Anda di halaman 1dari 4

mmittajs874.blogspot.

com

SOAL TRANSFORMASI
1. Misal V bidang euclide dan A sebuah titik tertentu pada V, ditetapkan relasi T
sebagai berikut :
a. T(P) = A , P = A, P A
b. Jika P V dan P A, T(P) = Q. Q merupakan titik tengah ruas garis AP.
Apakah relasi T merupakan transformasi?

Pembuktian fungsi V ke v
Setiap anggota v memiliki peta V
Ambil sebarang titik pada bidang V yaitu titik P sehingga P V
Titik A yang diketahui sebagai titik tertentu pada V, A V
Memiliki 2 kondisi
P=A
Sebarang titik P pada V, P V. prapeta T(P) = A
b. P A
a.

Titik A V, P V, P A
Q titik tengah garis AP. Q AP

Jadi, AP V sehingga Q V dan Q merupakan titik tengah tunggal maka dari itu dapat
dikatakan bahwa fungsi V ke v.

Pembuktian fungsi Surjektif


Ambil sebarang R V, karena A merupakan titik tertentu pada V dari A V memunculkan
2 kondisi.
a. R = A
Untuk R = A sudah jelas bahwa R merupakan prapeta yaitu titik A sendiri.
b. R A
Untuk R A

Secara geometri, garis AR pada bidang V terdapat titik M yang merupakan prapeta
dari R yaitu T(M) = R, T(M) merupakan titik tengah karena R V mempunyai
prapeta oleh fungsi T yaitu T(M) sehingga T fungsi surjektif.

Pembuktian fungsi Injektif


Ambil sebarang titik P,Q V sehingga T(P) = T(Q) menimbulkan kondisi :
a. P = A
Jika P = A maka T(P) = P = A sedangkan T(P) = T(Q). T(Q) = A. Jadi, Q = A dan P
= A.

Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA

mmittajs874.blogspot.com
b. Q = A
Jika Q = A maka T(Q) = Q = A sedangkan T(Q) = T(P). T(P) = A. Jadi, P = A dan Q
= A.
c. P A dan Q A
Jika P A dan Q A maka T(P) P A
Misal P AP dan Q AQ
P = T(P) dan Q = T(Q)
Jika P AP maka AP = AP dan Q AQ maka AQ = AQ. Sehingga T(P) = T(Q) berarti P
= Q dan AP = AQ dengan demikian AP = AQ. Jadi A, P dan Q merupakan kolinear dengan
P merupakan titik tengah AP dan Q titik tengah AQ sehingga P = Q. Dengan demikian, T
merupakan fungsi Injektif .

KESIMPULAN : Karena T merupakan fungsi Injektif dan fungsi Surjektif maka T


merupakan fungsi bijektif dengan demikian relasi T merupakan tranformasi.

2. Andaikan g dan h dua garis yang sejajar pada bidang Euclides V. A sebuah titik
yang terletak di tengah antara g dan h.
Sebuah T padanan dengan daerah asal g yang didefinisikan sebagai berikut :
Apabila P g maka P = T(P) = PA h
a. Apakah daerah nilai T ?

Jadi, daerah nilai T adalah semua titik pada garis h


b. Apabila D g , E g, D E , buktikan DE = DE; D= T(D), E = T(E).

Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA

mmittajs874.blogspot.com
Lihat Segitiga ADE dan Segitiga ADE

< DAE = <DAE


(bertolak belakang)
DA = AD
(karena A berada di tengah garis g dan h)
EA = AE
(karena A berada di tengah garis g dan h)
Jadi dapat disimpulkan bahwa segitiga ADE ekuivalen dengan segitiga ADE (sisi
sudut sisi). Akibatnya DE = DE . Perbadingan DE/DE = 1/1
c. Apakah T injektif ?
Ambil 2 titik D dan E pada g dengan D E akan dibuktikan T(D) T(E)
Misal, T(D) = T(E) sehingga T(D) = garis DA h dan T(E) = garis EA h. Dan
dalam hal ini, maka garis DA dan garis EA memiliki 2 titik sekutu yaitu titik A. Jadi,
T(D) = T(E).
Ini berarti bahwa garis DA dan garis EA berimpit sehingga berakibat D = E. Hal ini
kontradiksi maka permisalan SALAH. Yang benar adalah T(D) T(E) sehingga T
injektif.

3. Diketahui sebuah titik k dan ruas


, K
dan sebuah garis g sehingga g sejajar

dengan dan jarak antara k dan adalah dua kali lebih panjang daripada jarak
antara k dan g. ada padanan T dengan daerah asal
dan daerah nilai g sehingga
maka T(P) = P =
g.
apabila P

Apakah T injektif ?
Asumsikan T(E) = E = EK g maka ada dua titik D dan E pada AB. Dengan D E akan
dibuktikan T(D) T(E). misalkan :
T(D) = T(E) dan D E
D = T(D). D garis DK g
E = T(E). E garis EK g

Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA

mmittajs874.blogspot.com
dan
memiliki titik sekutu di K, T(D) = T(E). Jadi,
dan
berimpit
Maka
sehingga D = E.
Lihat FKE dan FKE. Hal ini kontradiksi dengan permisalan T(D) = T(E) yang benar
T(D) T(E)
EF = EF
D=E
g(D) = g(E)
DE
g(D) g(E)
sehingga dapat disimpulkan T injektif.

4. Sebuah lingkaran dengan jari-jari (r) dengan pusat A pada bidang euclide
ditetapkan relasi T sebagai berikut :
P V, T(P) = Q sehingga
.
= r2
Apakah relasi T suatu transformasi ?
Bukti fungsi V ke v muncul dua kemungkinan yaitu P = A atau P A
Untuk P = A
.
= r2

.
= r2
0 .
= r2

= r2/0

=
Kesimpulan : tidak ada Q yang memenuhi
.
= r2 untuk P = A sehingga Q 0
bukan fungsi V ke v karena bukan fungsi V ke v sehingga relasi T bukan Transformasi.

Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA