna dapat
memperoleh gagasan yang lebih baik mengenai kebutuhan informasi mereka. Prototype yang
telah disetujui oleh pengguna dapat digunakan sebagai patokan untuk membuat sistem versi
finalnya.

Keuntungan dan Kerugian dari Pembuatan Prototipe


Pembuatan prototype paling bermanfaat ketika terdapat beberapa ketidakpastian tentang
kebutuhan atau solusi rancangannya, dan sering digunakan untuk merancang sistem
informasi antarmuka pengguna akhir, atau bagian dari sistem yang berinteraksi dengan
pengguna, seperti tampilanonline dan layar masukan data, laporan, atau halaman web. Karena
pembuatan prototype mendorong pengguna akhir terlibat secara mendalam di seluruh siklus
hidup pengembangan sistem, maka pembuatan prototype lebih berpeluang menghasilkan sistem
yang memenuhi kebutuhan pengguna

Pengembangan oleh Pengguna Akhir


Beberapa jenis sistem informasi dapat dikembangkan oleh pengguna akhir dengan sedikit
bantuan formal dari spesialis teknis, atau bahkan tidak sama sekali. Fenomena ini
disebut pengembangan oleh pengguna akhir. Rangkaian peranti lunak yang dikategorikan
sebagai bahasa generasi keempat membuat hal ini mungkin dilakukan. Bahasa generasi
keempat adalah peranti lunak yang membuat pengguna akhir dapat membuat laporan atau
mengembangkan aplikasi peranti lunak dengan sedikit bantuan teknis atau tidak sama sekali.
Beberapa perangkat generasi keempat ini juga meningkatkan produktivitas programmer
professional.

Paket Peranti Lunak Aplikasi dan Alih Daya


Perusahaan dapat menyewa peranti lunak dari penyedia layanan aplikasi, membeli paket peranti
lunak dari vendor komersial, atau mendapatkan aplikasi berdasar permintaan yang
dikembangkan oleh perusahaan luar secara alih kontrak.

Paket Peranti Lunak Aplikasi

Ketika solusi paket peranti lunak telah dipilih, perusahaan tidak lagi mengendalikan proses
perancangan sistem secara keseluruhan. Alih-alih menyesuaikan spesifikasi rancangan sistem
secara langsung dengan kebutuhan pengguna, upaya perancangan akan meliputi mencoba

menyesuaikan kebutuhan pengguna dengan cara kerja paket dan paketnya tidak bisa disesuaikan,
perusahaan harus beradaptasi dengan paket tersebut dan mengubah prosedur-prosedurnya.

Alih Daya

Jika perusahaan tidak ingin menggunakan sumber daya internal untuk membuat atau
mengoperasikan sistem informasi, perusahaan dapat melakukan alih kontrak kepada perusahaan
eksternal yang memang ahli dalam menyediakan layanan tersebut. Penyedia layanan aplikasi
adalah bentuk alih kontrak. Perusahaan akan menggunakan peranti lunak dan perangkat keras
computer yang disediakan oleh ASP sebagai platform teknis dari sistemnya. Dalam bentuk alih
kontrak lainnya, perusahaan dapat mempekerjakan vendor eksternal untuk merancang dan
membuat peranti lunak untuk sistemnya, tetapi perusahaan itu akan mengoperasikan sistem pada
komputernya sendiri. Vendor alih kontraknya dapat berasal dari dalam atau luar negeri.

13.4 PENGEMBANGAN APLIKASI UNTUK PERUSAHAAN DIGITAL


Rapid Application Development
Perangkat peranti lunak berorientasi objek, peranti lunak yang dapat dipakai ulang, pembuatan
prototype, dan perangkat bahasa generasi keempat membantu para pembangun sistem melakukan
pekerjaan sistem lebih cepat daripada jika mereka menggunakan metode pengembangan sistem
dan peralatan peranti lunak yang tradisional. Istilah pengembangan aplikasi cepat digunakan
untuk menggambarkan proses pembuatan sistem yang dapat dilangsungkan dalam waktu yang
singkat.
Pengembangan Berbasis Komponen dan Layanan Web
Untuk pembuatan peranti lunak yang lebih cepat, kelompok-kelompok objek telah dirakit untuk
menyediakan komponen peranti lunak untuk fungsi-fungsi yang umum, seperti antarmuka grafis
bagi pengguna atau fungsi pemesananonline yang dapat dikombinasikan untuk membuat aplikasi
bisnis berskala besar

Layanan Web dan Komputasi Berorientasi Layanan


Layanan web dapat membuat komponen-komponen peranti lunak yang dapat diimplementasikan
melalui internet dan menyediakan fungsi-fungsi baru untuk sistem perusahaan yang sudah ada,
atau membuat sistem baru yang menghubungkan sistem suatu perusahaan dengan sistem lainnya.
Karena layanan peranti lunak ini menggunakan standar yang universal, maka biayanya lebih
rendah dan layanannya lebih mudah untuk disusun bersama daripada komponen-komponen yang
sifatnya kepemilikan.