Anda di halaman 1dari 2

ASKEP PENYAKIT PARU OBSTRUKSI KRONIS (PPOK)

BAB 1
LANDASAN TEORI PPOK

1 Tinjauan Medis
1.1

Definisi
Penyakit paru-paru obstruksi menahun adalah penyakit paru-paru yang berlangsung
lama dan ditandai dengan peningkatan restensi terhadap aliran udara sebagai gambaran
patofisiologinya (Somantri Irman, 2008).
PPOK atau penyakit paru obstruksi kronik adalah suatu penyakit yang merujuk pada
sejumlah gangguan yang mempengaruhi pergerakan udara dari dan keluar Paru. Gangguan
yang paling sering adalah Bronkhitis Obstruktif, Emphysema dan Asthma Bronkiale.
(Suraditya, 2009).

1.2

Etiologi
1.2.1

Penyebab utama :

1. Alergen : debu rumah, spora jamur, tepung sari rerumputan.


2. Iritan : asap pabrik, asap mobil, asap rokok, bau-bauan, serta polutan.
3. Infeksi : pertama disebabkan oleh virus dan jamur ; haemophilus influensae, staphylococcus,
streptococcus dan pneumococcus.
4. Perubahan cuaca yang ekstrim.
5. Aktivitas fisik yang berlebihan
6. Lingkungan kerja.
7. Obat-obatan
8. Refluk gastroesophagus
1.2.2 Klasifikasi
Penyakit yang termasuk dalam kelompok penyakit paru obstruksi kronik adalah sebagai
berikut:
a. Bronkitis kronik
b. Bronkitis merupakan definisi klinis batuk-batuk hampir setiap hari disertai pengeluaran dahak,
sekurang-kuranganya 3 bulan dalam satu tahun dan terjadi paling sedikit selama 2 tahun
berturut-turut.
c. Emfisema paru
d. Emfisema paru merupakan suatu definisi anatomic, yaitu suatu perubahan anatomic paru
yang ditandai dengan melebarnya secara abnormal saluran udara bagian distal bronkus
terminalis, yang disertai kerusakan dinding alveolus.
e. Asma
Asma merupakan suatu penyakit yang dicirikan oleh hipersensitivitas cabang-cabang
trakeobronkial terhadap pelbagai jenis rangsangan. Keadaan ini bermanifestasi sebagai
penyempitan saluran-saluran napas secara periodic dan reversible akibat bronkospasme.
f.

Bronkiektasis

Bronkiektasis adalah dilatasi bronkus dan bronkiolus kronik yan mungkin disebabkan oleh
berbagai kondisi, termasuk infeksi paru dan obstruksi bronkus, aspirasi benda asing,
muntahan, atau benda-benda dari saluran pernapasan atas, dan tekanan terhadap tumor,
pembuluh darah yang berdilatasi dan pembesaran nodus limfe.
Pengaruh dari masing-masing factor risiko terhadap terjadinya PPOK adalah saling
memperkuat dan faktor merokok dianggap yang paling dominan.
1.3

Gambaran klinis

1.3.1 Gambaran obyektif :


Meliputi :
1. Sesak nafas disertai wheezing
2. Batuk
3. Sianosis
4. Tachicardi
5. Pulsus paradoksus
6. Cenderung overweight
7. Bernafas menggunakan otot-otot nafas tambahan
1.3.2 Gambaran subyektif
Pasien mengeluhkan sukar bernafas, sesak dan anoreksia
1.3.3 Gambaran psikologis
1. Cemas
2. Takut
3. Mudah tersinggung
4. Kurang pengetahuan terhadap situasi penyakitnya
1.3.4 Penampilan umum :
1. Badan cenderung kurus
2. Warna kulit pucat
3. Tidak ada tanda kelainan jantung kanan dengan edema
4. Usia 65-75
5. HCT kurang dari 60 %