Anda di halaman 1dari 17

PERAN TRANSPORTASI MULTIMODA DALAM SISTEM LOGISTIK

Pertumbuhan angkutan barang dalam beberapa dekade belakangan ini luar biasa
sehingga perlu dilakukan langkah-langkah untuk mengoptimasikan angkutan
barang tersebut. Belum lama pemerintah memandang perlu untuk menerbitkan
Peraturan Pemerintah No 8 Tahun 2011 tentang Angkutan Multimoda yang
mengawinkan undang-undang subsektor Jalan, Perkeretaapian dan Laut.
Peraturan pemerintah ini dikeluarkan untuk mendukung sistem logistik nasional.
Kinerja Logistik Indonesia masih di bawah negara tetangga di Asia. Hal ini
terlihat dari Logistic Performance Index yang dipublikasikan Bank Dunia (2010)
yang menempatkan kinerja sektor logistik Indonesia pada urutan 75 dari 155
negara dan terjadi peningkatan pada tahun 2012 kaik ke posisi ke 59. Posisi yang
jauh di bawah dibandingkan dengan negara tetangga, seperti Singapura,
Malaysia, Thailand, Vietnam, maupun Filipina yang memiliki kondisi geografis
relatif sama dengan wialayah nusantara. Sistem logistik transportasi laut
Indonesia amburadul.
Logistik
Logistik dalam cetak biru Penataan Dan Pengembangan Sektor Logistik Indonesia
(2008) secara sederhana, dapat didefinisikan sebagai penyediaan suatu barang
yang dibutuhkan yang pengadaannya dapat dilakukan langsung oleh pihak yang
membutuhkan atau dilakukan oleh pihak lain. Dalam perkembangannya,
persepsi tentang logistik berubah, logistik dipersepsikan bukan lagi suatu barang
yang dibutuhkan tetapi proses mengadakan barang kebutuhan tersebut
dipersepsikan sebagai logistik.
Dalam proses pengadaan barang, berbagai kegiatan harus dilalui. Mulai dari
lokasi dimana bahan baku itu dihasilkan diangkut ketempat pengolahan untuk
menjadikannya bahan jadi yang selanjutnya didistribusikan kepada pelanggan
yang tersebar diberbagai tempat harus dilakukan melalui secara efisien, tepat
manfaat dalam waktu yang singkat agar harga produk dapat terjangkau oleh
konsumen. Secara schematis pada gambar berikut ditunjukkan manajemen
logistik.

Gambar 1. Manajemen logistik

Proses logistik pada dasarnya diarahkan untuk mengoptimalkan faktor produksi,


yaitu untuk melakukan optimasi terhadap biaya, waktu dan kualitas. Penyerahan
tepat waktu dan aman dari barang dan orang sangat penting bagi perekonomian
dan tekanan untuk memberikan lebih cepat, lebih jauh dan selalu ada ketika
dibutuhkan.
Oleh karena itu penentuan lokasi sangat mempengaruhi keekonomian sistem
logistik. Lokasi depo dipengaruhi oleh:
Biaya produksi, terutama dalam kaitannya ketersediaan tenaga kerja, upah
buruh, bahan bakar, dan daerah produksi.
Biaya pergudangan, transhipment dan lokasi penempatan gudang
Biaya untuk melakukan konsulidasi dan dekonsolidasi.
Faktor kualitas dari produksi, dekonsolidasi dan transportasi
Peluang untuk menggunakan berbagai moda transportasi termasuk biaya dan
waktu yang diperlukan.
Logistik pada gilirannya ditentukan oleh lokasi yang tepat untuk menghantarkan
kebutuhan barang kepada konsumen pada harga yang murah, waktu yang tepat
dan kualitas yang baik.
Angkutan multimoda

Untuk melancarkan pelaksanaan logistik agar dapat sampai tepat waktu dengan
biaya yang murah dibutuhkan suatu sistem angkutan multi moda. Angkutan
multimoda didalam Peraturan Pemerintah No 8 Tahun 2011 tentang Angkutan
Multimoda didefinikan sebagai:

Angkutan Multimoda adalah angkutan barang dengan menggunakan paling


sedikit 2 (dua) moda angkutan yang berbeda atas dasar 1 (satu) kontrak sebagai
dokumen angkutan multimoda dari satu tempat diterimanya barang oleh badan
usaha angkutan multimoda ke suatu tempat yang ditentukan untuk penyerahan
barang kepada penerima barang angkutan multimoda.

Angkutan multimoda menjadi perhatian dunia dalam rangka meningkatkan


kesejahteraan masyarakat diseluruh pelosok dunia sehingga dipandang perlu
untuk diatur oleh Persatuan Bangsa-bangsa dalam United Nations Convention on
International Multimodal Transport of Goods, dan driruskan lebih lanjut secara
regional dalam ASEAN Framework Agreement on Multimodal Transport (AFAMT).
Peran angkutan multimoda semakin penting dengan adanya agenda integrasi
sistem logistik ASEAN menuju kepada perwujudan pasar tunggal ASEAN.
Integrasi sistem logistik ASEAN dan ASEAN Framework Agreement on Multimodal
Transport menyiratkan adanya liberalisasi di bidang jasa angkutan multimoda di
kawasan ASEAN yang pada akhirnya menuju kepada liberalisasi jasa pada
tataran global General Agreements on Tariffs and Trade (GATT's). Dengan
demikian perlu diciptakan iklim yang kondusif bagi berkembangnya badan usaha
angkutan multimoda Nasional sebagai bagian dari sistim logistik nasional yang
tumbuh berkelanjutan dan berdaya saing.
Indonesia sebagai negara kepulauan dengan 17 ribuan pulau merupakan negara
yang dapat mengoptimalkan penggunaan moda laut, darat dan perkeretaapian
secara maksimal. Namun demikian pergerakan barang masih banyak yang
bertumpu pada angkutan jalan yang tidak efisien. Pada gambar berikut
ditunjukkan peran angkutan multi moda dalam satu kesatuan mulai dari terminal
lokal sampai terminal nasional.

sumber: Rodrigue and Comtois


Gambar 2. Konsep jaringan angkutan multimoda.

Prasarana pemadu moda


Salah satu kelemahan dari moda angkutan perairan adalah tidak bisa
dilaksanakan untuk angkutan dari pintu ke pintu sehingga harus diintegrasikan
dengan moda lainnya untuk menjadi lebih fleksibel.
Peti kemas
Perkembangan yang kemudian berkembang adalah untuk perjalanan jarak jauh
yang lebih efisien dalam penggunaan ruang kapal adalah Peti kemas / Container.
Pengembangan angkutan peti kemas harus didukung dengan fasilitas bongkar
muat yang membutuhkan investasi yang cukup besar.

Sumber: The Geography of Transport System


Gambar 2. Perbandingan angkutan jalan raya dengan angkutan laut, kereta api
dan udara

Untuk mengangani pertumbuhan angkutan peti kemas domestik BUMN dalam


hal ini operator pelabuhan, Pelindo I-IV membuat unit usaha baru yang akan
menangangi arus peti kemasi di pelabuhan. Anak usaha bersama tersebut diberi
nama PT Petikemas Indonesia. Pemerintah akan menggunakan enam pelabuhan
besar di Indonesia mulai dari barat ke timur yaitu Belawan (Medan), Batam,
Tanjungpriok (Jakarta), Tanjungperak (Surabaya), Soekarno Hatta (Makassar) dan

Pelabuhan Sorong (Papua) dalam konsep yang disebut sebagai Pendulum


Nusantara, yang diharapkan dapat meningkatkan kecepatan pelayanan
petikemas dalam negeri serta menurunkan biaya angkutan sehingga diharapkan
akan terjadi peralihan angkutan barang dari angkutan darat ke angkutan laut.
Transhipment
Proses yang sangat penting dalam pelaksanaan logistik adalah perpindahan
yang perlu dilakukan di titik-titik simpul, baik antar moda transportasi, maupun
dengan moda sejenis yang dari kapal kecil ke kapal besar ataupun sebaliknya
dari kapal besar ke kapal kecil. Untuk itu dibutuhkan peralatan untuk
memindahkan muatan tersebut.

Prasarana Multimoda
Untuk mendorong angkutan multimoda perlu didukung dengan perangkat
prasarana yang tepat. Prasarana yang paling penting untuk mendorong
pergerakan angkutan multimoda adalah fasilitas bongkar muat yang disesuaikan
dengan besarnya muatan yang yang diangkut. Fasilitas bongkar muat harus
sudah disiapkan pada awal perjalanan sampai dengan tujuan perjalanan.
Diantaranya masih diperlukan peralatan untuk memindahklan dari angkutan
yang kurang ekonomis dalam hal ini truk ke kereta api ataupun ke angkutan laut.
Pertimbangan utama dalam pemilihan moda angkutan adalah biaya angkut dan
kecepatan pelayanan angkutan.

Referensi

The world Bank, Logistics Performance Index,


http://lpisurvey.worldbank.org/international/global/2010
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Cetak Biru
Penataan Dan Pengembangan Sektor Logistik Indonesia,2008
Peter Hamburger, Planning of Inland Waterway Transport Facilities, Presentation
for the Seminar on development of Inland Waterway Transport, CNT Auditorium,
Brasilia, 4 5 March 2009
Peraturan Pemerintah No 8 Tahun 2011 tentang Angkutan Multimoda
Rodrigue and Comtois, The Geography of Transportation Networks,
http://people.hofstra.edu/geotrans/index.html
Harun Al-Rasyid S. LUBIS et all, Multimodal Transport In Indonesia: Recent Profile
And Strategy Development, Proceedings of the Eastern Asia Society for
Transportation Studies, Vol. 5, pp. 46 - 64, 2005
PORTAL, Inner Urban Freight Transport and City Logistics, www.eu-portal.net,
2003

Pendulum Nusantara Kurangi Biaya Pelayaran 50 Persen,


http://www.tribunnews.com/2012/07/14/pendulum-nusantara-kurangi-biayapelayaran-50-persen

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@
@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@
@@@@@@@@

HUBUNGAN TRANSPORTASI DENGAN LOGISTIK

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Kemajuan teknologi dalam bidang komunikasi dan transportasi telah membawa
dampak yang positif dalam hubungan antar bangsa khususnya dalam hubungan
ekonomi international. Perkembangan lain yang telah memperpendek jarak ini
adalah perombakan dan pembaharuan dalam sektor transportasi. Kontainerisasi
dalam bidang angkutan laut telah merombak strategi dan struktur armada
angkutan kapal-kapal tradisional. Begitu pula kemajuan dalam dunia
penerbangan, kereta api dan jalan raya telah mendorong mobilitas barang dan
penumpang dari satu negara ke negara lain diseluruh dunia. Secara ringkas
dapat dikatakan bahwa pembaharuan dalam bidang informasi dan trasnportasi
telah mempermudah hubungan antar bangsa baik yang menyangkut bidang
sosial budaya mauoun bidang ekonomi internasional.
Dalam melaksanakan ekspor, para eksportir tidak mengerjakan sendiri seluruh
tugas yang menjadi kewajibannya. Sebagian dari tugas itu, lazim diserahkan

pada badan usaha lain. Salah satu diantaranya adalah usaha jasa transportasi
atau Freight Forwarder, yang bertujuan mewakili tugas pengirim barang
(Consignor/Shiper/Exporter) ataupun mewakili tugas penerima barang
(Consignee/Receiver/Importer) yang diperlukan untuk terlaksananya pengirim
barang ekspor maupun impor baik melalui darat, laut maupun udara.
Dalam perusahaan Freight forwarding ada bagian/divisi logistik terutama logistik
transportasi, yang bertugas sebagai armada dalam pengangkutan barang baik
itu barang eksport maupun barang impor. Perusahaan freight forwarding
biasanya memiliki sendiri armada angkutannya, namun tidak menutup
kemungkinan bila perusahaan tersebut menyewa atau menyerahkan semua
urusan transportasi kepada pihak ketiga (di-outsource). Faktor tersebut
ditentukan oleh tingkat layanan dan biaya dari kedua pilihan.
Bagian/divisi logistik transportasi bertanggung jawab langsung atas tersedianya
dan terjaminnya kendaraan yang akan digunakan sebagai sarana pengankut
bagi eksportir untuk memperlancar barang ekspor yang akan dikirim.
Tersedianya armada angkutan tersebut diusahakan harus sesuai dengan
kebutuhan/permintaan eksportir dan harus siap dipabrik/gudang eksportir pada
saat stuffing dalam waktu yang ditentukan. Hal tersebut merupakan salah satu
cara untuk memberikan kepuasaan terhadap konsumen /eksporter /importer.
Dalam pelaksanaannya, banyak faktor-faktor yang bisa mempengaruhi jalannya
kegiatan operasional logistik transportasi baik itu faktor eksternal maupun faktor
internal. Faktor-faktor tersebut dapat berdampak positif terhadap jalannya
perusahaan tetepi juga dapat berdampak negative.

1.2 RUMUSAN MASALAH


1.2.1
Identifikasi Masalah
Dengan semakin meningkatnya arus perdagangan internasional, harus diimbangi
dengan peran transportasi yang memadai untuk memperlancar arus barang
yang akan diekspor. Selanjutnya identifikasi masalah dalam penulisan ini adalah:
a. Apa itu Logistik?
b. Apa itu Transportasi?
c. Peran logistic
d. Peran Transportasi
e. Sifat Logistik
f. Sifat pengelolaan Transportasi
g.Hubungan logistic dengan transportasi
f. Hubungan transportasi dengan pembangunan ekonomi
g. Dimensi-dimensi system transportasi
h. Integrared Transportation System Intermoda Transport.
i. Misi logistic
j. Peran serta hubungan transportasi multimoda dalam system logistic.
k. Angkutan multimoda

l.Prasarana Pemandu moda


m.Prasarana Multi moda
n. Majemen Logistik
o. Peti kemas
p. Aktifitas logistic
1.2.2. Batasan Masalah
Karena terbatasnya waktu, tenaga dan biaya, maka permasalahan ini akan
dibatasi pada ruang lingkupnya, sebagai berikut :
a. Apa itu Logistik?
b. Apa itu Transportasi?
d. Peran Transportasi
e. Sifat Logistik
f. Aktifitas logistik
g.Hubungan logistic dengan transportasi
h.Misi logistic
i. Peran serta hubungan transportasi multimoda dalam system logistic.
j. angkutan multimoda
k.Prasarana Pemandu moda
l.Prasarana Multi moda
m. Majemen Logistik
n. Peti kemas

1.3 METODE PENULISAN


Penyusunan Makalah ini menggunakan metode:
1.

Mengumpulkan data-data dari Internet.

2.

Mengumpulkan data-data dari paper Pengantar Transpor Logistik.

1.4 TUJUAN PENULISAN


Makalah ini ditulis agar pembaca dapat mengetahui tentang Logistik dan
Transportasi beserta ruang lingkupnya dan hubungannya. Disisi lain juga penulis
merasakan manfaat dari penulis makalah ini antara lain, dapat mengetahui
hubungan logistic dengan transportasi, peranan tranportasi itu sendiri, dan
peranan logistic. Makalah ini merupakan salah satu syarat dalam mendapatkan
nilai penambahan dan nilai ketuntasan dalam Mata Kuliah Pengantar Transpor
dan Logistik di Sekolah Tinggi Manajemen Transpor Trisakti (STMT-TRISAKTI).

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 KERANGKA TEORI


Berikut ini adalah beberapa pengertian logistic dan transportasi menurut para
ahli :
1.

Bowersox (2002:13), menyatakan bahwa

Logistik adalah proses pengolahan yang strategis terhadap pemindahan dan


penyimpanan barang, saku cadangan, barang jadi dari supplier diantara fasilitasfasilitas perusahaan dan para pelanggan.
2.

Edward H Frazelle (2001), menyatakan bahwa

Logistik ialah proses perencanaan dan pemantauan arus dan penyimpanan


barang, jasa informasi terkait dari tempat asal konsumen untuk tujuan
memenuhi keinginan pelanggan. Alur material, informasi dan uang antara
konsumen dan supplier.
3.

Edward K Morlok (1977), menyatakan bahwa

Transportasi adalah tindakan, proses atau hal mentransportasikan atau sedang di


transportasikan. Kata kerja to transport berarti memindahkan dari suatu
tempat ke tempat lain.
4.

Guralnik (1980) menyatakan bahwa

Cabang dari ilmu Militer yang mempunyai hubungan pekerjaan dengan


pembelian, pemeliharaan material, personel dan fasilitas.
5. Pengertian transportasi yang dikemuka kan oleh Nasution (1996) diartikan
sebagai pemindahan barang dan manusia dari tempat asal ke tempat tujuan.
6. Pengertian lainnya dikemukakan oleh Soesilo (1999) yang
mengemukakan bahwa transportasi merupakan pergerakan tingkah laku orang
dalam ruang baik dalam membawa dirinya sendiri maupun membawa barang.

BAB III
PEMBAHASAN

3.1 DEFENISI LOGISTIK

Logistik merupakan rangkaian kegiatan pengambilan dan penempatan barang


dari tempat dan waktu yang telah direncanakan.Pengertian logistik lain adalah
sekumpulan aktivitas fungsional (transportasi,pengendalian inventori,dan lain
sebagainya) yang dilakukan sebuah perusahaan dalam proses mengubah bahan
baku menjadi produk jadi.
Ballouk,( 1992) Logistik adalah Proses perencanaan,
pelaksanaan,
pengontrolan, aliran biaya yang effektif, penempatan raw
material, proses
inventory, barang jadi serta informai yang berhubungan
dari titik asal kepada titik pemakai untuk tujuan yang sesuai dengan kebutuhan
pelanggan

3.2 SIFAT LOGISTIK


1.

Sumber Daya Manusia (SDM) harus optimal dengan sarana modern.

2.

Penanganan barang secara aman, tepat, selamat.

3.

Penanganan dan pendalaman kemampuan harus continue dan tetap.

3.3 AKTIFITAS LOGISTIK


Secara umum kegiatan logistik terdiri dari dua kegiatan yaitu kegiatan
pergerakan (move) yang bersifat dinamis dan keinginan penyimpanan (store)
yang bersifat statis.
Dua kegiatan utama tersebut diurai menjadi beberapa kegiatan yaitu :
1. Pemrosesan pesanan, transportasi, persediaan, penanganan barang,struktur
fasilitas,serta sistem informasi dan komunikasi.
2. Kegiatan-kegiatan itu disebut juga sebagai bauran kegiatan logistikdimana
semua kegiatan tersebut tidak dapat dihindarkan keberadaannya dalam sebuah
rantai pasok.
Manajemen Logistik :
Proses pengelolaan strategi dalam hal pembelian, pergerakan & penempatan
material, inventori barang jadi melalui organisasi serta saluran marketing untuk
mendapatkan keuntungan dimasa sekarang & yang akan datang melalui
pemaksimalkan biaya yang efektif pada pemenuhan order (Christoper, 1998).

3.4 MISI LOGISTIK


Artinya adalah perusahaan harus mengirimkan barang/jasa sesuai dengan
keinginan (Spesifikasi) konsumen tanpa berubah seddikitpun,harus mengirimkan
produk ke tempat tujuan yang tepat,serta harus mengirimkan produk tepat
waktu,situasi dan kondisi yang tepat pula.Kemudian mengingat logistik akan
selalu melibatkan unsur pemasok,manufaktur,distribusi dan para
pelanggan,maka misi logistik harus dapat melaksanakan pengiriman barang dan
jasa yang diperlukan pelanggan secara efisien.

3.5 DEFENISI TRANSPORTASI


Kata Transportasi berasal dari kata latin Transportare. Trans berarti seberang
atau sebelah lain dan portare berarti mengangkut atau membawa. Jadi
Transportasi adalah mengangkut atau membawa sesuatu kesebelah lain atau
dari satu tempat ke tempat lain.
Transportasi ialah usaha pemindahan orang atau baran dari lokasi asal (origin) ke
lokasi tujuan (destination) untuk keperluan tertentu dan dengan menggunakan
alat tertentu pula.

3.6 PERANAN TRANSPORTASI


Ship follow the trade and the trade follow the ship
Perkembangan suatu daerah ataupun masyarakat / wilayah tergantung dari
perkembangan transportasi atau sebaliknya perkembangan aktifitas atau
kegiatan perkembangan, bisnis, suatu Negara atau masyarakat/wilayah tersebut.
1. Penting dan startegis.
2. Peningkatan pembangunan.
3. Pemerataan kebutuhan masyarakat
4. Memperlancar roda perekonomian
5. Menunjang, mendorong dan penggerak pertumbuhan daerah.
Pentingnya Transportasi bagi kelangsungan logistic, dengan tersedianya
transportasi akan memungkinkan tersedianya baarang-barang bagi masyarakat
yang didatangkan dari daerah lain dengan biaya yang lebih murah. Stabilisasi
dan penyamarataan harga, dengan tersedianga transportasi dengan biaya yang
murah maka akan di dapat barang-barang dari tempat produksinya. Meredusir
harga, yakni transpor yang murah dan mudah akan menurunkan harga barangbarang sehingga ongkos produksi atau biaya pengadaan barang bersangkutan
juga akan berakibat murah.

3.8 PERAN SERTA HUBUNGAN TRANSPORTASI MULTIMODA DALAM


SISTEM LOGISTIK
Pertumbuhan angkutan barang dalam beberapa dekade belakangan ini luar biasa
sehingga perlu dilakukan langkah-langkah untuk mengoptimasikan angkutan
barang tersebut. Belum lama pemerintah memandang perlu untuk menerbitkan
Peraturan Pemerintah No 8 Tahun 2011 tentang Angkutan Multimoda yang
mengawinkan undang-undang subsektor Jalan, Perkeretaapian dan Laut.
Peraturan pemerintah ini dikeluarkan untuk mendukung sistem logistik nasional.
Kinerja Logistik Indonesia masih di bawah negara tetangga di Asia. Hal ini
terlihat dari Logistic Performance Index yang dipublikasikan Bank Dunia (2010)

yang menempatkan kinerja sektor logistik Indonesia pada urutan 75 dari 155
negara dan terjadi peningkatan pada tahun 2012 kaik ke posisi ke 59. Posisi yang
jauh di bawah dibandingkan dengan negara tetangga, seperti Singapura,
Malaysia, Thailand, Vietnam, maupun Filipina yang memiliki kondisi geografis
relatif sama dengan wialayah nusantara. Sistem logistik transportasi laut
Indonesia amburadul.
3.9

LOGISTIK

Logistik dalam cetak biru Penataan Dan Pengembangan Sektor Logistik Indonesia
(2008) secara sederhana, dapat didefinisikan sebagai penyediaan suatu barang
yang dibutuhkan yang pengadaannya dapat dilakukan langsung oleh pihak yang
membutuhkan atau dilakukan oleh pihak lain. Dalam perkembangannya,
persepsi tentang logistik berubah, logistik dipersepsikan bukan lagi suatu barang
yang dibutuhkan tetapi proses mengadakan barang kebutuhan tersebut
dipersepsikan sebagai logistik.
Dalam proses pengadaan barang, berbagai kegiatan harus dilalui. Mulai dari
lokasi dimana bahan baku itu dihasilkan diangkut ketempat pengolahan untuk
menjadikannya bahan jadi yang selanjutnya didistribusikan kepada pelanggan
yang tersebar diberbagai tempat harus dilakukan melalui secara efisien, tepat
manfaat dalam waktu yang singkat agar harga produk dapat terjangkau oleh
konsumen. Secara schematis pada gambar berikut ditunjukkan manajemen
logistik.

Gambar 1. Manajemen logistik

Proses logistik pada dasarnya diarahkan untuk mengoptimalkan faktor produksi,


yaitu untuk melakukan optimasi terhadap biaya, waktu dan kualitas. Penyerahan
tepat waktu dan aman dari barang dan orang sangat penting bagi perekonomian
dan tekanan untuk memberikan lebih cepat, lebih jauh dan selalu ada ketika
dibutuhkan.
Oleh karena itu penentuan lokasi sangat mempengaruhi keekonomian sistem
logistik. Lokasi depo dipengaruhi oleh:
Biaya produksi, terutama dalam kaitannya ketersediaan tenaga kerja, upah
buruh, bahan bakar, dan daerah produksi.
Biaya pergudangan, transhipment dan lokasi penempatan gudang
Biaya untuk melakukan konsulidasi dan dekonsolidasi.
Faktor kualitas dari produksi, dekonsolidasi dan transportasi
Peluang untuk menggunakan berbagai moda transportasi termasuk biaya dan
waktu yang diperlukan.
Logistik pada gilirannya ditentukan oleh lokasi yang tepat untuk menghantarkan
kebutuhan barang kepada konsumen pada harga yang murah, waktu yang tepat
dan kualitas yang baik.
3.10

ANGKUTAN MULTIMODA

Untuk melancarkan pelaksanaan logistik agar dapat sampai tepat waktu dengan
biaya yang murah dibutuhkan suatu sistem angkutan multi moda. Angkutan
multimoda didalam Peraturan Pemerintah No 8 Tahun 2011 tentang Angkutan
Multimoda didefinikan sebagai:

Angkutan Multimoda adalah angkutan barang dengan menggunakan paling


sedikit 2 (dua) moda angkutan yang berbeda atas dasar 1 (satu) kontrak sebagai
dokumen angkutan multimoda dari satu tempat diterimanya barang oleh badan
usaha angkutan multimoda ke suatu tempat yang ditentukan untuk penyerahan
barang kepada penerima barang angkutan multimoda.

Angkutan multimoda menjadi perhatian dunia dalam rangka meningkatkan


kesejahteraan masyarakat diseluruh pelosok dunia sehingga dipandang perlu
untuk diatur oleh Persatuan Bangsa-bangsa dalam United Nations Convention on
International Multimodal Transport of Goods, dan driruskan lebih lanjut secara
regional dalam ASEAN Framework Agreement on Multimodal Transport (AFAMT).
Peran angkutan multimoda semakin penting dengan adanya agenda integrasi
sistem logistik ASEAN menuju kepada perwujudan pasar tunggal ASEAN.
Integrasi sistem logistik ASEAN dan ASEAN Framework Agreement on Multimodal
Transport menyiratkan adanya liberalisasi di bidang jasa angkutan multimoda di
kawasan ASEAN yang pada akhirnya menuju kepada liberalisasi jasa pada
tataran global General Agreements on Tariffs and Trade (GATT's). Dengan
demikian perlu diciptakan iklim yang kondusif bagi berkembangnya badan usaha
angkutan multimoda Nasional sebagai bagian dari sistim logistik nasional yang
tumbuh berkelanjutan dan berdaya saing.

Indonesia sebagai negara kepulauan dengan 17 ribuan pulau merupakan negara


yang dapat mengoptimalkan penggunaan moda laut, darat dan perkeretaapian
secara maksimal. Namun demikian pergerakan barang masih banyak yang
bertumpu pada angkutan jalan yang tidak efisien. Pada gambar berikut
ditunjukkan peran angkutan multi moda dalam satu kesatuan mulai dari terminal
lokal sampai terminal nasional.

sumber: Rodrigue and Comtois


Gambar 2. Konsep jaringan angkutan multimoda.

3.11

PRASARANA PEMADU MODA

Salah satu kelemahan dari moda angkutan perairan adalah tidak bisa
dilaksanakan untuk angkutan dari pintu ke pintu sehingga harus diintegrasikan
dengan moda lainnya untuk menjadi lebih fleksibel.
3.11.1 Peti kemas
Perkembangan yang kemudian berkembang adalah untuk perjalanan jarak jauh
yang lebih efisien dalam penggunaan ruang kapal adalah Peti kemas / Container.
Pengembangan angkutan
peti kemas harus
didukung dengan fasilitas
bongkar muat yang
membutuhkan investasi
yang cukup besar

Sumber: The Geography


of Transport System

Gambar 2. Perbandingan angkutan jalan raya dengan angkutan laut, kereta api
dan udara

Untuk mengangani pertumbuhan angkutan peti kemas domestik BUMN dalam


hal ini operator pelabuhan, Pelindo I-IV membuat unit usaha baru yang akan
menangangi arus peti kemasi di pelabuhan. Anak usaha bersama tersebut diberi
nama PT Petikemas Indonesia. Pemerintah akan menggunakan enam pelabuhan
besar di Indonesia mulai dari barat ke timur yaitu Belawan (Medan), Batam,
Tanjungpriok (Jakarta), Tanjungperak (Surabaya), Soekarno Hatta (Makassar) dan
Pelabuhan Sorong (Papua) dalam konsep yang disebut sebagai Pendulum
Nusantara, yang diharapkan dapat meningkatkan kecepatan pelayanan
petikemas dalam negeri serta menurunkan biaya angkutan sehingga diharapkan
akan terjadi peralihan angkutan barang dari angkutan darat ke angkutan laut.
Transhipment
Proses yang sangat penting dalam pelaksanaan logistik adalah perpindahan
yang perlu dilakukan di titik-titik simpul, baik antar moda transportasi, maupun
dengan moda sejenis yang dari kapal kecil ke kapal besar ataupun sebaliknya
dari kapal besar ke kapal kecil. Untuk itu dibutuhkan peralatan untuk
memindahkan muatan tersebut.
3.12 PRASARANA
MULTIMODA
Untuk mendorong angkutan multimoda perlu didukung dengan perangkat
prasarana yang tepat. Prasarana yang paling penting untuk mendorong
pergerakan angkutan multimoda adalah fasilitas bongkar muat yang disesuaikan
dengan besarnya muatan yang yang diangkut. Fasilitas bongkar muat harus
sudah disiapkan pada awal perjalanan sampai dengan tujuan perjalanan.
Diantaranya masih diperlukan peralatan untuk memindahklan dari angkutan
yang kurang ekonomis dalam hal ini truk ke kereta api ataupun ke angkutan laut.
Pertimbangan utama dalam pemilihan moda angkutan adalah biaya angkut dan
kecepatan pelayanan angkutan

BAB IV
PENUTUP

4.1

KESIMPULAN

Logistik merupakan rangkaian kegiatan pengambilan dan penempatan barang


dari tempat dan waktu yang telah direncanakan.Pengertian logistik lain adalah
sekumpulan aktivitas fungsional (transportasi, pengendalian inventori,dan lain
sebagainya) yang dilakukan sebuah perusahaan dalam proses mengubah bahan
baku menjadi produk jadi.
Tamin (1997:5) mengungkapkan bahwa , prasarana transportasi
mempunyai dua peran utama, yaitu: (1) sebagai alat bantu untuk mengarahkan
pembangunan di daerah perkotaan; dan sebagai prasarana bagi pergerakan
manusia dan/atau barang yang timbul akibat adanya kegiatan di daerah
perkotaan
tersebut. Dengan melihat dua peran yang di sampaikan di atas, peran pertama
sering digunakan oleh perencana pengembang wilayah untuk dapat
mengembangkan wilayahnya sesuai dengan rencana. Misalnya saja akan
dikembangkan suatu wilayah baru dimana pada wilayah tersebut tidak akan
pernah ada peminatnya bila wilayah ters ebut tidak disediakan sistem prasarana
transportasi. Sehingga pada kondisi tersebut, parsarana transportasi akan
menjadi
penting untuk aksesibilitas menuju wilayah tersebut dan akan berdampak pada
tingginya minat masyarakat untuk menj alankan kegiatan ekonomi.
Proses yang sangat penting dalam pelaksanaan logistik adalah perpindahan
yang perlu dilakukan di titik-titik simpul, baik antar moda transportasi, maupun
dengan moda sejenis yang dari kapal kecil ke kapal besar ataupun sebaliknya
dari kapal besar ke kapal kecil. Untuk itu dibutuhkan peralatan untuk
memindahkan muatan tersebut.

4.2

SARAN

Kinerja Logistik Indonesia masih di bawah negara tetangga di Asia. Hal ini
terlihat dari Logistic Performance Index yang dipublikasikan Bank Dunia (2010)
yang menempatkan kinerja sektor logistik Indonesia pada urutan 75 dari 155
negara dan terjadi peningkatan pada tahun 2012 kaik ke posisi ke 59. Posisi yang
jauh di bawah dibandingkan dengan negara tetangga, seperti Singapura,
Malaysia, Thailand, Vietnam, maupun Filipina yang memiliki kondisi geografis
relatif sama dengan wialayah nusantara. Sistem logistik transportasi laut
Indonesia amburadul.Maka perlu diadakan tinjauan kembali oleh pemerintah
tentang UU yang mengatur tentang logistic dan pembenahan dari berbagai
sector.

DAFTAR PUSTAKA

pentingnya transportasi dalam logistik - Google Search https://www.google.com


http://www.contohskripsiku.com/pdf/landasan+teori+transportasi
http://aa-logistik.blogspot.com/
https://www.google.com/#hl=en&tbo=d&sclient=psyab&q=peranan+logistik&oq=PERANAN+LOGISTIK+&gs_l=hp.1.0.0i30j0i8i30l2.2
362.8365.0.14422.17.15.0.0.0.0.1919.13053.4-5j4j0j4j2.15.0.les
%3B..0.0...1c.1.SoiL3sVTDSo&pbx=1&bav=on.2,or.r_gc.r_pw.r_qf.&bvm=bv.1357
316858,d.bmk&fp=bd873b1ddcae6326&biw=1024&bih=461
http://www.google.com/hubungantransportasidenganlogistik
Soft Copy Paper Bahan Pengantar Transpor dan Logistik STMT Trisakti