Anda di halaman 1dari 25

ANALISIS

ANALISIS
KEBIJAKAN
KEBIJAKAN

PENDEKATAN-PENDEKATAN
IMPLEMENTASI
1. Struktural Approaches
Rancang bangun kebijakan dan
rancang bangun organisasi
sedapat mungkin
dipertimbangkan secara
bersamaan

Struktur organisasi
tertentu hanya cocok
pada tipe tugas dan
lingkungan tertentu

Perbedaan antara
planning of change
(perencanaan mengenai
perubahan) dan planning
for change (perencanaan
untuk melakukan
perubahan

Bentuk-bentuk organisasi
yang cocok untuk planning
of change tersebut dapat
bersifat birokratik, seperti
dalam model Weber
disebut Closed System

Dalam hal planning for


change, struktur
organisasi yang mungkin
lebih cocok, yaitu memiliki
ciri-ciri organisasi yang
oleh Burns dan Stalker
disebut Open System

Struktur yang bersifat


organis nampaknya amat
cocok untuk situasi-situasi
implementasi dimana kita
memerlukan rancang bangun
struktur yang mampu
melaksanakan suatu
kebijakan yang senantiasa
berubah

Bentuk struktur yang


sifatnya kompromistis
barangkali adalah struktur
matrik dimana departemendepartemen vertikal
bersilangan dengan tim-tim
proyek antar departemen
horizontal (atau satuansatuan tugas, kelompokkelompok program) yang
dikepalai oleh pimpinan
proyek

2.Procedural and Managerial


Approaches
Langkah-langkah tahap
implementasi
1.Merancang bangun (mendisain)
program beserta perincian tugas
dan perumusan tujuan yang
jelas, penentuan ukuran prestasi
kerja, biaya dan waktu

2.Melaksanakan program,
dengan mendayagunakan
struktur-struktur dan
personalia, dana dan sumber
daya lain, prosedur dan
metode yang tepat
3.Membangun sistem
penjadwalan, monitoring dan
sarana-sarana pengawasan
yang tepat guna menjamin
bahwa tindakan-tindakan
yang tepat dan benar dapat
segera dilaksanakan

Pendekatan ini
mengasumsikan adanya
tingkat kemampuan
pengawasan yang sangat
tinggi atas pelaksanaan dan
hasil akhir suatu program
dan dianggap terisolasi dari
pengaruh lingkungan

Network Planning and


Control (NPC)
Menyajikan suatu kerangka
kerja dalam mana proyek
dapat direncanakan dan
implementasinya dapat
diawasi dengan cara
mengidentifikasikan tugastugas yang harus
diselesaikan

Programme Evaluation and


Review Technique (PERT)
Untuk memperkirakan secara tepat
jangka waktu penyelesaian tiap-tiap
tugas, menghitung lintasan kritis
(critical path) dimana setiap
keteledoran akan dapat menghambat
penyelesaian keseluruhan proyek,
memonitor setiap waktu yang tersedia
bagi penyelesaian tugas dalam
jaringan kerja dan mere-alokasikan
sumber-sumber guna memungkinkan
kegiatan-kegiatan yang terletak di
sepanjang lintasan kritis dapat
diselesaikan tepat pada waktunya

3.Behavioural
Approaches

Perilaku manusia beserta


segala sikapnya harus pula
dipengaruhi kalau kebijakan
ingin dapat diimplementasikan
dengan baik.
Pendekatan behavioural
diawali dengan suatu
kesadaran bahwa seringkali
terdapat penolakan terhadap
perubahan (resistance to

Alternatif-alternatif yang
tersedia jarang sekali yang
sesederhana seperti
menerima atau menolak, dan
sebenarnya terbentang
spektrum kemungkinan reaksi
sikap, mulai dari penerimaan
aktif hingga penerimaan
pasif, acuh tak acuh dan
penolakan pasif hingga
penolakan pasif

Penyebab terjadinya penolakan


terhadap perubahan sehubungan
dengan implementasi kebijakan
Mungkin terdapat perasaan
khawatir terhadap perubahan itu
sendiri, karena perubahan
berarti uncertainty dan pada
sementara orang terdapat daya
toleransi yang amat rendah
terhadap situasi yang serba
tidak pasti

Dampak ekonomis dari


perubahan dalam
bentuk penghasilan,
keuntungan, keamanan
pekerjaan, masa depan
karir

Tidak mudah untuk


mempelajari keterampilanketerampilan baru,
menerima tanggung jawab
baru yang berbeda dengan
sebelumnya, memenuhi
standar yang tinggi, atau
bekerja dengan rekan kerja
dalam suatu lingkungan
yang masih asing

Rasa khawatir yang terkait


dengan status/kedudukan
tertentu yang kini dimiliki
(status fear) mengenai
dampak atau akibat
perubahan tertentu yang
diusulkan, dan dampak
politis dari perubahan itu
mungkin akan ditentang
dengan keras

Dampak yang bersifat


keorganisasian
Struktur-struktur kian
birokratik
Berkurangnya rasa akrab
Berkurangnya otonomi
pribadi atau otonomi
organisasi

Resep yang disarankan


oleh pendekatan
behavioural

1. Informasi yang lengkap


mengenai perubahan-perubahan
yang diusulkan atau diharapkan
harus dapat disediakan dari awal
2. Musyawarah yang ekstensif
dengan pihak-pihak yang akan
dipengaruhi oleh perubahan
3. Dilibatkan dalam pengambilan
keputusan

4. Keterusterangan mengenai
permasalahan dan segala
akibat yang bakal terjadi
5. Melibatkan pemimpinpemimpin informal
6. Mendorong keberanian
orang-orang untuk
menyatakan rasa
khawatirnya yang kerapkali
menjadi alasan bagi sikap
penolakan mereka

4.Political Approaches
Politik lebih mengacu pada
pola-pola kekuasaan dan
pengaruh di antara dan di
dalam lingkungan organisasi.
Tidak/kurang
memperhitungkan realitarealita kekuasaan, maka
mustahil kebijakan tersebut
dapat berhasil

Keberhasilan suatu kebijakan


pada akhirnya akan
tergantung pada kesediaan
dan kemampuan kelompokkelompok yang
dominan/berpengaruh (atau
koalisi dan kelompokkelompok ini) untuk
memaksakan kehendaknya