Anda di halaman 1dari 2

mmittajs874.blogspot.

com

Setengah Putaran
SA(E)

SA(F)

Definisi : Sebuah setengah putaran pada suatu titik A adalah suatu padanan SA yang
didefinisikan untuk setiap titik pada bidang sebagai berikut :
1. Apabila P A maka SA(P) = P sehingga A titik tengah ruas garis
2. SA(A) = A

Teorema 7.1 : Jika A sebuah titik serta g dan h dua garis tegak lurus yang berpotongan
di A, maka SA = MgMh

Pembuktian
Garis g tegak lurus terhadap garis h maka kita dapat membuat sebuah system sumbu
orthogonal dengan g sebagai sumbu X dan h sebagai sumbu Y. A dipakai sebagai titik
asal.

1. Jika P A maka SA(P) = MgMh(P)


2. Jika P = A maka MgMh(P) = MgMh(P) = Mg(A) = A.

Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA

mmittajs874.blogspot.com
Sedangkan menurut definisi SA(A) = A, sehingga MgMh(A)= SA(A). Jadi dapat
disimpulkan MgMh(A)= SA(P)

Teorema 7.2 : Jika g dan h dua garis yang tegak lurus maka MgMh = MhMg
Pembuktian
1. Jika P = A maka MgMh(A) = Mg(A) = A dan MhMg(A) = Mh(A) = A maka MgMh(A)
= MhMg(A)
2. Jika P A maka MgMh(A)= SA. selanjutnya MhMg(P) = Mh (x,-y) = SA(P) sehingga
M hM g = S A
Jadi dapat disimpulkan bahwa MgMh = MhMg

Teorema 7.3 : Jika SA setengah putaran, maka SA-1 = SA


Pembuktian
Andaikan g dan h dua garis yang tegak lurus maka MgMh = SA dengan A titik potong
antara g dan h.
(MgMh)-1 = Mh-1Mg-1 = SA-1
Oleh karena Mh-1 = Mh dan Mg-1 = Mg maka MhMg = SA-1 . Menurut teorema 7.2 MgMh =
MhMg . Jadi, SA-1 = MgMh = SA.

Teorema 7.4 : Jika A = (a,b) dan P(x,y)maka SA(P) = (2a x, 2b y)

Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA