Anda di halaman 1dari 3

Definisi gingivitis dan periodontitis: Penyakit periodontal dibagi atas dua golongan yaitu

gingivitis dan periodontitis. Bentuk penyakit periodontal yang paling sering dijumpai adalah
proses inflamasi dan mempengaruhi jaringan lunak yang mengelilingi gigi tanpa adanya
kerusakan tulang, keadaan ini dikenal dengan gingivitis. Apabila penyakit gingiva tidak
ditanggulangi sedini mungkin maka proses penyakit akan terus berkembang mempengaruhi
tulang alveolar, ligamen periodontal atau sementum, keadaan ini disebut dengan
Periodontitis.
Tanda-tanda dan gejala:
Gingivitis: Gejala klinis karena plak berakumulasi dalam jumlah sangat besar di regio
interdental yang terlindungi, inflamasi gingiva cenderung dimulai pada daerah papilla
interdental dan menyebar dari daerah ini ke sekitar leher gigi. Histopatologi dari
gingivitis kronis dijabarkan dalam beberapa tahapan: lesi awal timbul 2-4 hari diikuti
gingivitis tahap awal, dalam waktu 2-3 minggu akan menjadi gingivitis yang cukup
parah.

1. Lesi awal (permulaan) Perubahan terlihat pertama kali di sekitar pembuluh darah gingiva
yang kecil disebelah apikal dari epitelium jungtional. Pembuluh ini mulai bocor dan
kolagen perivaskuler mulai menghilang, digantikan dengan beberapa sel inflamasi, sel
plasma dan limfosit terutama limfosit T cairan jaringan dan protein serum.
2. Gingivitis tahap awal (dini) Bila deposit plak masih tetap ada, perubahan inflamasi tahap
awal akan berlanjut disertai dengan meningkatnya aliran cairan gingiva dan migrasi
Polymorphonuclear Neutrophils (PMN). Perubahan yang terjadi baik pada epithelium
jungsional maupun pada epithelium krevikular merupakan tanda dari pemisahan sel
dan beberapa proliferasi dari sel basal.
3. Gingivitis tahap lanjut (menetap) Dalam waktu 2-3 minggu, akan terbentuk gingivitis yang
lebih parah. Perubahan mikroskopik terlihat terus berlanjut, pada tahap ini sel-sel
plasma terlihat mendominasi. Limfosit masih tetap ada dan jumlah makrofag
meningkat. Pada tahap ini sel mast juga dapat ditemukan. Gingiva sekarang berwarna
merah, bengkak, dan mudah berdarah.

Periodontitis: akumulasi plak pada supragingiva dan subgingiva, inflamasi gingiva,


pembentukan poket, kehilangan periodontal attachment, kehilangan tulang alveolar,
dan kadang-kadang muncul supurasi. Pada pasien dengan oral hygiene yang buruk,
gingiva membengkak dan warnanya antara merah pucat hingga magenta. Hilangnya
gingiva stippling dan adanya perubahan topografi pada permukaannya seperti menjadi
tumpul dan rata (cratered papila).
Faktor-faktor: Faktor Primer Penyebab primer dari penyakit periodontal adalah iritasi
bakteri.Menurut teori non-spesifik murni bakteri mulut terkolonisasi pada leher
gingiva untuk membentuk plak pada keadaan tidak ada kebersihan mulut yang efektif.
Semua bakteri plak dianggap mempunyai beberapa faktor virulensi yang
menyebabkan

inflamasi

menunjukkan

bahwa

gingival

plak

akan

dan

kerusakan

menimbulkan

periodontal,
penyakit

keadaan

tanpa

ini

tergantung

komposisinya. Namun demikian, sejumlah plak biasanya tidak mengganggu


kesehatan gingiva dan periodontal dan beberapa pasien bahkan mempunyai jumlah
plak yang cukup besar yang sudah berlangsung lama tanpa mengalami periodontitis
yang merusak walaupun mereka mengalami gingivitis.
Faktor Sekunder Faktor sekunder dapat lokal (ekstrinsik) atau sistemik (intrinsik).
Faktor lokal merupakan penyebab yang berada pada lingkungan disekitar gigi,
sedangkan faktor sistemik dihubungkan dengan metabolisme dan kesehatan umum.
Kerusakan tulang dalam penyakit periodontal terutama disebabkan oleh factor lokal
yaitu inflamasi gingiva dan trauma dari oklusi atau gabungan keduanya. Kerusakan
yang disebabkan oleh inflamasi gingiva mengakibatkan pengurangan ketinggian
tulang alveolar, sedangkan trauma dari oklusi menyebabkan hilangnya tulang alveolar
pada sisi permukaan akar.
Faktor Lokal: 1. Plak bakteri
2. Kalkulus
3. Impaksi makanan
4. Pernafasan mulut
5. Sifat fisik makanan
6. Iatrogenik Dentistry

7. Trauma dari oklusi


Faktor Sistemik Respon jaringan terhadap bakteri, rangsangan kimia serta fisik dapat
diperberat oleh keadaan sistemik. Untuk metabolisme jaringan dibutuhkan materialmaterial seperti hormon, vitamin, nutrisi dan oksigen. Bila keseimbangan material ini
terganggu dapat mengakibatkan gangguan lokal yang berat. Gangguan keseimbangan
tersebut dapat berupa kurangnya materi yang dibutuhkan oleh sel- sel untuk
penyembuhan, sehingga iritasi lokal yang seharusnya dapat ditahan atau hanya
menyebabkan inflamasi ringan saja, dengan adanya gangguan keseimbangan tersebut
maka dapat memperberat atau menyebabkan kerusakan jaringan periodontal. Faktorfaktor sistemik ini meliputi : 1. Demam yang tinggi
2. Defisiensi vitamin
3. Drugs atau pemakaian obat-obatan
4. Hormonal
Sumber: Leung W.K, Daniel. C, dkk. Toot Loss in Treated Periodontitis Patient Responsible
for Their Suportive Care Arragement. Journal of Clinical Periodontologi, Ed-33, 2006.
Hongkong.
Dalimunte, S.H, pengantar periodontitis. Univeristas Sumatera Utara Ed-1, 1996. Medan.

Anda mungkin juga menyukai