Anda di halaman 1dari 9

Harmful Tax Competition

Pengertian

Adalah sebuah
persaingan tarif
pajak yang
dilakukan oleh
beberapa Negara
untuk menarik
para investor
menanamkan
modal, dengan
tujuan
penerimaan dari
sektor pajak.

Tax Havens

Faktor Kunci Untuk Mengidentifikasi


Tax Havens dala Tujuan Pelaporan
No or Only Nominal
Taxes
Lack of Effective
Exchange of
Information
Lack of
Transparency
No Subtantial
Activities

Kemudahan yang Diperoleh Investor


di Negara Tax Haven
Kemudahan dalam Perpajakan
Rahasia Perbankan yang lebih ketat
Kemudahan di Bidang Pendirian
Perusahaan

Kategori Negara Tax Haven


Sistem Bebas
Pajak

Bahrain, Cayman Island, Bermuda, Bahama, Nauru, Cook


Island, Djibouti

Sistem Pajak
Teritorial

Venezuela, Hongkong, Liberia, Panama, Filipina

Sistem Pajak
Rendah

Barbados, Antilles Belanda

Negara yang menganut sistem ini tidak memungut pajak sama sekali, berbagai jenis pajak seperti
pajak atas penghasilan atau pajak atas bangunan pun tidak dipungut

Sistem pajak teritorial hanya mengenakan pajak bagi pendapatan yang bersumber dari dalam
negeri, apabila pendapatannya itu bersumber dari luar negeri maka tidak akan dipungut

Negara-negara yang termasuk dalam kategori ini memberlakukan tarif pajak yang sangat rendah
sekali, contohnya tarif untuk badan berkisar 0% s/d 1%.

Kategori Negara Tax Haven


Pembebanan Terhadap Jenis Pajak
Tertentu

Irlandia, Terhadap pajak Manufaktur dan Ekspor

Pembebanan Pajak Terhadap


Perusahaan Tertentu

Di negara Luxemburg, Antilles, Belanda, dan


Singapura memberi insentif pajak kepada
perusahaanoffshare & holding companytertentu
yang memenuhi kualifikasi.

Kebijakan OECD
Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang stabil.

Untuk turut berkontribusi terhadap secara ekonomi dari negaranegara anggota OECD bukan anggota OECD.
Untuk turut berkontribusi terhadap perluasan atau ekspansi secara
ekonomi di dalam perdagangan dunia yang bebas tanpa mengenal
koridor batas antar Negara.

Ketentuan dan Penangkal


Penghindar Pajak
Menteri Keuangan berwenang untuk menetapkan besarnya
perbandingan antara utang dan modal perusahaan (debt to equity
ratio/ DER rule).
Mentri Keuangan berwenang dalam menentukan controlled foreign
corporation/ CFC rule
Direktur Jenderal Pajak berwenang untuk menentukan kembali
besarnya penghasilan dan pengurangan (transfer pricing rule) serta
menentukan utang sebagai modal (hybrid loan recharacterization rule)
Direktur Jenderal Pajak berwenang untuk melakukan perjanjian dengan
Wajib Pajak (advance pricng agreement/ APA)

Hambatan dalam Pemberantasan


Tax Haven
Tax haven adalah masalah yang terlalu besar Pemerintah, DPR, dan dunia usaha harus
berkoalisi memperhatikan masalah tersebut
utuk ditangani sendiri oleh Dirjen Pajak

Melakukan evaluasi atas semua Persetujuan


Penghindaran Pajak Berganda (P3B)

Menyusun daftar dan kriteria tax haven


Pemerintah harus menyusun aturan dan
program untuk memberikan disinsentif
pemanfaatan tax haven dalam rangka
penggelapan dan penghindaran pajak

Hal ini perlu dilakukan untuk memastikan


bahwa P3B yang berlaku tersebut bersifat
saling menguntungkan
Dari hasil evaluasi P3B dan memperhatikan
perkembangan daftar tax haven yang secara
internasional diterima, pemerintah dapat
menyusun kriteria daftar dan daftar siapa saja
yang dianggap tax haven.