Anda di halaman 1dari 17

PRESENTER CRITICAL

APPRAISAL

The Association between


Risk Factors and Low Back
Pain among Commercial
Vehicle Drivers in
Peninsular Malaysia: A
Preliminary Result

Oleh :
Kelompok 8 (Tim 1a)
Devina Koesnatasha Alvionita
Nurazizah
Richard Wahyu Pratama
K3 2012

Pendahuluan

Pendahuluan dalam jurnal memiliki 3 paragraf yang telah sesuai dengan


peraturan dikti dimana pendahuluan dapat dituliskan 3-4 paragraf saja.

Jurnal ini juga telah sesuai menurut sistematika Jurnal yang ditulis oleh Istadi
(2014) dimana pendahuluan berisi:
- Paragraf pertama: Latar belakang penelitian dan masalah Low Back Pain
- Paragraf kedua: Penelitian terdahulu dan pentingnya penelitian
- Paragraf ketiga: Tujuan penelitian, subjek, tempat dan waktu penelitian

Di dalam format pendahuluan artikel ini juga tidak ada tinjauan pustaka
sebagaimana di laporan penelitian, tetapi diwujudkan dalam bentuk kajian
literatur terdahulu (state of the art) untuk menunjukkan kebaruan ilmiah
jurnal.

Hipotesis dan Tujuan

Tujuan
Tujuan

dari

disebutkan

penelitian

dalam

ini

paragraf

telah
terakhir

pendahuluan yaitu:

Hipotesis

1. Menentukan prevalensi gangguan


Musculoskletal Disorders (MSDs)

Hipotesis dalam jurnal ini tidak

termasuk

disebutkan

LBP pada

pengemudi

karena

merupakan

kendaraan komersial termasuk bus

penelitian cross sectional yang tidak

di Malaysia.

terdapat hipotesis. Hal ini telah

2. Menentukan faktor risiko fisik dan


psikologis
termasuk

gangguan
LBP pada

MSDs
pengemudi

kendaraan komersial termasuk bus


di Malaysia.

sesuai

ciri-ciri

sectional.

penelitian

cross

Paparan dan Outcome

Paparan/Intervensi
Paparan pada penelitian ini yaitu :

diketahuinya

faktor fisik dan psikologis pada

risiko

pengemudi kendaraan komersial

prevalensi,

fisik

dan

faktor

psikologis

gangguan Musculoskletaldisorders

termasuk bus

Outcome dari penelitian ini adalah

(MSDs)

termasuk

LBP

pada

nyeri dan postur kerja termasuk

pengemudi kendaraan komersial

faktor ergonomi

termasuk bus di Malaysia.

Pada penelitian dalam jurnal ini

Outcome

prevalensi

tidak dilakukan intervensi, namun

punggung

bawah

hanya melakukan observasi dan

sebanyak 60,4%.

pengukuran sesuai dengan desain


penelitian.

nyeri
ditemukan

Outcome

Desain Studi

Desain yang digunakan ialah cross sectional berdasarkan paragraf pertama pada
subyek dan metode penelitian.

Penelitian ini dilakukan dalam satu waktu yaitu Juni 2004-Agustus 2005.

Data diambil menggunakan:


1.

Kuesioner tentang nyeri punggung dan faktor pekerjaan yang dibagikan pada
pengemudi selama waktu istirahat.

2.

Kuesioner Nordic standar (SNQ) yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa


Melayu untuk mendapatkan informasi tentang faktor-faktor risiko.

3.

Profil of Mood States (POMS)

4.

Pengukuran getaran seluruh tubuh menggunakan Maestro human vibration


meter

5.

Analisis Postur dilakukan berdasarkan Ovaco Working Analysis Posture


(OWAS)

Populasi studi

Populasi studi pada penelitian dalam jurnal ini total


berjumlah 760 pengemudi bus dari 11 perusahaan
bus pada 6 negara di Semenanjung Malaysia, yaitu
Selangor dan Wilayah Federal (central region),
Kelantan (wilayah timur) dan Perak, Penang dan
Kedah (wilayah utara).

Hasil

Pada hasil penelitian jurnal ini telah sesuai karena


menjawab tujuan dari penelitian, yakni terdapat
prevalensi nyeri punggung bawah dan faktor risiko
yang menyebabkan nyeri. Penyajian dalam hasil
penelitian juga ditampilkan dalam bentuk tabel
secara rinci sehingga memudahkan pembaca.

Bias

Bias seleksi :

dapat terjadi dalam pemilihan subjek penelitian

apakah subjek mengalami keluhan ketika bekerja ataukah sebelum bekerja pada
tempat tersebut

hal ini dapat menjadi bias jika peneliti tidak mengetahui riwayat pekerjaan dari
subjek penelitian.

Bias informasi :

dapat terjadi ketika subjek penelitian mencoba mengisi kuesioner dan


mengingat kembali paparan yang diterima dalam waktu beberapa bulan ke
belakang.

dapat dikendalikan jika peneliti memiliki riwayat penyakit ataupun data subjek
penelitian. Selain itu bias pengukuran dapat terjadi ketika peneliti melihat video
postur

kerja

dari

driver

dan

mengelompokkan

pengelompokkan ini bersifat subjektif.

berdasarkan

OWAS,

Confounding

Faktor confounding yang dapat timbul dari penelitian ini adalah umur,
pendapatan, tingkat pendidikan dan kegiatan non kerja. Namun hal ini telah
dianalisis menggunakan regresi logistik oleh peneliti.

Faktor lain yang tidak diteliti yaitu kebiasaan merokok pada driver sehingga
dapat menjadi faktor confounding.

Semakin lama dan semakin tinggi frekuensi merokok, semakin tinggi pula
tingkat keluhan yang dirasakan. Hubungan merokok dengan keluhan MSDs
disebabkan karena batuk yang meningkatkan tekanan pada perut dan
menimbulkan ketegangan pada tulang belakang atau punggung.

Faktor Kebetulan

Pada jurnal ini tidak dilakukan pengukuran mengenai IMT pada


pekerja sehingga dapat menimbulkan faktor kebetulan yang tidak
diinginkan.

Kaitan IMT dengan MSDs adalah semakin gemuk seseorang makan


bertambah besar risikonya untuk mengalami MSDs. Hal ini
dikarenakan seseorang dengan kelebihan berat badan akan berusaha
untuk menyangga berat badan dari depan dengan mengontraksikan
otot punggung bawah.

Time
relationship
Penelitian ini sangat baik dilakukan karena dilakukan pada satu waktu
saja dan dimana antara variable bebas dan terikat diukur pada waktu yang
bersamaan,sehingga hasil yang didapatkan berdasarkan pada satu waktu
saja,tidak perlu dilakukan recall kembali.

Strength

Kekuatan penelitian ini terdapat pada kuesioner yang dibuat, kuesioner


ini dibuat secara detail mulai dari pertanyaan tentang pekerjaan maupun
pertanyaan penunjang yang memperkuat kuesioner ini.

Dose response

Berdasarkan penelitian tersebut bahwa dari 760 supir bus di


Malaysia dilihat dari 9 bagian tubuh yang dinilai, 60,4%
diantaranya mengalami keluhan punggung bagian bawah.

Dan hasil duduk lurus sebesar (45,9%),bersandar (27,32%),postur


membungkuk dan memutar sebesar 19,55% dan 7,34%.

Adanya jumlah yang signifikan antara LBP berdasarkan postur


yang membungkuk kedepan lebih beresiko terkena LBP,
sedangkan duduk bersandar dan duduk lurus ditemukan hasil yang
rendah.

Kami berpendapat bahwa hasil dapat generalisir ke elligible


sample dan populasi sample karena pada penelitian ini sampel
= populasi, yaitu populasi supir local yang ada kota-kota
Malaysia yang ditugaskan pada populasi supir bus local di
Malaysia pada agustus 2005.

Generalization eligible
population

Generalisir ke populasi
lainnya
Berdasarkan keterangan yang dituliskan oleh peneliti pada
bagian keterbatasan studi yang menyatakan hasil penelitian
hanya terbatas bagi supir bus laki-laki di antara suku melayu,
maka dapat disimpulkan bahwa penelitian ini tidak dapat
digeneralisir ke populasi lainnya.

Konsistensi, spesifik, dan koherensi hasil

Penelitian ini memiliki kesamaan dengan penelitian lainnya seperti dalam


pernyataan bahwa praktek shift kerja dan faktor psikologis yang dapat
meningkatkan risiko LBP.

Namun terdapat hasil yang tidak sejalan dengan penelitian lain, sesuai dengan
pernyataan peneliti yaitu studi kami menunjukkan bahwa tidak ada
hubungan signifikan antara postur dan LBP meskipun beberapa penelitian
melaporkan bahwa postural stes menjadi faktor risiko penting untuk LBP.

Penelitian ini menunjukan konsistensi dan spesifikasi dalam melakukan


penilaian terhadap penyebab terjadinya LBP. Dilihat dari tujuan awal sudah
sesuai dengan hasil yang dituangkan di dalam penelitian,dan cukup
menggambarkan antara satu dengan yang lainya.

Referensi

Barnes, Deborah E. 1998. Why review articles on the health effects of passive smoking reach different conclusions. JAMA.

Bonita

R,

Baeglehole

R,

Kjellstorm

T.

Basic

of

Epidemiology.

2006.

Switzerland:

WHO

Press.

Diakses

dari:

http://whqlibdoc.who.int/publications/2006/9241547073_eng.pdf.

Crombie. 1996. The Pocket Guide to Critical Appraisal: A Handbook for Helath Care Professionals. London: BMJ Publishing Group.

Elwood, Mark. 2000. Critical Appraisal of Epidemiological Studies and Clinical Trials. New York: Oxford University Press.

Endang Bukhori. 2010. Hubungan Faktor Risiko Pekerjaan Dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) Pada Tukang Angkut
Beban Penambang Emas Di Kecamatan Cilograng Kabupaten Lebak-Banten Tahun 2010. Skripsi Fakultas Kedokteran Dan Ilmu
Kesehatan Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Jakarta.

Fauzan.

Kriteria

Judul

&

Abstrak

Naskah

yang

Baik

oleh

Prof.

Dr.

Wasmen

Manalu.

Diakses

dari

http://fauzan.staff.uns.ac.id/2010/07/05/kriteria-judul-abstrak-naskah-yang-baik/ pada 30 Oktober 2013.

Harvey Checoway, et.al. 1989. Research Methods in Occupational Epidemiology. New York: Oxford University Press.

Istadi.

2014.

Petunjuk

Penulisan

Dan

Kirim

Artikel

Jurnal

Teknik

Mulai

Penerbitan

Tahun

2014.

Diakses

dari

http://ejournal.undip.ac.id/index.php/teknik/pages/view/authorguide

Last JM. 2001. A Dictionary of Epidemiology. New York: Oxford University Press.

Notoadmodjo, Soekidjo. 2000. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Pedoman Penulisan Karya Ilmiah oleh Pusbindiklat Peneliti LIPI tahun 2013.

Peraturan Dirjen Dikti No. 29 tahun 2011.

Rothman KJ. 2002. Epidemiology, An Introduction. New York: Oxford University Press.

Tarwaka et al. 2004. Ergonomi Untuk K3 dan Produktivitas. Surakarta: UNIBA Press

Vandenbroucke J, P, et al. 2007. Strengthening the Reporting of Observational Studies in Epidemiology (STROBE): Explanation and
Elaboration. PLoS Medicine.

Webb P, Bain C, Pirozzo S. 2005. Essential Epidemiology, An Introduction for Students and Health Professionals. New York:
Cambridge University Press.

TERIMA KASIH