Anda di halaman 1dari 13

SOSIALISASI BIDAN DELIMA

Disusun Untuk Memenuhi Tugas MK Ekonomi Kesehatan dan Kewirausahaan


dengan Dosen Pembimbing Emy Nuryanti, SST

Oleh kelompok 4 :
Nur Melati B. T.
Amelia Hasyyati
Amalia Alvionita S.
Anggy Devianti P
Riza Apriani
Ajeng Lyla A. K.
Rindy Diaz A.
Lusyana Therersia
Listya Aina F.

011112056
11311223001
11311223002
11311223003
11311223004
11311223005
11311223006
11311223007
11311223008

Rezqi Regina
Ulfah Luksitasari
Alifia Candra P.
Fitriani P.
Irma Sari F.
Dewi Angga
Angkit Ayu P.
Bunga Marlina
Gebby Putri M.

11311223009
11311223010
11311223012
11311223013
11311223014
11311223015
11311223016
11311223017
11311223018

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIDAN


FAKULTAS KEDOKERANUNIVERSITAS AIRLANGGA
SURABAYA
2015

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Tuhan YME, berkat rahmat dan
karunianyan kami dapat menyelesaikan makalah tugas Mata Kuliah Ekonomi
Kesehatan dan Kewirausahaan dengan topik Sosialisasi Bidan Delima Kepada
Bidan Praktik Mandiri dengan tepat waktu.
Selain bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah, makalah ini juga
disusun dengan maksud agar pembaca dapat memperluas ilmu dan pengetahuan
tentang cara mensosialisasikan bidan delima kepada Bidan Praktik Mandiri.
Kami juga mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Ibu Emy
Nuryanti, SSST selaku dosen / tim pengajar mata kuliah ekonomi kesehatan dan
kewirausahaan yang telah membimbing kami. Tak lupa pula ucapan terima kasih
kami sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan
makalah ini.
Kritik

dan

saran

yang

membangun

selalu

kami

harapkan

demi

penyempurnaan makalah selanjutnya. Semoga makalah ini dapat memberikan


wawasan yang lebih luas kepada pembaca dan dapat bermanfaat bagi kita semua.

Surabaya , April 2015


Tim Penulis

DAFTAR ISI

Halaman Sampul .................................................................................................. i


Kata Pengantar....................................................................................................... ii
Daftar Isi................................................................................................................ iii
BAB 1 Pendahuluan
1.1 Latar Belakang........................................................................................1
1.2 Tujuan.....................................................................................................2
1.3 Manfaat...................................................................................................2
BAB 2Pembahasan
2.1 Konsep Bidan Delima.............................................................................3
2.2 Pelaksanaan Bidan Delima.....................................................................6
BAB 3 Penutup
3.1 Kesimpulan.............................................................................................
3.2 Saran.......................................................................................................

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang
Sebagai salah satu profesi dalam bidang kesehatan, Bidan memiliki

kewenangan

untuk

memberikan

Pelayanan

Kebidanan (Kesehatan

Reproduksi) kepada perempuan remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, bersalin,
nifas, masa interval, klimakterium, dan menopause, bayi baru lahir, anak balita
dan prasekolah. Selain itu Bidan juga berwenang untuk memberikan pelayanan
Keluarga Berencana dan Kesehatan Masyarakat.
Berdasarkan hal inilah, Bidan dituntut untuk selalu berusaha meningkatkan
kemampuan sekaligus mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelayanannya.
Karena hanya melalui pelayanan berkualitas pelayanan yang terbaik dan
terjangkau yang diberikan oleh Bidan, kepuasan pelanggan baik kepada individu,
keluarga dan masyarakat dapat tercapai. Bidan dapat melaksanakan praktek di
rumah sakit, klinik, unit-unit kesehatan lingkungan pemukiman dan unit
pelayanan lainnya. Salah satu tempat pelayanan bidan adalah sebagai Bidan
Praktek Mandiri. BPM dituntut mampu melayani masyarakat karena merupakan
pelayanan kesehatan yang begitu dekat dan mudah dijangkau oleh masyarakat.
Program Bidan Delima merupakan program yang dikembangkan oleh Ikatan
Bidan Indonesia

(IBI) untuk membina Bidan Praktek Mandiri (BPM) yang

merupakan anggota IBI agar dapat mempertahankan kualitas pelayanan kesehatan


reproduksi terstandar. Standar pelayanan menjadi instrument terpenting dalam
usaha tersebut. Standar pelayanan yang sudah dibuat, mengacu kepada payung
hukum pelaksanaan kesehatan bagi bidan yang dikeluarkan oleh kementrian
kesehatan Indonesia. Target Bidan Delima sendiri adalah bidan praktek mandiri
yang telah di-assess memiliki standar minimal. Sehingga tujuan dari Bidan
Delima adalah kualitas pelayanan kebidanan tetap terjaga.
Saat ini, sosialisasi standar pelayanan masih terus dilakukan melalui
pengurus IBI karena Bidan Delima merupakan benchmark dari IBI. Upaya saat ini
masih terfokus pada Bidan Praktek Mandiri di Indonesia yang berjumlah sekitar
37.000. Dari keseluruhan jumlah tersebut baru 30 persen atau sekitar 11.000 BPM

yang bersertifikat Bidan Delima. Upaya kerjasama dengan para stakeholder terus
dilakukan dan digalakkan terutama pada saat kegiatan monitoring dan manajemen
Bidan Delima di tingkat Provinsi dan Kabupaten. Hal ini juga sebagai salah satu
upaya promosi Bidan Delima sebagai bukti nyata kontribusi profesi bidan dalam
mewujudkan pelayanan berkualitas yang murah dan mudah dijangkau (IYHPS,
2014).
1.2
1.2.1

Tujuan
Tujuan Umum
Mahasiswa diharapkan mampu mengetahui Konsep Sosialisasi Bidan

Delima pada Bidan Praktek Mandiri.


1.2.2 Tujuan Khusus
1. Mampu menjelaskan konsep dasar bidan delima
2. Mampu menjelaskan proses pelaksanaan dalam menjadi bidan delima
1.3

Manfaat
Menambah wawasan mahasiswa tentang seluk beluk bidan delima sehingga

termotivasi untuk menjadi bidan yang memberikan pelayanan berkualitas.

BAB 2
PEMBAHASAN
2.1 Konsep Dasar Bidan Delima
2.1.1 Pengertian Bidan Delima
Bidan Delima menurut IBI (2004) adalah bidan Praktik Swasta (BPS) yang
memberikan pelayanan Keluarga Berencana / Kesehatan Reproduksi yang
berkualitas, sudah mengikuti standard pelayanan kebidanan sesuai dengan
ketentuan Kepmenkes No. 900/VII/2002 dan standar WHO.
Bidan Delima adalah suatu program terobosan strategis yang mencakup :
1) Pembinaan peningkatan kualitas pelayanan bidan dalam lingkup Keluarga
Berencana (KB) dan Kesehatan Reproduksi.
2) Merk Dagang/Brand.
3) Mempunyai standar kualitas, unggul, khusus, bernilai tambah, lengkap, dan
memiliki hak paten.
4) Rekrutmen Bidan Delima ditetapkan dengan kriteria, system, dan proses baku
yang harus dilaksanakan secara konsisten dan berkesinambungan.
5) Menganut prinsip pengembangan diri atau self development, dan semangat
tumbuh bersama melalui dorongan dari diri sendiri, mempertahankan dan
meningkatkan kualitas, dapat memuaskan klien beserta keluarganya.
6) Jaringan yang mencakup seluruh Bidan Praktek Swasta dalam pelayanan
Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi.
2.1.2 Dasar Hukum
Dasar hukum yang menjadi acuan bidan delima ini antara lain :
1. UU No. 23 tahun 1992 tentang Kesehatan.
2. Anggaran Dasar IBI Bab II Pasal 8 dan Anggaran Rumah Tangga IBI Bab III
Pasal 4.
3. Kepmenkes No. 900/VII/2002 tentang Registrasi dan Praktek Bidan.
4. SPK (Standar Pelayanan Kebidanan) IBI 2002.

2.1.3 Makna Logo Bidan Delima


Makna yang ada pada logo Bidan Delima adalah :
1. Bidan
Petugas kesehatan yang memberikan pelayanan
yang berkualitas, ramah-tamah, aman-nyaman,
terjangkau dalam bidang kesehatan reproduksi,
keluarga berencana, dan kesehatan umum dasar
selama 24 jam.
2. Delima
Buah yang terkenal sebagai buah yang cantik,
indah, berisi biji, dan cairan manis yang
3.
Warna

melambangkan

melambangnkan kesuburan (reproduksi)


Merah
keberanian dalam menghadapi tantangan

dan

pengambilan keputusan yang cepat, tepat dalam membantu masyarakat.


4. Hitam
Warna yang melambangkan ketegasan dan kesetiaan dalam melayani kaum
perempuan (ibu dan anak) tanpa membedakan.
5. Hati
Melambangkan pelayanan bidan yang manusiawi, penuh kasih sayang (sayang
ibu dan sayang bayi) dalam semua tidakan / intervensi pelayanan.
Bidan Delima melambangkan :
Pelayanan berkualitas dalam Kesehatan Reproduksi dan Keluarga
Berencana yang berlandaskan kasih saying, sopan santun, ramah tamah, santuhan
yang manusiawi, terjangkau, dengan tindakan kebidanan sesuai standard an kode
etik profesi.
Logo/branding/merk Bidan Delima menandakan bahwa BPS tersebut telah
memberikan pelayanan yang berkualitas yang telah diuji/diakreditasi sesuai
standar yang telah ditetapkan, memberikan pelayanan yang berorientasi pada
kebutuhan dan kepuasan pelanggannya (Service Excellence).
2.1.4 Tujuan Bidan Delima
Tujuan bidan delima anata lain untuk :
1. Meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
2. Meningkatkan profesionalitas Bidan.
3. Mengembangkan kepemimpinan Bidan di masyarakat.

4. Meningkatkan cakupan pelayanan Kesehatan Reproduksi dan Keluarga


Berencana.
5. Mempercepat penurunan angka kesakitan dan kematian Ibu, Bayi dan Anak.
2.1.5 Manfaat Bidan Delima
Banyak manfaat yang bisa diperoleh dengan berpartisipasi sebagai Bidan
Delima yang tentunya akan mendukung performa dan identitas profesionalisme
Bidan Praktek Swasta, diantaranya adalah:
1.

Kebanggaan profesional

2.

Kualitas pelayanan meningkat

3.

Pengakuan organisasi profesi

4.

Pengakuan masyarakat

5.

Cakupan klien meningkat

6.

Pemasaran dan promosi

7.

Penghargaan bidan delima

8.

Kemudahan lainnya
2.1.6 Visi dan Misi Bidan Delima

1. Visi
Meningkatkan kualitas pelayanan untuk memberikan yang terbaik, agar dapat
memenuhi keinginan masyarakat
2. Misi
Bidan Delima adalah Bidan Praktek Swasta yang mampu memberikan
pelayanan berkualitas terbaik dalam bidang kesehatan reproduksi dan keluarga
berencana, bersahabat dan peduli terhadap kepentingan pelanggan, serta
memenuhi bahkan melebihi harapan pelanggan
2.1.7 Kerangka Kerja Bidan Delima
Suatu program akan dapat terlaksana dengan baik melalui pengelolaan yang
cermat dan konsisten; dengan orientasi utamanya pada potensi, ketersediaan
sumber daya dan kemampuan internal oranisasi pelaksananya.
Terkait dengan hal tersebut maka program Bidan Delima dikembangkan
melalui komponen pelaksanaan sebagai berikut:

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Membentuk Unit Pelaksana Bidan Delima tingkat PP, PD dan PC.


Menggalang dukungan internal IBI dan stakeholders.
Menyelenggarakan Pelatihan Fasilitator.
Menyiapkan Sistem Logistik.
Melaksanakan lokakarya Bidan Delima di masing-masing Cabang.
Melaksanakan Proses Validasi.
Menyelenggarakan upacara Pengukuhan Bidan Delima.
Menentukan sistem penarikan dan alokasi Iuran Tahunan Bidan Delima.
Melaksanakan monitoring dan evaluasi program.
2.2 Pelaksanaan Bidan Delima
2.2.1 Strategi
Menggalang upaya terpadu dalam peningkatkan kualitas pelayanan dan

profesionalisme Bidan Praktek Swasta dengan:


1. Menyiapkan pengelola program Bidan Delima di setiap jenjang kepengurusan
IBI.
2. Mengembangkan jaringan pelayanan Bidan Delima yang dirancang secara
sistematis sesuai dengan standar kualitas pelayanan yang baku.
3. Mensosialisasikan program Bidan Delima kepada seluruh jajaran IBI dan
Bidan Praktek Swasta di 15 Propinsi dalam rangka meningkatkan minat dan
jumlah Bidan berpredikat Bidan Delima.
4. Memberikan penghargaan kepada Bidan Delima yang berprestasi.
5. Meluncurkan program pemasaran Bidan Delima untuk meningkatkan minat
masyarakat menggunakan jejaring pelayanan Bidan Delima.
2.2.2 Implementasi
1. Komponen Penggerak
Komponen penggerak program adalah fasilitator dan Unit Pelaksana Bidan
Delima.

Fasilitator

merupakan

orang

terdepan

dan

pioneer

dalam

pengembangan program Bidan Delima di lingkungannya masing-masing.


Fasilitator dipilih dan ditunjuk oleh Pengurus Cabang untuk melaksanakan
rekrutmen, menstarship/ pembimbingan dan validasi terhadap calon Bidan
Delima lainnya. Untuk menjadi fasilitator melalui pelatihan terlebih dahulu.
2. Buku Panduan
Program ini telah dilengkapi dengan berbagai buku pedoman, panduan, dan
instrumen sebagai berikut :
1) Untuk manajemen.
6

2)

3)

4)

5)

(1) Panduan pengorganisasian.


(2) Petunjuk teknis pelaksana tingkat provinsi.
(3) Petunjuk teknis pelaksana tingkat kabupaten/kota
Untuk fasilitator.
(1) Buku Panduan fasilitator.
(2) Buku acuan fasilitator.
(3) Instrumen pra kualifikasi.
(4) Instrumen validasi.
Untuk pelatih fasilitator.
(1) Pedoman pelatih.
(2) Buku acuan pelatih.
(3) Buku acuan peserta pelatihan.
Untuk Bidan Delima.
(1) Panduan pelayanan kesehatan maternal dan neonatal.
(2) Panduan praktis pelayanan kontrasepsi.
(3) Panduan pencegahan infeksi.
(4) Kode etik profesi.
(5) Panduan pendidikan berkelanjutan.
(6) Standar pelayanan kebidanan.
(7) Buku panduan kajian mandiri.
(8) Poster, leaflet.
Untuk semua (1, 2, 3, 4)
(1) Buku Panduan Kajian Mandiri
(2) Buku Konsep Bidan Delima

3. Proses Menjadi Bidan Delima


Ada beberapa tahap yang harus dilalui seorang Bidan/BPS yang ingin
menjadi Bidan Delima, yaitu:
a. Untuk menjadi Bidan Delima, seorang Bidan Praktek Swasta harus memenuhi
persyaratan yang telah ditetapkan, yaitu : memiliki SIPB, bersedia membayar
iuran, bersedia membantu BPS menjadi Bidan Delima dan besedia mentaati
semua ketentuan yang berlaku.
b. Melakukan pendaftaran di Pengurus Cabang.
c. Mengisi formulir pra kualifikasi.
d. Belajar dari Buku Kajian Mandiri dan mendapat bimbingan fasilitator.
e. Divalidasi oleh fasilitator dan diberi umpan balik.
Prosedur validasi standar dilakukan terhadap semua jenis pelayanan yang
diberikan oleh Bidan Praktek Swasta yang bersangkutan.
Bagi yang lulus, yaitu yang telah memenuhi seluruh persyaratan minimal
dan presedur standar, diberikan sertifikat yang berlaku selama 5 tahun dan tanda

pengenal signage, pin, apron (celemek) dan buku-buku. Bagi yang belum lulus,
fasilitator terus mementor sampai ia berhasil lulus jadi Bidan Delima.
2.2.3 Monitoring dan Evaluasi
Dalam rangka mempertahankan kualitas pelayanan Bidan Delima secara
konsisten, dirancang suatu sistem monitoring yang mencakup antara lain:
1. Laporan bulanan
Secara rutin Bidan Delima diminta untuk mengirimkan laporan kepada PC IBI
untuk diteruskan ke PP dan ditembuskan ke PD sehingga dapat dianalisa
kemajuan, perkembangan dan hambatan yang dihadapi di lapangan.
2. Merancang Instrumen Penilaian Kualitas.
Instrumen (tools) yang dibagikan dan diisi oleh beberapa sampel Bidan Delima
setelah 6 bulan pelaksanaan program. Kajian ini dibagikan melalui PC IBI
setempat dan dikirimkan kepada PD dan PP untuk proses analisa selanjutnya.
3. Monitoring lapangan oleh PC, PD, PP dan Fasilitator akan dilakukan secara
incognito untuk observasi konsistensi kualitas pelayanan Bidan Delima.
Semua hasil temuan akan dianalisa oleh Unit Pelaksana Bidan Delima Pusat
untuk dilaporkan kepada semua Cabang dan Propinsi dan dipergunakan sebagai
pertimbangan dalam proses perencanaan selanjutnya.

BAB 3
PENUTUP
3.1 Simpulan
Program Bidan Delima merupakan program yang dikembangkan oleh Ikatan
Bidan Indonesia

(IBI) untuk membina Bidan Praktek Mandiri (BPM) yang

merupakan anggota IBI agar dapat mempertahankan kualitas pelayanan kesehatan


reproduksi terstandar. Standar pelayanan menjadi instrument terpenting dalam
usaha tersebut. Standar pelayanan yang sudah dibuat, mengacu kepada payung
hukum pelaksanaan kesehatan bagi bidan yang dikeluarkan oleh kementrian
kesehatan Indonesia. Target Bidan Delima sendiri adalah bidan praktek mandiri
yang telah di-assess memiliki standar minimal. Sehingga tujuan dari Bidan
Delima adalah kualitas pelayanan kebidanan tetap terjaga.

3.2 Saran

Diharapkan agar organisasi Ikatan Bidan Indonesia (IBI) lebih gencar


dalam melakukan promosi Bidan Delima agar masyarakat dapat dengan
mudah mendapatkan asuhan kebidanan dari bidan yang telah bersertifikasi

Bidan Delima
Diharapkan bagi bidan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan agar
tersertifikasi sebagai Bidan Delima dan dapat melayani klien secara

profesional
Diharapkan masyarakat mulai menyadari pentingnya mengetahui kualitas
bidan yang akan memberikan asuhan sehingga kepuasan pelanggan baik
pada individu, keluarga, dan masyarakat dapat tercapai serta kualitas
pelayanan Bidan Praktek Mandiri sesuai dengan standar pelayanan yang
berlaku.

DAFTAR PUSTAKA
Hidayat, Asri, dan Mufdlilah. 2009. Catatan Kuliah Konsep Kebidanan Plus
Materi Bidan Delima. Yogyakarta : Mitra Cendikia Press.
IBI. 2012. Standar Klinik Bidan Delima Cetakan Edisi Ke-3. Jakarta.
IBI. Buku Instrumen Bidan Delima.
IBI. Panduan Pengorganisasi : Program Bidan Delima; Buku Pelatihan
Fasilitator Bidan Delima; Buku Acuan; Instrumen Instrumen Validasi : Program
Bidan Delima
Indonesian Young Health Professionals Sosiety. 2014
Panduan Umum Program Bidan Delima. 2010. USAID Indonesia.

10