Anda di halaman 1dari 35

MATERI KULIAH FISIKA DASAR

1. Pendahuluan, Vektor
2. Gerak dalam 1 Dimensi
3. Gerak dalam 2 Dimensi
4. Dinamika Partikel (Hukum-hukum
Gerak)
5. Kerja dan Energi
6. Mekanika Zat Alir
7. Termodinamika
8. Arus Listrik
9. Gelombang Elektromagnetik
10. FisikaModern

Konseptual

Besaran Pokok
: besaran yang ditetapkan
dengan suatu standar ukuran
Besaran Turunan
: Besaran yang dirumuskan
dari besaran-besaran pokok

Besaran
Fisika

Besaran Skalar
: hanya memiliki nilai
Matematis
Besaran Vektor
: memiliki nilai dan arah

Besaran Pokok
(dalam SI)

Satuan
(dalam SI)

Massa

kilogram (kg)

Panjang

meter (m)

Waktu

sekon (s)

Arus listrik

ampere (A)

Suhu

kelvin (K)

Jumlah Zat

mole (mol)

Intensitas

kandela (cd)

Faktor Awalan

Simbol

Faktor Awalan

Simbol

1018

exa-

10-1

desi-

1015

peta-

10-2

senti-

1012

tera-

10-3

mili-

109

giga-

10-6

mikro-

106

mega-

10-9

nano-

103

kilo-

10-12

piko-

102

hekto-

10-15

femto-

101

deka-

da

10-18

ato-

Definisi standar besaran pokok

Panjang - meter :

Massa - kilogram :

Satu meter adalah panjang lintasan di dalam ruang hampa yang


dilalui oleh cahaya dalam selang waktu 1/299,792,458 sekon.
Satu kilogram adalah massa silinder platinum iridium dengan
tinggi 39 mm dan diameter 39 mm.

Waktu - sekon

Satu sekon adalah 9,192,631,770 kali periode (getaran) radiasi


yang dipancarkan oleh atom cesium-133 dalam transisi antara
dua tingkat energi (hyperfine level) yang terdapat pada aras dasar
(ground state).

Contoh :
Kecepatan
pergeseran yang dilakukan persatuan waktu
satuan : meter per sekon (ms-1)

Percepatan
perubahan kecepatan per satuan waktu
satuan : meter per sekon kuadrat (ms-2)

Gaya
massa kali percepatan
satuan : newton (N) = kg m s-2

Dimensi menyatakan esensi dari suatu


besaran fisika yang tidak bergantung pada
satuan yang digunakan.
Jarak antara dua tempat dapat dinyatakan dalam
meter, mil, langkah,dll. Apapun satuannya jarak pada
dasarnya adalah panjang.

Besaran
Pokok

Simbol
Dimensi

Besaran
Pokok

Simbol
Dimensi

Massa

Suhu

Panjang

Jumlah Zat

Waktu
Arus listrik

T
I

Intensitas

Suatu besaran dapat dijumlahkan atau


dikurangkan apabila memiliki dimensi yang
sama.
Setiap suku dalam persamaan fisika harus
memiliki dimensi yang sama.

Perioda ayunan sederhana T dinyatakan dengan rumus


berikut ini :
T 2 gl
yang mana l panjang tali dan g percepatan gravitasi dengan
satuan panjang per kwadrat waktu. Tunjukkan bahwa persamaan ini secara dimensional benar !

Jawab :
Dimensi perioda [T] : T
Dimensi panjang tali [l] : L
Dimensi percepatan gravitasi [g] : LT-2
: tak berdimensi

L
T
LT 2
T

Pengamatan

Apakah yang diamati ?

Hukum
Fisika

Peristiwa Alam

Konsep Fisika

Teor
i

Model
Eksperimen

Pengukuran

Besaran Fisika

Karakteristik Interaksi
antar materi yang teramati

Apakah yang diukur ?

Kuantitas

BESARAN VEKTOR

2.1

BESARAN SKALAR DAN VEKTOR


Sifat besaran fisis :

Skalar
Vektor

Besaran Skalar
Besaran yang cukup dinyatakan oleh besarnya saja (besar dinyatakan oleh
bilangan dan satuan).
Contoh : waktu, suhu, volume, laju, energi
Catatan : skalar tidak tergantung sistem koordinat

Besaran Vektor

Besaran yang dicirikan oleh besar dan arah.


Contoh : kecepatan, percepatan, gaya
Catatan : vektor tergantung sistem koordinat

y
x

2.2

PENGGAMBARAN DAN PENULISAN


Gambar
:
(NOTASI)
VEKTOR
P
Q
Titik P

: Titik pangkal vektor

Titik Q

: Ujung vektor

Tanda panah

: Arah vektor

Panjang PQ = |PQ|

: Besarnya (panjang) vektor

A
A

Notasi
Vektor
Huruf tebal

Besar vektor A = A = |A|


(pakai tanda mutlak)

Pakai tanda panah di atas


Huruf miring
Catatan :
Untuk selanjutnya notasi vektor yang digunakan huruf tebal
2.3

a. Dua vektor sama jika arah dan besarnya sama


A

b. Dua vektor dikatakan tidak sama jika

A=B
:

1. Besar sama, arah berbeda


A

2. Besar tidak sama, arah sama


A

3. Besar dan arahnya berbeda


A

2.4

OPERASI MATEMATIK
VEKTOR
1. Operasi jumlah dan selisih vektor
2. Operasi kali
JUMLAH DAN SELISIH VEKTOR
1.
2.
3.
4.

Metode
:
1.

Jajaran Genjang
Segitiga
Poligon
Uraian

Jajaran

Genjang
B

=
S

B
A+
=
R

-B
=A

-B

R = A+ B

Besarnya vektor R = | R | =
Besarnya vektor A+B = R = |R| =
Besarnya vektor A-B = S = |S| =

A 2 B 2 2 AB cos
A 2 + B 2 + 2 AB cos
A 2 + B 2 - 2 AB cos

2.5

Jika vektor A dan B searah


= 0o : R = A + B
Jika vektor A dan B berlawanan arah = 180o : R = A - B
Jika vektor A dan B Saling tegak lurus = 90o : R = 0
Catatan

: Untuk Selisih (-) arah Vektor di balik

2. Segitiga
B

B
A+

3. Poligon (Segi Banyak)


D
B

A
+

A+B+C+D

B
2.6

4. Uraian
Vektor diuraikan atas komponen-komponennya (sumbu

x dan sumbu y)

Y
Ay

A
B

By
Ax

Bx

A = Ax.i + Ay.j ;

B = Bx.i + By.j

Ax = A cos ;

Bx = B cos

Ay = A sin ;

By = B sin

Besar vektor A + B = |A+B| = |R|


|R| = |A + B| =

Rx 2 R y 2

Arah Vektor R (terhadap sb.x positif) = tg =

Rx = Ax + Bx

Ry = Ay + By

Ry
Rx
= arc tg

Ry
Rx
2.7

PERKALIAN VEKTOR
1. Perkalian Skalar dengan Vektor
2. Perkalian vektor dengan Vektor
a. Perkalian Titik (Dot Product)
b. Perkalian Silang (Cross Product)
1. Perkalian Skalar dengan Vektor

Hasilnya vektor

k : Skalar
A : Vektor

C=kA

Vektor C merupakan hasil perkalian antara skalar k dengan vektor A


Catatan

Jika k positif arah C searah dengan A


Jika k negatif arah C berlawanan dengan A
k = 3,

C = 3A

2.8

2. Perkalian Vektor dengan Vektor


a. Perkalian Titik (Dot Product)

A B

s
o
c

=C

Hasilnya skalar

C = skalar

Besarnya : C = |A||B| Cos


A = |A| = besar vektor A
B = |B| = besar vektor B
= sudut antara vektor A dan B

B
A cos

2.9

1. Komutatif

: A B = B A

2. Distributif

: A (B+C) = (A B) + (A C)

Catatan :
1. Jika A dan B saling tegak lurus
2. Jika A dan B searah
3. Jika A dan B berlawanan arah

A B=0
A B = A B
A B = - A B

2.10

b. Perkalian Silang (Cross Product)

Hasilnya vektor

C = Ax B
B

A
B

A
C=BxA
Catatan :
Arah vektor C sesuai aturan tangan kanan
Besarnya vektor C = A x B = A B sin
Sifat-sifat :
1. Tidak komutatif A x B B x A
2. Jika A dan B saling tegak lurus A x B = B x A
3. Jika A dan B searah atau berlawan arah A x B = 0
2.11

VEKTOR SATUAN
Vektor yang besarnya satu satuan

A
A
A

Notasi

A A

A
A

Besar Vektor

Dalam koordinat Cartesian (koordinat tegak)


Z
k

A
j

Arah sumbu x

Arah sumbu y

i
j

Arah sumbu z

A Ax i Ay j Az k

2.12

Sifat-sifat Perkalian Titik (Dot Product) Vektor Satuan

i i

j j =

k k

i j

j k =

k i

Sifat-sifat Perkalian silang (Cross Product) Vektor Satuan


ixi

jxj =

ixj

jxk

kxi

kxk

0
k
i

j
2.13

Contoh
Soal
1. Lima buah vektor digambarkan sebagai berikut :
Besar dan arah vektor pada gambar di samping :

X
C

B
A

Vektor

Besar (m)

Arah (o)

19

15

45

16

135

11

207

22

270

Hitung : Besar dan arah vektor resultan.


Jawab :
Vektor

Besar (m)

Arah(0)

Komponen X(m)

Komponen Y (m)

A
B
C
D
E

19
15
16
11
22

0
45
135
207
270

19
10.6
-11.3
-9.8
0

0
10.6
11.3
-5
-22

RX = 8.5
8 .5 2+ ( - 5 . 1)2

Besar vektor R :
R 2+=
R 2
=
X
y
Arah vektor R terhadap sumbu x positif :
- 5. 1
tg =
= - 0,6
8 .5

= 329.03 (terhadap x berlawanan arah jarum jam )


0

RY = -5.1
= 94.. 01
= 9.67 m

2.14

2. Diketahui koordinat titik A adalah (2, -3, 4). Tuliskan dalam bentuk vektor dan berapa
besar vektornya ?
Jawab :
Vektor

A =

2i 3j + 4k

A =

2 + (-3) + 4

satuan

29

3. Tentukanlah hasil perkalian titik dan perkalian silang dari dua buah vektor berikut ini :
A = 2i 2j + 4k
B = i 3j + 2k
Jawab :
Perkalian titik :
A . B = 2.1 + (-2)(-3) + 4.2
= 16

Perkalian silang :
AxB =

i
2
1

j
- 2
- 3

k
4
2

= { (-2).2 4.(-3)} i {2.2 4.1} j + {2.(-3) (-2).1} k


= (-4+12) i (4-4) j + (-6+2) k
= 8i 0j 4k
= 8i 4k

Besaran Vektor:
Besaran yang memiliki besar (nilai/angka) dan arah

Contoh besaran Vektor:

Perpindahan, kecepatan, percepatan,


gaya,dll

Besaran Skalar:
Besaran yang hanya memiliki besar (nilai/angka) saja

Gambar Vektor

Garis kerja Vektor


Arah Vektor

Besar
Titik tangkap/titik
Vektor pangkal

Vektor
Garis kerja Vektor

PENULISAN VEKTOR
A

AB
A

Vektor A

= Vektor AB

PENJUMLAHAN & PENGURANGAN VEKTOR


Vektor hasil penjumlahan & pengurangan = Vektor Resultan

(R )

Cara Poligon
Penjumlahan & Pe
ngurangan Vektor
Soal-soal

Cara Jajaran Genjang

Nilai dan Arah Resultan Dua Buah Vektor Yang


Membentuk Sudut
a. 90
B
+
A
R=

A2 B 2 2 AB cos

B
R

A B 2 AB cos 90
2

A2 B 2

a. = 90

=A

+B

cos 90 0

Penguraian Vektor Menjadi KomponenKomponennya


Y

Besar Sudut ....?

Ay

Tg
R

Ay
Ax

arc tg

Ay
Ax

Ax

Ax A cos

Ay A sin ???

Dari
Mana

Kesimpulan Dari Beberapa Kasus

Besar Resultan yang mungkin dari dari dua


buah vektor A dan B adalah:
A BR A+ B
3= 3
-3= 3

5= 5
-5= 5

100 = 100
- 100 = 100

Keterangan:
Bila sebuah bilangan diberi tanda mutlak ( . ), maka diambil nilai
yang positif