Anda di halaman 1dari 3

ANALISIS ELEMENTER SENYAWA ORGANIK

Analisis Elementer yaitu analisis baik secara kwalitatif atau kwantitatif


dalam suatu zat kimia, misalnya C, H, O, N, S, P, Halogen dan lain-lainnya.
Unsur C dianalisa sebagai CO2; H sebagai H2O; N sebagai NH3; P sebagai
Phosphate atau P2O5, dan demikian seterusnya.
1. Analisa Elemental secara kwalitatif (Metode Liebig)
Senyawa organik + CuO ---- CO2 + H2O + lain-lainnya. Proses
Liebig ini berlangsung pada suhu 600 o C 800 oC. CuO dalam hal ini
sebagai sumber O2
CO2 yang terjadi ditampung/ditangkap oleh air kapur dengan gejala
perubahan larutan yakni air kapur bening menjadi keruh, karena air
kapur dengan CO2 membentuk endapan CaCO3 berwarna putih.
Langkah-langkah kerjanya ditunjukan oleh gambar berikut;
Pipa penyalur gas CO2. Gas CO2 ini
bereaksi dengan air O
Kapur (Ca(OH)2) membentuk
endapan CaCO3 warna pu
tih seperti air cucian beras.
Zat Orgnk
CuO

Ca(OH)2 . Tambahan berat air

kapur karena
dengan CO2 membentuk
endapan CaCO3
Pemanas.

Untuk suhu hingga 800 oC.

1. Penentuan Kadar C dan H :


Berat karbon didalam sample zat organik = berat CO2 x 12 /44
gram.
% C = Berat karbon/Berat sample x 100 %
= Berat CO2 / berat sampel x 12/44 x 100%.
Sedangkan % H = berat H2O/berat sampel x 2/18 x 100 %
2. Penentuan Kadar Nitrogen, menurut Dumas
Berat nitrogen dalam sampel = Volume N2/22,4 x 28 gram.
% N = Berat Nitrogen/Berat sample x 100%.
3. Penentuan N cara Kjeldahl.
Nitrogen dalam sampel diubah/destruksi oleh H2SO4 menjadi
ammonium sulfat,(NH4)2SO4. Senyawa garam terakhir ini
direaksikan dengan NaOH menghasilkan NH3 dalam suatu

rangkaian alat destilasi. NH3,yang terjadi dialirkan kedalam


larutan HCl baku, dan kelebihan HCl dititrasi kembali oleh NaOH
standard;
Berat Nitrogen(N) dalam sample = 14/1000 x M x V
% N = Berat N/ berat contoh x 100 %, atau % N = 14 x M X V/
berat sample.
Keterangan : 1000 ml 1 M NH3 = 14 gram. V = volume NaOH
dalam ml. M = molaritas NaOH.
4. Penentuan kadar Oksigen (O).
% O = 100 % - jumlah % elemen senyawanya yang lain.
Tujuan Praktikum :
1. Penetapan kwalitatif adanya unsur C, H, dan O pada
monosakarida misalnya glukose.
2. Penetapan kwantitatif dan rumus empiris glukose.
Bahan dan Alat:
1 glukose ...............................0,18 gram.
sumbat berlu
2 aquadest..............................250 ml.
Bang.............................1 set.
3 CuO...................................... 2 gram
spiritus..........1 unit
4 tabung reaksi pyrex..............2 biji
Neraca..........................1 unit.

5. Pipa plastik dan

6. Pemanas
7.

Metode:
1. Rangkai alat-alat seperti gambar diatas, hindarkan
kemungkinan bocor.
2. Lakukan pemanasan hingga aliran gelembung gas CO2 tidak
bertambah lagi atau berat air kapur sudah konstan.
3. Berat H2O diperoleh dari pengurangan berat sample oleh
berat CO2
4. Kemudian lakukan perhitungan % C, %H dan %O.
5. Dari data Berat Molekul glukose (180) maka rumus empiris
dan rumus molekul dapat ditentukan.
Pengamatan:
Nama Zat
Glukosa
Sukrosa

%C
1

%H
2

%O
3

Jumlah %

Ribosa
Fruktosa

Pengamatan: Rata-rata % komponen elememter senyawa monosakarida


Nama Zat
Glukosa
Sukrosa
Ribosa
Fruktosa
Pembahasan/Diskusi

Kesimpulan:
1.........................
2........................
3........................
4..........................

%C
1

%H
2

%O
3

Jumlah %