Anda di halaman 1dari 4

mmittajs874.blogspot.

com

GESERAN (TRANSLASI)
Definisi 1 : Translasi atau pergeseran adalah hasilkali dua pencerminan pada dua garis
yang sejajar.

Teorema 10.1 : Andaikan g dan h dua garis yang sejajar. Apabila ada dua titik A dan B
dengan A = () dan B = ().
maka
=

Pembuktian :
Kita pilih sebuah system koordinat dengan misalnya g sebagai sumbu y dan sebuah garis
tegak lurus pada g, sebagai sumbu x (Gambar 10.1

Andikan A = (1 , 2 ) dan B = (1 , 2 ). Kalau N tengah-tengah ruas garis


" maka harus
dibuktikan () = ". Andaikan persamaan h adalah x = k (k 0), apabila P (x, y) dan
P = (P) maka memotong h di sebuah titik Q (k, y) dengan Q sebagai titik tengah

, Jadi P = () = (2k x, y) sedangkan () = (-x , y)


Sehingga () = () = [(, )] = (2 + , )
Didapat : A = () = (2 + 1 , 2 )
B = () = (2 + 1 , 2 )
Oleh karena N titik tengah
" maka
={

(2 + 1 ) + 1 2 + 2
,
}
2
2

Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA

mmittajs874.blogspot.com
2+1 +1

Sedangkan () = 2 {

} 1 , 2 {

2 +2
2

2 }

Atau () = (2 + 1 , 2) = B
Dengan demikian maka " = "
Jadi, dapat disimpulkan bahwa setiap ruas garis berarah dengan pangkal sebuah
titik dan berakhir di titik petanya oleh adalah ekivalen dengan setiap ruas garis
berarah seperti di atas. Jadi hasil transformasi adalah seakan-akan kita menggeser
setiap titik sejauh jarak yang sama dan searah. Transformasi demikian dinamakan
tranlasi (geseran).

Definisi 2 : Suatu padanan G dinamakan suatu geseran apabila ada ruas garis berarah

sehingga setiap titik P pada bidang menjadi P dengan G(P) = P dan


=
.
Setiap ruas garis berarah menentukan sebuah translasi. Kalau
suatu garis
berarah maka dengan lambang kita maksud sebuah geseran yang sesuai dengan
.

Teorema 10.2 : Apabila = maka =


Pembuktian :
Jika X sebarang, maka harus dibuktikan () = (). Andaikan () = 1 dan
() = 2, jadi 1 = dan 2 = karena = maka 1 = 2 Ini berarti
bahwa 1 = 2 sehingga =

sebuah garis berarah


Teorema 10.3 : Andaikan g dan h dua garis yang sejajar dan
tegak lurus pada g dan C g dan D h. Apabila = 2 maka =

Pembuktian :
Andaikan P sebuah titik sebarang, Jika P = () dan P = (P), maka harus
dibuktikan bahwa P = P

Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA

mmittajs874.blogspot.com

Menurut ketentuan geseran , = . Oleh karena = 2 , maka = 2.


Berhubung C = (), g maka C = (). Jadi D adalah titik tengah " sehingga
" = 2. Oleh karena " = " (teorema 10.1), maka " = 2 = .
Ini berarti bahwa P = P jadi (P) = (P). karena P sebarang, maka =

Catatan :
1. Dari teorema di atas dapat disimpulkan bahwa setiap geseran dapat ditulis
dan
sebagai hasilkali dua refleksi pada dua garis yang tegak lurus pada
berjarak AB.
2. Jika sebuah garis dan M titik tengah
sedangkan g,h dan n tiga garis masingmasing tegak lurus di A, di M dan di B pada maka = =

3. Oleh karena setiap geseran dapat ditulis sebagai hasilkali dua refleksi sedangkan
suatu refleksi adalah suatu transformasi maka suatu geseran adalah suatu
transformasi yang merupakan isometri pula oleh karena suatu refleksi adalah
suatu isometri. Lagi pula suatu geseran adalah suatu isometri lawan sebab setiap
refleksi adalah suatu isometri lawan.

Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA

mmittajs874.blogspot.com

Teorema 10.4 : Jika sebuah geseran maka ( )1 =


Pembuktian :
Oleh karena himpunan isometri-isometri merupakan bagian dari grup transformasitransformasi maka setiap geseran memiliki balikan ( )1(Gambar 10.3). dari uraian di
atas kita peroleh berturut-turut :
= =
Sedangkan = =
sehingga ( )1 = ( )1 = 1 1 = = Jadi, ( )1 =

Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA