Anda di halaman 1dari 2

WASPADAILAH PENYAKIT AKIBAT MENYELAM

( CAISSON DISEASE )
Oleh : dr. I komang Sri Mahendra Putra

Sebagai Negara Maritim indonesia memiliki wilayah yang sebagian besar adalah lautan,
dengan demikian banyak aktivitas masyarakat yang berhubungan dengan perairan/laut, baik
untuk kebutuhan Ekonomi, Pelayaran sampai Olah Raga dan Penelitian. Dewasa ini banyak
kegiatan yang dilakukan masyarakat maupun para kelompok Profesional untuk memanfaatkan
dan mengetahui keadaan dasar laut serta yang ada didalamnya. Dari banyak kegiatan masyarakat
yang berhubungan dengan laut kegiatan penyelaman merupakan kegiatan yang sering
dilakukan, kegiatan penyelaman ini di kalangan masyarakat awam atau Nelayan sering mereka
lakukan untuk mencari ikan, atau mencari hasil laut lainnya. Kegiatan yang mereka lakukan ini
kadang tidak mereka sadari sering menimbulkan masalah pada kesehatannya, mereka kurang
memperhatikan akibat-akibat yang di timbulkan terutama yang menyangkut kesehatannya
Banyak para nelayan atau penyelam mengeluh perasaan tidak enak, keram-keram pada kaki
bahkan sampai kelumpuhan dan kematian yang mereka alami. Mereka tidak menyadari bahwa
semua keluhan itu adalah sebagai komplikasi penyelaman yang mereka lakukan yang di sebut
Penyakit Decompresi atau Caisson Disease (CD). Penyakit Decompresi atau Caisson Disease
merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh pelepasan dan pengembangan gelembunggelembung gas dari Fase larut dalam darah/jaringan akibat penurunan tekanan sekitar. Penyakit
Dekompresi pertama kali dipublikasikan oleh Triger (Perancis, 1845) yang merupakan penyakit
yang ditemukan pada pekerja-pekerja caison (ruang yang terbuka bagian bawahnya) yang
membuat terowongan di bawah air. Keluhan Penyakit Decompresi ini dapat di kategorikan
menjadi beberapa kelompok sesuai dengan derajat keparahan penyakit yang di timbulkan , yaitu :
Tipe I.
Keluhan pada kelompok ini relatif ringan dan sering diabaikan oleh para penyelam sehingga
mereka jarang mengutarakan keluhannya ini pada tenaga kesehatan, adapun keluhan yang sering
timbul adalah :
Nyeri terutama di daerah persendian anggota gerak terutama persendian tangan dan kaki
Gatal-gatal dan bercak-bercak pada kulit
Nyeri dan pembengkakan pada jaringan lunak tubuh seperti otot, payudara dan kelenjar-kelenjar
tubuh.
Rasa letih, perasaan tidak nyaman, disertai mual-muntah .
Tipe II
Gejala dan keluhan yang tibul lebih serius, di antaranya yang berhubungan dengan Sisten Saraf
Pusat dan Tepi;
Gejala-Gejala yang berhubungan dengan kerusakan pada Otak : Gangguan berbicara, gangguan
penglihatan, gangguan saraf-saraf otak, kelumpuhan pada kaki atau sebagian tubuh,nyeri kepala
hebat, kejang-kejang sampai hilang kesadaran.
Gangguan atau kerusakan pada otak kecil : gangguan gerak, penderita akan mengalami gangguan
dalam melakukan aktivitas karena kerusakan sisten saraf dan otot yang berfungsi melakukan
gerak. Gerakan menjadi gemetar dan otot-otot menjadi lemah dan kurang terkoordinasi
gerakannya.

http://dokterneuro.blogspot.com/2013/03/caisson-disease.html

Gangguan pada Medula/Tulang belakang : rasa kesemutan - lemah pada tangan dan kaki serta
gangguan buang air pada pasaien.
Di samping itu keluhan yang berhubungan dengan dengan sistem lain seperti jantung, paru dan
pencernaan sering juga di keluhkan seperti ;
Nyeri dada saat bernafas, sesak nafas dan batuk-batuk.
Mual-mual, muntah, perut rasa kram dan diare, muntah darah sampai berak darah.
Komplikasi pada telinga seperti rasa penuh pada liang telinga dan tuli
Dan apabila gelembung-gelembung gas sudah masuk ke seluruh peredaran darah, pasien bisa
jatuh dalam keadaan tidak sadar-syok yang bisa menyebabkan kematian..
Untu menghindari dan meminimalisir penyakit akibat menyelam ini ada beberapa hal yang mesti
diperhatikan
1. Rencanakan kegiatan menyelam anda. Persiapkan semua peralatan yang di perlukan serta siap
secara fisik dan mental
2. Gunakan alat yang tepat. Cara yang mudah adalah dengan menggunakan komputer menyelam
untuk mengetahui kadar eksposur nitrogen dalam tubuh.
3. Periksaa alat pengukur anda. Saat menyelam anda harus sering melihat alat pengukur anda
sehingga anda tahu kedalaman, kadar oksigen anda. Kecelakaan sering terjadi karena penyelam
sering mengabaikan hal ini.
4. Tinggal dalam batas-batas. Pastikan kedalaman yang aman bagi kegiatan menyelam anda.
Untuk kegiatang diving rekreasi batas-batas aman tidak melebihi 135 meter.
5. Mendaki perlahan-lahan. Ketika naik ke permukaan lakukan dengan perlahan-lahan, tidak
naik lebih cepetdari 10 meter per 10 detik.
6. Selalu melakukan berhenti keselamatan. Berhenti keselamatan 3 menit adalah penting untuk
memungkinkan Nitrogen meninggalkan tubuh anda secara aman. Selalu melakukan berhenti
keselamatan di 15 kaki selama tiga menit.
Bila hal-hal itu telah di lakukan dan timbul gejala seperti yang telah di terangkan , maka
sebaiknya periksakan diri ke tenaga kesehatan untuk menghindari komplikasi-komplikasi berat
yang bisa terjadi.

http://dokterneuro.blogspot.com/2013/03/caisson-disease.html