Anda di halaman 1dari 11

SUSU PASTEURISASI DAN

DISUSUN OLEH :
KEAMANANNYA
MUHAMMAD FAUZI
J1A012081

Latar Belakang
Susu segar merupakan bahan makanan yang
bergizi tinggi karena mengandung zat-zat
makanan yang lengkap dan seimbang
seperti protein, lemak, karbohidrat, mineral,
dan vitamin yang sangat dibutuhkan oleh
manusia. Nilai gizinya yang tinggi juga
menyebabkan susu merupakan medium
yang sangat disukai oleh mikrooganisme
untuk pertumbuhan dan perkembangannya
sehingga dalam waktu yang sangat singkat
susu menjadi tidak layak dikonsumsi bila
tidak ditangani secara benar.

Tujuan pasteurisasi pada susu :

Menjaga

kesehatan publik
Menjaga mutu simpan produk

Bersasarkan suhu dan waktu pemanasan, pasteurisasi dapat di


bedakan menjadi tiga, yaitu

Pasteurisasi lama (law temperature, long time), pemanasan susu


dilakukan pada temperatur yang tidak begitu tinggi dengan waktu
yang relatif lama (pada temperature 62-65C selama 1/2-1 jam).

Pasteurisasi singkat (High temperature, Short time), pemanasan


susu dilakukan pada temperatur tinggi dengan waktu yang relatif
singkat (pada temperatur 85-95C selama 1-2 menit saja).

Pasteurisasi dengan Ultra High Temperature (UHT), pemasakan


susu dilakukan pada temperatur tinggi yang segera didinginkan
pada temperatur 10C (temperature minimal untuk pertumbuhan
bakteri susu).

Pasteurisasi dengan UHT dapat pula dilakukan dengan


memanaskan susu sambil diaduk dalam suatu panci pada suhu
81C selama 1/2 jam dan dengan cepat didinginkan. Pendinginan
dapat dilakukan dengan mencelupkan panci yang berisi susu tadi
ke dalam bak air dingin yang airnya mengalir terus-menerus.

pasteurisasi dilakukan dengan metode LTLT (Low


Temperature Long Time), yaitu dimana penggunaan suhu
sebesar 65oC selama 35 menit. Pasteurizer ini memiliki
kapasitas 35 liter untuk setiap proses produksinya.

Jenis-jenis mikoorganisme pada susu :


a. Microbacterium tubercolosis
complex
Bakteri tahan asam yang mudah
mengkontaminasi susu melalui
pencemaran lingkungan air dan
tanah
b. Listeria monocytogenes
bakteri yang dapat mengekskresi
bakteri pada susu, darah dan
kotoran sapi

Bacillus

cereus
Bakteri yang tahan panas pada
proses susu UHT yang dapat
menyebabkan enterotoxin pada
manuasia
Compylobacter jejuni
Bakteri yang tahan panas, namun
sangat sensitif terhadap natrium
klorida sehingga mudah untuk
dikendalikan

Salmonella

Bakteri yang tidak tahan panas,


pencemaran bakteri ini dapat
dicegah dengan cara pemberian
antibiotik
Escherichia coli
Bakteri yang tidak tahan pada suhu
panas dan biasanya digunakan
sebagai indikator pencemaran pada
susu

Staphylococcus

aureus
Bakteri yang tahan terhadap panas
yang dapat menyebabkan infeksi
pada saluran pencernaan manuisa,
namun bakteri ini dapat dicegah
dengan cara pemberian hidrogen
peroksida.
Enterobackter sakazaki
bakteri yang dapat ditemukan pada
produk susu bubuk. Bakteri dapat
menyebabkan meningitis pada
manusia

Yersinia

enterocolitica
Bakteri yang tidak tahan panas atau
rentan pada pH 4.4. pasteurisasi
merupakan cara yang efektif untuk
mencegah kontaminasi.

Kesimpulan
FDA (Food Drugs Adminstrationt) dan International Diariy
merekomendasikan

agar

susu

dipasteurisasi

sebelum

diminum atau dalam setiap pembuatan produk berbahan


baku susu segar terkecuali pada produk keju. Karena bakeri
sangat mudah mengkontaminasi terutam anak-anak atau
orang-orang yang melakukan kontak langsung dengan
ternak. Susu yang telah dipasteurisasi berarti menunjukan
kemanan

terhadap

cemaran

bakteri

patogen

atau

sepenuhnya dapat menghilangkan bakteri pathogen seperti


Microbacterium, Salmonella, E. Coli dan Listeria namun
dapat meninggalkan spora Bacillus cereus.