Anda di halaman 1dari 13

WOOSCI

Beranda

Jumat, 11 November 2011


Anatomi Fisiologi Sistem Saraf

Jaringan
Saraf
terdiri
1.
Neuron
(sel
Merupakan unit anatomis dan fungsional sistem persarafan

bagian-bagian
dari
neuron
badan
sel
(inti
sel
terdapat
dendrit
:
menghantarkan
impuls
menuju
akson
:
menghantarkan
impuls
keluar
dari

dari:
saraf)

:
didalamnya)
badan
sel
badan
sel

Klasifikasi
neuron
berdasarkan
bentuk
:
A
Neuron
unipolar
Terdpt satu tonjolan yg bercabang dua dekat dengan badan sel, satu cabang menuju
perifer & cabang lain menuju SSP (neuron sensorik saraf spinal)
B
Neuron
bipolar
Mempunyai
dua
tonjolan,
1
akson
dan
1
dendrit
C.
Neuron
multipolar
Terdpt beberapa dendrit dan 1 akson yg dpt bercabang-cabang banyak sekali
Sebagian besar organela sel pd neuron terdpt pada sitoplasma badan sel
Fungsi neuron : menghantarkan impuls saraf keseluruh tubuh (somatik dan viseral)
Impuls neuron bersifat listrik disepanjang neuron dan bersifat kimia diantara neuron
(celah
sinap
/
cleft
sinaptik)
Zat kimia yg disinteis neuron & disimpan didalam vesikel ujung akson disebut
neurotransmiter
yg
dpt
menyalurkan
impuls
Contoh neurotransmiter : asetilcolin, norefineprin, dopamin, serotonin, gamaaminobutirat (GABA)
2. Sel penyokong (Neuroglia pada SSP & sel schwann pada SST). Ada 4 neuroglia
Mikroglia
:
berperan
sbg
fagosit
Ependima
:
berperan
dlm
produksi
CSF
- Astrosit : berperan menyediakan nutrisi neuron dan mempertahankan potensial
biolelektrik
- Oligodendrosit : menghasilkan mielin pd SSP yg merupakan selubung neuron
3.
Mielin
- komplek protein lemak berwarna putih yg menutupi tonjolan saraf (neuron)
menghalangi
aliran
ion
Na
&
K
melintasi
membran
neural.
daerah
yg
tidak
bermielin
disebut
nodus
ranvier
- transmisi impuls pd saraf bermelin lebih cepat dari pada yg tak bermelin, karena
adanya loncatan impuls dari satu nodus kenodus lainnya (konduksi saltatorik)
Pembagian sistem saraf secara anatomi :
1.SSP (Sistem Saraf Pusat)
2. Sistem Saraf Tepi
Sistem saraf pusat (SSP) meliputi otak (ensephalon) dan sumsum tulang belakang
(medulla spinalis). Keduanya merupakan organ yang sangat lunak, dengan fungsi
yang sangat penting maka perlu perlindungan. Selain tengkorak dan ruas-ruas
tulang belakang, otak juga dilindungi 3 lapisan selaput meninges. Bila membran ini
terkena infeksi maka akan terjadi radang yang disebut meningitis.
Ketiga lapisan membran meninges dari luar ke dalam adalah sebagai berikut:
1. Durameter; terdiri dari dua lapisan, yang terluar bersatu dengan tengkorak
sebagai endostium, dan lapisan lain sebagai duramater yang mudah
dilepaskan dari tulang kepala. Di antara tulang kepala dengan duramater
terdapat rongga epidural.
1. Arachnoidea mater; disebut demikian karena bentuknya seperti sarang
labah-labah. Di dalamnya terdapat cairan yang disebut liquor cerebrospinalis;
semacam cairan limfa yang mengisi sela sela membran araknoid. Fungsi

selaput arachnoidea adalah sebagai bantalan untuk melindungi otak dari


bahaya kerusakan mekanik.
1. Piameter. Lapisan terdalam yang mempunyai bentuk disesuaikan dengan
lipatan-lipatan permukaan otak.
Otak dan sumsum tulang belakang mempunyai 3 materi esensial yaitu:
1. badan sel yang membentuk bagian materi kelabu (substansi grissea)
1. serabut saraf yang membentuk bagian materi putih (substansi alba)
1. sel-sel neuroglia, yaitu jaringan ikat yang terletak di antara sel-sel saraf di
dalam sistem saraf pusat
Walaupun otak dan sumsum tulang belakang mempunyai materi sama tetapi
susunannya berbeda. Pada otak, materi kelabu terletak di bagian luar atau kulitnya
(korteks) dan bagian putih terletak di tengah. Pada sumsum tulang belakang bagian
tengah berupa materi kelabu berbentuk kupu-kupu, sedangkan bagian korteks
berupa materi putih.
Otak
Otak mempunyai lima bagian utama, yaitu: otak besar (serebrum), otak tengah
(mesensefalon), otak kecil (serebelum), sumsum sambung (medulla oblongata), dan
jembatan varol.

Otak besar (serebrum)

Otak besar mempunyai fungsi dalam pengaturan semua aktivitas mental, yaitu yang
berkaitan dengan kepandaian (intelegensi), ingatan (memori), kesadaran, dan
pertimbangan.

Otak besar merupakan sumber dari semua kegiatan/gerakan sadar atau sesuai
dengan kehendak, walaupun ada juga beberapa gerakan refleks otak. Pada bagian
korteks otak besar yang berwarna kelabu terdapat bagian penerima rangsang (area
sensor) yang terletak di sebelah belakang area motor yang berfungsi mengatur
gerakan sadar atau merespon rangsangan. Selain itu terdapat area asosiasi yang
menghubungkan area motor dan sensorik. Area ini berperan dalam proses belajar,
menyimpan ingatan, membuat kesimpulan, dan belajar berbagai bahasa. Di sekitar
kedua area tersebut dalah bagian yang mengatur kegiatan psikologi yang lebih
tinggi. Misalnya bagian depan merupakan pusat proses berfikir (yaitu mengingat,
analisis, berbicara, kreativitas) dan emosi. Pusat penglihatan terdapat di bagian
belakang.

Otak tengah (mesensefalon)

Otak tengah terletak di depan otak kecil dan jembatan varol. Di depan otak tengah
terdapat talamus dan kelenjar hipofisis yang mengatur kerja kelenjar-kelenjar
endokrin. Bagian atas (dorsal) otak tengah merupakan lobus optikus yang mengatur
refleks mata seperti penyempitan pupil mata, dan juga merupakan pusat
pendengaran.

Otak kecil (serebelum)

Serebelum mempunyai fungsi utama dalam koordinasi gerakan otot yang terjadi
secara sadar, keseimbangan, dan posisi tubuh. Bila ada rangsangan yang
merugikan atau berbahaya maka gerakan sadar yang normal tidak mungkin
dilaksanakan.

Sumsum sambung (medulla oblongata)

Sumsum sambung berfungsi menghantar impuls yang datang dari medula spinalis
menuju ke otak. Sumsum sambung juga memengaruhi jembatan, refleks fisiologi
seperti detak jantung, tekanan darah, volume dan kecepatan respirasi, gerak alat
pencernaan, dan sekresi kelenjar pencernaan.
Selain itu, sumsum sambung juga mengatur gerak refleks yang lain seperti bersin,
batuk, dan berkedip.

Jembatan varol (pons varoli)

Jembatan varol berisi serabut saraf yang menghubungkan otak kecil bagian kiri dan
kanan, juga menghubungkan otak besar dan sumsum tulang belakang.
Berdasarkan
letaknya,
otak
Telensefalon
Diensefalon
Mesensefalon
Metensefalon
Mielensefalon (marrow brain)
Telensefalon(end

dapat
dibagi
(end
(inter
(mid
(after
brain)

menjadi

terdiri

lima

yaitu:
brain)
brain)
brain)
brain)
dari:


kortek
sistem

Hemisfer
limbik

Diensefalon
Epitalamus
Talamus
Subtalamus
Hipotalamus

(Bangsal
(inter

hipokampus,

serebri
serebri
Amigdala)

brain)

terdiri

dari:

ganglia,

Mesensefalon
Kolikulus
Kolikulus
Substansia nigra

(mid

brain)

terdiri

dari:
superior
inferior

Metensefalon
Pons
Serebelum
Mielensefalon
Medula oblongata

(after

brain)

terdiri

dari:

Sumsum tulang belakang (medula spinalis)


Pada penampang melintang sumsum tulang belakang tampak bagian luar berwarna
putih, sedangkan bagian dalam berbentuk kupu-kupu dan berwarna kelabu. Pada
penampang melintang sumsum tulang belakang ada bagian seperti sayap yang
terbagi atas sayap atas disebut tanduk dorsal dan sayap bawah disebut tanduk
ventral. Impuls sensori dari reseptor dihantar masuk ke sumsum tulang belakang
melalui tanduk dorsal dan impuls motor keluar dari sumsum tulang belakang melalui
tanduk ventral menuju efektor. Pada tanduk dorsal terdapat badan sel saraf
penghubung (asosiasi konektor) yang akan menerima impuls dari sel saraf sensori
dan akan menghantarkannya ke saraf motor
Suplai
Otak
mendapat
suplai
1.
Arteri
2. Arteri vertebro basiler

darah
darah
dari

2
arteri
karotis

besar,

otak
yaitu
:
interna

Sistem saraf tepi adalah sistem saraf di luar sistem saraf pusat, untuk menjalankan
otot dan organ tubuh.
Tidak seperti sistem saraf pusat, sistem saraf tepi tidak dilindungi tulang,
membiarkannya rentan terhadap racun dan luka mekanis.
Sistem saraf tepi terdiri dari sistem saraf sadai dan sistem saraf tak sadar (sistem
saraf otonom). Sistem saraf sadar mengontrol aktivitas yang kerjanya diatur oleh
otak, sedangkan saraf otonom mengontrol aktivitas yang tidak dapat diatur otak
antara lain denyut jantung, gerak saluran pencernaan, dan sekresi keringat.

Gbr. Saraf tepi dan aktivitas-aktivitas yang dikendalikannya


1. Sistem Saraf Sadar
Sistem saraf sadar disusun oleh saraf otak (saraf kranial), yaitu saraf-saraf yang
keluar dari otak, dan saraf sumsum tulang belakang, yaitu saraf-saraf yang keluar
dari sumsum tulang belakang.
Saraf otak ada 12 pasang yang terdiri dari:
1. Tiga pasang saraf sensori, yaitu saraf nomor 1, 2, dan 8
1. lima pasang saraf motor, yaitu saraf nomor 3, 4, 6, 11, dan 12
1. empat pasang saraf gabungan sensori dan motor, yaitu saraf nomor 5, 7, 9,
dan 10.
Gambar
2
Otak dilihat dari bawah menunjukkan saraf kranial
Saraf otak dikhususkan untuk daerah kepala dan leher, kecuali nervus vagus yang
melewati leher ke bawah sampai daerah toraks dan rongga perut. Nervus vagus
membentuk bagian saraf otonom. Oleh karena daerah jangkauannya sangat luas
maka nervus vagus disebut saraf pengembara dan sekaligus merupakan saraf otak
yang paling penting.

Saraf sumsum tulang belakang berjumlah 31 pasang saraf gabungan. Berdasarkan


asalnya, saraf sumsum tulang belakang dibedakan atas 8 pasang saraf leher, 12
pasang saraf punggung, 5 pasang saraf pinggang, 5 pasang saraf pinggul, dan satu
pasang saraf ekor.
Beberapa urat saraf bersatu membentuk jaringan urat saraf yang disebut pleksus.
Ada 3 buah pleksus yaitu sebagai berikut.
a. Pleksus cervicalis merupakan gabungan urat saraf leher yang mempengaruhi
bagian
leher,
bahu,
dan
diafragma.
b.Pleksus
brachialis
mempengaruhi
bagian
tangan.
c. Pleksus Jumbo sakralis yang mempengaruhi bagian pinggul dan kaki.
2. Saraf Otonom
Sistem saraf otonom disusun oleh serabut saraf yang berasal dari otak maupun dari
sumsum tulang belakang dan menuju organ yang bersangkutan. Dalam sistem ini
terdapat beberapa jalur dan masing-masing jalur membentuk sinapsis yang
kompleks dan juga membentuk ganglion. Urat saraf yang terdapat pada pangkal
ganglion disebut urat saraf pra ganglion dan yang berada pada ujung ganglion
disebut urat saraf post ganglion.
Sistem saraf otonom dapat dibagi atas sistem saraf simpatik dan sistem saraf
parasimpatik. Perbedaan struktur antara saraf simpatik dan parasimpatik terletak
pada posisi ganglion. Saraf simpatik mempunyai ganglion yang terletak di sepanjang
tulang belakang menempel pada sumsum tulang belakang sehingga mempunyai
urat pra ganglion pendek, sedangkan saraf parasimpatik mempunyai urat pra
ganglion yang panjang karena ganglion menempel pada organ yang dibantu.
Fungsi sistem saraf simpatik dan parasimpatik selalu berlawanan (antagonis).
Sistem saraf parasimpatik terdiri dari keseluruhan "nervus vagus" bersama cabangcabangnya ditambah dengan beberapa saraf otak lain dan saraf sumsum sambung.

Parasimpatik

mengecilkan pupil

menstimulasi aliran ludah

memperlambat denyut jantung

membesarkan bronkus

menstimulasi sekresi kelenjar pencernaan

mengerutkan kantung kemih

Simpatik

memperbesar pupil

menghambat aliran ludah

mempercepat denyut jantung

mengecilkan bronkus

menghambat sekresi kelenjar pencernaan

menghambat kontraksi kandung kemih

Mekanisme Penghantaran Impuls


Sistem saraf terdiri atas sel-sel saraf (neuron) dan sel-sel penyokong (neuroglia dan
Sel Schwann). Kedua sel tersebut demikian erat berikatan dan terintegrasi satu
sama lain sehingga bersama-sama berfungsi sebagai satu unit. Sistem saraf dibagi
menjadi sistem saraf pusat (SSP) dan sistem saraf tepi. Sistem saraf pusat terdiri
dari otak dan medula spinalis. Sistem saraf tepi terdiri dari neuron aferen dan eferen
sistem saraf somatis dan neuron sistem saraf autonom (viseral). Otak dibagi menjadi
telensefalon, diensefalon, mesensefalon, metensefalon, dan mielensefalon. Medula
spinalis merupakan suatu struktur lanjutan tunggal yang memanjang dari medula
oblongata melalui foramen magnum dan terus ke bawah melalui kolumna vertebralis
sampai setinggi vertebra lumbal 1-2. Secara anatomis sistem saraf tepi dibagi
menjadi 31 pasang saraf spinal dan 12 pasang saraf kranial. Suplai darah pada
sistem saraf pusat dijamin oleh dua pasang arteria yaitu arteria vertebralis dan
arteria karotis interna, yang cabang-cabangnya akan beranastomose membentuk
sirkulus arteriosus serebri Wilisi. Aliran venanya melalui sinus dura matris dan
kembali ke sirkulasi umum melalui vena jugularis interna. (Wilson. 2005, Budianto.
2005,
Guyton.
1997)
Membran plasma dan selubung sel membentuk membran semipermeabel yang
memungkinkan difusi ion-ion tertentu melalui membran ini, tetapi menghambat ion
lainnya. Dalam keadaan istirahat (keadaan tidak terstimulasi), ion-ion K+ berdifusi
dari sitoplasma menuju cairan jaringan melalui membran plasma. Permeabilitas
membran terhadap ion K+ jauh lebih besar daripada permeabilitas terhadap Na+
sehingga aliran keluar (efluks) pasif ion K+ jauh lebih besar daripada aliran masuk

(influks) Na+. Keadaan ini memngakibatkan perbedaan potensial tetap sekitar


-80mV yang dapat diukur di sepanjang membran plasma karena bagian dalam
membran lebih negatif daripada bagian luar. Potensial ini dikenal sebagai potensial
istirahat
(resting
potential).
(Snell.
2007)
Bila sel saraf dirangsang oleh listrik, mekanik, atau zat kimia, terjadi perubahan yang
cepat pada permeabilitas membran terhadap ion Na+ dan ion Na+ berdifusi melalui
membran plasma dari jaringan ke sitoplasma. Keadaan tersebut menyebabkan
membran mengalami depolarisasi. Influks cepat ion Na+ yang diikuti oleh perubahan
polaritas disebut potensial aksi, besarnya sekitar +40mV. Potensial aksi ini sangat
singkat karena hanya berlangsung selama sekitar 5msec. Peningkatan permeabilitas
membran terhadap ion Na+ segera menghilang dan diikuti oleh peningkatan
permeabilitas terhadap ion K+ sehingga ion K+ mulai mengalir dari sitoplasma sel
dan mengmbalikan potensial area sel setempat ke potensial istirahat. Potensial aksi
akan menyebar dan dihantarkan sebagai impuls saraf. Begitu impuls menyebar di
daerah plasma membran tertentu potensial aksi lain tidak dapat segera
dibangkitkan. Durasi keadaan yang tidak dapat dirangsang ini disebut periode
refrakter. Stimulus inhibisi diperkirakan menimbulkan efek dengan menyebabkan
influks ion Cl- melalui membran plasma ke dalam neuron sehingga menimbulkan
hiperpolarisasi dan mengurangi eksitasi sel. (Snell. 2007)

Diposkan oleh I Ketut Andika Priastana di 08.12


Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook
Label: Keperawatan
2 komentar:

1.
armouris18 November 2011 06.06
lagi info tentang sistem saraf di SIHAT SELALU - Sistem Saraf Kawal Tindakbalas
Jantung
Balas

2.
Andika Priastana19 November 2011 01.19

Ok saya akan mengunjungi link anda...


Terimakasih atas komentarnya...
Balas
Muat yang lain...
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

Popular Posts

Hiperbilirubin
1.

Pengertian Beberapa pengertian bilirubin menurut beberapa ahli antara lain: Hiperbilirubin adalah suatu keada...

Menentukan Usia Kehamilan


Menentukan umur hamil sangat penting untuk memperkirakan persalinan . Umur
hamil dapat ditentukan dengan: Rumus Naegle Gerakan pertama fetu...

Anatomi Fisiologi Sistem Saraf


Jaringan Saraf terdiri dari: 1. Neuron (sel saraf) Merupakan unit anatomis dan
fungsional sistem persarafan bagian-bagian dari ...

Abses Paru

I.
PENDAHULUAN Abses paru merupakan suatu infeksi destruktif berupa lesi
nekrotik pada parenkim paru yang terlokalisir sehingga mem...

Anatomi Fisiologi Sistem Urinaria (Perkemihan)


A. Pengertian Sistem Urinaria Sistem perkemihan atau sistem urinaria, adalah suatu
sistem dimana terjadinya proses penyaringan darah s...

Gastritis
Konsep Dasar Penyakit A. Anatomi Fisiologi Gaster 1.
Pencernaannya Lambung adalah bagian dari salura...

Lambung dan

Homeostasis
Homeostasis merujuk pada ketahanan atau mekanisme pengaturan lingkungan
kesetimbangan dinamis dalam (badan organisme) yang konstan. Homeost...

Pengkajian Fisik : Thorax ( Paru dan Jantung )


Pemeriksaan Thorax hendaknya dilakukan se-efisien mungkin. tidak baik membuat
pasien duduk kemudian berbaring secara terus menerus. lebih ba...

Hipotiroidisme

I. PENDAHULUAN Hipotiroid adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh


gangguan pada salah satu tingkat dari aksis hipotalamus-hipofisis-tiroi...

Tinea Versicolor
I. PENDAHULUAN Tinea versikolor adalah infeksi jamur superfisial yang kronik
pada stratum korneum kulit dan biasanya tidak terdapat keluha...

About Me

I Ketut Andika Priastana


Berasal dari desa Nyuh Kuning, Mas, Ubud, Gianyar, Bali.
Kuliah di STIKES Bina Usada Bali dalam bidang ilmu keperawatan yang berharap
nanti ilmu keperawatannya dapat diaplikasikan dan berguna di masyarakat.
Lihat profil lengkapku

Kategori

Kebidanan (2)

Keperawatan (17)

Penyakit (32)

Berita Terbaru
Survei: Seks Bisa Cegah Wanita Berselingkuh
VIVAnews
VIVAlife - Ada banyak cara yang bisa dilakukan pria agar pasangan wanitanya tak
berselingkuh. Bukan hanya dengan makan malam dan liburan romantis atau sikap penuh
perhatian. Tapi juga dengan melakukan oral seks pada wanita. Karena menurut ...
Ambrosini Resmi Gabung ke Fiorentina
VIVAnews
VIVAbola - Massimo Ambrosini yang kontraknya selesai bersama AC Milan akhir musim ini
resmi mengikat kontrak dengan Fiorentina, Kamis kemarin. Ambrosini bergabung dengan
klub berjuluk La Viola itu dengan durasi kontrak satu tahun. "Fiorentina ...
Ke Australia, Personel Cherrybelle Niat Berburu Bule
VIVAnews

VIVAnews - Oktober mendatang girlband Cherrybelle akan menyambangi Australia untuk


syuting film terbaru mereka, "Diam-Diam Suka." Film yang disutradarai Rizal Mantovani itu
mengambil setting di Indonesia dan Australia. Dalam konferensi pers di ...
Cherrybelle Akan Syuting Film di Australia
VIVAnews
VIVAlife - Sukses dengan 'Love is You', film pertama yang memuat kisah terbentuknya
Cherrybelle, kini mereka akan menggarap film baru. Bersama sutradara kondang Rizal
Mantovani dan Brainstorm Inc Entertainment mereka memproduksi film baru ...
powered by

News
News

Hubungi Kami
Hubungi

Pertanyaaan
Pertanyaan
Copyright 2013 WOOSCI | Supported by Priastana Enterprise - Andika Cell, Trifoli Shop,
Contact Us