Anda di halaman 1dari 3

Kondisi operasi :

T1

= 303 K

P1

= 1 atm

P2

= 10 atm

= 1.3

Laju alir mol

= 242,57 kmol/jam

Laju alir volumetrik (Q)

= 1,653 m3/s

Temperatur keluar (T2)


T2

= T1

P2
)
P1

= 303 K

(n-1)/n

10
)
1

(1,3-1) / 1,3

= 515,48 K
Temperatur Kritis (Tc)
Komponen
Nitrogen
Oksigen
Total

Tc (K)
126,192
154,59

x
0,79
0,21

Tc campuran (K)
99,692
32,464
132,156

Pc (bar)
33,958
50,43

x
0,79
0,21

Pc campuran (bar)
26,827
10,59
37,417

Tekanan Kritis (Pc)


Komponen
Nitrogen
Oksigen
Total
Reduced Pressure, Pr (mean)
Pr

P 1+ P 2
2 x Pc

1+10
2 x 37,417

= 0,147 bar
Faktor Kompresibilitas (Z)
Faktor kompresibilitas dapat didapatkan dari gambar A.2 dengan cara memplotkan
nilai reduced pressure (Pr) pada grafik faktor kompresibilitas untuk gas dan uap.

Gambar A.2 Faktor Kompresibilitas Untuk Gas dan Uap (Coulson & Richardson, 2005)
Dari Gambar A.2 diperoleh bahwa dengan nilai Pr 0,147 bar didapatkan Faktor
kompresibilitas (Z) adalah 1.
Efisiensi (Ep)

Gambar A.3 Efisiensi Polytropic Kompresor


Dari gambar A.3 dengan laju alir volumetric 1,653 m3/s didapat efisiensi (Ep) 68%

Daya kompresor (W)

-W = Z

P2
P1

RT 1 n

M n1

W = 265.433 kJ/kmol
Daya aktual

= W/ Ep
= 265.433 kJ/kmol / 0,68
= 390,343 kJ/kmol

Daya = 390,343 kJ/mol x 242,57 kmol/jam


= 26,302 kW = 35,271 HP