Anda di halaman 1dari 21

DIKTAT KULIAH GEOLOGI MINYAK DAN

GAS BUMI

Oleh :
Muhammad Ridho Yonas
270110120053

MATA KULIAH GEOLOGI MINYAK DAN GAS BUMI


FAKULTAS TEKNIK GEOLOGI
UNIVERSITAS PADJADJARAN
2015

Pertemuan 1
Hari/ Tanggal: Senin, 23 Februari 2015
Dosen

: Dr.Ir. Edi Sunardi M,Sc.

Konsumsi / Pemakaian Energi di Indonesia

Konsumsi energi di Indonesia berdasarkan data di tahun 2012 masih


menunjukkan dominasi di sector minyak bumi (petroleum +-36%).
Pada tahun 2013, terjadi penurunan harga minyak dunia mencpai harga
terendah pada 5 tahun terakhir, yaitu $ 57 / Barrel.
Penurunan cadangan minyak disebabkan oleh rendahnya investasi dan
aktifitas eksplorai di zona eksplorasi dan rendahnya realisasi komitmen
kontak eksplorasi.
Pada tahun 2013, cadangan minyak bumi di Indonesia terdapat sekitar 3,69
milyar barrel (cadangan terbukti), padahal di tahun 2012 cadangan minyak
bumi di Indonesia mencapai 3,74 milyar barel (cadangan terbukti).

Penurunan ini disebabkan oleh cadangan minyak bumi yang ditemukan lebih
sedikit daripada jumlah yang diproduksi.
Indonesia masih memiliki potensi cadangan baru (yang masih harus
dieksplorasi) sekitar 43,7 Milyar barrel.

Petroleum Geologi adalah salah satu cabang ilmu geologi yang mempelajari
keberadaan minyak bumi kemudian mengeksplorasi dan mengeksploitasi. Secara
garis besar petroleum geologi terbagi menjadi Geologi eksplorasi minyak bumi, dan
Geologi produki minyak bumi.

Pertemuan 2
Hari/ Tanggal: Senin, 2 Maret 2015

Dosen

: Yusi Firmansyah, ST. MT.

Geofisika Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi


1842 : Sir William Logan menghubungkan rembesan minyak bumi dengan struktur
antiklin.
1859 : Kolonel William Drake melakukan pemboran secara tradisional di dekat
rembesan minyak (awal industry minyak).
1860

: Henry D. Rogers mengatakan akumulasi minyak berada di puncak antiklin.

1861 : Strry Hunt menyatakan akumulasi minyak berada dalam pidatonya The
History of Petroleum bersama guru besar geologi Andreas menyatakan akumulasi
minyak pada puncak antiklin merupakan akibat retakan. Saat itu teknologi
mikroskopis belum dikenal.
I.C. White, seorang geologist pertama kali mendemonstrasikan kebenaran
teori antiklin.
Pada awalnya konsep antiklin berhasil dan efektif namun lama kelamaan tidak
efektif karena adanya antiklin yang di bor tetapi tidak terdapat minyak bumi
didalamnya. Lalu muncul pertanyaan-pertanyaan yang menghasilkan teori baru.
1. Batuan Reservoir, migas hanya pada batuan yang berpori.
2. Batuan Induk, para pencari migas mulai mencari sedimen tebal pada cekungan
sebagai asal migas yang kemudian dikenal sebagi source rock.
3. Oil system, beberapa minyak yang berasal dari sumur berbeda diuji kesamaan
komposisinya.
4. Konsep Migrasi, konsep perpindahan migas dari source rock ke reservoir.

Petroleum System

Petroleum system pertama kali dikemukakan oleh Perodon tahun 1980.


Definisinya adalah kumpulan komponen-komponen yang harus dimiliki untuk
memungkinkan terkumpulnya akumulasi hidrokarbon. Komponen-komponen tersebut
mutlak harus dimiliki, karena tanpa satu komponen saja hidrokarbon tidak akan
terkumpul.
Komponen-komponen petroleum System :
1. Batuan induk
: Tempat awal mula hidrokarbon terbentuk
2. Batuan Reservoir
: Tempat yang mampu menyimpan dan mengalirkan
hidrokarbon. Harus memiliki porosita dan permeabilitas yang baik.
3. Batuan penudung
: Tempat/batuan yang memiliki porositas dan
permeabilitas yang kecil. Memiliki fungsi sebagai penyekat. Contoh :
Batulempung.
4. Jebakan (Trap)
: Sesuatu yang bias menahan hidrokarbon supaya tetap
di ruang reservoir dan tidak berpindah. Trap harus terdiri dari batuan reservoir
dan Cap Rock. Trap terdiri dari berbagai tipe :
Struktural
Stratigrafi
Kombinasi
o Trap Structural dipengaruhi oleh keterjadian deformasi perlapisan
dengan terbentuknya struktur lipatan dan patahan.
o Trap stratigrafi dipengaruhi oleh kondisi perlapisan secara vertical dan
lateral
5. Migrasi
: Proses mengalirnya minyak dan gas bumi dari batuan
induk (source rock) menuju reservoir.
Geofisika Eksplorasi dalam Petroleum
Metode geofisika yang digunakan antara lain:
1. Metode seismik pantul (refleksi)
Metode ini digunakan untuk memetakan struktur formasi bawah permukaan
denganmengukur waktu yang diperlukan oleh suatu gelombang seismik untuk
kembali kepermukaan setelah dipantulkan batas antar formasi yang memiliki sifat
fisika yangberbeda-beda. Pantulan gelombang tersebut ditangkanp oleh Receiver
yang responsif terhadap gelombang seismik. Detektor atau receiver ini dipasang di
seluruh permukaan bumi dengan jarak tertentu. Waktu yang berbeda untuk diterima
oelhdetektor ini merupakan wujud dari bentuk struktur pada lapisan yang
dilaluinya.Selain itu, dari waktu dan kecepatan gelombang yang digunakan juga bisa

diketahuikedalaman dari suatu tempat di bawah permukaan serta batuan apa yang
terkandung di bawah permukaan.
2. Metode seismik bias (refraksi)
Pada metode ini, detektor merekam sinyal seismik pada suatu jarak dari titik
tembakyang lebih besar dibanding dengan kedalaman horison yang dipetakan.
Gelombangitu harus menmpuh jarak horisontal yang besar melewati bumi. Waktu
tempuh ituyang bisa memberikan informasi mengenai kecepatan dan kedalaman
formasibawah permukaan sepanjang lintasannya.
3. Metode gravitasi
Metode yang efektif dalam menentukan dasar sedimen (basement) karen dapat
membaca lapisan batuan dengan beda rapat massa yang cukup jauh
4. Metode listrik
Resistivitas : untuk mengetahui informasi tentang formasi yang memiliki
konduktivitas listrik anomaly
Elektromagnetik : untuk mendeteksi anomaly dalam sifat reduksi dari batuan
di bawah permukaan bumi.

Pertemuan 3
Hari/ Tanggal: Senin, 9 Maret 2015
Dosen

: Dr.Ir. Edi Sunardi, M.Sc.

Petroleum System
Petroleum System

Keterdapatan potensi hidrokarbon


Studi tentang migrasi hidrokarbon
Mempelajari petrologi dan petrografi batuan

Konsep Ketinggian dan kedalaman dalam Petroleum system

Dalam Petroleum system


Trap adalah tinggian (Horst)
Source adalah dalaman (Graben)
Depocenter : Bagian dari cekungan yang terisi oleh sedimen yang
ketebalannya maksimum.
Effective Depocenter : Area dengan sedimen tebal sehingga memiliki source
rock dengan kandungan hidrokarbon tinggi yang dapat bermigrasi.

Integrasi ilmu dalam Petroleum System :

1.
2.
3.
4.

Geologi Sejarah
Geologi Struktur
Geokimia
Geofisika

: Analisis Cekungan
: Trap, Migrasi, dll.
: Kandungan Hidrokarbon & kematangan
: Seismik dan well logs

Lingkungan Pengendapan

Pertemuan 4
Hari/ Tanggal: Senin, 16 Maret 2015
Dosen

: Dr.Ir. Edi Sunardi, M.Sc.

Geological Concept

Kekar

Membentuk Zona lemah

Membentuk migrasi

Trend

Zona lemah akan menunjukkan prinsip stratigrafi

Kekar

Ekstensional

Kompaksi

Membentuk perlipatan dan sesar naik

Geologic Process include


1.
2.
3.
4.

Sejarah Geologi : Kapan timing dia migrasi, trap formasi dan maturation
Stratigrafi dan struktur geologi
Ancillary science, particularry density and physics
Interpersonal skills (motivasi dari dalam diri sendiri),presentasi sosialisasi

Pertemuan 5
Hari/ Tanggal: Senin, 30 Maret 2015
Dosen

: Nisa Nurul Ilmi, ST., M.Sc.

Introduction to Organic Geochemistry

The Carbon Cycle


Geokimia organic adalah cabang ilmu geokimia yang mempelajari siklus
karbon organic. Senyawa organic dapat disimpan di dalam batuan sedimen dalam
waktu yang sangat lama. Sumber karbon organic biasanya berasal dari eukariot
maupun prokariot. Manfaat karbon adalah sebagai berikut :
1. Dapat Membentuk banyak senyawa dengan sifat-sifat yang berbeda bersama
unsur S, N, dan O.
2. Senyawa bentukan karbon memiliki sifat yang berbeda dan dapat diketahui
bagaimana keterbentukannya.
3. Senyawa karbon sangat kuat dan lemah pada saat bersama serta memiliki
fungsi yang berbeda.
Senyawa karbon yang banyak terdapat di bumi adalah berupa CO2 yang
diperoleh dari beberapa proses :

Proses biologi (fotosintesis, respirasi, transpirasi)


Proses biogeokimia (pada Limestone atau batuan karbonat)
Proses geokimia (CO2 hasil erupsi gunung api, CO2 pada air hujan)
Aktivitas manusia (CO2 hasil pembakaran migas)

Sumber utama karbon organic adalah sebagai berikut


1. Bakteri
2. High plant
3. Phytoplankton
4. Zooplankton
Senyawa kimia organic terdiri dari
1. Saturated (jenuh), alkana (propane)
2. Unsaturated (tidak jenuh), alkena (propena)
Struktur Hidrokarbon
1. Alifatik (rantai lurus)
2. Aromatik (rantai cincin)

Senyawa dalam perminyakan

Natural Gas (terutama metana)


Crude oil
Asphaltene
NSO (Nitrogen, Sulfur, Oksigen)

Petroleum

Oil, material cair pada suhu dan tekanan permukaan.


Gas, material gas pada suhu dan tekanan permukaan
Kondensat, Material yang dibawah permukaan berupa gas namun pada saat di
permukaan menjadi oil.

Pertemuan 6
Hari/ Tanggal: Senin, 6 April 2015
Dosen

: Nisa Nurul Ilmi, ST., M.Sc.

Karbon Organik dalam Sedimen


Kerogen : Campuran senyawa organik yang membentuk sebagian dari bahan organik
dalam batuan sedimen. Hal ini tidak larut dalam pelarut organik normal karena berat
molekul besar (ke atas dari 1.000 dalton) senyawa komponennya

Bitumen: Campuran cairan organik yang seluruhnya larut dalam karbon disulfida
Kerogen Tipe : Jenis kerogen yang berbeda menghasilkan produk yang berbeda
Kerogen labil menghasilkan minyak dan gas

Tipe I kerogen
Tipe II kerogen

Refraktori kerogen menghasilkan gas

Jenis kerogen III

Tipe I kerogen

Berasal dari ganggang hijau


Berasal dari lingkungan lakustrin
Mis: bara alga dari Central Valley Skotlandia

Tipe II kerogen

Berasal dari campuran alga / bakteri dan tanaman darat lebih tinggi
Berasal dari lingkungan laut
Mis: Kimmeridge liat dari Laut Utara

Jenis kerogen III

Berasal dari komponen lignin dari tanaman darat yang lebih tinggi
Berasal dari lingkungan terestrial
Mis: sebagian besar batubara dunia

Menilai potensi hidrokarbon menghasilkan sedimen dengan melihat:

Kapasitas untuk generasi hidrokarbon


Jenis ini bahan organik
Apa hidrokarbon mungkin dihasilkan
Kematangan termal sedimen ini
Bagaimana generasi kematangan dipengaruhi termal

Karakteristik Source Rock yang menentukan potensial petroleum :

Jumlah Karbon Organik (TOC)

Sumber Potensi
Indeks Hidrogen (HI) dan Indeks Oksigen (OI)
Indeks Generasi Minyak Gas (Gogi)

TOC (Total Organic Carbon)

Pengukuran yang paling dasar yang digunakan


Dihitung dari segi persentase dari total berat batu asli
Bervariasi dari 0 - 100% (TOC <1,5% saat dewasa = bukan sumber minyak)

Sebuah TOC tinggi bukan satu-satunya parameter untuk menentukan sumber batu
yang baik, karena kerogen mungkin inert dan tidak memiliki minyak bumi
menghasilkan potensial
Sumber Potensi, S1/S2, production index (PI) and Tmax
Ditentukan oleh simulasi pemecahan kerogen di laboratorium pada 550 C suhu
selama beberapa menit (kerogen rusak di kisaran suhu: 100-230 di bawah kondisi
bawah permukaan)
Diukur dengan menggunakan Rock-Eval pirolisis
S1 = gratis HC dilepaskan selama pemanasan pada 250 C
S2 = HC retak dari kerogen selama pemanasan pada 550 C (potensi minyak bumi
Total)
PI = S1 / S1 + S2
Tmax = suhu maksimum S2 (skala kematangan Dasar; meningkat dengan
meningkatnya kematangan)
Rock-Eval pyrolysis

Hydrogen Index (HI) and


Oxygen Index (OI)
HI dan OI yang berasal dari pengukuran Rock-Eval dalam kombinasi dengan TOC:
HI = S2 / TOC (mg / g)
OI = S3 / TOC (mg / g)
Digunakan untuk mengkarakterisasi jenis kerogen
HI = rasio dirilis HC konten karbon organik
OI = rasio dirilis karbon dioksida konten karbon organic
Gas/ Oil generation index (GOGI)
Menentukan rasio gas yang dihasilkan (senyawa C1-C5) relatif terhadap minyak (C6
+). Diukur dengan menggunakan Rock-Eval pyrolisis yang melekat pada Gas
Kromatografi. Tujuannya adalah untuk memisahkan produk pirolisis menjadi
senyawa individu

GOGI
C 6+
(C 1C 5)
Pertemuan 7

Hari/ Tanggal: Senin, 13 April 2015

Dosen

: Nisa Nurul Ilmi, ST., M.Sc.


Petroleum Geology

Geologi minyak bumi adalah studi asal, kejadian, gerakan, akumulasi, dan
eksplorasi bahan bakar hidrokarbon. Hal ini mengacu pada set spesifik disiplin
geologi yang diterapkan untuk mencari hidrokarbon (eksplorasi minyak).
Analisis cekungan sedimen
Geologi minyak bumi adalah prinsipnya berhubungan dengan evaluasi tujuh
elemen kunci dalam cekungan sedimen:
Sebuah perangkap struktural, di mana kesalahan telah disandingkan reservoir
berpori dan permeabel terhadap segel kedap. Minyak (ditampilkan dalam warna
merah) terakumulasi terhadap segel, dengan kedalaman dasar segel. Setiap minyak
lanjut bermigrasi di dari sumber akan melarikan diri ke permukaan dan meresap.

Analisis batuan
Dalam hal analisis batuan, beberapa fakta perlu dibentuk. Pertama, pertanyaan
apakah ada sebenarnya setiap batuan sumber di daerah harus dijawab. Delineasi dan
identifikasi potensi batuan sumber tergantung pada studi stratigrafi lokal,
Palaeogeography dan sedimentologi untuk menentukan kemungkinan sedimen
organik kaya memiliki telah disimpan di masa lalu.

Jika kemungkinan ada menjadi batuan induk dianggap tinggi, hal berikutnya
untuk alamat adalah negara kematangan termal dari sumber, dan waktu pematangan.
Pematangan batuan sumber (lihat diagenesis dan bahan bakar fosil) sangat tergantung
pada suhu, sehingga mayoritas generasi minyak terjadi di 60 ke kisaran 120 C.
Generasi gas dimulai pada suhu yang sama, tetapi dapat terus up di luar kisaran ini,
mungkin setinggi 200 C. Untuk menentukan kemungkinan generasi minyak / gas,
oleh karena itu, sejarah termal batuan sumber harus dihitung. Hal ini dilakukan
dengan kombinasi analisis geokimia dari batuan sumber (untuk menentukan jenis
kerogens hadir dan karakteristik pematangan mereka) dan metode pemodelan
cekungan, seperti back-pengupasan, untuk model gradien termal di kolom sedimen.
Basin analisis
Sebuah analisis cekungan skala penuh biasanya dilakukan sebelum
mendefinisikan lead dan prospek untuk pengeboran di masa depan. Penelitian ini
menangani sistem minyak bumi dan mempelajari batuan (keberadaan dan kualitas);
sejarah pemakaman; pematangan (waktu dan volume); migrasi dan fokus; dan segel
daerah potensial dan unit waduk utama (yang mendefinisikan tidur carrier). Semua
elemen ini digunakan untuk menyelidiki di mana hidrokarbon potensial mungkin
bermigrasi ke arah. Perangkap dan lead potensial dan prospek kemudian didefinisikan
di daerah yang cenderung memiliki hidrokarbon diterima.

Pertemuan 8
Hari/ Tanggal: Senin, 20 April 2015

Dosen

: Dr.Ir. Edi Sunardi, M.Sc.

Petrofisik
Petrofisik adalah salah satu cabang geofisika yang mempelajari tentang sifat
fisik dari suatu batuan.
Petrofisik merupakan suatu proses pengaplikasian antara pendekatan ilmu
geologi dan fisika batuan, yang digunakan untuk mengetahui karakteristik batuan
(reservoar) dan potensi hidrokarbon. Salah satu cara untuk mendapatkan sifat fisik
reservoar adalah dengan melakukan well logging pada sumur eksplorasi.

Tahap Analisa Petrofisik

Ketersediaan Data :

Mudlog, Core, Cutting, DST, XRD, Water Analysis, SCAL, A, M, N Analysis, LAS
data, Stratigraphy, Wireline Log

Persiapan Data :

Import Data, Quality Control, Normalisasi, Facimage, Precalculation and


Environment Corrections

Perhitungan Petrofisik :

Bad Hole, Coal, Shale Volume, Porosity, Permeability, Saturation Water, Net Pay and
Cut Off
Beberapa sifat fisik tersebut adalah :
* Porositas
* Permeabilitas
* Saturasi
* Wettabilitas
* Tekanan Kapiler
* Resistivitas batuan
Mempelajari karakteristik fisik suatu batuan sangat penting karena kita akan
lebih mengenal batuan yang akan kita amati tersebut. Di industri oil & gas misalnya,
sifat fisik batuan sangat penting dipelajari mengetahui karakter reservoar (batuan
tempat menyimpan hidrokarbon) sebagai batuan yang layak untuk dilakukan
pengeboran ataupun perforasi (produksi) lebih lanjut.
Porositas adalah perbandingan antara volume total pori-pori dengan volume
bulk batuan. Pori-pori secara primer adalah matrix pore, dan secara sekunder adalah
rekahan/fracture, rongga/vug, dan lain-lain.
Fungsi Porositas
1. Menentukan OOIP (original oil in place).
2. Menentukan probable recovery / recovery factor.
3. Mengambil keputusan apakah minyak yang terdapat pada reservoir tersebut layak
diproduksi atau tidak dilihat dari segi ekonomi.
4. Mengetahui posisi kedalaman reservoir.

5. Menentukan jenis batuan.


6. Menentukan kemungkinan susunan butir pada batuan reservoir.
7. Menentukan besar permeabilitas pada pori-pori batuan.
8. Menentukan cadangan potensial dari sutau reservoir minyak/gas.
9. Menentukan selang waktu untuk perforasi atau acidizing
Simple idea for understanding about porosity in oil reservoir
Bayangkan anda memasukkan sebuah pasir ke dalam gelas, pasir itu lalu anda
isi air, celah-celah diantara pasir tersebutlah yang dinamakan porositas.
Saturasi
Saturasi adalah perbandingan kuantitas (volume) suatu fluida dengan pori-pori
batuan tempat fluida tersebut berada. Misalnya, saturasi air dalam suatu source rock
adalah besarnya volume air dibanding volume total pori-pori batuan tersebut.
(Catatan: Pada umumnya saturasi dihitung berdasarkan volume pori-pori efektif. Hal
ini karena adanya isolated pore yang tidak berpengaruh pada produktivitas reservoir.)
Sehingga, dapat dikatakan bahwa saturasi adalah berapa persen bagian dari suatu pori
yang terisi fluida. Karena saturasi merupakan perbandingan/persentase, maka secara
matematis saturasi tidak memiliki satuan.
Simple idea for understanding about saturation in oil reservoir
Pada umumnya reservoar didalam tanah akan diisi oleh air, kecuali didalam
reservoar hidrokarbon. Dikatakan saturasi air seratus persen apabila reservoar
tersebut diisi oleh air sepenuhya. Sedangkan apabila dikatakan saturasi air limapuluh
persen, maka separuh air dan separuh lagi adalah hidrokarbon.

Anda mungkin juga menyukai