Anda di halaman 1dari 3

PERENCANAAN PRODUKSI SEMEN

1.

Penggalian dan Penghancuran


Penggalian atau quarrying ini dilakukan terhadap dua jenis material yang

penting untuk produksi semen yaitu material mengandung kapur dan material
mengandung tanah liat seperti batu gamping dan batu lempung. Penggalian batu
gamping dilakukan menggunakan alat excavator.

Gambar 1
Penggalian Batu Gamping dengan Excavator

Setelah melewati tahap penggalian, lalu kedua bahan ini melewati tahap
penghancuran untuk mendapatkan ukuran yang seragam dan yang sesuai
kehendak. Tahap penghancuran ini bias menggunakan crusher seperti jaw crusher
dan lainnya.

2.

Penghalusan dan Pencampuran Bahan Baku


Material yang telah dihancurkan kemudian melewati alat analisis on-line

untuk menentukan komposisi tumpukan bahan. Sebuah belt conveyor mengangkut


tumpukan yang sudah dicampur pada tahap awal ke penampung, dimana

perbandingan berat umpan disesuaikan dengan jenis klinker yang diproduksi.


Material kemudian digiling sampai kehalusan yang diinginkan

3.

Pembakaran dan Pendinginan


Campuran bahan baku yang sudah tercampur rata diumpankan ke pre-

heater, yang merupakan alat penukar panas yang terdiri dari serangkaian siklon
dimana terjadi perpindahan panas antara umpan campuran bahan baku dengan gas
panas dari kiln yang berlawanan arah. Kalsinasi parsial terjadi pada preheater ini
dan berlanjut dalam kiln, dimana bahan baku berubah menjadi agak cair dengan
sifat seperti semen. Pada kiln yang bersuhu 1350-1400 C, bahan berubah menjadi
bongkahan padat berukuran kecil yang dikenal dengan sebutan klinker, kemudian
dialirkan ke pendingin klinker, dimana udara pendingin akan menurunkan suhu
klinker hingga mencapai 100 C.

4.

Penghalusan Akhir
Dari silo klinker, klinker dipindahkan ke penampung klinker dengan

dilewatkan timbangan pengumpan, yang akan mengatur perbandingan aliran bahan


terhadap bahan-bahan aditif. Pada tahap ini, ditambahkan gipsum ke klinker dan
diumpankan ke mesin penggiling akhir. Campuran klinker dan gipsum untuk semen
jenis 1 dan campuran klinker, gipsum dan posolan untuk semen jenis P dihancurkan
dalam sistem tertutup dalam penggiling akhir untuk mendapatkan kehalusan yang
dikehendaki. Semen kemudian dialirkan dengan pipa menuju silo semen.

Gambar 2
Semen Hasil Produksi

5.

Kapasitas Produksi
Hanya Vietnam dan Indonesia yang akan meningkatkan kapasitas produksi

produksi empat tahun mendatang, Vietnam meningkatkan kapasitas produksinya


menjadi 90 juta pada tahun 2014 dari kapasitas produksi saat ini sebesar 65,7juta
ton. Sedangkan Indonesia akan meningkatkan kapasitas produksinya menjadi 62,5
juta pada tahun 2014 dari kapasitas produksi saat ini sebesar 53,0juta ton.
Sementara itu Negara-negara ASEAN lainnya belum memperlihatkan adanya
rencana peningkatan kapasitas produksinya dalam 4 tahun mendatang. Hal ini dapat
dimengerti mengingat surplus produksi negara-negara ini masih cukup besar.
Bahkan Thailand berencana melaksanakan ekspansinya dinegara tetangga
Myanmar dan Laos dan juga Vietnam serta Indonesia, mengingat potensi kebutuhan
semennya yang terus meningkat dan pemanfaatan kapasitas produksi yang ada
sudah maksimal.
Sedangkan untuk target produksi pertahun sekitar 3 juta ton. sehingga untuk
target produksinya perhari berkisar 9500 ton tidak termasuk untuk hari libur.