Anda di halaman 1dari 23
ANALISIS INSTRUMEN
ANALISIS INSTRUMEN
ANALISIS INSTRUMEN SPEKTROSKOPI UV-VIS Oleh: SUSILA KRISTIANINGRUM & Siti Marwati siti_marwati@uny.ac.id
SPEKTROSKOPI UV-VIS
SPEKTROSKOPI UV-VIS
Oleh: SUSILA KRISTIANINGRUM & Siti Marwati
Oleh:
SUSILA KRISTIANINGRUM & Siti Marwati
siti_marwati@uny.ac.id
siti_marwati@uny.ac.id

Spektroskopi UV-Vis

Analisis Instrumen

Transmitansi P P 0 Absorbansi T  100 TRANSMITANSI DAN ABSORBANSI P = kekuatan (intensitas)

Transmitansi

P

P

0

Absorbansi

Transmitansi P P 0 Absorbansi T  100 TRANSMITANSI DAN ABSORBANSI P = kekuatan (intensitas) sinar

T

100

Transmitansi P P 0 Absorbansi T  100 TRANSMITANSI DAN ABSORBANSI P = kekuatan (intensitas) sinar
Transmitansi P P 0 Absorbansi T  100 TRANSMITANSI DAN ABSORBANSI P = kekuatan (intensitas) sinar
Transmitansi P P 0 Absorbansi T  100 TRANSMITANSI DAN ABSORBANSI P = kekuatan (intensitas) sinar

TRANSMITANSI DAN ABSORBANSI

P 0 Absorbansi T  100 TRANSMITANSI DAN ABSORBANSI P = kekuatan (intensitas) sinar diteruskan P

P = kekuatan (intensitas) sinar diteruskan P 0 = kekuatan (intensitas) sinar datang

Pada kenyataannya, P 0 sulit untuk diukur. Yg diukur adalah P solvent (intensitas sinar yg melewati sel berisi pelarut), sehingga:

(intensitas sinar yg melewati sel berisi pelarut), sehingga: A =  log T =  log

A

=  log

T

=  log

P

P

= log

P Solvent

= log

1

P

T

Solution

Solution

Solvent

 log T =  log P P = log P Solvent = log 1 P
 log T =  log P P = log P Solvent = log 1 P
 log T =  log P P = log P Solvent = log 1 P
 log T =  log P P = log P Solvent = log 1 P

T =

dan

%T

=

= log P Solvent = log 1 P T Solution Solution Solvent T = dan %T

~ SS ~

Spektroskopi UV-Vis

Analisis Instrumen

HUKUM LAMBERT-BEER

Spektroskopi UV-Vis Analisis Instrumen HUKUM LAMBERT-BEER Jumlah radiasi yang diserap proporsional dengan ketebalan sel
Spektroskopi UV-Vis Analisis Instrumen HUKUM LAMBERT-BEER Jumlah radiasi yang diserap proporsional dengan ketebalan sel

Jumlah radiasi yang diserap proporsional dengan ketebalan sel ( b ), konsentrasi analit ( c ), dan koefisien absorptivitas molekuler ( ketebalan sel (b), konsentrasi analit (c), dan koefisien absorptivitas molekuler (a) dari suatu spesi (senyawa) pada suatu panjang gelombang.

a ) dari suatu spesi (senyawa) pada suatu panjang gelombang. Jika konsentrasi ( c ) diekspresikan

Jika konsentrasi (c ) diekspresikan sebagai molaritas c) diekspresikan sebagai molaritas

Jika konsentrasi ( c ) diekspresikan sebagai molaritas (mol/L) dan ketebalan sel ( b ) dinyatakan

(mol/L) dan ketebalan sel (b) dinyatakan dalam centimeter (cm), koefisien absorptivitas molekuler (a) disebut koefisien ekstingsi molar (ε) dan memiliki satuan [L/(mol.cm)]

ekstingsi molar ( ε ) dan memiliki satuan [L/(mol.cm)] Untuk campuran, Hk. Lambert-Beer bersifat aditif. =

Untuk campuran, Hk. Lambert-Beer bersifat aditif.ekstingsi molar ( ε ) dan memiliki satuan [L/(mol.cm)] = A + A + A +

= A + A + A + A A Total 1 2 3 n or
=
A
+
A
+
A
+
A
A Total
1
2
3
n
or
=
b c
+
b c
+
b c
+
b c
A Total
1
1
1
2
2
2
3
3
3
n n
n

~ SS ~

Spektroskopi UV-Vis

Analisis Instrumen

Asumsi: 1. 2. 3. 4. 5. HUKUM LAMBERT-BEER Radiasi sinar datang harus monokromatis. Spesi penyerap

Asumsi:

1.

2.

3.

4.

5.

Asumsi: 1. 2. 3. 4. 5. HUKUM LAMBERT-BEER Radiasi sinar datang harus monokromatis. Spesi penyerap (molekul,

HUKUM LAMBERT-BEER

HUKUM LAMBERT-BEER
HUKUM LAMBERT-BEER

Radiasi sinar datang harus monokromatis.

Spesi penyerap (molekul, atom, ion, dll) independen satu sama lain.

Radiasi sinar datang merupakan berkas paralel yang tegak lurus dengan permukaan media penyerap.

Radiasi sinar melintasi media penyerap dengan panjang yang sama.

Media penyerap homogen dan tidak menyebabkan penghamburan sinar.

6. Radiasi sinar datang mempunyai intensitas yang tidak terlalu besar

yang menyebabkan efek saturasi.

penghamburan sinar. 6. Radiasi sinar datang mempunyai intensitas yang tidak terlalu besar yang menyebabkan efek saturasi.
penghamburan sinar. 6. Radiasi sinar datang mempunyai intensitas yang tidak terlalu besar yang menyebabkan efek saturasi.

~ SS ~

Spektroskopi UV-Vis

Analisis Instrumen

Contoh: b = 0.1 cm, A = 0.820 A = 0.041 LIMITASI HUKUM LAMBERT-BEER Menurut
Contoh:
Contoh:

Contoh:

Contoh: b = 0.1 cm, A = 0.820 A = 0.041 LIMITASI HUKUM LAMBERT-BEER Menurut Hk.

b = 0.1 cm,

A = 0.820

A = 0.041

b = 0.1 cm, A = 0.820 A = 0.041
b = 0.1 cm, A = 0.820 A = 0.041

LIMITASI HUKUM LAMBERT-BEER

Menurut Hk. Lambert-Beer, A berbanding lurus dengan panjang lintasan ( b) dan konsentrasi ( c ) , sehingga:

1. A tidak mempunyai limitasi terkait dengan b.

Gunakan sel yang tipis untuk sampel dengan konsentrasi tinggi.

Gunakan sel yang tebal untuk sampel dengan konsentrasi rendah.

Jika A = 0.410 dalam kuvet ( b = 1.0 cm) Sehingga jika: b =
Jika A = 0.410 dalam kuvet ( b = 1.0 cm)
Sehingga jika: b = 2.0 cm,
tebal untuk sampel dengan konsentrasi rendah . Jika A = 0.410 dalam kuvet ( b =
tebal untuk sampel dengan konsentrasi rendah . Jika A = 0.410 dalam kuvet ( b =

~ SS ~

Spektroskopi UV-Vis

Analisis Instrumen

Spektroskopi UV-Vis Analisis Instrumen LIMITASI HUKUM LAMBERT-BEER 2. Chemical Deviation A berbanding lurus dengan
Spektroskopi UV-Vis Analisis Instrumen LIMITASI HUKUM LAMBERT-BEER 2. Chemical Deviation A berbanding lurus dengan

LIMITASI HUKUM LAMBERT-BEER

2. Chemical Deviation

Instrumen LIMITASI HUKUM LAMBERT-BEER 2. Chemical Deviation A berbanding lurus dengan konsentrasi ( c ) ,

A berbanding lurus dengan konsentrasi ( c ), kecuali:

untuk konsentrasi yang terlalu tinggi atau jika terjadi reaksi kimia

Biasanya, A menjadi nonlinier jika c > 0.10 M  Pada konsentrasi diatas 0.10 M,
Biasanya, A menjadi nonlinier jika c > 0.10 M
 Pada konsentrasi diatas 0.10 M, jarak antar molekul analit menjadi
cukup dekat, yang mempengaruhi distribusi muatan, sehingga
mengubah cara molekul melakukan serapan (mengubah ).
a.
a.
b. A menjadi nonlinier jika terjadi reaksi kimia.  Jika analit mengalami assosiasi, dissosiasi atau
b. A menjadi nonlinier jika terjadi reaksi kimia.
 Jika analit mengalami assosiasi, dissosiasi
atau bereaksi dengan pelarut atau komponen
lain dalam larutan, penyimpangan Hk.
Lambert-Beer akan terjadi.
atau bereaksi dengan pelarut atau komponen lain dalam larutan, penyimpangan Hk. Lambert-Beer akan terjadi. ~ SS
atau bereaksi dengan pelarut atau komponen lain dalam larutan, penyimpangan Hk. Lambert-Beer akan terjadi. ~ SS

~ SS ~

Spektroskopi UV-Vis

Analisis Instrumen

Spektroskopi UV-Vis Analisis Instrumen LIMITASI HUKUM LAMBERT-BEER 3. Instrumental Deviation a. Efek Radiasi Polikromatik
Spektroskopi UV-Vis Analisis Instrumen LIMITASI HUKUM LAMBERT-BEER 3. Instrumental Deviation a. Efek Radiasi Polikromatik

LIMITASI HUKUM LAMBERT-BEER

3. Instrumental Deviation

a. Efek Radiasi Polikromatik Idealnya, monokromator akan melewatkan radiasi monokromatis, tetapi kenyataannya
a. Efek Radiasi Polikromatik
Idealnya, monokromator akan melewatkan radiasi
monokromatis, tetapi kenyataannya monokromator akan
melewatkan radiasi berupa pita. Bandwidth spektrometer
akan mempengaruhi linieritas Hk. Lambert-Beer.
Pengukuran dilakukan pada  max untuk memperkecil error.
akan mempengaruhi linieritas Hk. Lambert-Beer. Pengukuran dilakukan pada  max untuk memperkecil error. B A ~

B

A

akan mempengaruhi linieritas Hk. Lambert-Beer. Pengukuran dilakukan pada  max untuk memperkecil error. B A ~

~ SS ~

Spektroskopi UV-Vis

Analisis Instrumen

Spektroskopi UV-Vis Analisis Instrumen LIMITASI HUKUM LAMBERT-BEER 3. Instrumental Deviation a. Hamburan cahaya ~ SS ~
Spektroskopi UV-Vis Analisis Instrumen LIMITASI HUKUM LAMBERT-BEER 3. Instrumental Deviation a. Hamburan cahaya ~ SS ~

LIMITASI HUKUM LAMBERT-BEER

3. Instrumental Deviation

a. Hamburan cahaya
a. Hamburan cahaya
Spektroskopi UV-Vis Analisis Instrumen LIMITASI HUKUM LAMBERT-BEER 3. Instrumental Deviation a. Hamburan cahaya ~ SS ~

~ SS ~

Spektroskopi UV-Vis

Analisis Instrumen

INSTRUMENTASI

Spektroskopi UV-Vis Analisis Instrumen INSTRUMENTASI Menurut konfigurasinya, dibagi dalam: 1. Single Beam 2. Double Beam
Spektroskopi UV-Vis Analisis Instrumen INSTRUMENTASI Menurut konfigurasinya, dibagi dalam: 1. Single Beam 2. Double Beam

Menurut konfigurasinya, dibagi dalam:

1. Single Beam 2. Double Beam 3. Multi Channel
1. Single Beam
2. Double Beam
3. Multi Channel
INSTRUMENTASI Menurut konfigurasinya, dibagi dalam: 1. Single Beam 2. Double Beam 3. Multi Channel 1. Single
1. Single Beam
1. Single Beam
INSTRUMENTASI Menurut konfigurasinya, dibagi dalam: 1. Single Beam 2. Double Beam 3. Multi Channel 1. Single

~ SS ~

Spektroskopi UV-Vis

Analisis Instrumen

INSTRUMENTASI

Double-beam in time instrument

Spektroskopi UV-Vis Analisis Instrumen INSTRUMENTASI Double-beam in time instrument 2. Double Beam ~ SS ~
Spektroskopi UV-Vis Analisis Instrumen INSTRUMENTASI Double-beam in time instrument 2. Double Beam ~ SS ~
2. Double Beam
2. Double Beam
Spektroskopi UV-Vis Analisis Instrumen INSTRUMENTASI Double-beam in time instrument 2. Double Beam ~ SS ~

~ SS ~

Spektroskopi UV-Vis

Analisis Instrumen

INSTRUMENTASI

Double-beam in space instrument

Spektroskopi UV-Vis Analisis Instrumen INSTRUMENTASI Double-beam in space instrument 2. Double Beam ~ SS ~
Spektroskopi UV-Vis Analisis Instrumen INSTRUMENTASI Double-beam in space instrument 2. Double Beam ~ SS ~
2. Double Beam
2. Double Beam
Spektroskopi UV-Vis Analisis Instrumen INSTRUMENTASI Double-beam in space instrument 2. Double Beam ~ SS ~

~ SS ~

Spektroskopi UV-Vis

Analisis Instrumen

INSTRUMENTASI

Spektroskopi UV-Vis Analisis Instrumen INSTRUMENTASI 3. Multi Channel ~ SS ~
Spektroskopi UV-Vis Analisis Instrumen INSTRUMENTASI 3. Multi Channel ~ SS ~
3. Multi Channel
3. Multi Channel
Spektroskopi UV-Vis Analisis Instrumen INSTRUMENTASI 3. Multi Channel ~ SS ~

~ SS ~

Spektroskopi UV-Vis

Analisis Instrumen

INSTRUMENTASI

Spektroskopi UV-Vis Analisis Instrumen INSTRUMENTASI KOMPONEN INSTRUMENTASI SPEKTOMETER UV-VIS 1. Sumber (Source) •
Spektroskopi UV-Vis Analisis Instrumen INSTRUMENTASI KOMPONEN INSTRUMENTASI SPEKTOMETER UV-VIS 1. Sumber (Source) •

KOMPONEN INSTRUMENTASI SPEKTOMETER UV-VIS

1. Sumber (Source)
1. Sumber (Source)
KOMPONEN INSTRUMENTASI SPEKTOMETER UV-VIS 1. Sumber (Source) • Argon • Tungsten • Deuterium • Xenon 100

Argon

Tungsten

Deuterium

Xenon

100 160 nm

350 800 nm

160 360 nm

200 900 nm

~ SS ~

Spektroskopi UV-Vis

Analisis Instrumen

INSTRUMENTASI

Spektroskopi UV-Vis Analisis Instrumen INSTRUMENTASI KOMPONEN INSTRUMENTASI SPEKTOMETER UV-VIS 1. Kuvet (Sample Container)
Spektroskopi UV-Vis Analisis Instrumen INSTRUMENTASI KOMPONEN INSTRUMENTASI SPEKTOMETER UV-VIS 1. Kuvet (Sample Container)

KOMPONEN INSTRUMENTASI SPEKTOMETER UV-VIS

1. Kuvet (Sample Container)
1. Kuvet (Sample Container)
UV-Vis Analisis Instrumen INSTRUMENTASI KOMPONEN INSTRUMENTASI SPEKTOMETER UV-VIS 1. Kuvet (Sample Container) ~ SS ~

~ SS ~

Spektroskopi UV-Vis

Analisis Instrumen

3. Monokromator PRISMA INSTRUMENTASI KOMPONEN INSTRUMENTASI SPEKTOMETER UV-VIS
3. Monokromator
3. Monokromator

PRISMA

3. Monokromator PRISMA INSTRUMENTASI KOMPONEN INSTRUMENTASI SPEKTOMETER UV-VIS

INSTRUMENTASI

INSTRUMENTASI
INSTRUMENTASI

KOMPONEN INSTRUMENTASI SPEKTOMETER UV-VIS

3. Monokromator PRISMA INSTRUMENTASI KOMPONEN INSTRUMENTASI SPEKTOMETER UV-VIS
3. Monokromator PRISMA INSTRUMENTASI KOMPONEN INSTRUMENTASI SPEKTOMETER UV-VIS
3. Monokromator PRISMA INSTRUMENTASI KOMPONEN INSTRUMENTASI SPEKTOMETER UV-VIS
3. Monokromator PRISMA INSTRUMENTASI KOMPONEN INSTRUMENTASI SPEKTOMETER UV-VIS

~ SS ~

Spektroskopi UV-Vis

Analisis Instrumen

3. Monokromator GRATING INSTRUMENTASI KOMPONEN INSTRUMENTASI SPEKTOMETER UV-VIS
3. Monokromator
3. Monokromator

GRATING

3. Monokromator GRATING INSTRUMENTASI KOMPONEN INSTRUMENTASI SPEKTOMETER UV-VIS

INSTRUMENTASI

INSTRUMENTASI
INSTRUMENTASI
INSTRUMENTASI

KOMPONEN INSTRUMENTASI SPEKTOMETER UV-VIS

3. Monokromator GRATING INSTRUMENTASI KOMPONEN INSTRUMENTASI SPEKTOMETER UV-VIS
3. Monokromator GRATING INSTRUMENTASI KOMPONEN INSTRUMENTASI SPEKTOMETER UV-VIS
3. Monokromator GRATING INSTRUMENTASI KOMPONEN INSTRUMENTASI SPEKTOMETER UV-VIS

~ SS ~

Spektroskopi UV-Vis

Analisis Instrumen

INSTRUMENTASI

Spektroskopi UV-Vis Analisis Instrumen INSTRUMENTASI KOMPONEN INSTRUMENTASI SPEKTOMETER UV-VIS 4. Detektor Photovoltaic
Spektroskopi UV-Vis Analisis Instrumen INSTRUMENTASI KOMPONEN INSTRUMENTASI SPEKTOMETER UV-VIS 4. Detektor Photovoltaic

KOMPONEN INSTRUMENTASI SPEKTOMETER UV-VIS

4. Detektor
4. Detektor
Instrumen INSTRUMENTASI KOMPONEN INSTRUMENTASI SPEKTOMETER UV-VIS 4. Detektor Photovoltaic Diode array Phototube ~SS ~
Instrumen INSTRUMENTASI KOMPONEN INSTRUMENTASI SPEKTOMETER UV-VIS 4. Detektor Photovoltaic Diode array Phototube ~SS ~

Photovoltaic

Diode array

Instrumen INSTRUMENTASI KOMPONEN INSTRUMENTASI SPEKTOMETER UV-VIS 4. Detektor Photovoltaic Diode array Phototube ~SS ~

Phototube

~SS ~

Kegunaan Spektrofotometer UV-Vis

Kegunaan Spektrofotometer UV-Vis  Untuk analisis kuantitatif molekul  Untuk meninjau stiokiometri reaksi 

Untuk analisis kuantitatif molekul Untuk meninjau stiokiometri reaksi

Untuk studi termodinamika dan kinetika reaksi

Untuk analisis kualitatif gugus fungsional pada senyawa organik

1 .

2.

3.

4.

TUGAS LATIHAN

JIKA ABSORTIVITAS MOLAR SUATU KOMPLEKS BERWARNA PADA 240 NM ADALAH 3,20X10 3 , HITUNG ABSORBANSI SUATU LARUTAN DENGAN KONSENTRASI 5X10 -5 M BILA LEBAR SELNYA 50 NM DAN DIUKUR PADA 240 NM.

- 5 M BILA LEBAR SELNYA 50 NM DAN DIUKUR PADA 240 NM. UBAH ABSORBANSI 0,523

UBAH ABSORBANSI 0,523 MENJADI %TRANSMITANSI DAN UBAH PULA 75% TRANSMITANSI KE SKALA ABSORBANSI .

SUATU LARUTAN KOMPLEKS MO DENGAN TIOSIANAT PADA T=80% MEMPUNYAI KONSENTRASI X. JIKA KONSENTRASINYA MENJADI 2X BERAPAKAH TRANSMITANSINYA ?

SUATU SAMPEL BERWARNA MEMPUNYAI A B S O PS IVI TAS M O LA R=6,74X10 3 L/CM/MOL. JIKA LINTASAN OPTIKNYA 25 MM DAN PERSENTASE TRANSMITANSI 7,77% BERAPAKAH KONSENTRASI LARUTAN ?

PR (Pelajari Diktat kuliah)

PR (Pelajari Diktat kuliah) 1. Bagian cuplikan manakah yang dapat menyerap sinar UV-VIS? 2. Jelaskan apa

1. Bagian cuplikan manakah yang dapat menyerap sinar UV-VIS?

2. Jelaskan apa arti istilah-istilah berikut:

a. kromofor

b. auksokrom

c. hipsokromik

d. batokromik

Soal Latihan Lanjutan

Soal Latihan Lanjutan 3. Larutan K 2 Cr 2 O 7 1,0x10 - 3 M menunjukkan

3. Larutan K 2 Cr 2 O 7 1,0x10 -3 M menunjukkan absorbansi 0,200 pada 450 nm dan 0,050 pada 530 nm. Larutan KMnO 4 1,0x10 -4 M tidak menunjukkan absorbansi pada 450 nm, sedangkan pada 530 nm absorbansinya 0,420. Hitunglah konsentrasi K 2 Cr 2 O 7 dan KMnO 4 yang ada dalam larutan yang menunjukkan absorbansi

0,370 dan 0,710 pada 450 dan 530 nm bila lebar sel yang digunakan adalah 10 mm.

Soal Latihan Lanjutan

Soal Latihan Lanjutan 4. Pada penentuan struktur senyawa organik, apakah cukup hanya menentukan λ maks saja

4. Pada penentuan struktur senyawa organik, apakah cukup hanya menentukan λmaks saja secara UV- Vis? Jelaskan jawaban anda.

5. Jelaskan apa perbedaan antara spektrometer, fotometer, serta spektrofotometer.