Anda di halaman 1dari 3

TATALAKSANA PNEUMONIA

Perlu kita perhatikan keadaan klinis pasien pneumonia untuk menatalaksanainya. Jika
kondisinya baik, tidak ada indikasi rawat inap, penderita cukup rawat jalan.
Penatalaksanaan pneumonia komuniti, dibagi menjadi :
1.

Pasien rawat jalan


pengobatan suportif/simptomatik
Bedrest
Minum secukupnya untuk mengatasi dehidrasi
Bila panas tinggi, perlu dikompres atau minum obat penurun panas
Bila perlu diberikan mukolitik/ekspektoran
Pemberian antibiotik <8 jam
diberikanan antibiotik lini pertama scr oral. Ex: amoksisilin / kortimoksazol.
Pada pneumonia ringan berobat jalan : diberikan antibiotik tunggal oral dgn
efektifitas mencapai 90%.
Dosis: Amoksisilin : 25 mg/kgBB, Kortimoksazol : 4 mg/kgBB

2. Pasien rawat inap di ruang rawat biasa


Terapi suportif/simptomatik
Pemberian terapi O2
Pemasangan infus untuk rehidrasi dan koreksi kalori dan elektrolit
Pemberian obat simptomatik antara lain antipiretik, mukolitik
Pengobatan antibiotil <8 jam
3. Pasien rawat inap di Ruang Rawat Intensif
Pengobatan suportif
Terapi O2
Pemasangan infus untuk rehidrasi dan koreksi kalori dan elektrolit
Pemberian obat simptomatik, antara lain antipiretik dan mukolitik
Pengobatan antibiotik harus diberikan <8 jam
Bila ada indikasi penderita dipasang ventilator mekanik

Rawat jalan

Tanpa faktor modifikasi :


Golongan beta laktam atau beta lektam + anti beta
laktamase

Dengan faktor modifikasi :


golongan beta laktam + anti beta laktamase atau

Fluorokuinolon respirasi (levofloksasin, moksifoksasin,

gatifloksasin)
Bila dicurigai pneumonia atipik : Makroid baru
(roksitromisin, klaritromisin, azitromisin)

Rawat inap

Tanpa faktor modifikasi :


golongan beta laktam + anti beta laktamase IV, atau
Sefalosporin generasi 2,3 IV, atau
Fluorokuinolon respirasi IV
Dengan faktor modifikasi :
Sefalosporin generasi 2, 3 IV
Fluorokuinolon respirasi IV

* Bila dicurigai disertai infeksi bakteri atipik ditambah


makrolid baru
Ruang rawat

Tidak ada faktor risiko infeksi pseudomonas :

intemsif

Sefalosporin gen 3 IV non pseudomonas ditambah


makrolid baru atau fluorokuinolon respirasi IV

Ada faktor resiko infeksi pseudomonas :


-

Sefalosporin antipseudomonas IV atau karbapenem IV


ditambah fluorokuinolon anti pseudomonas

(siprofloksasin) IV atau aminoglikosida IV


Bila dicurigai ada infeksi bakteri atipik : sefalosporin
antipseudomonas IV atau carbapenem IV ditambah
aminoglikosida IV, ditambah lagi makrolid baru atau

fluorokuinolon respirasi IV.


Petunjuk terapi empirik pneumonia komuniti menurut PDPI 2003
Evaluasi pengobatan :
Jika setelah pemberian pengobatan secara empiris tidak menunjukkan perbaikan,
maka perlu meninjau kembali diagnosis, faktor-faktor penderita, obat-obatan yang
telah diberikan, dan kuman penyebabnya.

PROGNOSIS BRONCHITIS AKUT

Padaumumnya,prognosisbronchitisakutadalahbaik,terutamabilatidakada
komplikasi.Padabronchitisakutberulangdandisertaimerokokterusterusansecra
teraturcenderungmenjadibronchitiskronis.