Anda di halaman 1dari 6

SISTEM AKUNTANSI PEMERINTAH PUSAT

Sudah menjadi momok yang menyeramkan ketika


Badan Pemeriksa Keuangan memeriksa pemakaian kas
negara hasilnya lebih banyak: disclaimer. 5 tahun
berturut-turut laporan keuangan pemerintah pusat
menyabet gelar ini. Tepatnya pada periode 2004-2008.
Selayaknya pertanggungjawaban kepada publik,
laporan keuangan diberikan dalam rangka memenuhi
rasa ingin tahu publik tentang hal ihwal pemakaian kas
negara. Sistem akuntasi pemerintah pusat juga yang
bertanggung jawab dalam menghasilkan laporan
keuangan yang disclaimer.
Sistem akuntasi pemerintah pusat ialah kunci
penting untuk menyusun laporan keuangan pemerintah.
Tanpa pengetahuan yang memadai good governance
dan clean governance hanya mimpi di siang bolong.
Sistem akuntansi pemerintah pusat kita merujuk pada
karakter khas Indonesia.
Jika negara lain sudah melakukan internasional
standar. Semisal dengan standar pencatatan berbasis
aktual. Lain dengan negara kita yang masih
menggunakan pencatatan berbasis kas. Itu sebabnya
pencatatan kas hanya mencantumkan aliran uang
masuk dan keluar, tanpa lebih mendetil ke dalam.
Dengan demikian, tidak bisa mencatat semua hal kecil
yang dianggap penting.
RUANG
LINGKUP
DAN
CIRI
SISTEM
AKUNTANSI PEMERINTAH PUSAT
Sistem Akuntansi Pemerintah Pusat (SAAP) adalah
serangkaian prosedur manual maupun yang
terkomputerisasi mulai dari pengumpulan data,
pencatatan, pengikhtisaran sampai dengan pelaporan

posisi keuangan dan operasi keuangan Pemerintah


Pusat.
Peraturan Menteri Keuangan ini berlaku untuk
seluruh unit organisasi Pemerintah Pusat dan unit
akuntansi pada Pemerintah Daerah dalam rangka
pelaksanaan
Dekonsentrasi
dan/atau
Tugas
Pembantuan serta pelaksanaan Anggaran Pembiayaan
dan Perhitungan.
Tidak termasuk dalam ruang lingkup Peraturan
Menteri Keuangan ini adalah :

Pemerintah Daerah (sumber dananya berasal dari


APBD)

Badan Usaha Milik Negara/Badan Usaha Milik


Daerah yang terdiri dari :

1.

Perusahaan Perseroan, dan

2.

Perusahaan Umum.

Bank Pemerintah dan Lembaga Keuangan Milik


Pemerintah

Ciri-ciri standar akuntansi pemerintah pusat:


1)

2)

Basis Akuntansi
Cash toward Accrual. Basis akuntansi yang digunakan
dalam laporan keuangan pemerintah adalah basis kas
untuk pengakuan pendapatan, belanja, dan pembiayaan
dalam Laporan Realisasi Anggaran dan basis akrual
untuk pengakuan aset, kewajiban, dan ekuitas dalam
neraca.
Sistem Pembukuan Berpasangan

Sistem Pembukuan Berpasangan didasarkan atas


persamaan dasar akuntasi yaitu:
Aset = Kewajiban + Ekuitas Dana.
Setiap transaksi dibukukan dengan mendebet sebuah
perkiraan dan mengkredit perkiraan yang terkait.
3)

Dana Tunggal
Kegiatan akuntansi yang mengacu kepada UU-APBN
sebagai landasan operasional. Dana tunggal ini
merupakan tempat dimana Pendapatan dan Belanja
Pemerintah dipertanggungjawabkan sebagai kesatuan
tunggal.

4)

Desentralisasi Pelaksanaan Akuntansi


Kegiatan akuntansi dan pelaporan keuangan di
instansi dilaksanakan secara berjenjang oleh unit-unit
akuntansi baik di kantor pusat instansi maupun di
daerah.

5)

Bagan Perkiraan Standar


SAPP menggunakan perkiraan standar yang
ditetapkan oleh Menteri Keuangan yang berlaku untuk
tujuan penganggaran maupun akuntansi.

6)

Standar akuntansi Pemerintah (SAP)


SAPP mengacu pada Standar Akuntansi Pemerintah
(SAP) dalam melakukan pengakuan, penilaian,
pencatatan, penyajian, dan pengungkapan terhadap
transaksi keuangan dalam rangka penyusunan laporan
keuangan.

Sistem Akuntansi Pemerintahan Pusat (SAPP)


bertujuan untuk :

Menjaga aset Pemerintah Pusat dan instansiinstansinya melalui pencatatan, pemprosesan dan
pelaporan transaksi keuangan yang konsisten sesuai
dengan standar dan praktek akuntansi yan diterima
secara umum;

Menyediakan informasi yang akurat dan tepat


waktu tentang anggaran dan kegiatan keuangan
Pemerintah Pusat, baik secara nasional maupun
instansi yang berguna sebagai dasar penilaian
kinerja, untuk menentukan ketaatan terhadap
otorisasi anggaran dan untuk tujuan akuntabilitas;

Menyediakan informasi yang dapat dipercaya


tentang posisi keuangan suatu instansi dan
Pemerintah Pusat secara keseluruhan;

Menyediakan informasi keuangan yang berguna


untuk perencanaan, pengelolaan dan pengendalian
kegiatan dan keuangan pemerintah secara efisien.

Kerangka Umum
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat disampaikan
kepada DPR sebagai pertanggungjawaban atas
pelaksanaan APBN. Sebelum disampaikan kepada DPR
laporan keuangan pemerintah pusat tersebut diaudit
terlebih dahulu oleh pihak BPK.
Laporan keuangan pemerintah pusat terdiri dari:
1) Laporan Realisasi Anggaran
Konsolidasi Laporan Realisasi Anggaran dari seluruh
Kementerian Negara/Lembaga yang telah direkonsiliasi.
2) Neraca Pemerintah

Neraca Pemerintah Pusat merupakan konsolidasi


Neraca SAI dan Neraca SAKUN.
3) Laporan Arus Kas
Laporan Arus Kas Pemerintah Pusat merupakan
konsolidasi Laporan Arus Kas. dari seluruh Kanwil
Ditjen PBN.
4) Catatan atas Laporan Keuangan
Merupakan penjelasan atau perincian atau analisis atas
nilai suatu pos yang tersaji di dalam Laporan Realisasi
Anggaran, Neraca Pemerintah dan Laporan Arus Kas.
Sistem Akuntansi Pemerintah Pusat (SAPP)
terdiri dari:
1) Sistem Akuntansi Pusat (SiAP);
Sistem Akuntansi Pusat (SiAP) dilaksanakan oleh
Direktorat Jenderal Perbendaharaan ( Ditjen PBN) dan
terdiri dari:

SAKUN yang menghasilkan Laporan Arus Kas dan


Neraca KUN;

SAU yang menghasilkan


Anggaran dan Neraca.

Laporan

Realisasi

Pengolahan data dalam rangka penyusunan laporan


keuangan SAU dan SAKUN, dilaksanakan oleh unit-unit
Ditjen PBN yang terdiri dari:

Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN);

Kantor Wilayah Ditjen PBN (Kanwil Ditjen PBN);

Kantor Pusat Ditjen PBN.

2) Sistem Akuntansi Instansi (SAI).


Sistem Akuntansi Instansi (SAI) dilaksanakan oleh
kementerian
negara/lembaga.
Kementerian
negara/lembaga melakukan pemrosesan data untuk
menghasilkan Laporan Keuangan berupa Laporan
Realisasi Anggaran, Neraca dan Catatan atas Laporan
Keuangan.
Dalam pelaksanaan SAI, kementerian negara/lembaga
membentuk unit akuntansi keuangan dan unit
akuntansi barang. Unit akuntansi keuangan terdiri dari:

Unit Akuntansi Pengguna Anggaran (UAPA);

Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Eselon1 (UAPPA-E1);

Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Wilayah (UAPPA-W);

Unit Akuntansi
(UAKPA) ;

Kuasa

Pengguna

Anggaran

Unit akuntansi barang terdiri dari:

Unit Akuntansi Pengguna Barang (UAPB);

Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Barang


Eselon1 (UAPPB-E1);

Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Barang


Wilayah (UAPPB-W);

Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Barang (UAKPB).


a