Anda di halaman 1dari 38

BPH

(BENIGN PROSTATE
HYPERPLASIA)

Brenda Shahnaz Q. A. B
030.11.057

BPH

Pembesaran/ hiperplasia sel-sel stroma dan selsel epitel kelenjar prostat yang mendesak ke
perifer

ANATOMI

Kelenjar prostat berada di inferior buli-buli,


membungkus uretra prostatica posterior

ANATOMI

(Mc neal, 1970)


prostat

Kelenjar

epitel

Stroma:
Otot polos,
fibrobal, pemb
darah, saraf

BPH: z. transisional
Ca prostat: z. perifer

Parasimpatik
(S2-4)

Simpatik (T10-L2)

Pleksus prostaticus

Plexus
prostaticus

Sekresi
kelenjar>>

Reseptor adrenergik-a (otot


polos prostat, kapsul
prostat, leher VU)
Sekresi cairan prostat ke
uretra posterior

EPIDEMIOLOGI
Tumor jinak paling sering pada pria
15% pada pria usia 40-49 tahun
25% pada pria usia 50-59 tahun
43% pada pria usia 60 tahun

ETIOLOGI

Teori dihidrotestosteron (DHT)

enz. 5areduktase >>

NADPH

DHT

testosteron

RA >>
Pertumbuhan
sel prostat>>

RA: reseptor androgen

Prot growth
factor

DHT-RA

Ketidakseimbangan estrogen-testosteron
Testosteron <<

Usia>>

Estrogen >>

Apoptosis <<

Teori apoptosis:

Jumlah sel
prostat>>

RA>>

Sensitifitas sel prostat


terhadap hormon
androgen >>

Massa
prostat>>

Teori stem sel

Aktivitas
stem sel
tidak tepat

Produksi sel
stroma& sel
epitel >>

Teori interaksi stroma-epitel

DHT &
estrogen

Sel stroma>> &


sel epitel>>

Sel
stroma

Growth
factor

PATOFISIOLOGI
Hiperplasia
prostat

Ginjal dan
ureter:
hidroureter,
hidronefrosis,
gagal ginjal

Penyempitan
lumen uretra
prostatica
posterior

Tek
intravesika
>>

refluks
vesikoureter

LUTS

Vesika urinaria :
hipertrofi otot
detrusor, divertikuli
VU

MANIFESTASI KLINIS
Gejala saluran kemih
bagian bawah (LUTS)

Iritasi:
Frekuensi
Nokturia
Urgency
disuria

Obstruksi:
Hesitancy
Pancaran miksi lemah
Terminal dribbling
intermitensi

LUTS
(kompensasi)
Faktor pencetus:
-Volume buli buli
penuh
-Massa prostat
membesar
-Obat-obatan

Dekompensasi:
- Retensi urin
-inkontinensia
paradoks

Gejala saluran
kemih bagian
atas:

Nyeri pinggang
Benjolan di pinggang
(hidronefrosis)

Gejala di luar
saluran kemih:
Demam
Hemorhoid
Hernia inguinalis

DERAJAT PEMBESARAN PROSTAT


1. RECTAL GRADING
Berdasarkan penonjolan prostat ke rectum
0

Menonjol 0-1 cm

1-2 cm

2-3 cm

3-4 cm

>= 4 cm
Berdasarkan teraba/ tidak nya pole atas

Pole atas mudah dicapai

Pole atas sulit dicapai

Pole atas teraba hanya pada rectal


touche bimanual

Pole atas tidak teraba

2. INTRAVESICAL GRADING
(CYSTOGRAFI)
1

Menonjol di bladder inlet

Penonjolan antara inlet dan


muara ureter

Sampai muara ureter

Melewati muara ureter

3. CLINICAL GRADING
(SISA URIN)
Normal

Sisa urin 0 cc

Sisa urin 0 -50 cc

Sisa urin 50-150 cc

Sisa urin > 150 cc

Retensi total

4. INTRA URETHRAL GRADING


(PANENDOSKOPI)
1

Kedua lobus lateral bertemu di 1


titik pada garis tengah

Bertemu sepanjang 1 cm

Bertemu sepanjang 2 cm

Bertemu sepanjang 3 cm / lebih

DIAGNOSIS
PEMERISAAN AWAL
Mandatory
(harus diperiksa):

Recommended
(jika fasilitis ada):

Anamnesis
PF
urinalisis

PEMERISAAN TAMBAHAN

PSA (10-70thn)
Faal ginjal
IPSS
Catatan miksi

Optional
(LUTS+IPSS>7):
TRUS
Uroflometer
Vol residu urin

KATEGORI PASIEN
A

Keluhan LUTS

a.

IPSS </= 7

Terapi: watchful waiting

b.

IPSS > 7

Pemeriksaan optional

Curiga keganasan prostat


PSA abnormal
Hematuria

nyeri suprasimfisis
kelainan neurologis
VU penuh

Faal ginjal abnormal


Riwayat: ISK, operasi urologi,
tumor sal. Kemih, batu sal.
kemih

Rujuk spesialis
urologi

PEMERIKSAAN SPESIALIS UROLOGI

Pasien A.b
(memilih intervensi, tidak mempan, medikamentosa)
Urodinamika
Uretrosistokopi

Pasien B

Kultur urin
Pencitraan (USG/IVP/uretrografi retrograd)
Sitologi urin
uretrosistokopi

ANAMNESIS
Identitas
Keluhan dan onset
Riwayat penyakit umum dan urogenitalia
Obat yang sekarang dikonsumsi dan yang dapat
menimbulkan keluhan miksi
Fungsi seksual
Skor IPSS:

0-7: ringan
8-19: sedang
20-35: berat

PEMERIKSAAN FISIK

Regio anal (colok dubur)


Tonus sfingter ani (kel.
Neuro)
Mukosa rektum
Prostat: pembesaran, batas
atas, konsistensi (BPH:
kenyal, ganas:keras), nodul
(ganas)
Nyeri tekan (prostatitis)

Regio
suprapubik
Distensi vesika

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Lab:
-sedimen urin
(infeksi/inflamasi)
-kultur urin
-faal ginjal (sal. Kemih
atas)
-GDS (kel. Neuro)
-PSA (keganasan)

Imaging:
-BNO polos (batu opak)
-BNO IVP (hidronefrosis,
hidroureter, divertikel,
indentasi, batu lusen)
-TRUS (hidronefrosis,
gagal ginjal, pembesaran
vol. prostat)

Residual
urin
(kateterisasi /
USG setelah
miksi)
N:0,09-2,24
ml

Flow rate :
Uroflometri atau
jml urine
lama miksi (ml/detik)

DIAGNOSIS BANDING
Striktur uretra
Kontraktur leher vesika urinaria
Batu vesika urinaria
Ca prostat, ca vesika urinaria
Vesika urinaria neurogenik

TATALAKSANA
Observasi

Medikamentosa Operasi

Invasif
minimal

Watchfull
waiting

Penghambat aadrenergik
(prazosin)

Prostatektomi
terbuka

TUMT

Penghambat 5areduktase
(finasterid)

Endourologi:
1. TURP
2. TUIP
3. TULP

HIFU

Fitoterapi
(lanaprost,
tadenan)

elektroevaporasi Stent uretra

Hormonal

TUNA

WATCHFULL WAITING
Kontrol
periodik
(/6bulan)
test lab
residu urin
uroflowmetri
o

Edukasi:
Tidak mengkonsumsi kopi dan alkohol setelah makan malam

Kurangi konsumsi makanan/minuman yang mengiritasi buli


(kopi, cokelat)

Batasi obat influenza yang mengandung fenilpropanolamin

Kurangi makanan pedas dan asin

Jangan menahan miksi terlalu lama

MEDIKAMENTOSA
Penghambat
reseptor aadrenergik

<< Resistensi otot


polos prostat

Co: tamsulosin,
prazosin,
fenoksibenzamin (ES:
hipotensi postural

<< Obstruksi
infravesika

Pengham
bat 5areduktase

<< Enz. 5areduktase

<< Produksi
DHT

Co:
Finasterid

<< Sintesis
protein &
replikasi sel
prostat

OPERASI

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Indikasi:
Tidak ada perbaikan setelah terapi
medikamentosa
Retensi urin
ISK berulang
Hematuria
Gagal ginjal
Timbul penyulit akibat obstruksi saluran
kemih bag. Bawah (co: batu saluran kemih)

Prostatekt
omi
terbuka
(>100gram)

TUIP
(insisi prostat
transuretra)

Penyulit:
inkontinensia urin
impoten
ejakulasi retrogard
kontraktur leher buli
striktur uretra

Indikasi:
-Usia muda
-Lobus medius tidak
membesar
-Tidak karsinoma (singkirkan
dg TRUS, colok dubur, PSA)

TURP (reseksi prostat


transuretra)
Menggunakan cairan irigan
(aquades)

Penyulit selama
operasi:
Perdarahan
Sindrom TURP
(hiponatremia
relatif, jika tidak
diatasi bisa edema
otak)
perforasi

Penyulit pasca
bedah dini:
Perdarahan
Infeksi lokal/
sistemik

Penyulit pasca
bedah lanjut:
Inkontinensia
Disfungsi ereksi
Ejakulasi
retrogard
Striktur uretra

TULP (Laser prostatektomi transuretra)


dengan 4 jenis energi
Nd: YAG, Holmium:YAG, KTP:YAG, diode
(+):
Lebih cepat sembuh,
Dapat dikerjakan
poliklinis

Elektroevaporasi
prostat
(<50 gram)

(-):
Tidak ada jarangan untuk
pemeriksaan patologi (kecuali:
Holmium:YAG)
Striktur uretra post op
Tidak miksi spontan post op
(-):
Waktu operasi
lama

(+):
Aman
perdarahan minimal
Rawat inap singkat

INVASIF MINIMAL
TUMT (Transuretra Microwave
Thermotherapy):
Pemanasan >44OC dengan gelombang mikro
melalui antena pada kateter uretra
(+):
Morbiditas rendah
Tanpa anastesi

Stent prostat:
Intraluminal di uretra
prostatica, dipasang
dg enddoskopi

(-):
Untuk prostat ukuran kecil

(-):
Stent sering terlepas
Gejala iritatif
Perdarahan uretra
Penis tidak nyaman

TUNA (Transuretra Needle


Ablation):
Pemanasan 100oC dengan
frekuensi radio melalui kateter
pada uretra, dipasang dg
sistokopi + anastesi xylocain

HIFU (high Intensity


Focused Ultrasound):
Pemanasan dengan
gelombang ultrasound,
melalui alat di transrektar

(-):
Hematuria
Disuria
Retensi urin
Epididimo-orkitis

(-):
Kegagalan
10%/tahun
Anastesi umum

KOMPLIKASI
Retensi urin

hidroureter

hidronefrosis

Gagal ginjal

Batu vesika
urinaria

Sistitis

Pielonefritis

hemoroid

PROGNOSIS

Prognosis > buruk jika komplikasi obstruksi


disertai infeksi

TERIMAKASIH