Anda di halaman 1dari 12

Pemilihan Rating PMT (Circuit Breaker)

Terdapat beberapa rating yang harus diperhatikan ketika memilih Circuit Breaker
sebagai pemutus, diantaranya adalah: rating tegangan, rating arus nominal, rating
arus hubung singkat, insulation level, dll, berikut ini penjelasan pemilihan rating
pada PMT yang tepat untuk proses switching Shunt Capacitor pada Gardu Induk
Sengguruh :
a. Rating Frekuensi
Hal pertama yang harus diperhatikan adalah besaran frekuensi antara CB yang
akan dipilih dengan frekuensi pada sistem. Di Indonesia frekuensi yang
digunakan adalah 50 Hz, sehingga semua pemilihan peralatan harus memiliki
rating frekuensi sebesar 50 Hz. Jika peralatan tidak sesuai dengan frekuensi yang
ada, maka peralatan tersebut tidak dapat beroperasi.
b. Rating Tegangan (Rated Voltage)
Rating tegangan merupakan sistem tegangan maksimum yang di gunakan
pada peralatan yang terpasang. Berdasarkan standar IEC 60038, IEC Standart
Voltage, nilai rating tegangan standar yang dapat digunakan adalah sebagai
berikut :

Kelompok I untuk rating tegangan di bawah 245 kV

Rating tegangan di bawah 245 kV terbagi menjadi dua macam, seri I untuk
tegangan pada sistem frekuensi 50 Hz, dan seri II untuk frekuensi 60 Hz.

Seri I

: 3,6 kV 7,2 kV 12 kV 17,5 kV 24 kV 36 kV 52 kV 72,5

Seri II

kV 100 kV 123 kV 145 kV 170 kV 245 kV


: 4,76 kV 8,25 kV 15 kV 15,5 kV 25,8 kV 27 kV 38 kV

48,3 kV 72,5 kV 123 kV 145 kV 170 kV 245 kV


Kelompok II untuk rating tegangan di atas 245 kV

Untuk tegangan di atas 245 kV merupakan tegangan ekstra tinggi dengan


rating tegangan : 300 kV 362 kV 420 kV 550 kV 800 kV.
Capacitor yang dipasang mengikuti sistem tegangan 70 kV pada GI
Sengguruh, maka CB yang digunakan untuk proses switching capacitor
dipilih dengan rating tegangan sebesar 72,5 kV sesuai dengan standar IEC di
atas.
c. Rating Arus Hubung Singkat (Rating Short Circuit Breaking Current)
Nilai breaking arus hubung singkat CB menyatakan harga arus hubung
singkat tertinggi, dimana CB mampu bekerja pada kondisi yang
digunakan, rekomendasi ini ditentukan dalam sifat-sifat dimana suatu
jaringan yang punya frekuensi tenaga yang berhubungan dengan nilai
tegangan untuk mendapatkan kembali tegangan awal CB. Harga arus
hubung singkat disini adalah harga arus hubung singkat yang terjadi pada
gangguan.
Diketahui pada GI Sengguruh memiliki kapasitas gangguan sebesar
579,83 MVA sehingga dapat dihitung arus hubung singkat sebagai berikut:
MVA gangguan
I sc=
3 . V
I sc=

579,83 MVA
=4,788 kA
3 .70 kV

Dengan besar arus hubung singkat maksimal sebesar 4,788 kA, maka
pemilihan rating breaking current untuk CB dapat dipilih dengan rating di

atasnya.

Berdasarkan standar IEC 62271, untuk CB dengan rating

tegangan 72,5 kV terdapat beberapa rating breaking current, yaitu 12,5


kA, 16 kA, 20 kA, atau 31,5 kA. Sehingga untuk pemilihan rating hubung
singkat pada CB sebesar 31,5 kA sudah sesuai standar.
d. Rating Arus Nominal (Rated Nominal Current)
Harga arus nominal harus mampu mengalirkan harga arus rata-rata
yang menyebabkan CB mampu membawa nilai frekuensi secara kontinyu
tanpa adanya penyimpangan walaupun ada kenaikan temperatur dari
berbagai bagian yang tidak melebihi harga standar yang ditentukan.
Arus nominal untuk shunt capacitor yang terpasang pada GI
Sengguruh dapat dihitung seperti berikut:
total kVAR capacitor
I nom=
3 .V
I nom=

10008 kVAR
=82,5 A
3 . 70 kV

Dengan arus nominal yang mengalir sebesar 82,5 A maka pemilihan CB


untuk capacitor GI Sengguruh dengan rating arus nominal sebesar 2500 A
sudah melebihi dari arus nominal. Selain itu, jika dilihat pada Tabel...
rating arus yang dipilih sudah sesuai dengan standar nilai rating yang
direkomendasikan IEC untuk CB dengan rating tegangan 72,5 kV dan
rating breaking current 31,5 kA.

Tabel Koordinasi dari Nilai Rating Circuit Breaker


Rated
voltage
kV

Rated SC
breaking
current
kA
10

Rated normal current

A
400

16
3,6

25
400
0

400
0
400

12,5

400

630

40

7,2

630

16
25

400
0

630
400
0

630

400
0

40
8

400

12,5

400

16
12

25

630
630

400
0

630

400
0

40
50
17,5

400

630

12,5

630

16

630

25
40

400
0

400
0

125
0
125
0
125
0

160
0
160
0

250
0
250
0

125
0
125
0
125
0
125
0

160
0
160
0
160
0

250
0
250
0

160
0
160
0
160
0
160
0

250
0
250
0
250
0

160

250

125
0
125
0
125
0
125
0
125
0
125
0
125
0
125
0
125
0
125

4000

4000

4000
4000

24

400

630

12,5

630

16

630

25

400
0

400
0

0
125
0
125
0
125
0
125
0

40

36

630

12,5

630

16

630

25

400
0

400
0

400
0

125
0
125
0
125
0

40
8
52

20

16

160
0
160
0

250
0
250
0

160
0
160
0
160
0

250
0
250
0

4000

4000

800

12,5

12,5

400
0

400
0

800
800

72,5
20
31,5

125
0
125
0
125
0
125
0
125
0
125
0

160
0

200
0

160
0
160
0

200
0
200
0

e. Rating Short Circuit Making Current


Rating short circuit making current merupakan rating arus hubung
singkat pada saat kontak tertutup. Ini terjadi pada saat gangguan hubung
singkat dengan kedua kontak tertutup. Arus naik hingga harga maksimum dan

CB harus dapat menutup dengan cepat. Selama penutupan, CB harus dapat


menahan gaya mekanis. Harga arus hubung singkat ini adalah harga puncak
gelombang arus pertama arus hubung singkat dimana CB mampu mengalirkan
arus pada tegangan yang diijinkan.
Berdasarkan standar SPLN 9B: 1978 mengenai rating circuit breaker untuk
tegangan tinggi, besar rating making current minimal harus 2,5 kali rating
arus hubung singkat. Sehingga rating making current untuk capacitor GI
Sengguruh adalah:
Ratingmaking current=2,5 x rating breaking current

Ratingmaking current=2,5 x 31,5 kA

Ratingmaking current=78,75 kA

Rating making current minimal untuk CB dengan kapasitas breaking current


31,5 kA adalah 78,75 kA. Oleh karena itu, rating making current pada CB
yang dipilih sebesar 79 kA sudah sesuai dengna standar.
f. Rating Insulation Level
Besarnya nilai Insulation Level atau Basic Insulation Level merupakan
tegangan yang harus dapat menahan tegangan dari surja petir yang sampai
pada peralatan. BIL atau yang juga disebut dengan Impulse Withstand Voltage
terdapat tiga macam yaitu lightning impulse withstand voltage, switching
impulse withstand voltage, dan power frequency withstand voltage. Dalam

menentukan besar BIL, disesuaikan dengan standarisasi IEC yang


dilampirkan pada tabel berikut :
Rating Insulation Level untuk Rating Tegangan pada Kelompok I, Series I
Rated
voltage
kV
(r.m.s. value)

Rated power-frequency
withstand voltage
kV
(r.m.s. value)
Common
Across the
value
isolating
distance

3,6

10

12

7,2

20

23

12

28

32

17,5

38

45

24

50

60

36

70

80

52
72,5

95
140
150
185
185
230
230
275
275
325
360
395
460

110
160
175
210
210
265
265
315
315
375
415
460
530

100
123
145
170
245

Rated lightning impulse


withstand voltage
kV
(peak value)
Common value
Across the
isolating
distance
20
23
40
46
40
46
60
70
60
70
75
85
75
85
95
110
95
110
125
145
145
165
170
195
250
290
325
375
380
440
450
520
450
520
550
630
550
630
650
750
650
750
750
860
850
950
950
1050
1050
1200

Berdasarkan tabel di atas, untuk rating tegangan 72,5 kV, BIL yang
direkomendasikan sebesar 325 kV untuk lightning impulse withstand

voltage dan sebesar 140 kV untuk power frequency withstand voltage. CB


yang digunakan untuk capacitor GI Sengguruh sudah sesuai dengan rating
BIL yang direkomendasikan. Dengan nilai BIL tersebut, peralatan akan
terhindar terhadap bahaya, akibat surja hubung maupun surja petir.
g. Rating Short-time Current
Short-time current merupakan rentang waktu yang dapat ditahan
oleh peralatan ketika short circuit. Saat posisi tertutup, besar arus yang
dapat ditahan sama dengan rating arus hubung singkat. Standar dari rating
durasi short-circuit adalah 1 s, tetapi jika diperlukan dapat dipilih rating di
bawah atau di atas 1 s. Nilai durasi short circuit yang direkomendasikan,
adalah: 0,5 s, 2 s, dan 3 s. Untuk rating short-time current yang digunakan
memiliki durasi hubung singkat sebesar 3 s yang mampu menahan rating
arus hubung singkat sebesar 31,5 kA.
h. First-pole-to-clear-factor
CB memiliki first-pole-to-clear-factor yaitu faktor yang dipengaruhi
oleh kenaikan tegangan sampai ke nilai maksimum ketika terbukanya
kutub yang pertama saat menyelesaikan kesalahan atau gangguan. Untuk
CB sistem tiga fasa tidak sama dengan CB sistem 1 fasa, ketika terjadi
gangguan selalu ada satu kutub yang membuka terlebih dahulu sebelum
dua kutub yang lain juga membuka.
Rated voltage (U)
U 72,5 kV
72,5< U 170 kV
U 245 kV
i. Creepage Distance
j. Line Charging Breaking Current

First-pole-to-clear-factor (kpp)
1,5
1,3 atau 1,5
1,3

Rated voltage
kV
72,5
100
123
145
170
245
300
362
420
525

Rated line-charging breaking current


A
10
20
31,5
50
63
125
200
315
400
500

k. Operating Sequence
Urutan pengoperasian CB merupakan suatu rangkaian operasi dengan
interval waktu tertentu. Berikut ini rangkaian operasi CB berdasarkan
standar IEC Publication 56-2:
O 3 min CO 3 min CO; atau
CO 15 s CO; atau
O 0,3 s CO 3 min CO (untuk CB dengan auto reclosing cepat)
Dimana : O = operasi pembukaan
C = operasi penutupan
CO = operasi penutupan yang segera diikuti operasi
pembukaan
Untuk siklus pemutus beban yang dipilih, adalah:
O 0,3 sec CO 3 min CO
yang artinya jika terjadi gangguan maka CB membuka dan setelah 0,3
detik CB menutup dan apabila masih ada arus hubung singkat yang
mengalir maka CB akan membuka kembali, kemudian setelah 3menit akan
menutup kembali (CO) dan akan tetap membuka hingga gangguan hilang.
Sistem ini disebut dengan sistem reclosing dengan 2 kali operasi.
l. DC-component
m. Temperature Class

Circuit breaker components

1.
2.
3.
4.

Breaking unit 5. Trip mechanism 9. Grading capacitor (if required)


Support insulator 6. Gas supervision (on opposite side) 10. Preinsertion resistor (PIR) (if required)
Support structure 7. Pullrod with protective tube 11. Primary terminals
Operating mechanism 8. Position indicator