Anda di halaman 1dari 1

Mekanisme seaak nafas dan gejala pada skenario.

Dispnea atau sesak napas adalah perasaan sulit bernapas ditandai dengan napas yang pendek
dan penggunaan otot bantu pernapasan. Dispnea dapat ditemukan pada penyakit
kardiovaskular, emboliparu, penyakit paru interstisial atau alveolar, gangguan dinding dada,
penyakit obstruktif paru(emfisema, bronkitis, asma), kecemasan.
Pengetahuan tentang sensor yang dipergunakan dan fungsi yang terintegrasi dari otak
diperlukan sekali untuk memahami mekanisme terjadinya sesak nafas (dyspnea). Elemen
berikut ini haruslah ada untuk menganalisa terjadinya dyspnea tersebut, yaitu : reseptor
sensoris, koneksi neurologi ke otak, pusat integrasi pada otak yang memproses informasi,
koneksi kortikal dalam menginterpretasikan sensasi yang dirasakan, meskipun teori yang
menjelaskan tentang dyspnea telah berkembang, namun kebenaran teori tersebut belumlah
dapat diterima sepenuhnya sebagai hal yang benar. Pada tulisan di bawah ini dipaparkan
tentang rangkaian stimulasi yang dapat menyebabkan atau membantu terjadinya sesak nafas
(dyspnea), dinyatakan secara urutan numerikal sebagai berikut :
1. Rangsangan (kimia, thermal, psikis, fisis dan sebagainya).
2. Reseptor iritan pada parenkhime paru dan saluran nafas.
3. Juxta capillary receptor pada interstitial alveoli akan merespon perubahan pada
compliance.
4. Otot pada dinding dada, persendian, costosternal junction dan diafragma memberikan
respon berupa regangan, gerakan dan propriosepsi.
5. Carrotid bodi atau pusat respirasi pada CNS akan aktif melalui beberapa kombinasi
rangsangan seperti hypercapnea, hypoxemia dan acidosis.
Tanpa memperhatikan alat sensor yang dipakai, pathway koneksi ke otak adalah nervus
vagus dan nervus phrenicus akan menuju RAS pada brain stem. Sesak nafas akan
mengakibatkan terjadi nya gangguan pertukaran O2 dan CO2 yang nanti nya akan
menyebabkan aliran darah menurun hal tersebut akan mengakibatkan sianosis (kebiruan) dan
takikardi karena Hb yang mengandung O2 berkurang , sedangkan hb yang mengandung CO2
jumlahnya berlebihan dalam pembuluh darah kulit, terutama dalam kapiler. Hb yang tidak
mengandung O2 memiliki warna biru gelap yang terlihat melalui kulit sehingga kulit terlihat
kebiruan. Takikardi terjadi sebagai kompensasi untuk memenuhi kebutuhan jaringan.Penyebab