Anda di halaman 1dari 6

Jurnal Pemanfaatan Gelombang Mikro Pada Sistem

Elektro
Telekomunikasi dan Pengaruh Fading
Juni 2015

Teknik
Politeknik Negeri Malang

PEMANFAATAN GELOMBANG MIKRO PADA SISTEM


TELEKOMUNIKASI DAN PENGARUH FADING
Anggy Pramanta Putra/1341160012[1], Yoga Febrian Hogantara/1341160033[2]
Program Studi Jaringan Telekomunikasi Digital, Jurusan Teknik Elektro
Politeknik Negeri Malang
Jl. Soekarno-Hatta No. 9, Malang, Jawa Timur, Indonesia
ABSTRAK
Dalam sistem komunikasi, saluran transmisi memegang peranan penting dalam
media penyalur data dari sumber ke tujuan. Proses transmisi informasi ini dapat
menggunakan media terpandu dan media tak terpandu.Salah satu media tak terpandu
adalah dengan menggunakan gelombang mikro. Kebenaran informasi yang diterima disisi
penerima bergantung dari kebenaran perancang dalam menghitung parameter transmisi
yang mungkin terjadi. Oleh karena itu seorang perancang harus mampu menghitung nilai
daya terima yang sesuai dan mempertimbangkan kemungkinan gangguan yang terjadi
Pada sistem komunikasi gelombang mikro, terjadinya fading merupakan faktor yang
mempengaruhi kualitas sinyal penerimaan.Dengan perambatan gelombang radio yang
harus satu garis pandang dan kondisi atmosfer yang tidak menentu memungkinkan
terjadinya refleksi, difraksi
dan refraksi,sehingga mengakibatkan terjadinya multipath
fading.Pengaruhnya terhadap sinyal terima dapat memperkuat ataupun memperlemah,
tergantung besar fasa dari resultan sinyal langsung dan sinyal tidak langsung. Untuk
komunikasi gelombang mikro terestrial yang tetap, efek ini dapat diproteksi atau diatasi
dengan penerimaan sistem diversity baik dengan space diversity ataupun frequency
diversity.
Kata kunci : gelombang mikro, fading, Pemanfaatan Microwave

PENDAHULUAN

Pada sistem komunikasi apapun, sinyal


yang diterima akan berbeda dengan sinyal
yang dipancarkan, karena adanya berbagai
hambatan transmisi. Untuk komunikasi
nirkabel,
hal
ini dapat terjadi karena
perambatan gelombang radio dipengaruhi
oleh temperatur, kepadatan elektron dan
juga kelembaban udara dan tanah.
Oleh
karena itu tinggi rendahnya
keandalan
sinyal yang diterima ditentukan
oleh
perubahan- perubahan atmosfer yang
dilaluinya.
Dalam
sistem
gelombang mikro,
perambatan gelombangnya adalah dalam
ragam satu garis pandang (LOS = Line Of
Sight). Untuk komunikasi berbasis bumi ini,
antara antena pemancar dan penerima harus
berada
dalam
garis
pandang tanpa
penghalang antara satu dengan yang lain.
Dengan transmisi nirkabel LOS, hambatanhambatan
yang paling besar
adalah
adanya atenuasi, rugi ruang lepas (free-space
loss), noise, penyerapan atmosferik, refraksi
dan multipath.

Media Transmisi dengan menggunakan


frekuensi radio berkembang pesat di
Indonesia. Sebagian besar media transmisi
menggunakan teknik ini. Teknik komunikasi
melalui media tidak terpandu dan dengan
menggunakan frekuensi radio dianggap
mampu memenuhi
tantangan
sistem
telekomunikasi saat ini, dimana mampu
menangani jumlah pelanggan yang banyak.
Seiring dengan berkembangnya jumlah
penduduk dan bertambahnya
penggunaan
media transmisi frekuensi radio ini, maka
timbul permasalahan.
Dengan bertambahnya jaringan, maka
bertambah pula penggunaan frekuensi radio.
Hal ini dapat menyebabkan masalah antara
lain gangguan dari frekuensi yang saling
berdekatan (interference). Untuk mengatasi
masalah interference diperlukan suatu
perencanaan yang matang dalam pemakaian
frekuensi radio. Selain itu, perlu untuk
memperhatikan jarak transmisi dan kondisi
baik topografi area dan iklim area dimana
jalur media transmisi akan dipasang.
1

Jurnal Pemanfaatan Gelombang Mikro Pada Sistem


Elektro
Telekomunikasi dan Pengaruh Fading
Juni 2015

Sistem komunikasi dengan gelombang


mikro, terbagi dua macam sistem yaitu sistem
terestrial
(melalui
darat)
dan
sistem
extraterestrial (melalui satelit). Pada sistem
terestrial (darat), jarak antara 2 (dua) stasiun
yang berurutan berkisar antara 10 - 100 km,
atau
tergantung pada frekuensi yang
digunakan atau kondisi geografisnya.
Sedangkan untuk yang melalui satelit, ada
sistem komunikasi yang bersifat
tetap
yaitu yang biasanya dipadukan
dengan
melalui darat, dan ada komunikasi yang
sifatnya bergerak. Pada sistem komunikasi
bergerak, perambatan sinyal antara antena
pemancar dan antena penerima melalui
berbagai lintasan yang berbeda. Lintasanlintasan
yang
berbeda
inilah
yang
mengakibatkan kuat sinyal penerimaan
menjadi bervariasi.
Dengan kondisi atmosfer yang tidak
menentu karena cuaca dan sebagainya serta
faktor lingkungan, maka
saat
sinyal
gelombang mikro sedang
merambat
memungkinkan terjadinya suatu fenomena
yang dikenal dengan fading. Fenomena ini
dapat menyebabkan bertambahnya redaman
terhadap sinyal yang diterima pada beberapa
macam kondisi cuaca yang dilaluinya,
sehingga hambatan yang terjadi lebih
terkait

Teknik
Politeknik Negeri Malang

sehingga akan terjadi perubahan fasa,


polarisasi dan atau level
dari suatu
sinyal terhadap waktu. Oleh karena itu
fading adalah variasi sinyal terima setiap saat
sebagai fungsi dari fasa, polarisasi. atau level
sinyal terima.
Pada suatu lingkungan tetap, fading
dipengaruhi
oleh
perubahan-perubahan
atmosfer, seperti misalnya curah hujan
Multipath fading, adalah semacam gangguan
terhadap perambatan gelombang-gelombang
mikro diudara bebas. Sering terjadi pada
malam hari dalam proses yang sangat cepat.
Munculnya secara tiba-tiba tanpa dapat
diketahui atau diramalkan sebelumnya dan
sukar ditangkap dengan indera. Hal ini
disebabkan oleh tidak sefasenya energi yang
dipantulkan atau dibiaskan dengan
energi
yang langsung sampai pada penerima.
Akibatnya akan terjadi dua atau lebih
komponen gelombang yang propagasinya
terpisah untuk menuju ke antena penerima,
sebagaimana yang diperlihatkan pada Gambar
1, yang menggambarkan secara umum jenisjenis interferensi multipath yang biasa
ditemui pada sistem komunikasi gelombang
mikro yang tetap (terestrial) maupun yang
bergerak.

dengan adanya multipath, karena


adanya tiga mekanisme propagasi yaitu
refleksi, difraksi dan refraksi.
PEMBAHASAN
1. Fading dan penyebabnya
Fading merupakan suatu
gejala
pembenturan dalam jalur gelombang radio
yang menyebabkan bertambahnya redaman
terhadap sinyal yang diterima pada beberapa
macam
kondisi cuaca yang dilaluinya.
Secara umum fenomena
atau gejala ini
adalah berkaitan dengan mekanisme propagasi
yang melibatkan refraksi, refleksi, difraksi,
hamburan dan redaman dari gelombang radio,

Gambar 1. Contoh Interferensi Multipath pada


komunikasi gelombang mikro
2

Jurnal Pemanfaatan Gelombang Mikro Pada Sistem


Elektro
Telekomunikasi dan Pengaruh Fading
Juni 2015

Teknik
Politeknik Negeri Malang

2. Pengaruh fading pada sistem


komunikasi gelombang mikro
Sebagaimana dijelaskan, fading terjadi
akibat proses propagasi dari gelombang radio
meliputi pembiasan,
pantulan,
difraksi,
hamburan, redaman dan duct (celah di udara)
yang terbentuk oleh lapisan-lapisan atmosfer
bumi,
yang
mengakibatkan
terjadinya
perubahan kekuatan sinyal frekuensi radio
yang diterima. Pengaruh fading terhadap sinyal
terima
dapat
memperkuat
ataupun
memperlemah, tergantung besar fasa dari
resultan sinyal langsung dan sinyal tidak
langsung. Atau dengan kata lain, hal
ini disebabkan karena tidak sefasenya energi
yang dipantulkan atau dibiaskan dengan
energi yang langsung sampai pada penerima.

Gambar 2. Sistem Space Diversity


Pada umumnya, sistem Space Diversity
menggunakan satu pemancar dan dua penerima
dengan antena-antena
yang terpisah, dan
hanya mempergunakan satu frekuensi.
4. Pemanfaatan Gelombang Mikro
Telekomunikasi

3. Komunikasi tetap

Bagi yang senang memanfaatkan fasilitas


hotspot tentunya tidak asing dengan WiFi yang
menggunakan band frekuensi ISM. Begitu juga
yang gemar menggunakan bluetooth untuk
transfer file antara handphone atau handphone
dengan komputer. Operator telekomunikasi
juga memanfaatkan gelombang mikro untuk
komunikasi antara BTS ataupun antara BTS
dengan pelanggannya. di Eropa khususnya di
Jerman sudah jarang terlihat penggunaan
gelombang mikro untuk komunikasi dengan
metode WDM antara BTS dengan BSC.
Jaringan backbone komunikasi sudah memakai
jarinagn fiber optis. Untuk komunikasi ke end
user pada sistem selular tetap menggunakan
gelombang mikro. Untuk di indonesia pada
tower2 operator telekomunikasi sangat sering
kita jumpai antena directional untuk
komunikasi antara BTS . Untuk komunikasi ke
end user operator GSM di indonesia memakai
frekuensi di sekitar 800 MHz, 900MHz dan
1800MHz.
Radio Microwave

Pada teknik gelombang mikro, khususnya


pada hubungan titik ke titik (point-to-point)
terestrial yang bersifat tetap, selain sinyal
yang merambat langsung dalam satu garis
pandang, sinyal dapat
mengikuti
jalur
melengkung melalui atmosfer akibat refraksi
dan sinyal dapat memantul dari tanah. Oleh
karena itu terjadinya multipath fading akan
mengakibatkan adanya dua atau
lebih
komponen
gelombang yang propagasinya
terpisah untuk menuju ke antena penerima.
Dengan tidak sefasenya
energi-nergi
gelombang
tersebut,
maka
dapat
memperkuat atau memperlemah sinyal yang
diterima oleh antena penerima.
Untuk mengatasi kejelekan kualitas
penerimaan, dipergunakan dan diterapkan
penerimaan Sistem Diversity, yang dikenal
ada dua macam sistem yaitu Space Diversity
dan Frequency Diversity. Pada sistem Space
Diversity, dapat dipergunakan 2 (dua) atau
lebih antena penerima untuk menerima sinyal
dari beberapa pemancar. Antena-antena
penerima ini biasanya dipasang terpisah secara
vertikal pada tower yang sama, untuk
menampung lintasan langsung dari pemancar,
sebagaimana diperlihatkan pada Gambar 2.

Microwave adalah bentuk dari pancaran


radio yang ditransmisikan melalui udara dan
diterima dengan menggunakan peralatan
semacam antena yang berbentuk bundar yang
3

Jurnal Pemanfaatan Gelombang Mikro Pada Sistem


Elektro
Telekomunikasi dan Pengaruh Fading
Juni 2015

dipasang di gedung yang tinggi atau tower.


Microwave
hanya
digunakan
untuk
mengirimkan sinyal jarak pendek, sinyal tidak
dapat di-blok oleh gedung atau lembah. Untuk
melakukan transmisi harus dihindari adaya
penghalang atau kemiringan bumi. Untuk
membawa sinyal jarak jauh, rangkaian
pemancar diperlukan untuk menerima dan
mentransmisi ulang.

Teknik
Politeknik Negeri Malang

Gambar .
elektromagnetik

Spektrum

gelombang

Pada sistem telekomunikasi informasi


yang dikirimkan/transmisikan antara dua lokasi
menggunakan signal analog dan digital. Radio
microwave adalah salah satu sistem digital
yang digunakan untuk mentransmisikan signalsignal informasi dalam telekomunikasi.
Umumnya penggunaan radio microwave
adalah pengiriman jarak jauh antara dua titik
yang terpisah antara 60 kilometer ke atas dalam
sistem telekomunikasi.
Tipe komunikasi microwave radio terdiri
dari tiga bentuk sistem yaitu:
a. Modem digital yang terkoneksi dengan
peralatan terminal modem.
b. Radio frekuensi pembawa data yang
merubah signal microwave
c. Sistem hubungan antar antenna

Gambar . sistem transmisi microwave


Gelombang ini tidak dapat dilihat mata
kita karena panjang gelombangnya (walaupun
sangat kecil dibanding gelombang radio) jauh
lebih besar dari panjang gelombang cahaya (di
luar spektrum sinar tampak). Keduanya samasama terdapat dalam spektrum gelombang
elektromagnetik
(Gambar
1).
Panjang
gelombang cahaya berkisar antara 400-700 nm
(1 nm = 10-9 m); sedangkan kisaran panjang
gelombang mikro sekitar 1-30 cm (1 cm = 10-2
m).

Penggunaan aplikasi radio microwave


a. Jaringan telepon selular : pertimbangan
penggunaannya dikarenakan hubungan
antar cell memerlukan pengiriman
signal secara agresif dan segera.
Penggunaan sistem ini juga didasarkan
pada ongkos biaya yang relatif lebih
murah.
b. Jaringan khusus : adalah aplikasi
penggunaan sistem radio microwave
dalam Local Area Network (LAN) atau
Wide Area Network (WAN). Melalui
sistem ini maka jaringan LAN dan
WAN akanmendapatkan kapasitas
koneksi yang banyak serta kecepatan
akses yang tinggi.

Jurnal Sistem Telekomunikasi Menggunakan Gelombang Mikro Teknik Elektro


Juni 2014
Politeknik Negeri Malang

KESIMPULAN

b. Radio frekuensi pembawa


data yang merubah signal
microwave
c. Sistem hubungan antar
antenna

Pada sistem komunikasi gelombang


mikro baik yang bersifat tetap maupun
bergerak, gangguan terbesar adalah karena
terjadinya fading dan multipath fading
yang menyebabkan atau berpengaruh
terhadap sinyal terima karena dapat
memperkuat ataupun memperlemah level
sinyal yang tergantung besar fasa dari
resultan sinyal langsung dan sinyal tidak
langsung.
Pada komunikasi yang tetap dapat
diatasi dengan penerimaan sistem diversity,
baik dengan space
diversity
atau
frekuensi diversity.

Penggunaan aplikasi radio


microwave:
a. Jaringan
telepon
selular
:
pertimbangan
penggunaannya
dikarenakan hubungan antar cell
memerlukan pengiriman signal
secara agresif dan segera.
Penggunaan sistem ini juga
didasarkan pada ongkos biaya
yang relatif lebih murah.

Sistem transmisi gelombang mikro


bekerja pada frekuensi UHF 300 MHz-30
GHz (pada umumnya 1-3 GHz) yang
mempunyai panjang gelombang dalam
ruang bebas antara 1 cm-1 m. sinyal
gelombang mikro dipancarkan melalui
lintasan lurus dari satu titik ke titik yang
lain, dikenal dengan istilah lintasn garis
pandang atau line of sight (LOS). Stasiun
yang digunakan, baik stasium pemencar,
penerima, maupun relai ditempatkan pada
lokasi yang tinggi pada menara antena
yang tinggi pula, agar transmisi dapat
mencakup daerah LOS yang maksimum
sehingga dapat diperoleh suatu lintasan
gelombang yang bersifat langsung (direct
signal path).

b. Jaringan khusus : adalah aplikasi


penggunaan
sistem
radio
microwave dalam Local Area
Network (LAN) atau Wide Area
Network (WAN). Melalui sistem
ini maka jaringan LAN dan
WAN
akanmendapatkan
kapasitas koneksi yang banyak
serta kecepatan akses yang
tinggi.
DAFTAR PUSTAKA
Ampary, Gousda.1976. Beberapa hal yang
mempengaruhi propagasi gelombang mikro,
dalam
Gema
Telekomunikasi
No.103
Desember 1976. Bandung : Humas Kantor
Pusat PerumTelekomunikasi.

Contoh dari pemanfaatan gelombang


mikro dapat digunakan sebagai:
1. Telekomunikasi
2. Radio Microwave
Tipe komunikasi microwave radio
terdiri dari tiga bentuk sistem
yaitu:
a. Modem digital yang
terkoneksi dengan peralatan
terminal modem.

Ismail Nashrudin. 1998. Kanal Rayleigh


Fading pada Komunikasi CDMA,dalam
Elektro Indonesia,
Edisi ke Dua Belas. Maret.
Mithal K Gyanendra.1976. Element of
Electronics and Radio Engineering.Delhi :
Khana Publishers

BIOGRAFI

Jurnal Sistem Telekomunikasi Menggunakan Gelombang Mikro Teknik Elektro


Juni 2014
Politeknik Negeri Malang

Anggy Pramanta Putra, Mahasiswa


JTD Teknik Elektro, Politeknik Negeri
Malang.

Yoga Febrian Hogantara, Mahasiswa


JTD Teknik Elektro, Politeknik Negeri
Malang