Anda di halaman 1dari 5

Manfaat Keluarga Berencana

Thesa Christi Foreverin


Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Pendahuluan
Saat ini, jumlah penduduk di dunia telah memasuki jumlah yang sangat besar, yaitu
sekitar tujuh milliar orang. Indonesia sendiri sebagai peringkat keempat negara dengan
jumlah penduduk terbanyak. Seharusnya kita menyadari bahwa bumi ini semakin padat,
karena semakin banyak jumlah penduduknya namun ukuran bumi tidaklah bertambah. Selain
itu, kita sebagai penduduk Indonesia menyadari benar bahwa kuantitas penduduk Indonesia
tidak sebanding dengan kualitasnya. Hal ini dapat dilihat dari angka kematian bayi dan angka
kematian ibu yang tinggi, pendidikan yang masih rendah, dan penduduk miskin yang masih
banyak. Pemerintah telah mencanangkan program Keluarga Berencana, namun sama halnya
dengan program yang lain, program ini tidaklah berjalan lancar. Hal yang masih harus
ditingkatkan adalah kesadaran masyarakat kita sendiri. Maksud dan tujuan dari penyuluhan
ini adalah agar masyarakat khususnya pasangan usia subur dapat mengenal program keluarga
berencana dan memahami manfaat dari keluarga berencana baik manfaat untuk individu,
keluarga, dan bangsa Indonesia. Dengan tercapainya tujuan ini, diharapkan bangsa Indonesia
dapat lebih maju karena laju kelahiran dapat ditekan dan kualitas sumber daya manusia dapat
ditingkatkan.
Dampak dari Pertumbuhan Penduduk
Saat ini Indonesia sedang dalam permasalahan pertumbuhan penduduk. Dapat
dikemukakan bahwa pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali akan menimbulkan
berbagai masalah dan kurangnya fasilitas yang diperlukan seperti beberapa masalah berikut.1
a. Masalah pendidikan
Di seluruh dunia terdapat lebih dari 600 juta penduduk yang buta angka, sekalipun

mesin cetak telah ditemukan sekitar 500 tahun yang lalu.


Rendahnya pendidikan penduduk akan menimbulkan orientasi permintaan
pelayanan kesehatan pada dukun.

Situasi yang demikian dapat menimbulkan dampak yang berat, khususnya dalam
persalinan yang bersifat fatal, misalnya perdarahan, trauma persalinan, dan infeksi.

b. Masalah perumahan
Padatnya penduduk menimbulkan hidup berdesakan dengan situasi yang kurang

sehat.
Lingkungan yang kurang sehat merupakan mata rantai dari penyakit yang sulit

diatasi.
c. Masalah urbanisasi
Lapangan kerja yang sedikit di pedesaan dan harapan untuk hidup lebih baik di

kota menimbulkan urbanisasi.


Urbanisasi di kota menimbulkan hidup dalam situasi kumuh dan menjadi mata

rantai penyakit karena lingkungan hidup yang kurang sehat.


d. Masalah kelaparan
Lahan pertanian yang diperlukan untuk kepentingan umum, makin lama makin
berkurang sehingga lahan subur juga berkurang dan menimbulkan pertanian yang

juga semakin berkurang.


Pangan manusia makin berkurang sehingga harus dapat hidup dengan nilai gizi

rendah atau kelaparan.


e. Masalah kemiskinan
Sempitnya lahan pertanian menyebabkan timbulnya pengangguran sehingga

menyebabkan kemiskinan yang semakin menjadi-jadi.


Kemiskinan adalah malapetaka manusia yang paling dahsyat sehingga menjadi
momok di berbagai segi kehidupan.

Indonesia dengan jumlah penduduk keempat terbesar di dunia, sangat merasakan


dampak dari pertumbuhan penduduk yang tidak dapat dikendalikan sehingga dengan tegas
melaksanakan program Keluarga Berencana untuk mendorong masyarakat agar dapat
menerima gagasan pembentukan Norma Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera (NKKBS)
dan memasukkannya dalam GBHN sehingga menjadi tanggung jawab nasional.1
Keluarga Berencana
Keluarga Berencana adalah salah satu usaha untuk mencapai kesejahteraan dengan
jalan memberi nasihat perkawinan, pengobatan kemandulan, dan penjarangan kehamilan. KB
merupakan salah satu usaha membantu keluarga/individu merencanakan kehidupan
berkeluarganya dengan baik, sehingga dapat mencapai keluarga berkualitas.2
Program Keluarga Berencana dirumuskan sebagai upaya peningkatan kepedulian dan
peran serta masyarakat melalui batas usia perkawinan, pengaturan kelahiran, pembinaan
ketahanan keluarga, untuk mewujudkan norma keluarga kecil bahagia dan sejahtera
(NKKBS).3

Kunci permasalahan kesejahteraan keluarga terletak pada keluarga yang merupakan


unit terkecil dari kehidupan bangsa. Keluarga dalam keadaan sejahtera diharapkan akan
berkelanjutan menjadikan kesejahteraan bagi bangsa, kemudian ke tingkat regional, serta
akhirnya kehidupan dunia. Jadi, kesejahteraan dunia berawal dari kesejahteraan keluarga.1
Tujuan KB
Untuk mengatasi ledakan penduduk, baik di Indonesia maupun di negara-negara lain
diberlakukan kebijakan kependudukan. Kebijakan kependudukan merupakan upaya yang
mengatur pengendalian jumlah dan pertumbuhan penduduk dengan cara memengaruhi tiga
variabel utama kependudukan, yaitu kelahiran, kematian, dan migrasi.4
Salah satu contoh kebijakan kependudukan yang sangat populer dalam bidang
kelahiran adalah program Keluarga Berencana. Tujuan program KB ada dua macam, yaitu
demografis dan nondemografis. Tujuan demografis KB adalah terjadinya penurunan fertilitas
dan terbentuknya pola budaya small family size, sedangkan tujuan nondemografis adalah
meningkatnya kesejahteraan penduduk yang merata dan berkeadilan.4
Manfaat KB
Dengan mengikuti program KB sesuai anjuran pemerintah, para akseptor akan mendapatkan
manfaat optimal. Berikut beberapa manfaat keluarga berencana (KB):2
1. Untuk ibu
Perbaikan kesehatan badan karena tercegahnya kehamilan yang berulang kali dalam
jangka waktu yang terlalu pendek. Dalam data statistik, jarak kehamilan yang terlalu

dekat membawa risiko bagi ibu dan bayinya cukup tinggi.


Adanya waktu yang cukup untuk mengasuh anak-anak, untuk istirahat, dan menikmati

waktu luang serta melakukan kegiatan-kegiatan lain.


Mencegah setidaknya satu dari empat kematian ibu.
2. Untuk anak
Mengurangi risiko kematian bayi.
Kebutuhan ASI eksklusif selama enam bulan relatif dapat terpenuhi.
Mendapatkan kualitas kasih sayang yang lebih maksimal.
Memberi kesempatan perkembangan fisiknya lebih baik karena memperoleh makanan

yang cukup dari sumber yang tersedia dalam keluarga.


Perkembangan mental dan sosial lebih sempurna karena pemeliharaan yang lebih baik

dan lebih banyak waktu yang diberikan oleh ibu untuk anak.
Perencanaan kesempatan pendidikan yang lebih baik karena sumber pendapatan

keluarga tidak habis untuk mempertahankan hidup semata-mata.


3. Untuk ayah

Memperbaiki kesehatan fisiknya.


Memperbaiki kesehatan mental dan sosial karena kecemasan berkurang serta lebih

banyak waktu untuk keluarganya.


4. Untuk keluarga
Meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Harmonisasi keluarga lebih terjaga.
Keluarga berencana bukan hanya berdampak kepada kesehatan ibu dan keluarga,
tetapi juga akan berdampak pada asuhan dan pendidikan kepada anak, mulai gizi dan
perlakuannya. Dengan jumlah anak yang ideal tentu perhatian terhadap anak bisa lebih baik
dan pengasuhan pun bisa lebih tertata.5
Keluarga berencana bukan hanya tentang bagaimana menggunakan alat kontrasepsi
untuk mengatur jumlah anak dalam keluarga. Keluarga berencana adalah sebuah mindset.
Keluarga berencana sebenarnya terjemahan dari family planning. Artinya bahwa setiap
keluarga harus memiliki perencanaan dan didukung oleh komitmen terhadap rencana
tersebut.5
Untuk menghasilkan pelaksanan Keluarga Berencana yang efektif, perlu adanya
keterbukaan, kesepakatan dan komitmen tinggi untuk saling berbagi melalui perannya
masing-masing dalam keluarga. Jika keluarga bahagia dan sejahtera menjadi tujuannya, harus
ada sinergi dari anggota keluarga untuk mewujudkan tujuan tersebut.5
Kesimpulan
Untuk menekan laju pertumbuhan penduduk, kita dapat menjalankan program
Keluarga Berencana. Hal-hal yang mempengaruhi keberhasilan keluarga berencana adalah
kesepakatan dan komitmen dari keluarga itu sendiri. Tujuan yang dikejar bukanlah hanya
sekedar membatasi jumlah anak saja, namun kesejahteraan keluarga itulah yang terpenting.
Dengan demikian akan terwujud harapan bangsa agar dapat hidup sejahtera dan berkualitas.

Daftar Pustaka
1. Manuaba IBG. Kepaniteraan klinik Obstetri dan Ginekologi. Edisi 2. Jakarta:Penerbit
Buku Kedokteran EGC,2004.
2. Bahiyatun. Buku ajar asuhan kebidanan nifas normal. Jakarta:Penerbit Buku
Kedokteran EGC,2009.

3. Sudayasa P. 3 manfaat utama program keluarga berencana. 11 Oktober 2010. Diunduh


dari:http://www.puskel.com. 28 November 2011.
4. Supriatna N, Ruhimat M, Kosim. Ilmu pengetahuan sosial untuk kelas VIII SMP.
Jakarta:Grafindo Media Pratama,2006.
5. Cholil A. A to z:26 kiat menata keluarga. Jakarta:PT Elex Media Komputindo,2007.