Anda di halaman 1dari 18

1

PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR IPA MELALUI PEMBERIAN PUJIAN


SAAT MEMBAGIKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII A SEMESTER 2
SMP NEGERI 17 TEGAL TAHUN PELAJARAN 2012/2013
Agus Wardi Raharjo
Wardiragus@yahoo.co.id

Abstrak. Rumusan masalah penelitian adalah kebiasaan guru yang


hanya memotivasi siswa dalam proses pembelajaran. Metode
penelitian yang di gunakan adalah Metode Penelitian Tindakan Kelas
secara Kolaborasi antara peneliti dengan rekan guru IPA. Penelitian
dilakukan dalam 2 siklus dengan indikator pencapaian adanya
peningkatan motivasi belajar siswa sebesar 60% siswa telah
mencapai kategor cukup baik yaitu 76-100. Data yang diperoleh dari
penyebaran pada siklus I diperoleh 51% siswa telah mencapai
kategori baik dengan skor 76-100, siklus II menjadi 82%.
Kata kunci : pujian, motivasi belajar,rangsangan.

PENDAHULUAN
Inti dari kegiatan pendidikan di sekolah adalah proses pembelajaran atau proses
bagaimana membuat siswa belajar. Guru merupakan faktor yang sangat strategis
dalam upaya meningkatkan keefektifan pembelajaran agar proses pembelajaran bisa
lebih bermakna dan dapat mencapai hasil yang optimal. Pembelajaran akan sangat
bermakna jika dengan pembelajaran tersebut, siswa menjadi lebih mudah dalam
memahami pelajaran dan dengan pembelajaran itu pula siswa menjadi senang dan
termotivasi untuk belajar serta tidak mudah jenuh (Sutikno 2005:8-9).
Seseorang akan berhasil belajar, kalau pada dirinya sendiri ada keinginan untuk
belajar. Inilah prinsip dan hukum pertama dalam kegiatan pendidikan dan pengajaran.
Keinginan dan dorongan untuk belajar inilah yang disebut dengan Motivasi, dalam hal
ini meliputi dua hal, yaitu 1) mengetahui apa yang akan dipelajari, dan 2) memahami
mengapa hal tersebut patut dipelajari. Dengan melihat dua hal tersebut motivasi inilah
sebagai

dasar

awr guru mapel ipa smp jitu

permulaan

yang

baik

untuk

belajar.

Oleh sebab tanpa motivasi siswa tidak mengerti apa yang akan dipelajari dan tidak
memahami mengapa hal itu perlu dipelajari, kegiatan belajar mengajar sulit untuk
berhasil (Sardiman 1986:39).
Dalam kegiatan pembelajaran perlu adaya stimulus atau rangsangan yang
sering disebut dengan reinforcer yang berfungsi pemerkuat respons yang telah
dilakukan oleh seseorang, rangsangan ini berupa pemberian umpan balik. Sebagai
contoh seorang guru yang memberikan pembelajaran yang dihasilkan siswa dengan
cara memanggil satu per satu siswa dan kemudian untuk yang mendapat nilai yang
baik maupun yang kurang. Guru memberikan umpan balik berupa motivasi kepada
siswanya dengan begitu anak tersebut akan termotivasi untuk lebih rajin. Namun
kenyataannya guru jarang melaksanakannya karena guru menganggap hal tersebut
memakan banyak waktu, padahal dilihat dari segi pendidikan pelaksanaan tersebut
memberikan dampak

yang baik bagi siswa dalam memotivasi dirinya agar lebih

bersemangat dalam belajar.


Pada umumnya guru hanya memotivasi siswanya saat kegiatan pembelajaran
saja sehingga siswa kurang termotivasi dalam belajar. Hasil analisis kebutuhan yang
dilakukan penulis di kelas VIII A SMP Negeri 17 Tegal menunjukkan hasil bahwa siswa
yang menginginkan tugas dan hasil ulangan mereka dibagikan langsung oleh guru
74%. Siswa yang menginginkan tugas dan hasil ulangan mereka diumumkan didepan
kelas 51%. Siswa yang membutuhkan nasihat dari guru 95% dan siwa yang
membutuhkan pujian dari guru 51%. Siswa yang merasa kurang motivasi dalam
belajar 64% sehingga menginginkan umpan balik dari guru agar rajin belajar. Hal ini
menyatakan bahwa siswa kelas VIII A SMP Negeri 17 Tegal kurang motivasi belajar
dan membutuhkan umpan balik berupa pujian dari guru.
Penulis melihat bahwa di dalam pembelajaranya telah dilakukan pemberian
reinforcement (penguatan) berupa pujian yang diberikan guru pada saat pembagian
hasil belajar siswa. Namun demikian secara riil disinyalir belum sepenuhnya dilakukan
secara optimal. Sehingga berdampak negatif terhadap motivasi belajar siswa. Untuk
itu penulis merasa tertarik untuk melakukan penelitian tentang peningkatan motivasi
belajar IPA melalui pemberian pujian saat membagikan hasil belajar siswa kelas VIII
A SMP Negeri 17 Tegal tahun pelajaran 2012/2013.

awr guru mapel ipa smp jitu

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :


Bagaimanakah peningkatan motivasi belajar IPA melalui pemberian pujian saat
membagikan hasil belajar siswa kelas VIII A semester 2 SMP Negeri 17 Tegal tahun
pelajaran 2012/2013?
Tujuan penulisan penelitian ilmiah ini adalah untuk memberikan

deskripsi

peningkatkan motivasi belajar siswa kelas VIII A SMP Negeri 17 Tegal untuk mata
pelajaran IPA

melalui pemberian umpan balik berupa pujian dan nasihat saat

pembagian hasil belajar.


Secara umum manfaat

yang diperoleh dari penulisan penelitian ini adalah

sebagai berikut:
Bagi guru dapat memberdayakan guru IPA

dalam pemberian umpan balik

berupa pujian dan nasehat saat pembagian hasil belajar yang dapat meningkatkan
motivasi belajar siswa, sehingga diharapkan dapat menjadi sebuah alternatif solusi
bagi para guru mata pelajaran IPA dan juga guru guru mata pelajaran lain, sebagai
bahan acuan dan pertimbangan cara meningkatkan motivasi belajar siswa.
Bagi siswa dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menumbuh
kembangkan motivasi belajar siswa dalam belajar IPA.
Bagi sekolah dapat digunakan sebagai dasar pemikiran untuk meningkatkan
kualitas pembelajaran di sekolah dengan menggunakan pemberian umpan balik pada
waktu tepat yaitu saat membagikan hasil belajar siswa

agar siswa semakin

termotivasi dan berprestasi dalam belajar.


Bagi peneliti dapat menambah pengetahuan dan pengalaman dalam kegiatan
pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dengan pemberian umpan balik saat
pembagian hasil pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.

awr guru mapel ipa smp jitu

LANDASAN TEORETIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN


Motivasi
Motivasi yang berasal dari kata motif

dapat diartikan sebagai kekuatan yang

terdapat dalam diri individu, yang menyebabkan individu tersebut berbuat. Motif tidak
dapat diamati secara langsung tetapi dapat diinterpresentasikan dalam tingkah
lakunya, berupa rangsangan, dorongan, atau pembangkit tenaga munculnya suatu
tingkah laku tertentu (Hamzah 2008:3). Motif dapat dibedakan menjadi tiga macam,
yaitu 1) motif biogenetis; 2) motif sosial genetis,; dan 3) motif theologis (Gerungan
1996:142-144). Sedangkan menurut Winkel, (1996:151) motif adalah daya penggerak
dalam diri sesorang untuk melakukan aktivitas tertentu demi mencapai tujuan tertentu.
Umpan balik adalah

perilaku guru untuk membantu setiap siswa yang

mengalami kesulitan belajar secara individu dengan cara menanggapi hasil kerja
siswa sehingga lebih menguasai materi yang disampaikan oleh guru. Umpan balik
yang dilakukan guru antara lain memberikan penjelasan terhadap kesalahan yang
dilakukan siswa dalam menyelesaikan tugas yang diberikan, baik secara langsung
maupun tidak langsung.
Motivasi dibedakan menjadi dua, yaitu motivasi intrinsik dan motivasi eksintrik
(Sardiman 1986:89-90). Motivasi instrinstik adalah motif-motif yang menjadi aktif atau
berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar, karena dalam diri setiap individu sudah
ada dorongan untuk melakukan sesuatu. Sebagai contoh seseorang yang senang
membaca, tidak usah ada yang menyuruh atau mendorongnya, ia sudah rajin mencari
buku-buku untuk dibacanya. Kemudian kalau dilihat dari segi tujuan kegiatan yang
dilakukanya (misalnya kegiatan belajar), maka yang dimaksud

dengan motivasi

instrinsik ini adalah ingin mencapai tujuan yang terkandung di dalam perbuatan
belajar itu sendiri. Sebagai contoh konkrit, seorang siswa itu melakukan belajar,
karena betul-betul ingin mendapat pengetahuan, nilai atau keterampilan agar dapat
berubah tingkah lakunya secara konstruktif, tidak karena tujuan yang lain-lain.
Instrinsic motivations are inherent in the learning situations and meet pupil-needs
and purposes. Itulah sebabnya motivasi instrinsik dapat juga dikatakan sebagai
bentuk motivasi yang di dalamnya aktivitas belajar dimulai dan diteruskan
berdasarkan suatu dorongan dari dalam diri dan secara mutlak berkait dengan

awr guru mapel ipa smp jitu

aktivitas

belajarnya.

Bahwa

seseorang

belajar,

memang

benar-benar

ingin

mengetahui segala sesuatunya, bukan karena ingin pujian atau ganjaran.


Motivasi ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsiya karena adanya
perangsang dari luar. Sebagai contoh seseorang itu belajar, karena tahu besok
paginya akan ujian dengan harapan mendapatkan nilai baik, sehingga akan dipuji
oleh pacarnya atau temannya. Jadi yang penting bukan karena belajar ingin
mengetahui sesuatu, tetapi ingin mendapatkan nilai yang baik, atau agar mendapat
hadiah. Jadi kalau dilihat dari segi tujuan kegiatan yang dilakukannya, tidak secara
langsung bergayut dengan esensi apa yang dilakukannya itu. Oleh karena itu motivasi
ekstrinsik dapat juga dikatakan sebagai bentuk motivasi di dalamnya aktivitas belajar
dimulai dan diteruskan berdasarkan dorongan dari luar yang tidak secara mutlak
berkaitan dengan aktivitas belajar.
Dalam kegiatan belajar mengajar peranan motivasi baik instrinsik maupun
ekstrinsik sangat diperlukan. Motivasi bagi pelajar dapat mengembangkan aktivitas
dan inisiatif, dapat mengarahkan dan memelihara ketekunan dalam kegiatan belajar.
Cara dan jenis menumbuhkan motivasi ada bermacam-macam seperti halnya
memberi angka, hadiah, saingan/kompetensi, ego-involvement, memberi ulangan,
mengetahui hasil, pujian, hukuman, hasrat untuk belajar, binat, dan tujuan yang
diakui. Akan tetapi untuk motivasi ekstrinsik kadang-kadang tepat, dan kadangkadang juga bisa kurang sesuai. Hal ini guru harus hati-hati dalam menumbuhkan dan
memberi motivasi bagi kegiatan belajar para anak didik. Sebab mungkin maksudnya
memberikan motivasi tetapi justru tidak menguntungkan perkembangan belajar siswa.
Motivasi Belajar
Motivasi dan belajar merupakan dua hal yang saling mempengaruhi. Belajar
adalah perubahan tingkah laku secara relatif permanen dan secara potensial terjadi
sebagai hasil dari praktik atau penguatan (reinforced practice) yang dilandasi tujuan
untuk mencapai tujuan tertentu (Sardiman 1986).
Motivasi belajar dapat timbul karena faktor intrinsik, berupa hasrat dan
keinginan berhasil dan dorongan kebutuhan belajar, harapan akan cita-cita.
Sedangkan faktor ekstrinsiknya adalah adanya penghargaan, lingkungan belajar yang

awr guru mapel ipa smp jitu

kondusif, dan kegiatan belajar yang menarik. Tetapi harus diingat, kedua faktor
tersebut disebabkan oleh rangsangan tertentu, sehingga seseorang bekeinginan
untuk melakukan aktivitas belajar yang lebih giat dan semangat.
Hakikat motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada siswasiswa yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku, pada
umumnya dengan beberapa indikator atau unsur yang mendukung. Hal itu
mempunyai peranan besar dalam keberhasilan seseorang dalam belajar. Indikator
motivasi belajar dapat diklasifikasikan sebagai berikut: (1) adanya hasrat dan
kenginan berhasil; (2) adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar; (3) adanya
harapan dan cita-cita masa depan; (4) adanya penghargaan dalam belajar; (5)
adanya kegiatan yang menarik dalam belajar; (6) adanya lingkungan belajar yang
kondusif, sehingga memungkinkan seseorang siswa dapat belajar dengan baik.
Dalam penelitian ini difokuskan untuk memberikan penghargaan berupa umpan
balik positif yang diberikan guru saat pembagian produk hasil belajara siswa.
Kerangka Berpikir
Sebelum tindakan pemberian perlakuan berupa pujian dilakukan sebagai
sebuah strategi pembelajaran untuk meningkatkan motivasi belajar IPA, secara umum
siswa kurang termotivasi dalam pembelajaran. Hal tersebut lebih disebabkan karena
guru dalam pemberian motivasi masih bersifat klasikal. Dalam kondisi seperti ini,
peneliti memberikan suatu strategi pembelajaran dengan pemberian pujian pada saat
guru membagikan hasil belajar siswa. Pembelajaran dengan pemberian pujian saat
pembagian hasil belajar dipandang lebih memotivasi belajar siswa dibanding dengan
pemberian motivasi secara klasikal. Metode ini juga dipandang dapat merangsang
siswa untuk lebih aktif, kreatif, dan dapat mengikuti pembelajaran dalam suasana
yang menyenangkan.
Hipotesis Tindakan
Dengan diterapkan pemberian umpan balik berupa pujian saat pembagian hasil
pembelajaran berupa hasil belajar IPA dapat meningkatkan motivasi belajar siswa
dalam mata pelajaran IPA di SMP Negeri 17 Tegal tahun pelajaran 2012/2013.

awr guru mapel ipa smp jitu

METODE PENELITIAN
Rencana tindakan dalam prosedur penelitian tindakan kelas ini terdiri dari
dua siklus penelitian. Tiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, implementasi
tindakan, observasi dan interpretasi, serta analisis, dan refleksi.
Sumber data penelitian ini berasal dari siswa kelas VIII A SMP Negeri 17 Tegal
semster 2 tahun pelajaran 2012/2013 yang melaksanakan proses pembelajaran mata
pelajaran IPA.
Alat pengambil data yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar
observasi, angket, dan wawancara. Observasi dilakukan untuk mengamati perilaku
guru saat melakukan pembelajaran. Angket

diberikan setelah siswa mengikuti

tindakan yang bertujuan untuk memperoleh tanggapan siswa terhadap pembelajaran


yang telah dilakukannya. Wawancara dilakukan kepada guru dan beberapa siswa
yang menonjol dan segala hal yang melatarbelakanginya.
Data penelitian yang terkumpul kemudian ditabulasi dan dianalisis untuk
mencapai tujuan-tujuan penelitian. Analisis yang digunakan adalah teknik analisis
deskriptif analitik pada data kualitatif yang berasal dari observasi, angket, dan
wawancara diklasifikasikan berdasarkan aspek-spek yang dijadikan fokus analisis.
Indikator Keberhasilan
Penelitian dikatakan berhasil jika telah memenuhi indikator: adanya peningkatan
motivasi belajar siswa sebesar 60% telah mencapai kategori cukup baik yaitu 76-100.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari - Maret 2013 pada siswa SMP
Negeri 17 Tegal kelas VIII A semester 2 tahun ajaran 2012/2013. Subjek penelitian ini
peningkatan motivasi belajar siswa. Data primer dalam penelitian ini adalah motivasi
siswa yang berkaitan dengan pemberian pujian. Data sekunder dalam penelitian ini
adalah teman guru IPA berdasarkan hasil pengamatan serta wawancara yang
dilakukan selama penelitian. Sebelum memulai penelitian, penulis melakukan
beberapa hal sebagai berikut, wawancara awal dengan sesama guru IPA, observasi

awr guru mapel ipa smp jitu

awal terhadap kegiatan pembelajaran, pembuatan instrumen pengumpul data yang


berupa lembar observasi
Prasiklus
Dari hasil observasi diketahui bahwa di dalam pembelajaran guru telah memberi
reinforcement (penguatan) berupa pujian yang diberikan pada saat pembagian hasil
belajar siswa. Namun demikian secara riil disinyalir belum sepenuhnya dilakukan
secara optimal. Sehingga berdampak negatif terhadap motivasi belajar siswa. Untuk
itu penulis merasa tertarik untuk melakukan penelitian tentang peningkatan motivasi
belajar IPA melalui pemberian pujian saat membagikan hasil belajar siswa kelas VIII
A SMP Negeri 17 Tegal tahun pelajaran 2012/2013.
Siklus I
Pelaksanaan siklus I terdiri dari beberapa tahapan yaitu tahap persiapan,
pelaksanaan, dan refleksi. Tahap persiapan dilakukan dengan membuat rencana
pelaksanaan pembelajaran yang sesuai dengan proses pemberian umpan balik saat
pembagian hasil ubelajar siswa secara langsung oleh guru. Selain itu disiapkan pula
instrumen penelitian berupa lembar kuisioner tingkat motivasi belajar siswa dan
lembar observasi pelaksanaan proses pemberian umpan balik saat pembagian hasil
ubelajar siswa
Tahap pelaksanan tindakan penulis melakukan kegiatan pembelajaran dengan
tahapan. Kuisioner motivasi diberikan sebagai data pembanding untuk akhir siklus.
Sebelumnya penulis memisahkan hasil belajar siswa yang diatas KKM dengan yang
dibawah KKM. Hal ini dimaksudkan agar penulis mudah memberikan perlakuan
berupa pujian dan nasihat pada tiap hasil yang diperoleh siswa. Penulis memanggil
nama-nama siswa yang memperoleh nilai hasil belajar diatas KKM dari nilai yang
terendah hingga nilai tertinggi serta mengumpulkan siswa-siswa yang memiliki nilai
yang sama.
Bagi siswa-siswa yang memperoleh nilai diatas KKM penulis mengumumkan
nilai mereka didepan kelas dengan memberikan pujian serta tepuk tangan kepada
mereka yang berhasil memperoleh nilai diatas KKM. Bagi siswa yang memperoleh
nilai hasil belajar dibawah KKM atau belum tuntas, penulis memanggil nama-nama

awr guru mapel ipa smp jitu

siswa untuk kedepan dari nilai yang tertinggi hingga yang paling rendah tanpa
mengumumkan hasil ulangan mereka didepan kelas. Siswa yang belum tuntas
mendapatkan nasihat mengenai hasil yang diperoleh serta memberikan kesempatan
untuk remidial pada waktu yang telah ditetapkan.

Pada akhir kegiatan penulis

memberikan kuisioner motivasi kepada siswa sebagai pembanding tingkat motivasi


pada awal siklus Pengamat mencatat informasi aktivitas guru dan siswa pada format
observasi. Memberikan kuisioner tingkat motivasi siswa pada akhir siklus.
Siklus II
Pelaksanaan siklus II didasarkan pada perbaikan siklus I. Siklus II dilaksanakan
dengan tahapan yaitu Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran yang sesuai
dengan proses pemberian umpan balik berupa pujian saat pembagian hasil ulangan
siswa secara langsung oleh guru. Menyiapkan instrumen penelitian berupa, a)
Lembar kuisioner tingkat motivasi belajar siswa, b) Lembar observasi pelaksanaan
pemberian umpan balik saat pembagian hasil ulangan siswa secara langsung oleh
guru.
Penulis melakukan kegiatan pembelajaran kooperatif. Setelah kegiatan
pembelajaran selesai penulis menyisakan waktu untuk melakukan pembagian hasil
ulangan harian siswa secara langsung dengan memberikan umpan balik. Refleksi
proses pembelajaran siklus II Mengolah dan menganalisa data yang, diperoleh pada
siklus II, Menarik kesimpulan dari siklus
Analisa data
Dari penelitian yang penulis lakukan diperoleh dua data, yaitu data tentang
motivasi belajar siswa dan data

pemantau keterlaksanaan tindakan pemberian

umpan balik saat pembagian hasil belajar siswa secara langsung oleh guru.
Analisis Data Peningkatan Motivasi Belajar Siswa
Data ini diperoleh dari pemberian kuisiner motivasi belajar siswa. Hasilnya
didapatkan adalah sebanyak 17 siswa dari 32 siswa atau 51% siswa telah mencapai
kategori baik dengan skor 76-100% sedangkan pada siklus II terjadi peningkatan
dan sudah mencapai target yaitu 28 dari 32 siswa atau 82% siswa telah mencapai

awr guru mapel ipa smp jitu

10

kategori baik dengan skor 76-100. Hal tersebut berarti


hanya

bahwa

pada

siklus

17 siswa dari 32 siswa yang hadir atau 51% telah termotivasi dalam

belajarnya dengan kategori baik. Sedangkan pada siklus II terjadi peningkatan


yang signifikan yaitu 28 siswa dari 32 siswa yang hadir atau 82% siswa telah
mencapai kategori baik dengan skor 76-100, dimana target yang diinginkan
adalah 60% siswa. Dengan melihat hasil yang dicapai dalam siklus II, maka
siklus dihentikan karena dianggap telah mencapai target yang diinginkan yaitu
sebanyak 60% dari jumlah siswa mencapai kategori baik dengan skor 76-100. Hasil
peningkatan motivasi belajar siswa tersebut dapat dilihat bawah ini.
Tabel 1. Hasil Analisis Angket Motivasi Belajar Siswa
Siklus
I
II

Jumlah Siswa dengan Kategori


Baik
Kurang
17
15
28
4

Persentase
Keberhasilan(%)
51
82

Data pemantau tindakan yang berhasil diperoleh pada penelitian ini dari
setiap siklusnya adalah pencapaian indikator pemantau keterlaksanaan tindakan
terhadap guru dengan pemberian umpan balik saat pembagian hasil ulangan secara
langsung oleh guru yang terlaksana pada siklus I yaitu dengan persentase sebesar
83% yang dapat dilaksanakan berdasarkan kisi-kisi tahapan langkah proses
pemberian umpan balik sedangkan indikator pemantau keterlaksanaan tindakan
terhadap siswa yaitu sebesar 67%. Pada siklus II dengan persentase 100% dari
semua kisi-kisi pemantau keterlaksanaan tindakan baik terhadap guru maupun siswa.
Hasil pemantau keterlaksanaan tindakan pemberian umpan balik saat pembagian
hasil ulangan secara langsung oleh guru adalah :
Analisis data pemantau tindakan pemberian umpan balik saat pembagian hasil
belajar secara langsung oleh guru.
Tabel 2. Analisis Data Pemantau Tindakan Pemberian Umpan Balik Saat Pembagian
Hasil Ulangan Secara Langsung oleh Guru
Data

awr guru mapel ipa smp jitu

Siklus

Indikator yang

Indikator yang

Persentase

11

Pemantauan

Guru

Siswa

terlaksana

tidak

keberhasilan (%)

terlaksana
1

83

II

100

67

II

100

Untuk mengetahui kriteria tingkat motivasi pada siswa, maka persentasi dari hasil
kuisioner dikategorikan menjadi:
Tabel 3. Skala Acuan Skor Motivasi Siswa
Skala Acuan
76-100

Kategori
Baik

56-75

Cukup Baik

40-55

Kurang Baik

< 40

Tidak Baik
(Arikunto 1996)

Hasil Penelitian dan Pembahasan


Penulis akan menyajikan hasil

tindakan,

pengolahan,

analisis

dan

pembahasan hasil penelitian yang penulis lakukan. Pelaksanaan tindakan kelas


dilakukan sebanyak 2 siklus dimana setiap siklus terdiri dari 2 kali pertemuan
dengan alokasi waktu 2 x 40 menit tiap pertemuan.
Deskripsi Subyek Penelitian
Subjek penelitiannya adalah kelas VIII A SMP Negeri 17 Tegal dengan jumlah
siswa sebanyak 32 siswa. Dari penelitian ini diperoleh dua data, yaitu data tentang
motivasi belajar siswa dan data

pemantau keterlaksanaan tindakan pemberian

pujian saat pembagian hasil ulangan secara langsung oleh guru.

awr guru mapel ipa smp jitu

12

Hasil Siklus I
Tahap Perencanaan (Planning)
Sebelum melaksanakan tindakan siklus I, penulis

membuat

Rencana

Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), yang mengacu pada Kurikulum Tingkat Satuan


Tindakan (KTSP) Tahun 2006 yang

diberikan penambahan kegiatan berupa

pembagian hasil belajar berupa ulangan harian. Kegiatan siklus 1 dilakukan setelah
penilaian hasil ulangan harian 1 KD. 5.1 tentang Bab Gaya. Hal ini dimaksudkan
untuk mengetahui hasil belajar yang dilakukan selama ini dan dapat memberikan
perlakuan. Pada tahap perencanaan ini penulis menyusun RPP, LKS, media, angket
motivasi belajar siswa dan alat evaluasi pembelajaran.
Tahap Tindakan (Action)
Adapun langkah-langkah pelaksanaan tindakan pada siklus ini sesuai dengan
RPP. Tindakan yang dilakukan

sesuai

kesepakatan

yang

telah diputuskan

bersama dengan kolaborator.


Tahap Observasi Tindakan Siklus I
Pengamatan atau obeservasi dilaksanakan pada saat pelaksanaan tindakan
kelas oleh guru dengan menggunakan panduan instrumen pemantau tindakan
yang berisi 6 butir pernyataan terhadap siswa dan 6 butir pernyataan terhadap guru.
Dalam hal ini pengamat yang ditunjuk adalah teman guru IPA sebagai pengamat
keterlaksaan kegiatan pembelajaran terhadap guru dan keterlaksanaan kegiatan
pemberian umpan balik saat pemberian hasil ulangan di kelas secara langsung oleh
guru.

Tabel 4. Hasil Temuan Pengamat pada Pemantau Tindakan Siklus I

awr guru mapel ipa smp jitu

13

No
1

Hasil Temuan
Waktu yang digunakan dalam proses pemberian umpan balik
kepada siswa saat pembagian hasil ulangan terlalu lama sampai

melebihi waktu yang telah direncanakan


Kegiatan pembagian hasil ulangan dilakukan di awal pertemuan
sehingga membuat siswa sulit dikondisikan saat memulai kegiatan

pembelajaran
Kegiatan akhir pembelajaran pada pertemuan pertama tidak
sesuai dengan waktu yang direncanakan sehingga tidak sempat
memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan
kesimpulan pada pembelajaran yang telah dilakukan

Hasil pengamatan dan catatan lapangan yang diperoleh kemudian dirangkum


dan didiskusikan oleh guru dengan teman guru semata pelajaran.. Hasil diskusi
ini menjadi masukan untuk perbaikan yang akan dilakukan pada siklus berikutnya.
Refleksi Tindakan Siklus I
Pada tahap ini, mengulas hasil temuan dalam kegiatan pembelajaran.
Temuan berupa

kekurangan yang terlihat selama proses pembelajaran yang

mempengaruhi pencapaian motivasi belajar siswa dengan menggunakan pemberian


umpan balik kepada siswa saat pembagian hasil belajar secara langsung oleh guru,
seperti waktu pemberian umpan balik kepada siswa saat pembagian hasil belajar
terlalu lama melebihi waktu yang telah direncanakan. Persentase siswa yang belum
tuntas 98%, siswa yang tuntas 2%. Sehingga lebih banyak siswa yang diberikan
nasihat dari pada yang diberikan pujian oleh guru.
Permasalahan yang berikutnya adalah kegiatan pembagian hasil belajar
dilakukan pada diawal pertemuan sehingga membuat siswa sulit dikondisikan, hal ini
dikarenakan siswa mendiskusikan hasil belajar yang dibagikan guru. Permasalahan
terakhir yang ditemukan adalah kegiatan akhir pembelajaran pada pertemuan
pertama tidak sesuai dengan waktu yang direncanakan sehingga tidak sempat
menyampaikan simpulan.

awr guru mapel ipa smp jitu

14

Dari hasil temuan pengamat di atas, pemberian umpan balik saat pembagian
hasil belajar yang dilakukan pada awal pertemuan ternyata kurang efektif
meningkatkan motivasi belajar siswa,

karena memiliki banyak kekurangan,

diantarannya sulitnya mengkondisikan siswa saat memulai kegiatan belajar


mengajar. Selain itu pada pelaksanaannya terlihat kurangnya perencanaan waktu
yang efektif, sehingga waktu yang digunakan untuk

pembelajaran menjadi

berkurang dan rencana pembelajaran terganggu. Dalam perencanaan seharusnya


diperhitungkan cara yang efektif untuk membagi waktu antara proses pembagian
hasil ulangan dengan kegiatan pembelajaran dalam 1 pertemuan.
Sebagai dasar bahwa pada siklus ini masih belum maksimal dapat dilihat
dari perolehan kuisiner yang diberikan kepada siswa. Dari hasil temuan, perolehan
hasil kuisioner motivasi belajar siswa yaitu 51% siswa memiliki motivasi belajar
dengan kategori baik yaitu 76-100.
Berdasarkan temuan tersebut, pengamat menilai bahwa pada siklus ini
belum

maksimal

sehingga

perlu

diadakan

siklus

selanjutnya.

Untuk

itu,

sebelum melanjutkan pada siklus berikutnya pengamat berharap pada peneliti


agar dapat memperbaiki

temuan-temuan yang dianggap kurang sehingga

diharapkan pada siklus II akan lebih baik dari siklus I.


Hasil Siklus II
Tahap Perencanaan (Planning)
Pada penerapan siklus I masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki. Maka
penulis merencanakan tindakan berikutnya. Adapun perencanaan tersebut antara
lain 1) menyiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran, 2) menyiapkan media
pembelajaran yang sesuai karakteristik anak, 3) menyiapkan instrumen pemantau
tindakan, 4) menyiapakan kuisioner motivasi belajar siswa, 5) menyiapkan catatan
lapangan, dan 6) menyiapkan kamera untuk mendokumentasikan.
Tahap tindakan (Action)
Setelah tindakan penelitian siklus I dilakukan, penulis juga melakukan
tindakan

penelitian

awr guru mapel ipa smp jitu

pada

siklus

II.

Tidak

ada

perbedaan

berdasarkan

15

banyaknya pertemuan

dan alokasi waktu yang ditentukan. Pada tahap ini

penelitian siklus II dilaksanakan pada hari Kamis 31 Januari 2013, dengan alokasi
waktu 2 pertemuan tiap pertemuan alokasi waktunya 2 x 40 menit. Adapun uraian
tindakan yang dilakukan pada siklus II.
Tahap Observasi Tindakan Siklus II
Sama halnya pada siklus I, pengamat melakukan observasi pada siklus II
dengan dibantu oleh lembar keterlaksanaan tindakan yang berisi 6 butir pernyataan
terhadap siswa dan 7 butir pernyataan terhadap guru dengan

tujuan

untuk

mengetahui sejauh mana kegunaan pemberian umpan balik saat pembagian hasil
belajar secara langsung oleh guru untuk meningkatkan motivasi.
Kemudian

pengamat

pembelajaran, hasilnya

mengamati

dituangkan

kegiatan

dalam bentuk

selama

berlangsungnya

catatan lapangan. Adapun

temuan pengamat pada siklus II jauh lebih menurun dari siklus I, Hal ini dapat
dibuktikan bahwa tidak ada indikator dalam pemantau tindakan yang tidak
dilaksanakan. Bahkan temuan catatan lapangan pada sikulus I seperti manajemen
waktu yang kurang sudah dapat diperbaiki.
Refleksi Tindakan Siklus II
Pada siklus II ini penulis melakukan refleksi atas temuan pengamat agar
berbagai kekurangan yang terdapat pada siklus I tidak terdapat lagi pada siklus
II. Peneliti sudah melakukan perbaikan terhadap kekurangan yang ada pada siklus
I seperti memperbaiki prosedur dan manajemen waktu, sehingga terjadi peningkatan
motivasi belajar siswa. Dari hasil temuan, motivasi belajar siswa telah mencapai
target yang ditentukan, yaitu sudah lebih dari 60% siswa telah mencapai
kategori baik dengan skor 76-100. Pada siklus II ini motivasi belajar
siswa sudah mencapai 82% siswa mencapai kategori baik.
Selanjutnya, pada siklus II manajemen waktunya sudah terkontrol dengan baik.
Sehingga tidak terjadi lagi pengurangan waktu pembelajaran Selain itu, pada saat
proses pembelajaran, pada siklus II siswa sudah mulai tertib karena pemberian
umpan balik berupa pujian dan nasihat saat pembagian hasil belajar

awr guru mapel ipa smp jitu

16

ditempatkan pada akhir pembelajaran.


Kekurangan yang ditemukan pada siklus I, sudah tidak terdapat lagi

di

siklus II sehingga perhatian siswa sudah terpusat pada pembelajaran dan kondisi
belajar pun semakin kondusif.
Motivasi belajar siswa sudah mengalami peningkatan, dari data yang
diperoleh pada siklus I sebanyak 17 siswa atau hanya 51% siswa yang mencapai
kategori baik yaitu dengan skor 76-100, tetapi setelah melakukan siklus II diperoleh
sekitar 28 siswa atau 82% siswa telah mencapai kategori baik. Pada siklus II ini
motivasi belajar siswa semakin meningkat dan telah mencapai target yang
diinginkan peneliti. Target yang diinginkan peneliti sekitar 60% siswa mencapai
kategori baik yaitu dengan skor 76-100.
Berdasarkan temuan-temuan fakta di atas maka penulis memutuskan bahwa
penelitian pembelajaran dengan menggunakan pemberian umpan balik berupa
pujian saat pembagian hasil belajar tidak perlu ada siklus berikutnya.
Pembahasan
Berdasarkan analisis data hasil tindakan siklus 1 dan 2 terlihat adanya
peningkatan dari semua data yang diambil. Penerapan pemberian umpan balik pada
saat

pembagian

hasil

belajar/ulangan

harian

dapat

meningkatkan

motivasi

belajarnya. Hasil analisis data menunjukkan adanya peningkatan dari siklus 1 hingga
siklus 2. Sebelumnya data awal (prasiklus) penyebaran angket motivasi belajar siswa
sangat rendah, dari 32 siswa cuma 26% siswa yang mempunyai motivasi belajar
dengan kategori baik.
Hasil analisis data tindakan siklus 1 nilai motivasi belajar siswa menunjukkan
adanya peningkatan menjadi 51% siswa atau sejumlah 17 siswa yang mempunyai
motivasi belajar dengan kategori baik. Walaupun pada siklus 1 ada peningkatan,
tetapi hasil yang diperoleh belum mencapai target. Observasi keterlaksanaan
tindakan pada guru siklus 1 ternyata mencapai tingkat keterlaksanaan 83% dari
indikator pemantau keterlaksanaan tindakan guru atau 5 indikator yang terlaksana
dari 6 indikator yang diamati. Sedangkan pada observasi keterlaksanaan tindakan
pada siswa dihasilkan tingkat keterlaksanaan sebesar 67% atau sebanyak 4 indikator

awr guru mapel ipa smp jitu

17

yang tercapai dari 6 indikator.


Berdasarkan hasil refleksi tindakan siklus 1 terjadi peningkatan pada proses
tindakan pada siklus 2 sehingga diperoleh hasil dari angket motivasi belajar siswa yang
telah mencapai kategori baik dengan skor 76-100 pada siklus 2 menjadi 82% atau
sejumlah 28 siswa. Observasi keterlaksanaan tindakan pada guru disiklus 2
mengalami peningkatan dari 83% menjadi 100% atau semua indikator pemantau
keterlaksanaan tindakan guru terlaksana. Kemudian hasil observasi keterlaksanaan
tindakan pada siswa disiklus 2 mengalami peningkatan menjadi 100% atau semua
indikator pemantau keterlaksanaan tindakan siswa terlaksana.
Hal ini sesuai dengan pernyataan Hamalik (2008) dalam bukunya disebutkan
bahwa guru dapat mendorong atau membangkitkan motivasi belajar siswanya
dengan berbagai cara. Cara pembangkitan motivasi belajar siswa diantaranya adalah
1) memberi angka, 2) pujian, 3) hadiah, 4) kerja kelompok, 5) persaingan, 6) tujuan
dan level of aspiration: 7) sarkasme, 8) penilaian, 9) karyawisata dan ekskursi (dapat
membangkitkan motivasi siswa), 10) film pendidikan dan 11) belajar melalui radio.
Simpulan
Berdasarkan temuan penelitian yang telah dilakukan terbukti bahwa pemberian
pujian saat pembagian hasil belajar secara langsung oleh guru dapat meningkatkan
motivasi belajar siswa. Implikasi atau tindak lanjutnya adalah perlu penyebaran
informasi tentang adanya temuan penelitian ini, sehingga dapat dimanfaatkan oleh
para pembaca yang menginginkan penerapan hasil penelitian ini
Saran
Dalam proses pembelajaran guru diharapkan: a) bersedia meluangkan sedikit
waktu dengan managemen waktu yang tepat dan efisien untuk membagikan hasil
belajar secara langsung kepada siswa serta memberikan umpan balik berupa pujian
dan nasihat demi memotivasi. b) memperhatikan penggunaan waktu sehingga
pembagian ulangan secara langsung oleh guru serta pemberian umpan balik dapat
berlangsung dengan baik. c) pemberian umpan balik saat pembagian hasil belajar
secara langsung oleh guru lebih diperkaya dengan variasi umpan balik.

awr guru mapel ipa smp jitu

18

DAFTAR PUSTAKA
Sardiman.1986. Interaksi Dan Motivasi Relajar Mengajar.Jakarta: CV. Rajawali.
W.A. Gerungan.1986. Psikologi, Pekerjaan Sosial, dan Ilmu Kesejahteraan Sosial
Dasar-Dasar Pemikiran. Jakarta: Grafindo Persada.
W.S. Winkel.1996. Psikologi Pengajaran.Jakarta: Grafindo.
Arikunto, Suharsimi.1996. Penelitian Tindakan Kelas.Jakarta: Bumi Aksara.
Aqib, Zainal.2000. Penelitian Tindakan Kelas.Bandung: Yrama Widya.
Arikunto, Suharsimi.2002.Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan.Jakarta: Bumi Aksara.
Sutikno, M. Sobry.2005. Pembelajaran Efektif. Mataram: NTP Press.
Uno, Hamzah B.2008. Teori Motivasi Dan Pengukurannya Analisis di Bidang
Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Hamalik, Oemar. 2008. Proses Belajar Mengajar.Jakarta: Bumi Aksara.
Muslich, Masnur.2009. Melaksanakan PTK itu Mudah (Classroom Action Research).
Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Rusman.2012. Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru.
Jakarta: Rajawali Press.
.
BIODATA PENULIS
Agus Wardi Raharjo, lahir di Tegal, 31 Desember 1961. Pendidikan terakhir S1
Pendidikan Biologi IKIP Negeri Semarang, menjadi guru di SMPN 1 Kramat
Kabupaten Tegal ( Juni 1983 Juni 1984 ), Guru SMPN 1 Karangpucung Kabupaten
Cilacap (1984 - 1988), Guru SMP 4 Kota Tegal (1989 - 2005), dan guru SMP 17
Tegal Juli 2005 sampai sekarang.

awr guru mapel ipa smp jitu