Anda di halaman 1dari 7

TAHAP PERTAMA :

1. Buka Aplikasi Data Architect


2. Setelah Aplikasi DataArchitect terbuka, klik icon entity yang bersimbol

pada

toolbar di samping kiri. Kemudian klik pada layar. klik sebanyak dua kali pada layar agar
terbentuk 2 kotak (disesuaikan dengan kebutuhan). Sehingga akan tampil seperti gambar
dibawah ini:

3. Untuk memberi nama kolom pada icon

, maka ganti tool dengan icon tanda panah

pada tool bar yang terletak disebelah kiri. Kemudian, Double klik pada simbol

yang

telah terbentuk, sehingga muncul kotak dialog Entity Properties, seperti yang
ditunjukkan dibawah ini:

Pada kotak dialog tersebut, pada kolom Name isikan nama table yang akan dibuat,
misal MAHASISWA. Sedangkan pada kolom Code (dibawah kolom Name) tidak
perlu menulis kata MAHASISWA, melainkan hanya dengan meng-klik pada bagian yang
telah diberi lingkaran merah pada gambar diatas. Kemudian klik OK, maka akan
tampil menjadi :

MAHASISWA

lakukan hal yang sama pada

nama AGAMA, sehingga akan tampil menjadi

lainnya, dengan memberi

4. Untuk membuat relasi diantara kedua tabel tersebut, maka klik icon relationship /
Pada toolbar yang terletak disamping kiri, kemudian tari dari tabel mahasiswa ke tabel
agama, sehingga akan terbentuk relasi sebagai berikut:

Langkah selanjutnya, double klik garis penghubung/relasi tersebut, sehingga muncul


kotak dialog Relationship Properties. Kemudian, pada kolom name ketikkan kata
yang menggambarkan relasi antara tabel mahasiswa dan agam, misal MEMILIH, pada
kolom code hanya meng-klik tombol di sebelah kanan kolom code (seperti gambar
dibawah ini yang diberi lingkaran merah).
Pada cardinality pilih hubungan yang menggambarkan relasi antara tabel mahasiswa
dan agama, dalam hal ini kita pilih many to one. Kemudian pada MAHASISWA to
AGAMA kita pilih mandatory, begitupula dengan AGAMA to MAHASISWA kita
pilih mandatory, kemudian Klik OK.

Sehingga, tampilan akan menjadi :

5. Untuk menginput nama-nama kolom pada setiap table, Double klik kotak MAHASISWA
tersebut, sehingga muncul kotak dialog Entity Properties. Pada kotak dialog Entity
Properties tersebut, pilih attribute

Sehingga akan muncul kotak dialog Attribute of the entity: MAHASISWA. Pada
kolom name, isikan nama kolom yang akan dibuat. Kemudian pada kolom data type
klik pada sebelah kanan tulisan <UNDEF> (untuk lebih jelasnya perhatikan lingkaran
merah pada gambar berikut).

Kemudian, akan muncul kotak dialog Standard Data Type. Pilih data type yang sesuai
dengan kolom NIM. Dalam hal ini, pilih characters dan pada kolom length di bagian

bawah, ketik berapa panjang karakter maksimum yang diinginkan, misal 20. Kemudian
klik OK. Lakukan hal yang sama pada kolom-kolom lainnya, yaitu pada kolom nama,
tempat lahir dll.

Dikarenakan NIM sebagai PRIMARY KEY, maka centang kotak I dan M pada kolom
NIM (perhatikan lingkaran merah). Sehingga, akan menjadi seperti gambar dibawah ini:

Kemudian klik, OK. Lakukan hal yang sama pada tabel agama dengan membuat kolom
kode_agama dan nama_agama dengan kode_agama sebagai PRIMARY KEY, maka
akan tampil sebagai berikut:

6. Untuk memunculkan relasi antara tabel MAHASISWA dan AGAMA (yaitu


kode_agama), maka kita harus melakukan check apakah ada yang error atau tidak pada
data kita dengan cara : pilih Dictionary pada baris menu di bagian atas, kemudian pilih
Check Model. Sehingga akan muncul kotak dialog Check Physiscal Data Model
Kemudian klik OK. Sehingga muncul kotak dialog Check Model Message seperti
gambar dibawah ini:

Jika hasilnya 0 errors, brarti tidak ada kesalahan pada data yang kita buat. Selanjutnya,
menyimpan data dalam bentuk PDM dengan cara :
pilih Dictionary pada baris menu di bagian atas, pilih Generate Conceptual Model.

Sehingga akan muncul kotak dialog Generating Physical Data Model, pilih folder
sebagai tempat menyimpan PDM tersebut. kemudian klik OK.

Sehingga akan tampil sebagai berikut:

Kemudian, kita akan meng-convert ke dalam bentuk SQL server dengan cara:
Klik Database pada baris menu di bagian paling atas, pilih Generate Database,
sehingga akan muncul kotak dialog Parameters For Microsoft SQL Server 6x. Sebagai
berikut:

Pastikan bahwa semua (create table, primary key, foreign key, dll) harus di centang. Dan
pilih juga all table. Klik Generate Script dan kemudian pilih Yes. Maka akan
muncul sebagai berikut:

TAHAP PADA QUERY ANALYZER


1. Buka Query Analyzer,
2. Copy data diatas ke dalam query
Jika kita akan menyimpan data tersebut pada database baru, maka pertama kita akan
membuat database baru dengan cara : CREATE TABLE contoh_uas
Kemudian jalankan query tersebut sehingga akan muncul database baru.

Setelah database yang baru telah terbuat, maka sorot/blok query yang telah di copy dari
PowerDesign, kemudian jalankan query tersebut. maka, jika query tersebut sukses, akan
tampil sebagai berikut: