Anda di halaman 1dari 13

Sistem Penerangan dan Armatur

Instalasi Listrik Penerangan

Rizqi Dwi Cahyo


(6314010020)
T. Elektro / T. Listrik Industri

Politeknik Negeri Jakarta Bekerja Sama Dengan BBPLKLN Cevest


Jl. Guntur Raya No.1 Kayu Ringin Jaya Bekasi, Jawa Barat, 17144
Telp. 02188871135 Fax. 02188976606
2015

A. Sistem penerangan
Menentuklan pencahayaan dalam ruangan rumah harus ada perhitungan dan
penempatan titik lampu yang benar, dan bila penempatannya benar akan menghindarkan
Anda dari konsumsi listrik berlebihan.
Ada dua hal yang biasanya menjadi perhatian orang saat menata pencahayaan untuk
rumah mungil, biaya dan daya. Sebelum menata pencahayaan, hal pertama yang perlu
dilakukan, adalah menghitung alokasi daya untuk pencahayaan.
Besar alokasi daya untuk pencahayaan di suatu ruangan dipengaruhi oleh banyaknya
aktivitas di ruangan tersebut. Kita ambil contoh ruangan seluas 20m, yang dimanfaatkan
untuk ruang keluarga dan ruang makan. Katakanlah daya yang dialokasikan adalah 300 watt.
Besar daya 300 watt tadi, lanjutnya, kemudian dibagi untuk tiap fungsi ruang, ruang
keluarga dan ruang makan, masing-masing mendapat alokasi daya sebesar 150 watt. Daya
yang sudah dialokasikan tadi akan dibagi lagi sesuai jumlah titik lampu, yang disesuaikan
dengan aktivitas kita di ruangan tersebut.
Setelah pembagian daya, berikutnya kita buat pengelompokan lampu. Untuk satu
ruangan biasanya dibuat dua sampai tiga kelompok lampu, yang masing-masing dikendalikan
satu stop kontak.
Misalnya, satu stop kontak mengendalikan lampu-lampu aksen, stop kontak lain dibuat
untuk mengendalikan lampu ambience. Pengelompokkan lampu akan mempermudah kita
mengendalikan lampu mana yang tetap nyala saat aktivitas di ruangan sedang, dan mana
yang tidak.
Jika di ruang keluarga aktivitas sedang tinggi, dan lampu menyala semua, artinya daya
yang dgunakan adalah 150 watt, usahakan daya yang dihabiskan untuk pencahayaan ruang
makan lebih rendah, 50 watt misalnya.
Dengan cara mematikan sebagian kelompok lampu yang tidak terlalu diperlukan,
lampu-lampu aksen misalnya. Sebaliknya pun demikian. Jika di ruang makan, aktivitas
sedang tinggi, matikan lampu-lampu yang tidak diperlukan di ruang keluarga.
Bagaimana jika aktivitas di kedua ruangan sedang sama tinggi? Tetap jaga jangan
sampai seluruh alokasi daya dihabiskan. Bisa kita buat seimbang masing-masing 100 watt,
misalnya. Caranya tetap sama, yaitu dengan mematikan kelompok lampu yang tidak
diperlukan.

Sistem dan Standar Pencahayaan Ruang


Untuk mendapatkan pencahayaan yang sesuai dalam suatu ruang, maka diperlukan
sistem pencahayaan yang tepat sesuai dengan kebutuhannya. Sistem pencahayaan di ruangan
penyebaran cahayanya tergantung pada konstruksi armatur, berikut macam macam sistem
pencahayaan berdasarkan sifat penerangannya:

a. Sistem Pencahayaan Langsung (direct lighting)


Pada sistem ini 90-100% cahaya diarahkan secara langsung ke benda yang perlu
diterangi. Sistm ini dinilai paling efektif dalam mengatur pencahayaan, tetapi ada
kelemahannya karena dapat menimbulkan bahaya serta kesilauan yang mengganggu, baik
karena penyinaran langsung maupun karena pantulan cahaya. Untuk efek yang optimal,
disarankan langi-langit, dinding serta benda yang ada didalam ruangan perlu diberi warna
cerah agar tampak menyegarkan.
b. Pencahayaan Semi Langsung (semi direct lighting)
Pada sistem ini 60-90% cahaya diarahkan langsung pada benda yang perlu
diterangi, sedangkan sisanya dipantulkan ke langit-langit dan dinding. Dengan sistem ini
kelemahan sistem pencahayaan langsung dapat dikurangi. Diketahui bahwa langit-langit
dan dinding yang diplester putih memiliki effiesiean pemantulan 90%, sedangkan apabila
dicat putih effisien pemantulan antara 5-90%
c. Sistem Pencahayaan Difus (general diffus lighting)
Pada sistem ini setengah cahaya 40-60% diarahkan pada benda yang perlu disinari,
sedangka sisanya dipantulka ke langit-langit dan dindng. Dalam pencahayaan sistem ini
termasuk sistem direct-indirect yakni memancarkan setengah cahaya ke bawah dan
sisanya keatas. Pada sistem ini masalah bayangan dan kesilauan masih ditemui.
d. Sistem Pencahayaan Semi Tidak Langsung (semi indirect lighting)
Pada sistem ini 60-90% cahaya diarahkan ke langit-langit dan dinding bagian atas,
sedangkan sisanya diarahkan ke bagian bawah. Untuk hasil yang optimal disarankan
langit-langit perlu diberikan perhatian serta dirawat dengan baik. Pada sistem ini masalah
bayangan praktis tidak ada serta kesilauan dapat dikurangi.
e. Sistem Pencahayaan Tidak Langsung (indirect lighting)
Pada sistem ini 90-100% cahaya diarahkan ke langit-langit dan dinding bagian atas
kemudian dipantulkan untuk menerangi seluruh ruangan. Agar seluruh langit-langit dapat
menjadi sumber cahaya, perlu diberikan perhatian dan pemeliharaan yang baik.
Keuntungan sistem ini adalah tidak menimbulkan bayangan dan kesilauan sedangkan
kerugiannya mengurangi effisien cahaya total yang jatuh pada permukaan kerja.
Banyak faktor risiko di lingkungan kerja yang mempengaruhi keselamatan dan
kesehatan pekerja salah satunya adalah pencahayaan. Menurut Keputusan Menteri Kesehatan
No.1405 tahun 2002, pencahayaan adalah jumlah penyinaran pada suatu bidang kerja yang

diperlukan untuk melaksanakan kegiatan secara efektif. Pencahayaan minimal yang


dibutuhkan menurut jenis kegiatanya seperti berikut:
Tingkat Pencahayaan Lingkungan Kerja
TINGKAT
JENIS KEGIATAN
PENCAHAYAAN
KETERANGAN
MINIMAL (LUX)
Ruang penyimpanan & ruang
Pekerjaan kasar dan
100
peralatan/instalasi yang memerlukan
tidak terus menerus
pekerjaan yang kontinyu
Pekerjaan kasar dan
200
Pekerjaan dengan mesin dan perakitan kasar
terus menerus
Ruang administrasi, ruang kontrol, pekerjaan
Pekerjaan rutin
300
mesin & perakitan/penyusun
Pembuatan gambar atau bekerja dengan
Pekerjaan agak halus
500
mesin kantor, pekerjaan pemeriksaan atau
pekerjaan dengan mesin
Pemilihan warna, pemrosesan teksti,
Pekerjaan halus
1000
pekerjaan mesin halus & perakitan halus
Mengukir dengan tangan, pemeriksaan
1500
Pekerjaan amat halus Tidak menimbulkan
pekerjaan mesin dan perakitan yang sangat
bayangan
halus
3000
Pemeriksaan pekerjaan, perakitan sangat
Tidak menimbulkan
Pekerjaan terinci
halus
bayangan
Industri di Asia mengklasifikasikan kebutuhan tingkat pencahayaan ruang tergantung area
kegiatannya, seperti berikut:

Keperluan
Pencahayaan Umum
untuk ruangan dan
area
yang jarang
digunakan
dan/atau tugas-tugas
atau
visual sederhana

Kebutuhan Pencahayaan Menurut Area Kegiatan


Pencahayaan
Contoh Area Kegiatan
(LUX)
Layanan penerangan yang minimum dalam
20
area sirkulasi luar ruangan, pertokoan didaerah
terbuka, halaman tempat penyimpanan
50
Tempat pejalan kaki & panggung
70
Ruang boiler
100
Halaman Trafo, ruangan tungku, dll.
Area sirkulasi di industri, pertokoan dan
150
ruangpenyimpan.

Pencahayaan
(LUX)

Keperluan

200
300

Pencahayaan umum
untuk interior

450

1500

Pencahayaan
tambahan setempat
untuk tugas visual
yang tepat

3000

Contoh Area Kegiatan


Layanan penerangan yang minimum dalam
tugas
Meja & mesin kerja ukuran sedang, proses
umum dalam industri kimia dan makanan,
kegiatan membaca dan membuat arsip.
Gantungan baju, pemeriksaan, kantor untuk
menggambar, perakitan mesin dan bagian yang
halus, pekerjaan warna, tugas menggambar
kritis.
Pekerjaan mesin dan diatas meja yang sangat
halus, perakitan mesin presisi kecil dan
instrumen; komponen elektronik, pengukuran &
pemeriksaan bagian kecil yang rumit (sebagian
mungkin diberikan oleh tugas pencahayaan
setempat)
Pekerjaan berpresisi dan rinci sekali, misal
instrumen yang sangat kecil, pembuatan jam
tangan, pengukiran

Penerangan untuk membaca dokumen lebih tinggi dari pada penerangan untuk melihat
komputer, karena tingkat penerangan yang dianjurkan untuk pekerja dengan komputer tidak
dapat berdasarkan satu nilai dan sampai saat ini masih kontroversial. Grandjean menyusun
rekomendasi tingkat penerangan pada tempat-tempat kerja dengan komputer berkisar antara
300-700 lux seperti berikut.
Rekomendasi Tingkat Pencahayaan Pada Tempat Kerja Dengan Komputer
Keadaan Pekerja

Tingkat Pencahayaan (lux)

Kegiatan Komputer dengan sumber dokumen yang


terbaca jelas
300
Kegiatan Komputer dengan sumber dokumen yang 400-500
tidak terbaca jelas
500-700
Tugas memasukan data

B. Armature (Luminaire)
Armature (luminaire) dimaksudkan untuk mengontrol distribusi cahaya dari sebuah
lampu dan juga melindungi lampu serta penyambungan rangkaian ke sumber.
Klasifikasi armatur lampu dapat dibagi menurut beberapa cara, yaitu :
1. Berdasarkan sifat penerangannya
a.
Penerangan langsung
b.
Terutama penerangan langsung
c.
Penerangan difus
d.
Terutama penerangan tak langsung
e.
Penerangan tak langsung
2. Berdasarkan konstruksinya
a.
Armatur biasa
b.
Armatur kedap tetesan air
c.
Armatur kedap air
d.
Armatur kedap letupan debu
e.
Armatur kedap letusan gas
3. Berdasarkan penggunaaanya
a.
Armatur untuk penerangan dalam
Berbagai jenis dan bentuk armature untuk penerangan dalam (kantor) diantaranya
adalah :
1) Armatur Tipe TBS 300
Armatur dengan kode TBS 300 digunakan untuk penerangan dalam di kantor-kantor
dan gedung-gedung pertemuan. Bentuknya sangat dekoratif dan terdiri dari berbagai
model. Lampu yang dipakai adalah TL 40 watt, TLD 36 watt, TLDHF 1836 watt.
Rumah lampu ini terbuat dari galvanises sheet steel. Reflektor terbuat dari glass-fibre
reinforced polyester. Disamping itu armatur ini dilengkapi cermin. Adapun bentuk
konstruksi armatir tipe TBS 300 dapat dilihar gambar berikut.

Gambar 1. Konstruksi Armatur Tipe TBS 300.

2) Armatur Tipe TCS


Armatur tipe TCS dapat digunakan untuk kantor dengan lampu TLD, TLDHF
(lampu TL hemat energi dengan ballast elektronik) dengan bermacam- macam daya.
Rumah armatur terbuat dari glass-fibre reinforced polyester. Reflektor terbuat dari
bahan white glass-fibre reinforced polyester. Adapun bentuk konstruksi armatur ini
dapat dilihat dari gambar.

Gambar 2. Konstruksi Armatur Tipe TCS

3) Armatur Tipe TCW


Armatur tipe ini juga digunakan untuk penerangan dalam di industri- industri.
Lampu yang digunakan pada armatur adalah TLD. Rumah-rumah armatur terbuat
dari glass fibre reinforced pressed polyester. Konstruksi armatur dapat dilihat seperti
gambar.

Armatur Tipe TCW

4) Armatur Tipe SDK


Armatur ini umumnya digunakan untuk penerangan dalam di industri - industri.
Bentuknya hampir sama dengan armatur tipe MDK dan HDK. Lampu yang dipakai
pada armatur ini adalah lampu sodium dan lampu mercury.
Rumahnya terbuat dari bahan phenal formaldehyde, reflektor armatur dari vitrous
enamelled. Bentuk konstruksi armatur ini dapat dilihat seperti gambar.

Konstruksi Armaur Tipe SDK 900

b.

Armatur untuk penerangan luar

Berbagai bentuk dan jenis konstruksi armature untuk penerangan luar (outdoor)
dijelaskan seperti berikut.
1) Armatur Jenis XRC
Armatur dengan kode XRC digunakan untuk penerangan jalan, lingkungan
pemukiman. Lampu yang dapat dipasang pada armatur jenis ini adalah lampu
sodium tekanan rendah (SOX) lengkap dengan ballast, kapasitor dan ignitor.

Tutup lampu terbuat dari bahan methacrylate bening. Reflektor terbuat dari
anodised aluminium murni. Bagian luar terbuat dari stainless steel dan aluminium.
2) Armatur Jenis HRC & SRC
Armatur jenis HRC dan SRC dapat digunakan untuk penerangan jalan dan
penerangan pusat perdagangan. Pada armatur HRC dapat dipasang lampu mercury
vapour flouresent (HPLN) lengkap dengan ballast dan kapasitor. Jenis SRC dapat
dipakai lampu sodium tekanan tinggi sampai 400 Watt.
Rumah lampu ini sangat ringan terbuat dari bahan glass-fibre-reinforced berwarna
kelabu muda. Penutup lampu terbuat dari bahan methacrilate bening. Reflektor dari
bahan luar terbuat dari bahan stainless steel dan aluminium. Bentuk konstruksi
armatur HRC dan SRC seperti gambar.

Armatur HRC dan SRC

3) Armatur Jenis TRC


Armatur TRC digunakan untuk penerangan jalan di lingkungan pemukiman dan
dapat dipakai lampu flouresent (TLD) 2 buah. Penutup lampu terbuat dari fibre-glassreinforced yang ringan. Penutup lampu terbuat dari methacrylate bening dan bahan
logam bagian luar terbuat dari stainless steel.
4) Armatur Jenis HDC
Armatur jenis ini digunakan untuk penerangan jalan yang dipasang di tengahtengah jalan secara menggantung. Dapat dipakai lampu mercury dan lampu
sodium tekanan tinggi. Rumah lampu terbuat dari bahan polyester warna hitam. Tutup
terbuat dari bahan acrylic prismatic. Gasket antara housing dan tutup untuk menjaga
agar kedap debu dan air hujan.
5) Armatur Jenis QVF

Armatur jenis QVF dapat digunakan untuk penerangan olahraga, papan reklame,
penyorotan patung-patung, monumen, tempat parkir, pekerjaan konstruksi dan lampu
sorot gedung. Lampu yang dipakai adalah lampu halogen dengan daya 300 W, 500W,
1000W dan 1500 W.
Konstruksi armatur terbuat dari bahan aluminium cetak kualitas tinggi yang sangat
tahan terhadap karat. Kaca depan terbuat dari bahan khusus yang tahan terhadap panas
dan benturan. Adapun konstruksi armatur ini adalah :

Armatur Jenis QVF


6) Armatur Jenis MVF
Armatur jenis MVF digunakan untuk penerangan olahraga, stadion, lampu
sorot bangunan, dan penerangan pelabuhan. Lampu yang dipakai adalah lampu sodium
dan lampu meral halide (SON-T/ HPI-T).
Konstruksi lampu terbuat dari aluminium cetak murni. Reflektor dari aluminium
dengan khusu. Adapun bentuk konstruksi armature jenis MVF adalah :

Armatur Jenis MVF


7) Armatur Jenis HNF / MNF
Armatur lampu sorot jenis HNF dan MNF dipakai untuk penerangan olahraga,
penerangan papan reklame, lampu sorot bangunan, penerangan tempat- tempat umum
dan persimpangan jalan. Pancaran lampu ini terbagi atas dua bagian yaitu narrow
beam (pancaran sempit) dan pancaran lebar ( wide beam).

Rumah lampu dan tutup lampu bagian belakang terbuat dari aluminium. Reflektor
terbuat dari aluminium kualitas tinggi. Pada umumnya semua jenis lampu sorot terbuat
dari bahan aluminium dengan kualitas tinggi, karena armatur jenis ini harus tahan
terhadap perubahan cuaca. Untuk lebih jelasnya konstruksi armatur jenis HNF dan
MNF lihat gambar berikut.

Armatur Jenis HNF dan MNF


8) Armatur Jenis HGC
Armatur ini digunakan untuk lampu taman berbentuk bolloard yang dirancang
untuk lampu-lampu SL, lampu pijar. Lampu taman jenis ini terdiri dari tiga komponen
utama yaitu rumah komponen, tutup lampu dan tutup atas.
Rumah komponen dan tutup atas terbuat dari bahan fiber glass anti pecah yang
dilapisi anti karat. Tutup lampu terbuat dari polycarbonate bening yang tahan terhadap
benturan dan radiasi ultravioled serta dilengkapi dengan louvre aluminium sebagai
pencegah silau.
Untuk menjadikan lampu ini kedap air hujan dan kedap debu, maka digunakan
sealing riang pada baut pengancing dan silicane seal diantara tutup atas dan cube.
c.
Armatur penerangan industry
d.
Armatur penerangan dekorasi
e.
Armatur yang ditanam di dinding atau langit-langit
f.
Armatur yang tidak ditanam di dinding atau langit-langit

4.

Berdasarkan bentuknya
a.
b.
c.

Armatur balon
Armatur pinggang
Armatur rok

Armatur rok
d.
e.

Armatur gelang
Armatur pancaran lebar

Armatur pancaran lebar


f.

Armatur pancaran terbatas

Armatur pancaran terbatas


g.
h.

Armatur kandil
Armatur palung

Armatur palung

5.

Berdasarkan cara pemasangannya


a.
b.
c.
d.
e.
f.

Armatur langit-langit
Armatur dinding
Armatur gantung
Armatur gantung memakai pipa
Armatur gantung memakai kabel
Armatur berdiri

Anda mungkin juga menyukai