Anda di halaman 1dari 3

Patofisiologi Kanker Paru

Kanker paru primer biasanya diklasifikasikan berdasarkan histologinya, semuanya


memiliki riwayat alami dan respon terhadap pengobatan yang berbeda. Walaupun ada banyak
kanker paru primer, kanker bronkogenik merupakan 95% dari dari seluruh kanker paru.
Dari etiologi yang menyerang percabangan segmen/ sub bronkus menyebabkan cilia hilang
dan deskuamasi sehingga terjadi pengendapan karsinogen. Dengan adanya pengendapan
karsinogen maka menyebabkan metaplasia, hyperplasia dan displasia. Perubahan epitel termasuk
metaplasia dan dysplasia akibat merokok jangka panjang secara khas mendahului timbulnya
tumor. Biasanya timbul di central di sekitar hilus dan menonjol ke dalam bronki besar. Tumor
cenderung menyebar secara langsung ke kelenjar getah bening hilus, dinding dada, dan
mediastinum. Gejala yang ditimbulkan batuk, dan hemoptisis akibat iritasi dan ulcerasi,
pneumoni, dan pembentukan abses akibat obtruksi dan infeksi skunder. Akibat obtruksi bronkus
timbul mengi local dan dipsnue ringan, nyeri dada timbul akibat penyebaran neoplastik ke
mediastinum. Bila lesi perifer yang disebabkan oleh metaplasia, hyperplasia dan displasia
menembus ruang pleura, biasa timbul efusi pleura, dan bisa diikuti invasi langsung pada kosta
dan korpus vertebra.
Lesi yang letaknya sentral berasal dari salah satu cabang bronkus yang terbesar. Lesi ini
menyebabkan obstuksi dan ulserasi bronkus dengan diikuti dengan supurasi di bagian distal.
Gejala gejala yang timbul dapat berupa batuk, hemoptysis, dispneu, demam, dan dingin.
Wheezing unilateral dapat terdengan pada auskultasi. Pada stadium lanjut, penurunan berat
badan biasanya menunjukkan adanya metastase, khususnya pada hati. Kanker paru dapat
bermetastase ke struktur struktur terdekat seperti kelenjar limfe, dinding esofagus, pericardium,
otak, tulang rangka.

Prognosis Kanker Paru


Sebagian besar kanker paru tidak bisa disembuhkan secara total. Pada lebih dari 50%
pasien yang diagnosis, kanker telah menyebar ke seluruh tubuh (metastasis). Melalui aliran darah
dan getah bening, sel kanker dapat menyebar ke tulang, otak, hati dan kelenjar adrenal.

Tidak ada yang dapat memastikan harapan hidup pasien. Hal ini sangat tergantung pada
tahap apa kanker ditemukan, kondisi dan usia pasien, dan bagaimana respon kanker terhadap
pengobatan. Karsinoma sel kecil seringkali ditemukan terlambat sehingga penyembuhan tidak
mungkin lagi. Kelangsungan hidup rata-rata pasien ini sekitar 8-9 bulan. Pasien karsinoma nonsel kecil cenderung memiliki prospek lebih baik, bisa sampai 5 tahun sejak didiagnosis.
Komplikasi Bronkiektasis
Ada beberapa komplikasi bronkiektasis yang dapat dijumpai pada pasien, antara lain:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Bronchitis kronik
Pneumonia dengan atau tanpa atelektasis.
Pleuritis, timbul bersamaan dengan timbulnya pneumonia.
Efusi pleura atau empiema
Abses metastasis di otak
Hemoptisis
Terjadi karena pecahnya pembuluh darah cabang vena (arteri pulmonalis), cabang aeteri
(arteri bronkialis) atau anastomosis pembuluh darah. Komplikasi hemoptisis hebat dan
tidak terkendali merupakan tindakan bedah gawat darurat (indikasi pembedahan). Sering
juga hemoptisis masih yang sulit diatasi ini merupakan penyebab kematian utama pasien

bronkiektasis.
8. Sinusitis
9. Keadaan ini sering di temukan dan merupakan bagian darikomplikasi bronkiektasis pada
saluran nafas.
10. Kor pulmonal kronik (KPK)
11. Komplikasi ini sering terjadi pada pasien bronkiektasis yang berat dan lanjut atau
mengenai beberapa bagian paru. Pada kasus ini bila terjadi anastomosis cabang-cabang
arteri dan vena pulmonalis pada dinding bronkus (bronkiektasis), akan terjadi areriovenous shunt, terjadi gangguan oksigenasi darah, timbul seanosis sentral, selanjutnya
terjadi hipoksemia. Pada keadaan lanjut akan terjadi hipertensi pulmonal, kor-polmonal
kronik. Selanjutnya dapat terjadi gagal jantung kanan.
12. Kegagalan pernafasan
13. Merupakan komplikasi paling akhir yang timbul pada pasien bronkiektasis yang berat
dan luas.
14. Amiloidosis
15. Pada pasien yang mengalami komplikasi amiloidosis ini sering ditemukan pembesaran
hati dan limpa serta proteinoria.