Anda di halaman 1dari 2

Definisi Nilai Wajar Sesuai dengan PSAK 68

Harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk
mengalihkan

suatu

liabilitas

dalam transaksi

teratur antarapelaku

pasar pada tanggal

pengukuran
Dalam definisi nilai wajar yang baru, secara tegas disebutkan bahwa yang digunakan adalah harga
keluaran (exit price) dan bukan harga transaksi atau harga masukan (entry price) walaupun
kebanyakan harga transaksi juga merupakan harga keluaran. Harga transaksi dianggap sebagai
harga keluaran kecuali:
1.

Transaksi terjadi di pasar yang berbeda

2.

Transaksi untuk unit akun yang berbeda

3.

Penjual dalam kondisi keterpaksaan

4.

Transaksi antara pihak yang berelasi

PSAK 68 mementingkan harga yang terjadi antara pelaku pasar, yang perlu
diperhatikan adalah pasar yang seperti apa? Pelaku pasar yang seperti apa? Dan
bagaimana memilih harga yang terjadi di pasar karena bisa saja ada berbagai
macam harga transaksi yang terjadi.

Pasar dijelaskan dalam PSAK 68 sebagai pasar utama dan pasar yang paling
menguntungkan. Dalam kenyataannya menentukan pasar ini tidak mudah. Produk
pertanian misalnya, pasar utama mangga arum manis bisa jadi di Probolinggo
sebagai sentra pusat pertanian mangga, namun pasar mangga yang paling
menguntungkan bisa saja di Jakarta karena marginnya lebih tinggi. Pengguna harus
mempertimbangkan biaya-biaya transportasi juga untuk menggunakan pasar yang
paling menguntungkan.

Pelaku pasar yang dimaksud adalah market participants dan bukan transaksi antara
dua belah pihak. Harga yang terjadi antara dua belah pihak bisa saja lebih murah
(mungkin karena pihak berelasi), namun harga yang terjadi antara pelaku pasarlah
yang dianggap sebagai nilai wajar walaupun harganya berbeda dengan harga
transaksi.

PSAK 68 juga menekankan bila banyak harga di pasar maka yang dipakai adalah
harga yang mencerminkan penggunaan tertinggi dan terbaik. Ketua DSAK dalam
kegiatan PPL acara HUT IAI di Surabaya desember lalu memberikan contoh
mengenai pengukuran nilai tanah dan gedung. Bila kita berniat membeli tanah
untuk tujuan membangun gudang, namun di lokasi dimana tanah tersebut biasanya
untuk membangun apartemen, maka harga yang dipakai adalah harga bila tanah
tersebut dipakai untuk membangun apartemen karena harganya akan lebih mahal.
Bagaimana bila harga pasar tidak tersedia?

Tidak semua aset memiliki harga pasar yang aktif. Bagaimana bila aset tersebut
tidak memiliki pasar aktif namun tetap harus diukur sesuai dengan nilai wajar? Apa
yang harus dilakukan?

Harga pasar aktif (quoted market price) adalah nilai wajar terbaik menurut PSAK 68,
yakni memenuhi hirarki tertinggi (level 1). Namun bila pasar aktif tidak tersedia,
maka hirarki nilai wajar PSAK 68 mengijinkan turun ke pengukuran level 2 atau
bahkan ke level 3 (yang terendah). Level 2 menggunakan harga input berupa harga
transaksi aset serupa yang mirip, atau harga kuotasian aset identik di pasar yang
tidak aktif, atau harga input lainnya yang masih bisa diobservasi.

Sedangkan pengukuran nilai wajar level 3 menggunakan harga input yang tidak lagi
bisa diobservasi. Level 3 ini yang biasanya menggunakan teknik-teknik penilaian
seperti misalnya dengan discounted cash flow dengan menggunakan arus kas
proyeksi dari aset yang diukur selama umur ekonomis aset. Pengukuran dengan
level 3 ini tentunya lebih subjektif daripada level 1 dan level 2 karena banyak
asumsi dalam pengukurannya. Dengan demikian maka pengungkapan yang
disyaratkan juga lebih banyak bila perusahaan menggunakan pengukuran level 3.

Bila perusahaan menggunakan teknik penilaian nilai wajar level 3, nilai input dan
asumsi-asumsi yang digunakan harus diungkapkan secara lebih rinci. Perusahaan
juga harus menjelaskan langkah-langkah proses penilaian yang dilakukan dengan
nilai input tersebut. Analisis sensitivitas juga harus dibuat oleh perusahaan dalam
pengungkapan. Diskusi narasi tentang analisis sensitivitas tentang perubahan nilai
masukan tak terobservasi (Unobservable inputs) termasuk hubungan antar nilainilai masukan tersebut yang dapat mempengaruhi pengukuran.