Anda di halaman 1dari 108

VENTILASI INDUSTRI

Pendahuluan
- Udara bersih bagi kehidupan
- Ventilasi biasanya bukan merupakan
bagian langsung suatu proses produksi
- Profesional K3 mengawasi sistem ventilasi
spy efisien dan efektif.
Secara teknis pengawasan dilakukan oleh
petugas Higiene industri

- Pencemaran Lingk. Tempat Kerja


(suhu dan kontaminan)
- proses industri cemaran lingk. (NAB)

risiko

Pengendalian
(Pencegahan dan Penanggulangan)

Pengendalian
1 Pengendalian tehnis
- langsung kepada sumber
- terhadap lingk.
- bentuk :
- Eliminasi
- Substitusi
- Isolasi
- ventilasi
2. Pengendalian secara administratif / manajemen
3. Pengendalian perorangan dng APD.

- Ventilasi salah satu pengendalian tehnis


utama
Contoh : kontaminan diencerkan /
ditarik ditangkap alat
pengumpul (filter), udara
bersih dibuang.

Pengendalian Tehnis
Contoh :
1. langsung pada sumber memasang
Local Exhaust Ventilation
2. terhadap lingk,kerja general
ventilation dan dilution ventilation
3. Isolasi sumber bahaya

Kondisi di lapangan
1. Ventilasi digunakan untuk pengendalian
emisi yang efektif
2. Ventilasi perlu didesain dan dipelihara
yang baik
3. Penggunaan ventilasi di tempat kerja
belum benar

TUJUAN VENTILASI INDUSTRI


1. Untuk memenuhi kebutuhan O2 bagi penghuni ruangan,
melindungi kesehatan TK
2. Untuk menghilangkan bau yg mengganggu dalam ruangan
3. Untuk memelihara keseimbangan temperatur dan
kelembaban dlm ruangan (keseimbangan panas badan),
mengatur suhu udara
4. Untuk mengendalikan debu dan kontaminan dlm ruangan ,
menghindari kebakaran, ledakan.
5. Memelihara kenyamanan, pasokan udara segar

Ventilasi digunakan di industri


1. Tingkat kontaminan (fisik, kimia ) > NAB
2. Kontaminan yang ada di atas batas titik
ledakan / kebakaran
3. O2 < 19,5 %
4. Kenyamanan

Udara tempat kerja yg nyaman


1. Cukup O2 (20,09%), CO2 di bawah NAB
2. CO nihil
3. Udara bersih (Bau dan asap rokok tidak
tercium)
4. Suhu 22 28 `C
5. Kelembaban 60 90 %
6. Distribusi merata

Permasalahan yg ditemukan antara lain


1. Pemasangan yang tidak tepat
2. Sistem ventilasi kurang memadai
a. pemilihan tipe tak sesuai / tak tepat
Contoh : gambar I
b. Pemasangan tak tepat
contoh : gambar II
c. Pemasangan tak sempurna
( tak ada scruber, cyclon, filter)

3. Perencanaan pipa pipa (duct) tak baik


a. Pipa segi empat (bukan bulat)
b. Pipa yg membelok
c. Cabang pipa (sudut < 30 %)

4. Pemilihan Fan
- tak dapat menghisap / malah
menghamburkan

Pertukaran Udara sangat efektif, bila :


1. Mengurangi tekanan panas (dari
mekanisme konveksi)
2. Melindungi udara dari kontaminan
(inhalasi)

PRINSIP ALIRAN UDARA (untuk ventilasi)


1.

Aliran udara (tek. tinggi rendah)

2.

Percepatan udara yg terjadi pada cerobong (perbedaan


tekanan dlm saluran)

3.

Aliran dari udara suhu dingin ke suhu panas

4. Gravitasi (berat partikel > udara)


5. Tekanan pada saluran (turbulansi), perobahan arah
atau kecepatan

Ventilation :
Pengertian :
- removing contaminated air and replacing it with
fresh or recirculated air.
- Mensirkulasikan udara dlm ruangan untuk
mengendalikan iklim kerja, serta mengeluarkan
kontaminan
- Pertukaran / sirkulasi udara dlm ruangan

Contoh tentang Ventilasi (gambar 1).

Pengelompokan Ventilasi
1. Menurut prosesnya
a. alam (natural)
b. buatan (mekanikal)
2. Menurut sistem / cara kerja
a. sistem suplai (supply system)
b. sistem buangan keluar (exhaust system)

3. Menurut keberadaannya
1. Vent. Permanen
2. Vent. Tidak permanen

4. Menurut pemanfaatannya
a. Comfort Ventilation
- Udara dipanasi / didinginkan (pemakaian AC)

- mengatur kelembaban
- di kantor, gedung non industri
b. Dilution ventilation
- pemberian udara segar encer diisap
(udara panas / kontaminan)

c.

Local Exhaust Ventilation


- dekat dengan sumber (bila sangat beracun
dapat dikombinasi dengan ventilasi dilusi
- lebih baik dari pada dilution ventilation

d. Exhausted Enclosure
- isolasi tertutup
- untuk bahan dengan kecepatan emisi
tinggi, toksik proses isolasi
- pengendalian jarak jauh

e Clean Room Ventilation


- untuk pekerjaan / instrumen dng
akurasi tinggi
- antara kamar dipasang filter dekat
dengan tempat kerja

f. Ventilasi untuk area terbatas (confined

space)
- contoh : tangki , silo, bejana
- Ciri
: - jalan masuk/keluar terbatas,
- tidak dirancang untuk bekerja normal
- ventilasi terbatas

Faktor -2 untuk menentukan sistem Vent.


1. Luas dan volume ruang kerja
2. Lokasi dan jumlah alat
3. Toksisitas, bentuk fisik, sifat kimia, serta kecepatan
terbentuknya kontaminan
4. Tempat dan posisi TK thd sumber kontaminan saat
bekerja
5. Bentuk ventilasi
6. Kecepatan aliran udara

7 . Apakah proses kerja menimbulkan panas


8. Luas permukaan dan lobang-2 dlm dinding
yang senantiasa terbuka
9. Arah dan kecepatan angin sepanjang tahun
. Iklim sepanjang tahun
menentukan jenis, jumlah, lokasi dan
kapasitas sistem vent.yg dipasang

Fakta di lapangan
1. Ventilasi umum / pencairan (general ventilation)
Proses pertukaran udara terkontaminasi dari suatu kerja
melalui saluran buang, dan pemasukkan udara segar
melalui saluran masuk

2. Ventilasi Lokal Setempat (Local Exhaust Vent)


Proses penghisapan dan pengeluaran udara kontaminasi
secara serentak dari sumber emisi (pancaran), sebelum
udara terkontaminasi menyebar ke seluruh ruangan.

1. Ventilasi Pencairan (Gen.Ventilation)


a. Keuntungan
1. beaya perawatan peralatan dan instalasi rendah
2. frekuensi perawatan rendah
3. efektif untuk toksisitas rendah
4. sumber kontaminan tersebar dan bergerak
5. efektif untuk gas / uap yg mudah terbakar
6. Suhu tidak terlalu tinggi

b. Kerugian
- Tak sepenuhnya menghilangkan kontaminan
- Tidak efektif untuk gas yang beracun, debu, uap logam
- perlu make air (udara bersih) yang banyak
- Tidak efektif untuk menangani emisi yang yg tak
terkontrol

2. Local Exhaust Ventilation (LEV)


a.Keuntungan
- captur dekat pada sumber kontaminan
- efektif untuk kontaminan yg beracun
- dapat digunakan segala kontaminan
- jumlah tambahan udara kecil
- beaya rendah

b. Kerugian
- Beaya untuk design dan peralatan
tinggi
- frekuensi perawatan tinggi mahal

Perhatikan
- tekanan udara dlm ruangan negatif
untuk pengenceran
- tekanan udara dlm ruangan positif
ketidak nyamanan
- pertukaran udara merupakan alat
pengendali yg efektif untuk melindungi faal
tubuh (panas / kontaminan)

1. Sistem suplai Udara (mengalirkan udara segar)


- tujuan
:
1. Menciptakan ruang segar (AC )
2. Mengganti udara (make up air)
udara bersih (sirkulasi udara)
3. Mengencerkan kontaminan (dilution)
4. Mengendalikan suhu dan
kelembaban

Peralatan sistem suplai (contoh :AC)


- Air inlet section / hood
- filter
- heating / cooling
- fan (penggerak udara)
- duct (mengalirkan udara)
- air distribution (distribusi udara)
Catatan: Fan, heating/cooling dan filter Air
house/air supply

2. Sistem Buangan / Pengisapan


A. Sistem keluar umum
1. Mengendalikan panas dan dingin di ruangan
2. Mengeluarkan kontaminan dng menariknya
3. Mengencerkan kontaminan, karena udara yng masuk akan
mengencerkan

B.Sistem keluar lokal


- langsung pada sumber
1. Lebih efektif
2. Aliran udara yang digunakan lebih sedikit
3. Beaya pembuatan rendah

Sistem ventilasi yang baik


1.Mempertimbangkan sistem sistem suplai dan
keluar secara bersamaan
2.Kedua sistem dioperasikan secara seimbang
3.Kedua sistem dipasangkan sbg sistem ventilasi
dilusi.

Mekanisme pembersihan udara


1. Pengumpul debu (dust collector)
2. Penangkap gas (Gas scrubber)
3. Pengendap debu electrostatic
(electrostatic precipitator)

VENTILASI UMUM /
GENERAL VENTILATION
1.Agar udara tetap nyaman (memelihara
kualitas), comfort ventilation.
2. Mengganti udara dlm jumlah besar
(kontaminan segar)
3. Mengganti udara yg kotor dari lingk.kerja

4. mengencerkan (dilusi) konsentrasi


kontaminan
5. sebelum keluar, kontaminan menyebar
kurang sesuai untuk mengendalikan
paparan bahan beracun
6. kurang efektif (perlu udara besar)

Jenis ventilasi umum


1. Natural dilution
- memanfaatkan aliran udara alamiah
atau konstruksi bangunan

2. Forced dilution :
menggunakan kekuatan alat

General ventilation

Air out

contaminated
Area
Occupied
Area

Occupied
Area

air in

Tujuan
- menyediakan O2 yg cukup (20,09 %)
- mencegah CO2 > 0,5 %, CO nihil
- mengeluarkan bau dan asap rokok
- mengendalikan panas
- suhu 22 28 `C
- kelembaban 60 90%
- mengeluarkan mikro organisme

Persyaratan Ventilasi Umum:


- konsentrasi / toksisitas rendah
- sumber kecil dan tersebar
- pembentukan kontaminan rendah
- karyawan jauh dari sumber pajanan

Vent.Umum secara
1. alami (natural)
- lewat jendela, pintu, arah angin tak
- > 15 % luas lantai
- pemindahan panas secara konveksi
- bukan pengendalian utama, tak
- kurang efektif mengeluarkan kontaminan

2. mekanis
- menggunakan mekanis (fan)

menentu

diandalkan

Lobang aliran udara (jendela)


1.
2.
3.
4.
5.
6.

dpt dibuka / ditutup


jarak dari langit langit > 30 cm
tinggi dari lantai < 3,5 m
> 2 lobang , berhadapan
kelembaban 40 70 %
tak efektif untuk debu dan gas

Penilaian ventilasi Umum


1.
2.
3.
4.

Pertukaran udara per jam


Waktu pertukaran udara (dlm menit)
Besar aliran udara per unit luas area
Volume udara yang dibutuhkan

Parameter Penilaian Vent.Umum


1. Penggantian udara per-jam (air change
per hour)
Rate Ventilasi Umum (Gen.Vent.Rate)
= -------------------------------------------------luas ruangan x tinggi ruangan

Rate Ventilasi umum berdasarkan luas area / lantai


Sumber : ILO
Ruang bangunan / proses cf / m
cf / h
Bangunan industri / umum

60

Ruang makan luas

1,5

90

Ruang makan kecil

120

Ruang dapur

120

Ruang change

120

Ruang mandi / toilet

180

Ruang pengelasan

50

3000

Ruang abrasses

100

6000

Rate pertukaran aliran udara untuk


ventilasi umum (ILO std)
Ruangan / bangunan

Pertukaran aliran udara per jam

Perumahan

16

Perkantoran

2 30

Perbengkelan

3 - 20

Auditorium

4 30

Garasi / Perbaikan

6 30

Laboratorium kimia

6 30

Toilet / Km mandi

10 30

Dapur / perdagangan

10 - 60

2. Lama Setiap Pertukaran Udara

General Volume Ruangan


= ----------------------------------Ventilation Rate

3. Aliran Udara Per Unit Luas Area

General Ventilation Rate


= --------------------------------Luas lantai

4. Volume Udara Per Orang

General Ventilation Rate


= --------------------------------Jumlah pekerja

Contoh :
Luas lantai (area)
Tinggi ruangan
Jumlah pekerja
Rate vent.umum

= 300 ft2 atau 28 m2


= 10 ft atau 3 m
= 20 orang
= 600 cfm atau
17m3 / menit

- Pertukaran udara per menit


17
600
= ------------ = 0,2 atau = -------------- = 0,2
28 x 3
300 x 10

- Pertukaran udara per jam (60 manit) =


= 0,2 x 60 = 12 kali

Lama (menit) per pertukaran udara


28 x 3
300 x 10
=------------ = 5 atau = --------------- = 5 mnt
17
600

Kecepatan aliran udara per ft2 luas area


tempat kerja
600
= -------- = 2 ft / m
300

Volume udara per pekerja


600
= -------- = 30 cf / m
20

VENTILASI KELUAR
Tujuan
1.Menyegarkan udara dng mengeluarkan
panas
2.Mengurangi kontaminan memapari daerah
pernafasan
3.Menangkan kontaminan udara

A.

Sistem ventilasi keluar Umum


(Gen.Exh System / Dilution Vent)

1.Mengendalikan panas dan kontaminan dlm


jumlah besar
2.Ventilasi keluar umum menitik beratkan pada
pengendalian polusi
3.Digunakan di R.Lab, Perkantoran, R.makan,

B. Sistem ventilasi keluar Lokal


1.Menutup sumber kontaminan secara penuh
2.Volume udara yg digunakan kecil
3.Menangkan kontaminan dng kecepatan aliran yg
memadai
4.Menjauhkan kontaminan dari pernafasan T.K
5.Membuang kontaminan jauh dari inlet

Sistem ventilasi keluar memperhitungkan


1.Kecepatan menangkap kontaminan
2.Kekuatan penyebaran kontaminan
3.Distribusi udara dalam hood

Ventilasi keluar lokal


Local exhaust ventilation
1. mengendalikan bahan kimia beracun
2. menangkap kontaminan secara efektif
3. menangkap kontaminan sebelum menyebar

LEV dlm praktek digunakan bila


1. kontaminan toksik / korosif
2. konsentrasi kontaminan tinggi
3. lokasi pekerja disekitar emisi
4. emisi kontaminan setiap waktu atau kecepata
berobah setiap waktu
5. durasi tereksposenya panjang
6. proses produksi mengeluarkan panas

1. Local exhaust ventilation (LEV)


- ditempatkan sangat dekat dengan sumber emisi
- lebih efektif dibanding dengan pengenceran
- bila perlu diendapkan dalam suatu kolektor
- bila emisi tinggi bisa digabung dengan pengenceran
- ditarik/ditangkap dan dibuang di tempat yang aman,
dengan tehnik tertentu

dibersihkan

2. Exhaust Enclosure
- Kontaminan dipancarkan sangat tinggi
- Isolasi sempurna (menutup proses), bila perlu tenaga kerja pakai
helmet yang terdapat saluran udara

Design LEV, tergantung


1. bentuk konstruksi bangunan
2. skema sistem saluran pipa / duct
3. lay out proses operasi ruang kerja
4. bentuk design ventilasi.
5. harus baik dan menarik
- bentuk
- proporsi tiap bagian
- harmoni

Examples of Local Exhaust


Systems

Rules for Good Ventilation


Use local exhaust
Provide make-up air
Direction of air flow:
Clean air passes by your face
Dont put head under canopy hood
Enclose process
100% exhaust to outside
Don't place exhausts
next to air intakes
Maintenance

Komponen ventilasi keluar lokal


1. Hood (corong penangkap kontaminan)
- desain dan lokasi tgt
a. jenis kontaminan (gas, debu)
b. kecepatan dan arah aliran udara.
- debu (besar, berat, kecepat tinggi letak hood
dng pergerakan partikel.
- merupakan elemen paling penting dalam
LEV

searah

mendesan

Tiga Jenis Corong


1.Enclosing : menutup proses
2.Receiving : proses gerinda
3.Capturing : menangkap polutan

Kegagalan dan tidak efektifnya hood


- telah dimodifikasi/ jenis tidak tepat
- lobang dalam tertutup
- pintu inspeksi terbuka
- kontaminan tidak tertangkap
- laju udara tidak memadai

- Kecepatan aliran udara (capture velocity)


- 100 ftm untuk uap, gas
- 200 fpm untuk debu yg agak berat

2. Duct (saluran udara pengangkut


kontaminan)
- membawa ke alat pembersih
- kecepatan tinggi untuk menghindari
pengendapan kontaminan
- transport velocity
- 1000 fpm (gas, uap)
- 4000 fpm (debu yg agak berat)

Kecepatan udara yang dibutuhkan


1 , Gas (yang berkondensasi ) ; tak terbatas
2. Uap, fume
: 10 m/sec
3. Debu yang mengendapnya kurang/sedang
(gergaji /plastik)
: 15 m/sec
4. Debu kayu, gerinda, asbes, silika : 20 m/sec
5. Debu logam berat
: 30 m/sec

Pipa / duct
-

ramping, mencega turbulensi


saluran bulat > persegi
saluran licin > kasar
pendek > panjang
lurus > siku / tikungan
cabang pipa dengan sudut kecil
siku bengkok > tajam
tahan duct kecil > besar

Duct (pipa pembawa udara /kontaminan)


- kecepatan udara harus mencukupi
- cukup kuat dan ditopang
- dibuat licin
- ada akses untuk pembersihan

Duct yg tak memadai


- adanya karat / berdebu
- pintu inspeksi tetap terbuka
- sambungan duct longgar / rusak / lepas
- penggantung duct hilang / rusak
- posisi duct salah

3. Pembersih udara (filter)


- menangkap / membersihkan udara
(scrubber), pengumpul debu (dust
collector)
- ditempatkan sebelum fan
- udara bersih :
- keluar cerobong
- dimanfaatkan lagi

- filter biasanya digunakan untuk


kontaminan yang berbahaya

Berbagai macam filter


1. Filter udara
2. Pengumpul debu / uap : dust
collector
3. Menghilangkan uap / gas : absorben

Penyaringan dan pembersihan


1.Saringan dan pembersihan harus sesuai dengan
peruntukannya
2.Harus dipasang sistem yg mengurangi bahan
kimia
3.Diterapkan program pemeliharaan ventilasi

Filter tak bekerja baik


- kotak hilang, penuh
- saringan pembersih jenuh
- filter memblok saringan panas dan
berdebu

4. Fan (penggerak udara) = kipas angin


- menarik udara (hood cerobong)
- menghasilkan kecepatan udara
- mengatasi resistensi udara
Kipas angin suatu mesin hisap untuk
menggerakkan udara baik untuk general /
dilution ventilation maupun sistem local exhaust
ventilation

Klasifikasi fan
1. Aliran axial (aliran udara berbalik bila
putaran baling baling dibalik)
a. Propeler fan (kipas baling baling)
- digunakan dlm general /dilution
ventilation
- efisiensi 30 40 %

Propeler fan

b. Disc blade type (bilah piringan)


- memindahkan udara bersih

c. Narrow / propeler type blade (bilah


baling baling)
- digunakan untuk pengeluaran
dan penyemprotan (cat)

d. Tube axial fan (duck fan)


- digunakan untuk memasukkan udara
bersih

2. Centrifugal fan
- aliran udara tidak berbalik ketika
putaran baling-2 dibalik

a. Baling-2 melengkung ke depan (forward


curved blade type)
- tak dapat berputar dng kecepatan
tinggi.
- dpt menggerakkan sejumlah udara
besar
- tidak bising, efisien

b. Straight / radial blade (radial / baling-2


lurus)
- bilah baja yg dikeling (mudah diganti)

c. Backward curved blade type (baling-2


melengkung ke belakang)
- banyak dipakai

3. Special fan type (fan khusus)


- banyak dipakai

Pemasangan Exhaust Fan


(untk mengendalikan bhn kimia pencemar dilingk.kerja)

1. Memasang dlm General Ventilation


a. Pemasangan pd atap bangunan (roof fan)
- menghisap udara kontaminan

b. Pemasangan pd dinding bangunan

2. Exhaust fan dlm Dilution Ventilation


- mengencerkan dng udara bersih

a. Dilution untuk kesehatan NAB


b. Dilution untuk menghindari kebakaran
Lower Explosive Limit / LEL

Tujuan
- mengeluarkan udara kontaminan yg
dipancarkan dari sumber / proses
- lokal exhaust lebih efektif dari pada dilution
ventilation dan beaya kecil

Efektifitas ventilasi
1. laju aliran udara tak cukup (penempatan
posisi, daya isap kipas)
2. jarak sumber dengan hood (tudung) dekat
3. Akumulasi debu dapat dilakukan
4. Tidak ada kebocoran saluran

Sistem ventilasi di area terbatas


(confined space)
Gambar 2. Pengelasan di atas dan di
bawah kepala

Ventilasi Dilusi
- mengencerkan kontaminan (< NAB)
- mengurangi atau menghilangkan bahan
toksis.

Syarat ventilasi dilusi


1. Pertukaran udara tetap terjadi
2. Pergerakan kontaminan harus
merata
3. Kuantitas kontaminan kecil
4. Toksisitasnya rendah

Ventilasi dilusi untuk penyegaran udara


1. Suatu A.C , mengendalian panas (suhu, Rh, dan
kesegaran
2. Perlu udara yang cukup
3. Dipakai bila ventilasi lokal
4. Lebih menguntunhgkan dan efisien
5. Rate kontaminasi dpt diketahui

Perhitungan ventilasi dilusi


V.D = jumlah kontaminan yg dikeluarkan
NAB (ppm)
- Gas X keluar 1500 mg / menit,
NAB 15 mg/ M3
V.D yg dibutuhkan = 1500 mg/menit
15 mg / menit
= 100 mg3/menit

V.D untuk mencegah ledakan dan kebakaran


1. Mengurangi s.p di bawah Lower Explosiv
Limit / LEL.
2. Untuk pengendalian bahaya kesehatan
konsentrasinya
1/3 dari LEL
3. Untuk pengendalian bahaya kesehatan
harus mengutamakan rate ventilasi

Petunjuk penerapan ventilasi industri


1. Jumlah udara yg dibutuhkan hrs memadai
2. Out let hrs dekat dng sumber kontaminan
dan aliran udara melewati daerah kontaminan
dan jauh dari inlet
3. Hindari masuknya udara kembali ke ruangan
4. Melakukan proses pergantian udara

Inlet :
- jauh dari sumber kontaminan
- jauh dari air tergenang dan
semburan udara alat pendingin
- bukan tempat masuknya hewan,
tempat sarang burung

Out let
- jauh dari inlet
- tempat pengeluaran / cerobong lebih
tinggi atap bangunan
- berseberangan tempat inlet

Pengeluaran ke Udara luar


1. Perlu dipasang di atas atap
2. Dihindarkan untu ditutup balik

Efektifitas ventilasi
1. laju aliran udara tak cukup (penempatan
posisi, daya isap kipas)
2. jarak sumber dengan hood (tudung) dekat
3. Akumulasi debu dapat dilakukan
4. Tidak ada kebocoran saluran

Contoh laju aliran udara


PROSES
LAJU ALIR
(M/DETIK)
pengelasan
penyemportan cat
pelapisan

0,5
0,5 1,0
0,3 - 0,5

Pengawasan dan pemeliharaan


1. Untuk memenuhi peraturan
perundangan (persyaratan)
2. Pengujian dan evaluasi menyeluruh
3. Pemeliharaan berkala

Pengawasan sistem Ventilasi


1.Ketahui performance alat dan specifikasai
2.Tentukan kemampuan dan kapasitas alat
3.Perhatikan kualiats dan keandalan alat
4.Mempersiapkan desain selanjutnya
Tahapan
1.Pemeriksaan awal
2.Pemeriksaan periodik

Memeriksa sistem ventilasi


1.Memeriksa kualitas udara (+/-)
2.Apakah ada gangguan bising
3.Tidak mencemari lingkungan sekitarnya
4.Dicek setiap tahun
5.Pemeriksaan disekitar pekerja
6.Pengecekkan di cerobong

Alat yang digunakan


1.Anemometer
2.Pitot static tube (mengukur kecepatan dan
tekanan dlm pipa)
3.Termometer
4.Dust sampling

Abiiiiis

deh !!!