Anda di halaman 1dari 5

Pasal-pasal 359-360 KUHP Pidana

Pasal 359 KUHP


Barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan
orang lain meninggal, diancam dengan pidana penjara paling lama
lima tahun atau pidana kurungan paling lama 1 tahun.
Pasal 360 KUHP
(1) Barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan
orang lain mendapatkan luka luka berat, diancam dengan pidana
penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama 1
tahun.
(2) Barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan
orang lain mendapatkan luka luka sedemikian rupa sehingga timbul
penyakit atau halangan menjadikan pekerjaan jabatan atau
pencarian selama waktu tertentu, diancam dengan pidana paling
lama sembilan bulan atau denda paling tinggi tiga ratus rupiah.

Undang-Undang Republik
Indonesia Nomor 29 Tahun 2004
Tentang Praktik Kedokteran Bab X
: Ketentuan Pidana
Pasal 76
Setiap dokter atau dokter gigi yang dengan
sengaja melakukan praktik kedotkeran
tanpa memiliki
surat izin praktek
sebagaimana dimaksud dalam pasal 36
dipidana dengan pidana penjara paling lama
3 (tiga) tahun atau denda paling banyak Rp
100.000.000,- (seratus juta rupiah).

Peraturan Konsil Kedokteran Indonesia


Nomor 15/KKI/PER/VIII/2006 Tentang
Organisasi dan Tata Kerja Majelis
Kehormatan Disiplin Kedokteran
Indonesia dan Majelis Kehormatan
Disiplin Kedokteran Indonesia di
Tingkat
Profinsi,
BAB
IV:
Sanksi
Disiplin
Sanksi disiplin yang dapat dikenakan oleh MKDKI
berdasarkan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004
tentang Praktik Kedokteran pada Pasal 69 ayat (3)
adalah :
1. Pemberian peringatan tertulis;
2. Rekomendasi pencabutan Surat Tanda Registrasi
atau Surat Izin Praktik; dan/atau
3. Kewajiban mengikuti pendidikan atau pelatihan di
institusi pendidikan kedokteran atau kedokteran gigi.

Keputusan Nomor: SKEP/035/PB


PDGI/V/2008 Tentang Pedoman Kerja
Majelis Kehormatan Etik Kedokteran
Gigi Indonesia Pengurus Besar
Persatuan Dokter Gigi Indonesia, Pasal
Sanksi dilaksanakan oleh pengurus
sesuai keputusan sidang MKEKG
32:PDGI
Sanksi
1. Sanksi tersebut berupa:
a. Peringatan lisan berlaku paling lama 6 bulan
b. Peringatan tertulis berlaku paling lama 6 bulan
c. Penarikan rekomendasi PDGI untuk mendapatkan SIP paling lama 12 bulan.
2. Sanksi peringatan lisan disampaikan langsung kepada teradu dalam sidang
MKEKG.
3. Sanksi peringatan tertulis disampaikan secara langsung kepada teradu dalam
sidang MKEKG, diikuti dengan peringatan tertulisnya.
4. Dalam hal peringatan lisan telah disampaikan tetapi tetap tidak ada perbaikan
paling lama 6 bulan, dilanjutkan dengan peringatan tertulis.
5. Peringatan tertulis dapat diberikan sebanyak 3 kali .
6. Dalam hal peringatan tertulis telah diberikan sebanyak 3 kali tetap belum ada
perbaikan, diusulkan pencabutan rekomendasi untuk memperoleh SIP.
7. Keputusan MKEKG yang telah diterima oleh teradu ditindaklanjuti oleh PDGI.