Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN PRAKTIKUM MIKROTEKNIK

PREPARAT WHOLE MOUNT EPIDERMIS ATAS DAN EPIDERMIS BAWAH


DAUN BUNGA MENTEGA (Nerium oleander)
Disusun guna memenuhi tugas laporan praktikum mikroteknik

Dosen pengampu :
Dra. Ely Rudyatmi,M.Si

Disusun oleh :
Adieba Warda Hayya

4401412085

ROMBEL 1

JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG


2015

PREPARAT WHOLE MOUNT EPIDERMIS ATAS DAN EPIDERMIS BAWAH


DAUN BUNGA MENTEGA (NERIUM OLEANDER)
3 Juni 2015
A. Tujuan
Tujuan dari praktikum ini adalah :
1. Membuat preparat permanen whole mount epidermis atas dan epidermis
bawah daun Nerium oleander dengan menggunakan zat warna safranin.
2. Menganalisis hasil pembuatan preparat whole mount epidermis atas dan
bawah daun Nerium olender
B. Landasan Teori
Preparat whole mount merupakan preparat yang objeknya merupakan
keseluruhan bagian objek secara utuh tanpa mengurangi atau melakukan
pengirisan. Pengirisan hanya dilakukan untuk melakukan pemisahan
jaringan yang akan dibuat preparat dari organya. Misalnya pengirisan untuk
mengambil jaringan epidermis dari organ daun.
Tujuan pembuatan preparat whole mount adalah untuk dapat
menyediakan preparat mikroskopis yang dapat memperlihatkan struktur
secara keseluruhan dari bahan atau objek yang bersangkutan. Misalnya
preparat whole mount epidermis bawah daun Nicotiana tabacum untuk
memperlihatkan strktur sel epidermis daun, stomata dan berbagai macam
trikoma yang merupakan derivat epidermis yang bersangkutan. Preparat
whole mount Taenia saginata untuk memperlihatkan struktur scolek dengan
kait-kaitnya yang sangat khas, proglotid imatur dan matur dengan bagianbagiannya (Rudyatmi, 2015).
Epidermis pada tumbuhan

merupakan

jaringan

yang

menutupi

permukaan organ, seperti daun, batang, akar, dan bunga. Epidermis biasanya
terdiri atas satu lapisan sel yang tipis, tidak memiliki klorofil. Epidermis
daun dari tumbuhan yang berbeda beragam dalam hal jumlah lapisan,
bentuk, struktur, susunan stomata, penampilan, dan susunan trikoma.
Jaringan pada epidermis atas berbeda dengan epidermis bawah (Mulyani,
2010).
Stomata merupakan bagian dari jaringan epidermis daun tumbuhan.
Bagian-bagian stomata antara lain celah stomata, sel tetangga dan sel

penutup. Sel yang mengelilingi stomata dapat berbentuk sama atau berbeda
dengan sel epidermis lainnya, sel yang berbeda bentuk itu dinamakan sel
tetangga.

Sel

tetangga

berperan

dalam

perubahan

osmotik

yang

menyebabkan gerakan sel penutup yang mengatur lebar celah. Stomata


terdapat pada semua bagian tumbuahan diatas tanah, paling banyak
ditemukan pada daun. Pada daun, stomata ditemukan dikedua permukaan
daun atau pada satu muka saja, biasanya pada permukaan bawah. Sel
penutup biasanya mengadakan kloroplas sehingga bisa berlangsung
fotosintesis. Sel penutup umumnya berbentuk ginjal, tetapi pada tumbuhan
monokotil ada yang berbentuk halter. Dimungkinkan ada hubungan antara
bagian dalam tubuh tumbuhan dengan dunia luar lingkungan, hal ini sangat
berguna bagi proses fotosintesis, respirasi, dan transpirasi. Stomata berasal
dari sel protoderm yang terdapat pada meristem apikal (Fahn, 1991).

C. PROSEDUR
Epidermis atas daun Nerium oleander dewasa (yaitu daun kelima) segar
disayat menggunakan silet tajam dan ditampung pada cawan petri. Sayatan
epidermis daun disortir untuk dipilih sayatan yang representatif. Sayatan
terpilih difiksasi dalam botol flakon berisi 2 ml FAA selama 24 jam.
Sayatan dicuci dengan mengganti FAA menggunakan 2 ml alkohol 70%
dengan spuit. FAA bekas fiksasi dimasukan dalam botol flakon khusus FAA
sisa. Agar bersih dan tidak ada sisa FAA yang mengkontaminasi proses
selanjutnya, botol flakon berisi alkohol 70% dicuci dengan cara digoyang
membentuk pola angka 8 posisi tidur. Pencucian dilakukan dua kali, larutan
sisa pencucian dimasukkan dalam flakon sisa alkohol 70%. Alkohol 70%
diganti zat warna safranin

1% dalam alkohol 70% sebagai proses

pewarnaan dalam botol flakon selama 48 jam. Zat warna dipindahkan ke


dalam botol flakon sisa dengan bantuan spuit. Pencucian dengan 2 ml
alkohol 70% dalam botol yang bebas zat warna sambil digoyang. Pencucian
dilakukan sebanyak dua kali. Larutan pencuci dipindahkan dalam botol sisa.
Sayatan epidermis didehidrasi dengan 2 ml alkohol bertingkat dari alkohol
80%, alkohol 90% dan alkohol absolut masing-masing selama 2 menit dan

digoyang membentuk angka delapan. Larutan dehidran dipindah ke dalam


flakon sisa dengan bantuan spuit. Sayatan didealkoholisasi dengan
alkohol:xilol bertingkat 3:1, 1:1 dan 1:3 sebanyak 2 ml selama 2 menit dan
digoyang membentuk angka delapan. Clearing sayatan dalam xilol I dan
xilol II masing-masing 2 ml selama 2 menit. Sisa dari larutan dipindahkan
ke dalam botol flakon sisa dengan bantuan spuit. Stok sayatan epidermis
direndam dalam 1 ml xilol. Tahap mounting tiga sayatan epidermis daun
pada objek glass bebas lemak dengan bantuan kuas, ditetesi dengan canada
balsam, dan dilakukan penutupan sayatan menggunakan deck glass dengan
bantuan jarum pentul. Preparat kemudian dikering anginkan di atas nampan
preparat kemudian dilabeli 1 cm dari tepi kanan objek glass. Prosedur yang
sama dilakukan pada epidermis bawah daun Nerium oelander.
C. HASIL DAN ANALISIS
Foto

Keterangan

Sel epidermis
daun

Whole Mount Epidermis Atas Daun Nerium oleander

Perbesaran

10x10

Jaringan
epidermis bawah
daun

Stomata

Whole Mount Epidermis Atas Bawah Nerium oleander


Trikoma
Preparat whole mount epidermis atas dan epidermis bawah Nerium
oleander jelas menunjukkan bagian-bagiannyanya seperti epidermis, stomata,
dan trikoma. Preparat sudah cukup tipis karena hanya terdiri dari satu lapis sel.
Zat warna safranin diserap dengan baik oleh bagian-bagain sel epidermis,
sehingga sudah cukup kontraskontras.
D. PEMBAHASAN
Pengamatan preparat epidermis atas dan bawah daun Nerium oleander
menunjukkan jaringan-jaringan penyusun organ yang dapat terlihat dengan jelas. Zat
warna terserap dengan baik oleh epidermis sehingga terlihat kontras. Hasil
pengamatan pada preparat epidermis atas daun menunjukkan tidak adanya stomata,
sedangkan pada preparat epidermis bawah daun lubang stomata terlihat jelas.
Nerium oleander termasuk dalam golongan xerofit. Epidermisnya terdiri lebih
dari satu lapis. Stomata berada pada posisi yang lebih dalam dibandingkan
epidermis, dan jaringan palisade berkembang baik dan umumnya lebih dari satu
lapisan sel. Selain itu pada permukaan epidermisnya terdapat stomata dan trikoma.
Epidermis Nerium oleander memiliki ciri khas yaitu lubang stomata pada
epidermis bawah daun yang terletak cukup ke dalam, sehingga pada preparat
epidermis yang teriris tidak nampak adanya sel penutup atau guard cell pada
stomata. Selain itu, stomata pada epidermis bawah daun Nerium oleander memiliki

10X10

trikoma yang mengelilingi lubang stomata. Preparat yang dibuat sudah cukup jelas
menunjukkan adanya sel-sel penyusun jaringan epidermis, namun pada preparat
epidermis atas daun terlihat tebal sehingga beberapa sel terlihat menumpuk satu
sama lain. Hal ini karena saat penyayatan kurang terampil sehingga masihkurang
tipis.
E. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil, pembahasan dan analisis preparat whole mount epidermis
atas dan bawah daun Nerium oelander ini dapat disimpulkan bahwa :
1. Preparat whole mount epidermis atas dan bawah daun Nerium oleander dapat
dibuat dengan menggunakan zat warna safranin.
2. Bagian sel teramati pada epidermis atas dan bawah daun Nerium oleander
diantaranya sel-sel epidermis,serta stomata dan trikoma.
F. SARAN
1. Pengirisan preparat diusahakan setipis mungkin agar sel-sel tidak menumpuk
2.

dan jaringan dapat teramati dengan jelas.


Dalam proses mounting penetesan canada balsam dan penutupan deck glass

3.

dilakukan secepat mungkin agar preparat tidak gosong.


Pemilihan preparat harus representatif.

G. DAFTAR PUSTAKA
Fahn A. 1991. Anatomi Tumbuhan Edisi Ketiga. Yogyakarta : UGM Press.
Mulyani, Sri. 2010. Anatomi Tumbuhan. Yogyakarta: Kanisius.
Rudyatmi, Ely. 2015. Bahan Ajar Mikroteknik. Semarang: Jurusan Biologi
FMIPA UNNES.