Anda di halaman 1dari 33

1

I. WARNA
Guna memahami tehnik televisi-warna, kita perlu
mengetahui sedikit tentang warna.

I.1. CAHAYA PUTIH


cahaya yang tampak
(^y1,, cahaya putih) adarah sebenarnya gerombang2
erektromag
T:y
net dengan frekwensi setinggi kira2 3. t08MHz (panjang-geromuang
menempati jalur yang sangat sempit
net

kirai ro+ r,rr. cahaya ini


uja di dalam spektrum-frekwensi gelombang2 elektromag-

Ternyata, bahwa cahaya putih dapat diuraikan ke dalam


warna2 yang terdapat di daram pelangi,
yaitu: merah, jingga, kuning, hijau, biru dan ungu. penguraian
ini dapat dirakukan secara

berikut:
cahaya (dari matahari) dimasukkan rewat cerah yang sempit
ke ruang gerap. 0i berakang
celah ini ditaruh prisma. Di berakang prisma direntangkan
rayar putih. Maka Jahaya yang masuk
lewat celah itu diuraikan ke dalam unrna'warni tersebut oleh prisma.
dan ditampakkan di layar.
setiap warna dari spektrum-wornq adarah suatu gelombang
erektro--magnet
dengan
panjang-gelombang tertentu. Merah mempunyai panjang-geiombang -zoo.ro-e
rn, (= 700 nanometer, nm); ungu mempunyai panjang'gerombang 400.r0-6
mm (= +oo nmt. tiiat gn.r-t.
panjang-

gslombang
(nano-meter)
ultra-ungU

ungu
biru

4oo

490

hijau
550

kuninS

bgO

jingga

620

merah

7OO

infra-merah

GbJ-l:

Cahaya putih dapat diuraikan dalam


watna2 yang berada dalam suatu spek_
trufiFE?rna yang kontinu, mulai dari merah
hingga ungu.

I.2. MEMPEROLEH PUTIH DARI


MERAH, HIJAU DAN BIBU

(M), hiiau (H) dan biru (B) akan dapat kioenganmonyampur-nyampurkan merah
(Penyampuran
itu harus dengan cara penambahan (odditive)'
taperoloh berbagai urarna-waini.
yaitu: seakan2 unrna2itu di'tumpangZ-kan pada selaput'mata kita)'

Karena

itu

merah, hiiau dan biru dinamai warno'warno

primer'

Jt
Gb.I-2: Warna2 apakah yang diperoleh apabila
- merah (M), hijau (H) dan biru (B) saling
'
ditambahkan.

lernbayung

gelap. Pada
Lihat Gb.l.2: Warna2 itu adalah hasil percobaan yang dilakukan dalam ruang
merah,
hiiau
dimana
Dalam
bidang
dan
biru.
layar putih kita latuhkan cahaya2 merah, hiiau
dalam
rumus:
iuliskan
putih.
ini
dapat
kita
Koiadian
dan biru saling berlimpah teriangkitlah

M+H+9.=

putih

merah* hiiau+ biru

(1)

= Putih

Bidang2 yang terkena hanya 2 jenis warna menampakkan sesuatu 14nrna yang b6rlainan

lkali dari warna aslinya. Kita lihat dalam Gb.l-2 itu, bahwa:

M+H

=kuning

merah+hijau=

kuning

M+ B = lembayung(magenta)
biru = lembayung

(21

merah +

B+

6ip +

H = biru-hiiau(cyan)
hilau= biru-hijau

I.3. wRRIUR.WARNA KOMPLEMEN


Di bavrnh ini adalah contoh2 bagaimanakah kita akan dapat memperoleh sesuatu unrna
dengan jalan menambah-nambahkan merah (Ml, hiiau (H) dan biru (B):
Penamaan (1) kita tulis sebagai:

B + (N
Menurut persamaan

(21:

Jadi:
KESIMPULAN

I:

(M

+ !l) = putih

(l)

(2)

H)

= kuning

B+(ttt+H)-= B+kuning =

Putih

Guna memperoleh putih dari biru, kita perlu menambahkan ku'


ning kepada biru, atau:
Kuning merupakan suatu tambahan bagi biru guna memperoleh putih.
Karena itu kuning kita sebul worna komplemen- nya biru. (kom'
plemen = tambahan).

C0NT0H2

lain:

H+

lembayung

= putih

(sebab: lembayung = (M + B!

Jadi: lembayung adalah warna komplemennya hiiau.

M + biru-hijau =putih
Jadi: Biru-hijau (eyan) adalah

KESIMPULAT{

2:

utrarna komplemen-nya merah.

(Lihat iuga Gb.l-2}. Kalau salah satu warna primer (yaitu merah, hijau
atau biru) tak-ada, maka yang tampak adalah warna-komplemen.

Warna biru-hiiau (cyan) menandakan tak-adanya merah'


Lembayung menandakan tak-adanya hiiau.

Kuning menandakan tak-adanya biru.

BINGKASAN
1. M'brah, hijau dan biru disebut.

sebab dengan men'campur2-kan ketiga ienis

warna2.....,

warna itu akan daPat diPeroleh


2. Merah + ....... + hiiau = putih; Merah + ......

Merah+hijau

Merah+biru

= kuning

= .....
=.....

Hijau + biru
satu warna primer guna
3. Warna komplemen adalah warna yang perlu dicampurkan kepada

memperoleh.....

sebab kuning + biru =


Kuning adalah warna komplemen-nya. r r
1 ""' = putih'
Lembayung adalah warna komplemen'nya .....'., sebab lembayung

" "'

"',

Merah

Biru-lttiau, (cYan)

Hijau

Lembayung (mogenia)

Biru

Kuning

4. Biru-hiiau (cyan) tampak oleh penyampuran.. .

dan

Lembayung (magenta) timbul oleh penyampuran - .

'

''

"

dan

'

'

"

14. WARNA JENUH

ku'
Jikalau merah dan hiiau dengan intensitas2 yang sama kita campur, maka teriadilah

ning (lihat Gb.l-2).


berbagai warJika intensitas merah secara berangsur kita kurangi, maka kuning berubah dengan
na menuiu ke hiiau.
kuning
Kalau sebaliknya: intensitas hijau yang soiara berangsur kita kurangi, maka timbullah
yang berangsur menuiu merah.
peroleh iingga. Dalam ben'
Apabila intensitas merah ada 3X intensitas hiiau, maka kita

tuk rumus, keiadian ini dapat kita tuliskan

sebagai:

3M.+H

=Jingga

Dengan cara seperti di atas kita akan dapat iuga menyampurkan hiiau dengan

biru, merah

de-

ngan biru, untuk memperoleh setiap warna yang di-inginkan'

puwarna yang diperoleh dengan menyampurkan 2 warna primet tidok mengondung

fih.

Warna'yang tidak mengandung

putih disibutwarno ienuh'

Di alam tak terdaPat unrna ienuh.

I.5. WABNA TAK.JENUH


merah itu
Misalkan, bahwa ada sumber-cahaya merah; kita pun melihat merah' Kepada
merahbahwa
melihat,
kita
Maka
besarkan.
kita tambahkan putih yang intensitasnya kian kita
nya berangsur berubah, dari merah menuju ke merah-muda'

kurang ienuh.
Dengan Oi--tambah2-kannla putih, maka merah tersebut berangsur iadi
kita dapat menarik kemaka
tersebut,
Dari hal-ikhwal warna ienuh dan warna tak-ienuh
simpulan berikut:
seBila dengan menggunakan warna2 primer merah, hiiau dan biru hendak memperoleh

suatu warna tertentu, maka adalah 2 cara:


(a) Dengan menyampurkan 2 warna primer akan dapat diterbitkan sssuatu warna, atau:

(b) Kgp.6. merah, hiiau dan biru -dalam lumtatrZ yang sama- ditambahkurlah putih se
yang di-inginkan'
demikian banyak, sampai ldiperoleh derajat-jenuh

c0NTOH: Misalkan, bahun di stasion-psmancar ada warna iingga tak-ienuh.


Jingga tak-ienuh ini boleh kita anggap terdiri dari: iingga ienuh

dengan se-

iumlah Putih. Dalam rumus:


Jingga tak-ienuh

Jingga

ienuh

+ Putih

(a)

perban
Jingga jenuh dapat diperoleh dengan menambahkan merah kepada hiiau dalam

dingan 3:1'

iadi:

(3M +

H) =

Jingga

jenuh

(b)

Adapun putih dapat diperoleh dengan menyampurkan merah, hiiau dan biru dengan intensitas-intensitas yang sama. Dalam rumus

p(M + tt +

B)

= Putih

(c)

p = takaran untuk derajat-jenuh. Kian besar p, kian putih'


lah cahaYanYa.
Jadi (dari penamaan2 di atas) iingga tak-ienuh dapat dinyatakan sebaga:

Jinggatak-ienuh

= (3M+H) + p(M+H+B)
= (3+p)M + (1+p)H + P.e

(d)

Kian besar p, maka kian banyak putih-lah yang dikandung iihgga; jadi kian tak-jenuh
iingga-nVa.

Jikalau dimisalkan, bahwa deralat-jenuh ada sedemikian besar, hingga p=l, maka kita
perolehlah:

Jinggatak-lenuh

= 4M+2H+ B

(e)

Bagaimanakah sekarang penerima-TV kita harus mereproduksi jingga (dari persamaan e)


tersebut? Dalam pekerjaan pen-dekoda-an itu, penerima-TV akan dapat bekerja sebagai berikut:

(a) Sinyal yang dipancarkan dari pemancar mengandung M, H dan juga B. lni berarti, bahwa
warna ybs adalah tak-jenuh. (Sebab: warna jenuh dibentuk oleh hanya 2 warna primer).

(b) Kalau dari sinyal tersebut (a) kita ambil putih-nya cukup banyak. hingga tertinggal

warna primer saja, maka kita pun tahu nada-warna apakah yang ada pada kita.
Maka pen-dekoda-an

4y + 2H +

yang terpancarkan dari pemancar itu akan dapat

berlangsung secara beri kut:

4M+2H+B
M+ H+B
3M + H

dikurang
tertinggal

(putih)
(= iingga ienuh)

di atas kita sudah menemukan, bahwa 4M + 2H


dalam
tak-jenuh dapat diuraikan
iingga-ienuh + putih.
Oengan cara seperti

yaitu iingga-

BINGKASAN
1. Sesuatu warna akan kian jenuh, kalau warna itu kian kurang mengandung , ., .
Dua/tiga warna primer yang dicampurkan akan menghasilkan warna jenuh.

2. Dicampurkan dalam intensitas sama: cyan, lembayung, kuning. Warna apakah yang timbul?
(Uraikanlah warna2 komplemen ke dalam warna2 primer, lalu lumlahkan).

CATATAN:

Mata

kita tak-sama peka-nya terhadap berbagai warna; ia lebih peka ter-

hadap kuning ketimbang terhadap biru alaupun merah.

Lihat Gb.f-3: - lni adalah gambar lengkung kepekoon moto,


Untuk cahaya dengan panjang-gelombang kira2 600 nm (= kuning dan hijau) mata kita
adalah paling peka. Untuk cahaya dengan panjang-gelombang yang kian pendek. maupun untuk
cahaya dengan panjang-gelombang yang kian panjang, kepekaan mata kian berkurang. Kepekaan

untuk kuning ada kira2 5... 6X kepekaan untuk biru. Kepekaan untuk merah ada kira2 2... 3X
kepekaan untuk biru. Untuk biru, mata adalah paling kurang peka.

Pani.glb
nanometer

Tanggapan mata kita terhadap berbagai warna'


Mata adalah paling peka terhadap kuning.
Kalau kepekaan Inata terhadap kuning kita anggap =1,0),
maka kepekaan terhadap hijau ada kira2 0,9 (mendekati
paling peka) dan kepckaan terhadap rnerah kira2 0,3 (=

Gb.I-3i

= 1/3X dari kepekaan terhadap kuning).

Dalam tehnik TV-hitarn-putih, maka nuansa2 (perubahan2) warna tersebut diubah menjadi nuansa2 (perubahan2) hitam-putih. Karena kuning meniangkitkan nuansa yang paling te'
rang, maka di layar-TV hitam-putih, warna kuning; tampak sebagai bayangan yang paling cerah

(paling putihl. Merah menjangkitkan nuansa yang kurang cerah, karena itu merah tampak seba'
gai putih ke-abu2-an. Biru membangkitkan nuansa cahaya yang paling lemah, karena itu di layar hitam-putih, warna biru tampak sebagai bayangan abu2 gelap. Jadi intensitas bayangan di
layar TV.hitam.putih itu bervariasi sebanding dengan kesan kecerohqn mata kita yang ditimbulkan oleh 6erbagai warna, lihat Gb.l-4;

(A)

Gb.I-4: (A) Balok warna yang


tampak di layar
TV-warna.

(B) Apa yang ditampilkan brIok-rvarna tersebut di hyar TV monokrrrnr.

I
PemancarTV-rvarna memancarkan: (1) Sinyal kecerahan tersebut di atas (yang kita namai pula sinyal Iuminonsi (luminonce signot);

(2) Sinyal informasi warna.


Jadi pemancar TV-vrarna se-akan2 dapat kita anggap sebagai kombinasi p0mancar-unrna dan
pomancar hitam.putih.
Penerima TV-hitam-putih akan mereproduksi sinyal tenehut

(t)

saia.

RITTGKASAIT

1. Mata kita adalah paling peka tsrhadap merah/kuning/biru.


Terhadap . .
mata paling kurang peka.

..

2. Kalau uarna2 (yang torpancarkan dari pemancar-TV-warna) direproduksi oleh penerima-TV


hitam -putih, maka kuning menjangkitkan bayangan kurang/paling
Kelabu yang paling gelap dijangkitkan oleh urarna biru/merah.

putih di layar.

3. Kosan kecerahan yang ditimbulkan oleh berbagai warna terhadap mata kita, dipancarkan
dari staion-pemancar-TV-rvarna berupa sinyal-....._...
Adapun mrna dipancarkan sebagai sinyal-........ Jadi pada dasarnya pem ancar-TV-uaarna dapat kita anggap sebagai kombinoi antara pemancar-,..... dan pemancar.......

il
V. SINYAL TV.WI\RNA

V-l. PENDAHUTUAN
(alPemancarTV-warnaharusjuga

memancarkanisinyalyangakandapatditangkapdandire-

produksi oleh penerima TV-warna maupun penerima-TV

monokrom (hitom-putih).
(b) Penerima TV'warna harus dapat
menampakkan gambar yang dipancarkan dari stasion pemancar TV-warna maupun pemoncor TV_hitom_putih,
(c) Penerima'TV-hitam-putih harus dapat
menimpilkan gambar yang terpancarkan dari stasion
pemancar TV-hitam-putih m0upun pemoncqr TV-worna.
Hal-hal di atas dimungkinkan dengan diterapkannya sistem komptabilitos
yang dalam
tahun_l953 mulai.diterapkan di Amerika Serikat, yaitu sistem NTSC (National
Television Sys-

tem Committee),

Di lndonesiar diterapkanr sistem pAL (phose Alternoting Line),yaitu


suatu perbaikan
dari sistem NTSC.
Bahan2 yang dikemukakan dalam Paragrap2 di belakang adalah
berdasarkan sistem pAL, namun
berisi pula dasar2 sistem NTSC.
Pemancar TV.warna memancarkan sinyal2:

(a) bunyi

(b) luminansi (kecerahan gambar)


(c) warna (krominansil
(d) denyut2 untuk sinkronisasi vertikal (sinkronisasi
raster), dan
denyut2 untuk sinkronisasi horisontal (sinkronisasi garis)
(e) ledakan (salvo,
burst signal).

Penerima hitam-putih akan dapat menampilkan gambar hitam-putih,


berkat adanya sinyal
tersebut (b), sinyal luminansi.
lnformasi-warna dimodulasikan pada gelombong-pembawcrwlrna
dengan frekwensi
4,43MH2. Pada dasarnya penerima-TV-warna hanya memerlukan
sinyal ini guna menampilkan

gambar2 warna.

Bunyi di'modurasi'kan secara FM pada gerombong-pembawa-anokan


(sub-carrier)

dengan frekwensi 5,5M Hz.

V.2.

SISTETT'I

TV.WARNA SEDERHAIUA

Pada dasarnya, sistem TV-warna akan dapat di-ujudkan


dengan cara berikut:

A. OI STASION-PEMANCAR
Ada 3 kamera- Kamera2 ini merabai obyek2 seperti kamera2 yang
dipakai daram

55

PEMANCAR

Kanal 2

PEMANCAR

Kanal

PEMANCAR

Kanal 4

kanal 2

kanal 3

kanal 4

Lebar-jalur

Gb.

V-l:

Azas2-nya pemancaran warna

sistem-TV monokrom. Setiap kamera dilengkapi tapis agar:


satu kamera membangkitkan hanya tegangan2 sinyal yang ber-reaksi pada warna merah,
satu kamera membangkitkan hanya tegangan2 sinyal yang ber.reaksi pada warna hiiau,
satu kamera membangkitkan hanya tegangan2 sinyal yang ber'reaksi pada warna biru,

lihat Gb. V-l.

Dengan cara tersebut, gambar yang hendak dipancarkan kita uraikan nienjadi 3 warna
primer. Setiap warna dimodulasikan pada gelombang-pembawa sendiri2, kemudian dipancarkan,
Jadi kita menggunakan 3 pemancar; pemancar M menempati kanal (spektrum-frekwensi) 2, pemanGar H menempati kanal 3, dan pemancar B menempati kanal 4.

B. DI TEMPAT.PENEBIMA
Keti$2 gelombang-pembawa ditangkap,

dan dikuatkan,dalam penerima yang saling

terpisah, kemudian di-deteksi, lihat Gb. V-2. Sinyal2


kepada

itu (disebut

sinyal

video)

t*uqgambar-rivarna, sehingga tampillah warna2 merah, hijau, dan biru.

diumpankan

56

PENERIMA

untuk
Kanal 3

Gb.V-2: Azas2 penerima-warna (color receiwr) sederhana.


Penerima sedang menerima sinyal yang terpancar
dari pemancar di Gb.V-l.

Gambar2 itu riitampilkan secara saling berimpitan, sehingga mata kita pun tidaklah mengindera
warna2 msrah, hijau dan biru tenebut secara ter-pisah2, melainkan socara monyeluruh. Jadi apa yan! tampak di layargambar adalah warna2 senyatanya yang ada di stasion-pemancar.
Namun sistem di atas mengandung kelemahan2:

(a) Karena menmpati 3 kanal, maka spektrum-frekwensi yang ditempati ada 3X lebar ketimbang lebar-lalur yang ditempati oleh suatu sistem monokrom.
(b) Dengan penerima-warna itu, kita tidak dapat menerima siaranr TV-hitam-putih.
(Penerima tak dapat menampilkan gambar hitam-putih).

(c) Oengan sinyal2 di atas, maka penorima-TV hitam-putih tidak akan dapat menampilkan
gambar hitam-putih.
Maka perlulah dipirnuhi syant2 komptobititas, yaitu:
(aa) penerima-TV hitam-putih harus dapat menampilkan acara2 berwarna (dalam hitam-pu-

tih);
(bb) penerima-TV-warna harus dapat menampilkan acara2 hitam-putih, dalam hitam-putih.

'57

hitamGuna memenuhi penyaratan2 di atas, maka norma2 yang berlaku dalam sistem
putih harus pula berlaku dalam sistem-warna. Jadi dalam sistem-warna harus pula berlaku:

(1) Jarak antarapembawa'gambar dan pembawa-bunyi ada 5,5MHz'

(2) Lebar'ialur untuk sinyal'video adalah 5 MHz.


(3) Frekwensi-ayunan horisontal (frekwensi'garis) = l5 625H2'
(4) Frekwensi-ayunan vertikal (frekwensi'raster) = 50 Hz'
dari
Penerimahitam.putih msnampilkan nuansa2 kecerahon (nuanso2 brightness)
memancarkan
obyek yang ada di stasion-pemancar. Karena itu pemancar'TV-warna lellu iuga
yang
dipancarkan'
hendak
obyek
kecerahan
nuansa2
dengan
yang
berpadanan
sinyal
perlu diolah secara sedemilnformasi-warna yang terpancarkan dari pemancar-TV-warna
(sinyal luminansi) mengandung se'
sinyal'cerah
(a)
penerima
hitam'putih,
dalam
kian, supaya:
sedikit mungkin sinyal-warna;
(b) dalam penerima-warna, sinyal-warna mengandung sesedikit mungkin sinyal lu'
minansi.

V-3. SINYAL-Y
(sebagi

hitam-putih),
Agar sinyal-vrrarna dapat ditampilkan oleh penerima-TV monokrom
Sinyal
(sinyol
kecerahan).
sinyalJuminansi
perlu
memancarkan
maka pemancar TV-warna
v".
dengan
saia
nyatakan
ini
kita
sinyal
dari
luminansi dinyatakan dengan Y; tegangan

hiiau, bi'
Sinyal ini dapat diperoleh dengan ialan meniumlahkan ke-tiga2 sinyaFwarna -merah,
Gb.V-3'
ru- secara yang dikemukakan dalam
Jadi tegangan sinyal-luminansi V" ada setinggi:

V" =

0,3'V*

0,59

Vn +

0,11'Vs

( la

( lb

Lazimnya persamaan itu ditulis sebagai:

Y=

0,3.M

+ 0,59.H + 0,11.8

Jikalau tegangan yang dihasilkan oleh kamera merah dikalikan de


ngan 0,3; tegangan yang dihasilkan oleh kamera hiiau dikalikan dengan
0,5g; tegangan yang dihasilkan kamera biru dikallkan 0,11; kemudian ke-tiga2 hasilkali itu di'.
jumlahkan, maka penerima TV-hitarn-putih akan menampilkan gambar yang berpadanan dengan

KESIMPULAN:

kecerahan gambar yang ada di stasion'pemancar.

C0NT0H 1: Diketahui: Di stasion-pemancar ada adegan yang -ditatap dari kiri ke ka'

58

Gb.V-3: Cara membentuk sinyal-luminansr (sinyal-kecerahan), y.

nan- terdiri dariialur?

hijau, merah dan biru, Gb.V-4.


Kamera2 mengeluarkan tegangan 1 Volt, apabila ia melihat warna.
Ditanyakan: bagaimanakah tingkahnya sinyal-luminansi selama pekerjaan penelusu ran?

Jawab: Tegangan2 yang dikeluarkan kamera adalah sebagai berikut:


Kamera

hiiau

garis biru

Jikalau hasil tabel di atas kita lukiskan dalam grafik, maka diperolehlah Gb.V-4.,

59

Gb.V-4: Jalur2 warna dan padanan


bentuk2 tegangannya yang
berlaku dalam CONTOH l, par. V-3.

C0NTOH 2: Diketahui:

Selarna penelusuran di stasion-pemancar dijumpai bidang

putih. Kamera mcngeluarkan tegangan minimum

Volt.

Ditanyakan: Tegangan sinyal-luminansi.

Jaurab: Putih terdiri dari merah, hijau dan biru dalam lumlah yang sama.
Karena itu ketiga-tiga kamera akan secara total mengeluarkan tegir
ngan 1 Volt. Karena itu tegangan sinyaFluminansi ada:

+ 0,59.H + o,1l.B
= 0,3 + 0,59 + 0.ll
= 1 Volt.
=

0,3.M

CATATAN: Sinyal-Y dimodulasikan

ti

kepada sinyal-pembawa-gambar dengan cara seper-

yang dilakukan pada sistem-TV-hitam-putih.

V4. SINYAT SELISIH.WARI{A


( Col or-difference signal )
Senapan2+lektron di dalam tabunggambar-warna perlu dikemudikan dengan tegangan2
Vang beral dari kamera merah, karhera hijau dan kamera biru. Kalau tidak demikian, maka tidaklah akan tampil gambar warna yang warnanya sama dengan adegan yang ada di stasion-pe-

60
mancar.
Jadi sinyal2-kemudi yang diperlukan oleh tabunggambar-warna adalah M, H dan B.
Jikalau sekiranya di stasioli-pemancar dilakukan pemodulasian dengan M, H dan B, maka
dalam penerima pun -sesudah di-deteksi- akan terdapat pula M, H dan B. Sinyal2 M, H dan

B ini akan dapat mengemudikan senapan2-elektron.


Namun pemancar-TV-warna juga memancarkan sinyal-Y (guna keperluan penerima TV
monokrom). Karena.itu cukuplah sekarang hanya 2 sinyal-warna lagi saja yang perlu dipancarkan: .Maka H tidaklah dipancarkan, sebab dari Y , M dan B yang diterima, si-penerima-TV-warna akan dapat menjabarkan sendiri akan H yang ada di pemancar. Jadi penerima-TV-unrna
harus dapat msnentukan (mereproduksi) H dengan jalan hitungan.

C0NTOH:

Penerima-TV menangkap informasi yang terdiri dari:

Y=0,8V; M=lV; B=0,5v


Berapakah harga H?

Jaurrab: Dengan menerapkan persamaan (lb):


Y = 0.3M + 0,59H + 0,118 diketemukanlah:
0,8 = 0,3,1 + 0,59.H + 0,'11.0,5.
Jadi: H = 0,76Volt
M dan B

tidok diponcarkan sebogoi sinyol-M don sinyol-8.

ngan-tegangan-sinyal

Pemancar mengolah tega-

(M-Y) dan (B-Y), Sinyal2 inilah yang dimodulasikan pada gelombang-pem-

bawa dan dipancarkan.

(M-Y) dinamai sinyal selisih-merah;


(B-Y) dinamai sinyol selisih-biru.
Jadi penerima menerima sinyal2 Y, (M-Y) dan (B-Y). Dengan memanfaatkan sinyal2 itu
penerima harus dapat membentuk dan mereproduksi M, H dan B. Oalam pekerjaan pengolahan
ini teriangkitlah (H-Y). Sinyal ini dinamai sinyal selisih'hiiau.

V.5. CARA MEMBENTUK SIIIIYAL2SELISIH.U"ARNA


DATAM PEMANCAR
Sudah dikemukakan dalam Par di atas, bahwa pemancar memancarkan sinyal2 Y, (B-Y)
(M-Y).
Namun sinyal2 (B-Yl dan (M-Yl dipancarkan setelah terlebih dulu dilemahkan. Pedan
lemahan ini bertuluan untuk menghindari pengemudian-lebih.
Sinyal (B-Y) yang sudah dilemahkan kita sebut saia sinyal-U; sinyal (M-Y) yang sudah dilemahkan kita namai sinyal-V. Berlakulah:

V=
U=

0,877 (M-Y)

0,as3 (B-Y)

(2al
(2b)

6t
Si penerima perlu mengembatikan sinyal2 V dan sinyal U tersebut pada taraf aslinya,
sebelum ditampakkan di layargambar.
Gb.V-S mengemukakan azas cara2-nya membentuk sinyal-Y, U dan V dalam pemancar.
(a) Sinyal2 yang dihasilkan kamera2 diutnpankan kepada suatu rangkaian matriks.
(b) Dalam matriks itu sinyal-Y dibentuk untuk memenuhi persamaanY=0,3M+0,59H+0,118
dengan cara seperti yang dikemukakan dalam Gb.V'&
(c) Sinyal-Y juga diumpankan kepada sebuah pemutar-fasa, sehingga diperoleh -Y.
{d} Sinyal -Y diumpinkan keiada 2 rangkaian-iumlah'

Y=O.3M+0.59H+O'118

v= o,877.(M-Y)

U= o,493.(B-Y)

Gb.V-S: Cara membentuk sinyal Y, U dan V dalam pemancar'

Satu rangkaian-lumlah dimasuki M dan -Y; hasilnya (M -Y). Rangkaian-lumlah yang lain dimasuki -Y dan B; hasilnya (B-Y).
(e) Sinyal2 (M-Y) dan (B-Y) dimasukkan ke pelemah. Hasilnya: V = 0,877 (M-Y) dan
U =0,493 (B-Y).
C0NTOH (1): Diketahui: Kamera2 pemancar menghasilkan tegangan2 berikut:

M=1V; H=0,7V; B=0,2V.


Ditanyakan: Kuat-sinyal Y, U dan V.
Jawab: Y

= 8:lir..t;i?l.oluo'1'3,,,,,.0,2v = !r25

' = l:l3l l3r'l 0,,,u, =


'=3:lllli'11,,,,

-o,2be Vo,t

=,,;

vort.

62

(2) Diketahui: Kamera2 dalam pemancar sedang menelusuri kuning lenuh.


Kamera2 dapat mengeluarkan tegangan2 maksimum I Volt.
Ditanyakan: Sinyal Y, U dan V yang dipancarkan.
Jawab: Kuning jenuh dibentuk oleh hijau jenuh dan merah jenuh. Jadi kamera2 me

M=lV; H=lV; B=0V.


Y = 0,3M + 0,59H + 0,118 =
V = 0,872 (M-Y) = 0,0965 Volt.
U = 0,493 (B-$ = -0,439 Volt.

ngeluarkan:

0,89 Vott.

V.6. CARA PEIIIERIMA MEMPEROLEH WARNA2 YANG ASLI

(Men'dekoda nnrnaz)

Untuk mengemudikan tabunggambar diperlukan sinyal2 M, H dan B; tetapi stasion-pemancar mengirimkan hanya sinyal2

Y, U dan V'

Bagaimanakah cara penerima-TV memperoleh sinyal2-warna M, H dan B dengan meniabarkannya dari Y, U dan V, itu bergantung kepada cara2 pengemudian tabunggambar-nya.
Cara2 pengemudian tabunggambar adalah:
(1

) pengemudian selisih'warna;

(2) pengemudian MHB.

64.

DIAN SELISIH.WARNA

PENG EMU

ini cliperlihatkan di Gb. V-6: ke-tiga2 katoda disatukan dan diumpani


sinyal-Y. Kepada kisi2-kemudi diumpankan sinyal2 selisih-warna (M-Y), (H-Y) dan (B-Y).
Maka tegangan2-kemudi yang ada pada senapan2-elektron menjadilah M, H dan B, sebab sinyal
Azas pengemudian

-Y yang ada di kisi dan yang ada di katoda saling meniadakan. Jadi:
Tegangan-kisi

tegangan-katoda

= M -- Y -- (--Y) = M

H-Y--(-Yl =H
B--Y-(-Y) =B
(B-Y) ksluar dari sinyal2 Y,
Cara memperoleh sinyal2 selisih-warna (M-Y), (H-Y) dan
dan V, adalah dengan menerapkan sebuah rangkaian motriks seperti yang dikemukakan di

Gb.,V-7.

Lihat Gb.V-7:

Penguatan yang dikenakan kepada sinyal'U dan kepada sinyal'V ber-

bandingan. sebagai:

o#t-'A*i7 =2:1'2

63

Pemutar

Ii-1

.Y

fesa

M.Y

Tabunggambar

-1

:l

H.Y

B-Y

Gb,V-6: Pengemudian tabunggambar dengan sinyal

selisih-warna dan juga dengan sinyal-cerah (sinyal luminasi).

PENGUAT

1,2X

tlO,A77 X V= 1/0,8??
= M.Y

lsNcuar
-0.51X

xo,

SinyaI2kemudi

untuk

tabungg;ambar

PENGUAT

-o,19x
B-Y

\ r/0.493 X U = 1/0,493 x O,499.(B_y)


= (B-Y)

GhY-?: Cara membentuk sinyal (H-y) dalam penerima.

64

Dengan cara

itu penurunan (reduksi) penguatan yang telah dilakukan di pemancar ter.


(M-yl dan (g-y) terdapat pe

hadap sinyal2 tersebut, dipulihkan kembali, sehirlgga kuat-sinyal


nuh lagi.

c0NTOH: Mari kita telaah bagaimanakah cara menemukan*embali sinyal (H-y).


(a) sinyal (M-Y) diumpankan kepada penguat yang penguatannya
ada G =
0,51X. Penguat pun memutar fasanya sinyal ini (1g00).
(b) sinyal (B-Y) diuinpankan kepada penguat dengan penguatan
G = 0,lgX. penguat ini
juga memutar fasa.

(c) Kalau sinyal2-keluaran dari {a) dan dari (b} dijumlahkan,


maka diperolehlah sinyal {H-ylKejadian di atas dapat dengan mudah kita lihat sebagai berikut:
lb kita kenakan tepaoa {lvt-y) dan kepada (B-y}, maka
kita dapatkan:

Jikalau harga Y dari persamaan

(M-Y)
(B-Y)

= 0,7.M __ 59.H _ 0,11.8


= 0,89.8 -- 0,b9.H -- 0,3.M

(3

(4

Di lalankeluarnya rangkaian-marriks terdapar -0,S1(M-y) -- 0,.1g(B_y).


Nilai bagi (M-Y) ini kita substirusikan dalgm persamaan (3) dan (4);
maka di jalankeluar matriks terdapatlah:
0,51 (0,7M

0,41H

0,59H

- 0,3M

-- 0,118) -- 0,19 {0,898 -- 0,59H _ 0,3M)

=,

0,118

Jikalau 0,41H kita tulis sebagai (H -- 0,bgH), maka sinyal-keluaran matriks adalah:
(H -- 0,5SH)

0,3M -- 0,118

= H -(0,b9H = H-Y.

0,3Mr- 0,tlB)

Oengan demikian I nyata, bahun sinyal-keluaran dari matriks adalah (H-y).

68. PENGEMUDIAN -MHB (RGB steering)


Dapat juga diterapkan apa yang dinamai pengemudion-MHB, Dalam hal
katoda2 tabunggambar diumpankan sinyar -M, -H dan -8, sedangkan kisi diberi

ta, dan tidak diberi sinyal, lihat Gb.V-8.

ini

kepada

tegangan+a-

65

Tabunggambar

II-Y

R-Y

Gb.V-8: Pengemudian-MHB.

Disini yang melakukan pen-dekoda-an bukanlah tabunggambar, melainkan suatu rangkai'


an yang ada di depannya tabunggambar. Tentang cara pengemudisn ini akan kita telaah lebih

lanjut dalant BAB Vl.

V'7. SINYAL NADA'WARNA (Krominansi)


Dalim sistem TV-hitamputih, sinyal-video (informasi-kecerahan) dan sinyal-bunyi dipancarkan dalam ialur seperti di Gb.V-9, yaitu: Sinyal-video menempati ialur antara 0 ... 5MHz.
Adapun bunyi dipancarkan tersendiri secara FM dengan menggunakan gelombang-pembawa

5,5 MHz.
Sinyal-video bentuknYa bukan'
sinus. Kalau sinyal-video ini kita u'
raikan (iabarkan) dalam getaran2
sinus, maka ternyata bahwa:
[a) Getaran2 dalam ialur-sam'
ping (sidebond/ tidak ter'

Gb.V-9: Spektrum-video yang ditempati


Pemancar-TV hitam-Putih'

dapat merata di seluruh Paniangnya ialur. melainkan getaran2 itu


membentuk kelompok2 (lihat

cb.v-10).

66

, 15625H2

t t5625llz,

Frekwensi rendah2 dalam jalur video

,,rllh', ,,,11r,,,. ,,,,,,


---jlllr,
Frekwensi tinggiz dalam jalrr-iideo

Gb.V.l0:Spektrumsinyal-videodiGb.v-gterdiridarikelompok2getalan.
Jarak antara satu kelompok dengan kelompok yang lain
adalah 15 625 Hz (frekwensi daripada ayunan horisontal)'

(b) Jarak antara kelomp0k'getaran sinus yang satu'dari kelornpok getaran sinus yang lain
dalah 15 625 Hz (= frekwensi'rtya garis2 horisontal).

a-

(c) Dalam satu kelompgk, iarak antara getar yang satu dftg3ft getar yang lain ada 25 Hz l=
= %-nya frekwensi'raster).
(d) Amplitudo getaran2 jalur-samping adalah makin kecil, kalau letak kelompok'getar
makin dekat ke tepi ialur'video.

ada

Dari keladian tersebut (d), maka adalah selayaknya, apabila -dalam transmisi warnaintormasi-warna kita tumpangkan di bagian yang tinggi daripada jalur-video. Dengan demikian
dalam sinyal-nada-warna {sinyal krominansi) akan terdapatlah sinyal'video yang minimal (lihat

v-l1).
lnformasi-warna yang dibawa oleh sinyal-V dan oleh sinyal-U ditaruh di bagian yang tinggi daripada jalur-video dengan menggunakan gelombang-pembowa-anakan (subcorrier);
Gelombang-pembawa-anakan yang memba'wa informui-warna ini ada setinggi 4 433 61 8,75

+1H2.
0leh pekerjaan pemodulasian terlangkitlah lalur2-samping. Jalunamping inipun terdiri dari kelompok-kelompok getaran sinus yang disisip-sisipkan di celah2 kelompok2 sinyal-video,.lihat
Gb.V'll.Sinyal jalur-samping keseluruhan ini boleh kita sebut sinyal nada-warna, sebab jalur2samping

ini mengandung informasi ya4g berupa nada2-warna- Sinyal nada-warna ini kita nyata-

kan dengan

F.

s7
Sinyal nada-waraa (F)

Sinyal nada-wama (F)


L5625IIz

Gelombang-

I /,/.EelJrbawa
tt ygter I
t tindas I

4,43MHz

Sinyal-krf,minansi
yang di:sisip2'kan

Gb.V-l 1: Bentuk sinyal-nada-warna kalau ia diuraikan.

lnformasi-warna terselinap di dalam sinyal-video. Karena itu di layargambar TV-hitamputih, informasi-warna itu akan juga muncul sebagai sinyal-cerah (sinyal'luminansi). Hal ini tidak kita kehendaki. Guna mengecilkan gangguan yang diterbitkan oleh sinyal nada-warna, ma'

ka dilakukanlah usaha2 berikut:

hl

Membatasi lebar-ialur-nya informosi-narno seperti yang dilukiskan di Gb.V-l2.


. Lebar-jalur di atas dan di bawah gelombang-pembawa-warna tidaklah simetrik.
Jalur..samping-atas perlu ditindas sebagian, supaya tidak mengganggu sinyal-bunyi.

pembawa-

bunyi

Gb.V:12: Spektrum-video dari


pemancar-TV-warna'

68

Pembatasan lebar-lalur

itu tidak berpengaruh kepada pe-reproduksi-an warna. (Mata kita tidak

mengindera cacat-warna yang ditimbulkan).

bl

Gelombong-pembawo-warno tidak diponcarkan; karena itu spektrum yqng ditempati sinyal-warna berbentuk seperti Gb.V-11.Jarak antara kelompok2 getar-

ran adalah iuga 15625 Hz.


Sinyal-video yang ada di penerima diganggu hanya oleh sinyal nada-warna F (yaitu jalur2-samping-nya gelo mbang-pembawa-warna).
Dalam penerima-TV-warna -dalam bagian-warna- sinyal-pembawa-warna dimunculkan
kembali. Supaya pemunculan gelombang-pembawa ini tidak salah fasanya, maka selama trerlangsungnya selasor-belokong

(back porch) daripada denyut-sinkroninasi dipancarkanlah si-

nyal-sinkronisasi yang disebut

sinyolJedokon (burst signol) setinggi 4,43MH2, lihat Gb.V-13.

0leh sinyal-ledakan ini maka osilator yang ada di bagian-warna (dalam penerimal disinkronkan").

kl

Gelombang-pembswa-hnrna ditetapkan setinggi 283,75.Xfrek.wensi-garis +


+ 25H2. lni guna mencegah terganggunya mata oleh raster yang ada di penerimaTV-hitam-putih. (Raster hitam-putih ini terganggu oleh sinyal nada-warna. Guna memperkecil
gangguan, dipilihlah gelombang-pembawa-warna yang setinggi itu).

Ledakan

(burst)

taraf hitam

lt:toFt
r'sudet

-'.

4? ldet

-+f-

Evet)

2,26 +rdet

taraf putih

F-

Denyut sinkronisasi

Gb.V-I3: Sinyal-ledakan (bunt sigrul).


Dipancarkan selama berlangsungnya selasar-belakang

(back porch) daripada denyut-sinkronisasi.

*)

Apa yang disebut dengan ,,selasar-belakang" (back porch), harap baca buku pelajaran
Elektronika jilid Tehnik Televisi, Bab XVl, Par 85.

69

Dari hal2 yang dikemukakan di atas, kita dapat menarik KESIMPULAN:


(1) Sinyal-Y mengandung sinyal-nada-warna (sinyal-krominansi).

(2) Sinyal nada-warna mengandung frekwensi-video tinggi2.


(3) Jikalau tak-ada sinyalV dan tak-ada sinyal-U, maka tak-ada pula sinyal nada-warna; jadi

tidak ada gangguan.


(4) Gangguan yang diterbitkan oleh sinyal nada-warna lewat bagian-video adalah yang terbesar, sglama berlangsungnya pe-reproduksi-an warna2 jenuh. Sebab selama peristiwa ini
sinyal nada-warna (dan juga jalur2-sam ping-nya) adalah yang paling kuat (maksimal).

C0NTOH 1: Oiketahui: Oleh pemancar-TV-warna sedang ditelusur suatu bidang abu2.


Ditanyakan: Selama penelusuran tersebut, apakah penerima-TV monokrom
terganggu oleh sinyal nada-warna?
Jawab: Kbrena bidang abu2 tak-berwarna, maka tak-adalah sinyal nadawarna. Jadi tidak ada jalur2-samping dari gelombang-pembawa 4,43

(tidak dipancarkan). Maka layargambar penerima-TV monokrom menampilkan bi'


firlHz, Adapun frekwensi 4,43 MHz sendiri tertindas

dang abu2 yang tak-terganggu.

c0NToH 2: Diketahui: Pemancar-TV-warna memancarkan gelombang-pembawa*gambar


dengan frekwensi 62,25 MHz.
Ditanyakan: Berapa tinggikah: (a) Gelom bang-pembawa-bunyi yang terpankan?

(b) Kelompok frekwensi sinyal nada-warna.


Jawab: (a) Gelombang-pembawa-bunyi ada setinggi 62,25 + 5,5 = 67,75MH2.
(b) Sinyal nada-warna dipancarkan sebagai ialur2'samping setinggi
62,25 + 4,43 = 66,68 MH.z.

V.8. PEMODULASIAN KWADBATUR


Sinyal-U dan sinyal-V perlu dim odulasikan pada gelombang-pembawa setinggi 4,43MH2.
Pekerlaan ini perlu dilakukan dengan cara sedemikian, agar di pem ancar itu'sinyal-U dan sinya

V dapat diceraikan kembali. Untuk pengolahan tersebut diterapkan apa yang dinamai pemodulosi-on kwodratur, yang akan dikemukakan di bawah ini.

8A. MODULATOR.U
hmodulasian ini menuruti azas yang dikemukakan dalam Gb.V-l4; ini adalah dasar2-nya

mdulator-U. Kita lihat, bahwa:

70

(a) Sirkit-keluaran kedua-dua pentoda saling dihubungkan. 0engan demikian sinyal-keluaran


adalah berupa penjumlahan dari tegangan2 yang ada pada anoda2.

(b) Ke-dua2 tabung dikemudkan pada kisi-tindas-nya dengan sinyal 4,43MH2. Sinyal ini
berasal dari osilator kristal.

Tegangan2 sinyal yang ada di kisitindas2 saling berlawanan-fasa. lni berarti, bahwa tegangan-bb 4,43MHz yang ada di anoda2 juga saling berlawanan-fasa.

(c)

Kalau kedua2 tabung distel pada tegangan-kerja yang sama, maka kecuraman-nya adalah sama, dan tegangan-bb yang ada pada anoda2 luga sama. Karena tegangan2 itu sa-

ling berlawanan-fasa, maka sinyal-keluaran ada 0.

(d)

Ke-dua2 tabung di-stel sama, kalau dalam trafo-masukan kisi-kemudi tidak ada sinyal

ini ke-dua2 kisi-kemudi dibumikan.


Jadi: transformator kisi-kemudi tidak m engemudikan kisi-kemudi, apabila sinyal-U ada 0.

masukan. Dalam hal

KESIMPULAN: Jikalau sinyal-U ada 0, maka modulator-U tidak mengeluarkan si-

m
+
l"#:*Y

Gb.V-l 4 : Azas2-nya modulator-U.

.71

Sinyal

osilator kristal

1r

l4
sefasa dgrr
si' I sinyal osilator

berlawanan I

idga dgn

nyal osilator

Gb.V-15::(A) Sinyal dari osilator kristal;


(B) Sinyal-U yang dim asukkan ke kisi-kemudr'
(C) Sinyal-keluatan yang dihasilkan modulator-U.

',2

nyal 4,43MH2, lihat Gb.V-15, saat2 antara 0 .... 1.


Perhatikan sekarang Gb.V- 1 5:
Antara saat 1...2 sinyal-U adalah positif (Gb.A).

(e)

lni membikin kisi-kemudi tabung


yang bawah berkuranf negatif. Kecuraman tabung ini naik. Amplitudo di anoda naik.
Kisi-kemudi tabung yang atas bertambah negatif; ini berakibatkan mengecilnya amplitudo tegangan di anoda.

(f)

Selisih antara teganganZ di anoda tidak lagi 0. Di sirkit-keluaran muncul tegangan-bb


yang fasanya ditentukan oleh tabung yang bawah. Karena itu:

(s)

selama saat 1....2 di sirkit-keluaran ada tegangan-bb yang se-foso dengan tegangqn

sinyal yang dikeluarkan osilator krisial.

(h)

Kalau fasa dari tegangan-bb yang dikeluarkan osilator kita lukiskan sebagai vektor
(= anakpanah) yang m elintang ke kanan, (Gb.C), maka fasa daripada tegangan-keluaran pun kita lukiskan sebagai vektor yang melintang ke kanan juga (sebab ,,sefasa").
Panjang

vektor ini adalah sama dengan amplitudo tegangan sinyal-U.

(i)

Antara saat 2....3, tegangan-bb di sirkit-kisi-kemudi (sirkit-m asukan) adalah negatif.


Sekarang tabung yang ataslah yang menentukan fasahya tegangan sinyal-keluaran.Karena itu:

(i)

Antara saat 2...3, maka tegangan-keluaran berlqwonan-faso dengan sinyal yang


n os i lator kristol" Karena berlawanan-fasa, maka vektor-nya tegangan-bb
kita lukiskan ke arah kiri. (Gb.C).

d i kel ua rka

(k)

Jadi: pada saat sinyal-u melompat dari positif ke negatif, maka fasanya tegapgan-keluaran melompat ke arah lawannya (bergeser '1800).

(l) Antara saat 3..;.4 tegangan-keluaran


na sinyal-U

sefasa lagi dengan sinyal dari osilator. Namun kare-

ber-amplitudo lebih kecil, amplitudo-nya sinyal-keluaran pun luga lebih ke-

cil.

(m)

Di sirkit-keluaran tidak terdapot sinyal yang berasal dari osilator (yaitu sinyal-pembawa). Dem ikian cara sinyal-pembawa itu tertindas dan tidak dipancarkan.

88, PEMBANGKITAN SINYAL.KHOMINANSI {F)


(a) sinyal-V dimasukkan ke modulator-l dengan cara yang sama seperti sinyal-U.
Modulator-v juga dikemudikan dengan sinyal berasal dari osilator krisial.
(c) Namun sinyal dari osilator ini mendahului sinyal-masukan sejauh g00.
Karena mendahului dengan g0o, maka vektor dari osilator kristal kita lukiskan ke arah
atas, siku2 dengan arahnya vektor sinyal-U, lihat Gb.V- 16.
Dalam Gb.V-16 dikemukakan, bahwa sirkit-keluaran dari modulator-U dan sirkit-ke
luaran dari modulator-V saling dihubungkan. Maka di sirkit-keluaran akan terdapat hasil-paduan (resultanta) dari sinyal2 yang term0dulasi dengan u dan yang termodulasi de-

(b)

(d)

:73

ngan V, yaitu sinyal'krominansi.

(e)

Kuat-sinyaFkrominansi diketemukan dengan ialan menlumlahkan tegangan'sinyal-keluardn dari modulator-V dan dari mcdulator-U. Cara penjumlahan tidak secara aliabar,
melainkan secara vektor.

Itl

Fosa don omplitudo dari sinyal-krominansi bergantung kepada fasa dan amplitudo-nya
sinyal-V dan sinyal-U.

tu

OSILATOR

@r

KRISTAL

-J

ul

soo

F-_

Yg keluar hanya
jalur2-sarhping;
(Vaitu js5grgn 6ad
sinyal 4,43MHz yg
termodulasi fasa &
amplitudo.nya).

Gb.V-l

6:

Cara membentuk sinyal-krominansi dengan


pemodulasian sinyal-U dan sinyal-V.

Gb-Y-17: Kedudukan vektor nadawarna ditentukan oleh polaritas U dan V.

14

Lihat Gb.V-17A: Kalau sinyal-U positif, dan sinyal-V positif, maka sinyal-krominansi ber-fasa antara 00'.... 900 terhadap sinyal dari osilator kristal.
KETERANGAN untuk, melukiskan Gb.V--'1 7A:
Vektor yang arahnya positif dilukiskan ke arah atas atau ke arah kanan dari titik
asal

(titik-0).

(a) Vektor sinyal-U adalah sefosa dengan sinyal dari osilator. Karena itu vektor ini
(sebab positif)'
dilukiskan secara horisonfal (= sefasa) dan arahnya ke kanan
Paniang vektor berpadanan dengan amplitudonya sinyal-u, dan dilukiskan dalam
skala, misalkan:

lVolt = 1 cm.

(b) Vektor-V berselisih-fasa 900 dari sinyal-U (iuga dari sinyal osilator). Karena itu
vektor-v kita lukiskan siku2 dengan vektor-U. Arah vektor'V ke-aras dari titik-0
sebab arahnYa
Panjang

Positif,

vektor dilukiskan dalam skala yang luga diterapkan pada vektor'u, yai-

tulVolt=1cm'
(c) Resultanta dari vektor-U dan vektor-V adalah garis-miring F. Paniang F ini kita
ukur (dalam cm); maka amplitudo F pun ketemu'
(d) Sudut-fasa antara F dan sinyal-pembawa (= sinyal dari osilator) adalah sudut

p,

C0NTOH: Diketahui: Amplitudo V = 3 Volt; amplitudo U = 4 Volt'


Ditanyakan: Amplitudo F dan sudut-fasanya'
Jawab:

, =lu\ u'

lV. 4' = sveltt


ts? =

3l+

9=-36'-

(Sl

Kalau sinyal-U negatif. sementara sinyal-V positif (Gb.V-178), maka selisih-fasa antara sinyal-krominansi F dan gelombang'pembawa berada di antara 900"" 1800'
Dari Gb.A sd D nyata, bahwa sinyal-krominansi F dapat berselisih-fasa dengan seba'
rang sudut terhadap sinyal-pembawa (yaitu sinyal dari osilator).

(h)

PERHATIAN: Jikalau sinyal-krominansi (iuga disebut sinyal nadawarna, sinyal'warna)


diuraikan dalam getaran2 sinus, maka akan nyata bahwa terdapat hanya
gelombang2-samping sala. Gelombang'pembawa sendiri tidak terdapat'
sedang ditelusur kuning ienuh.
Kalau sedang menelusur warna ienuh, kamera mengeluarkan 1V.
Ditanyakan: a) Amplitudo dari vektor nadawarna'

C0NTOH: Diketahui: Dalam pemancar

b) fasa vektor tersebut.

75

Jawab: Berlakulah

Kuning = fil +

11

Karena kamera merah mengeluarkan 1V; kamera hiia.u mengeluarkan 1V,

kamera biru 0V,

Y = 0,3M + 0,59H + 0,118 (Persamaan la)


= 0,3x1 + 0,59x1 + 0,11x0
= 0,89 Volt.
V = 0,877 (M-Y) = A,877 (1 - 0,89) = 0,1 Volt'
U - 0,a93 (B-Y) = 0,493 t0 - (-0,890)l = 0,44 Volt.

Modulator-V mengeluarkan tegangan-bb yang amplitudonya 0,1V dan fasa 900.


Modulator-U menghasilkan amplitudo 0,44V dengan fasa 1800.
Amplitudo nadawarna kuning ada:
p=
U2 = !,ab Vo!L

\/Vz +

sudut-fasa-nYa = 1670

V-9. LINGKARAN.WARNA
Kita akan dapat melukiskan lingkarqn-warna dengan ialan memanfaatkan sinyal2 U
dan V untuk semua warna2 yang mung(in ada dalam berbagai derajat kejenuhan. Beberapa
hasil-hitungan kita kumpulkan dalam Tabel l.
0alam C0NToH hitungan di Par V-78 kita sudah melakukan hitungan untuk kuning.

S0AL: Tentukanlah paniang vektor dan f*anya yang berlaku bagi lembayung.
KETERANGAN: caranya: tentukanlah secara berturut'turut:
(1) Tegangan yang diekeluarkan kamera2

(2) Y
(3) (M-Y) dan (B-Y)

(4) U dan V

(5)F

(6) sudut

t{ ,

dari tg

P=

(M-Y)
(B-Y)

Lingkaran-warna dalam Gb.V.,18 sudah dilukiskan berdasarkanhitungan yang menerapkan


sinyal2 yang tak-dilemahkan, yaitu sinyal2 (M -Y) dan (B-$.
Perhati

ka n ra

h'

b a

hwa

:: { a}

;ffi

.: 11

J;[l I lflilll Tl;,,i; T,:Tf il,lil]:l,.;'H:*,

l;,o'

lembayung, Vektor dengan fasa 1670 menyatakan kuning).

{b) Amplitudo dari vektor nadawarna (= paniang voktor) msnentukan


derajat kejenuhan. Amplitudo yang kian kecil (vektor pendek) me
nyatakan bahwa warna kian kurang jenuh. Kian tinggi amplitudo,

76

oooooo
rsri+r
EO\o<f6*
Hdddo

o\mba6h
n\O+A\O<'
oooooo
tr

xal

z,
UJ

I,IJ
=
J

A-

o
=

d
'c
=o
ov

?bo
Ex
>d

trc

AH

&!+Rts
o9?i'dlooo

qsisse
ooogi+iooo

2,

s<i=
=Z
FE
z<
==
4=-

=f
o=

J<
=E
<z
>cE

2<
u)=
jt

<z
>E
z,<

a=

t
d

Qssai.s
o"+?odoco

d1

b#

v?\1viX--r
ooo--i"coc

Q6l

6Od

iOO\O\OF
*66or-iOO

(t)

a>

d-

sd

7J iz

oooooo

:ooo*i-lo
oo-:*o-$o
6oo-?o
o0

t!

te

>3
-M

t'E=c
-qfE
i6i.9.a:'!:S
JzxtEura6<:E

77

Gb.V-l

Lingkaran-warna yang menunjukkan letak


warna2 di dalam spektrum.

kian jenuhlah warna yang benangkutan.


Pada suatu saat pemancar memancarkan sssuatu dadawarna dengan amplitudo dan fasa
tsrtontu. Maka tugas penerima adalahmenentukan kedudukon vektor nodawarna tercebut.
Untuk keperluan pekeriaan ini tersedialah sinyal-ledakan (burst signol). Fasa sinyal-ledakan

ini 1800.

Ht

Setiap vektor nadawarna yang.masuk selama ditariknya satu garis-tolusur, ditandingkan-.


dengnn fasanya sinyal-ledakan. D0ngan cara ini penerima dapat menentukan, nadawama a-dan dengan derajat-kejenuhan berapakah- yang masuk (diterima) pada sesuatu smt.

rut

{lryd.h

Ftafl

bahwa: sinyal-ledakan adalah',,pengganti" lelombang-pembawa-warna yang tidak didari pemancar).

G0t{T0H: Diketahui: Penerima msnerima secara ber-turut2 vektor2 nadawarna.yang


fasanya I 190, 760 dan 130 tertinggal dari vektornya sinyal-ledakan.

bretm: l{adawarna-nadavyarna apakah yang ditangkap penerima?


'1800 - llgo
l*
= 610 = lembayung
lt0o- 760 =1040 = merah:
rt'- tto = 1670 = kuning.

78

RIfTIGKASATI

1. Sistem-TV+rama perlu memenuhi peniyaratan komtabilitas

sehingga:

gambar
a) Penerima-TV-irvama dapat menampilkan sinyal hitam-putih sebagai
berwa rna/hitam-Pu ti h.
gambar
b) Penerima hitam-putih dapat menampilkan sinyal-TV-warna dalam
berwarna/

hiam'Putih'

dibentuk o bh sinyar2
2. Sinyal-kecerahan (sinyal-luminansi -dinyatakan sebagai Ylwarna mnurut persamaan: Y = "'M + "'H + "'B
(al ''' ' (b) '' .' (cl '' ''
3.'Sinyalselisih'anrnaadalahsinyal2:

4. Pemancar memancarkan sinyal2 : Y, """' dln """


Adapunsinyal.Vadalahsinyalselisih.warna....yangsudahdilemahkan.

selisihvama

yang sudah dilemahkan'


Sinyal-U adalah sinyal
yang ber-frekunnsi
gelombahg-pembatam
sinyal2 V dan u di-modulasi-kan pada

...

(M-Yl dan (8'Y)


5. Sinyal (H-Y) diiabartan sendiri oleh penerima, keluar dari sinyal-Y,
lam suatu rangkaian

da-

ini merupakan
6. Dalam proses modulasi kwadrat teriadilah ialur2'samping. Jalur2-samping

-pembawa bagi informasi-"mrnasinyalaadarvarna F. Sinyal-F ini merupakan sinyal


sinyal-video, yaitu meliputi ba'
daripada
sinyal-F itu meliputi seluruh/
gianyangber'frekunnsi tinggi2/rendah'

sbagian

7. Sinyal-pembawa-cyarna sndiri (yang setinggi 4,43 MHzl dipancarkan/Ak-dipancarkan


faa yang.
8. Dalam penerima, gelombangpembawa tersebut diianikitkan kembali -dengan

tapatg.

dengan menggunakan sinyal-.....-...

meniangkitKesalahan dalam selisih-fasa antara sinyal-ledakan dan sinyal-nadawarna akan


dengan iaditiadakan
galam
ini
dalam
selisih-fasa
sistemPAl kesalahan
kan . . . .
yang
sebaliknya'
ke
arah
meng-introduksikan suatu kesalahan-fasa

lan

keienuhan10. Amplitudonya sinyal nadawarna (sinyal krominansi) ditentukan oleh deraiat


tinggi/rendah'
warna. Kian ienuh warna, amplitudo
Adapun fasanya sinyal nadavvarna menentukan nuotw-

kian