Anda di halaman 1dari 11

SPACE MAINTAINER

Perkembangan Oklusi Gigi pada Anak


Dalam periode gigi desidui dikenal interdental space, primate space dan leeway space;
Ketiganya memiliki kegunaan sendiri-sendiri meskipun tujuannya sama yaitu memberikan
kesempatan agar gigi geligi tersusun baik dalam lengkungnya.

Interdental space
1. Interdental space terjadi karena adanya pertumbuhan rahang, sedangkan ukuran gigi
tidak bertambah besar.
2. Terjadi diregio incisivi, sering juga diregio posterior pada kasus tertentu, misalnya adanya
kelainan

ukuran

gigi

berhubungan

iengan

ektodermal

displasia

ringan

yang

menyebabkan gigi geligi ukurannya kecil.


3. Diregio anterior gigi-gigi incisivus permanen ukurannya kira-kira 11/2 kali ukuran gigi
desidui, sehingga adanya interdental space memberi kesempatan untuk erupsi lurus,
akan tetapi pada awal erupsinya terlihat gigi incisivus pertama permanen tidak Iangsung
tertata rapi dalam lengkung, kelihatan sisi mesial dan gigi tersebut agak Iebih ke lingual
danipada sisi distalnya. Kondisi mi akan terkoreksi dengan sendirinya dan kemudian
nanti disusul dengan erupsinya gigi incisivus permanen kedua yang akan erupsi sedikit
lebih ke distal mendorong gigi kaninus desidui kearah distal. Proses ini dinamakan distal
ajustmen.
4. Dalam beberapa kasus temyata gigi kaninus desidui menjadi goyah dan tanggal akibat
erupsinya gigi incisivus permanen kedua ini. Gigi incisivus permanen kedua inii
mengalami ectopic eruption, yaitu pergeseran erupsi gigi keluar dan arah yang
sebenarnya. Keadaan ini dapat menimbulkan berkurangnya space.
5. Ectopic eruption penyebabnya adalah heriditer, dan yang juga sering mengalami ectopic
adalah gigi molar permanen pertama rahang atas.
Primate space
1. Primate space lebih senng dimanfaatkan pada proses erupsinya gigi molar pertama
permanen dalam mencapai oklusi normal.
2. Dalam erupsinya gigi molar pertama permanen bawah, dan kondisi flush terminal plane,
mendesak ke mesial yang akan menyebabkan deretan gigi molar desidui kedua dan gigi
molar pertama desidui terdesak sehingga primate space rahang bawah yang terletak
antara gigi molar desidui pertama dengan gigi kaninus desidul menghilang.
3. Gigi molar pertama permanen atas desakannya tidak sebesar yang bawah, karena arah
erupsi nya tidak langsung kemesial seperti gigi bawah.
Universitas Gadjah Mada

4. Gigi molar pertama permanen rahang atas maupun rahang bawah dapat mencapai
hubungan kelas I Angle dengan memanfaatkan primate space ini dinamakan early mesial
shift.
Leeway space
1. Nance mengetengahkan pendapatnya bahwa ada perbedaan jumlah ukuran mesio distal
gigi incisivus pertama, incisivus kedua dan kantnus desidui denganjumlah ukuran mesio
distal gigi-gigi premolar pertama, premolar kedua dan kaninus permanen, dan gigi-gigi
desidui tersebut lebih besar daripada gigi permanen penggatinya.
2. Dalam penelitiannya Nance mendapatkan berbagai perbedaan antara 0-4 mm. Rata-rata
selidih tersebut adalah 0,9 mm untuk rahang atas dan 1,7 mm untuk rahang bawah
setiap kwadrannya.
3. Dalam erupsinya, dari kondisi flush terminal plane, kadang-kadang gigi molar pertama
permanen tidak menggeser gigi molar kedua dan gigi molar pertama desidui karena
memang tidak ada primate space. Pada saat terjadi pergantian gigi kaninus desidui, gigi
molar pertama desidui, gigi molar kedua desidui oleh gigi gigi kaninus, premolar pertama
dan kedua, sisa space dimanfaatkan oleh gigi molar pertama permanen menggeser
kemesial sehingga tercapai hubungan kelas 1 Angle. Ini dinamakan late mesial shift
4. Pergeseran gigi molar permanen ke mesial disebut mesial drifting tendency.
Jadi apa perbedaan antara early mesial shift dengan late mesial shift.
Di atas telah disebut adanya terminal plane, apa yang dimaksud dengan terminal plane.
Terminal plane adalah bidang yang mengenai sisi distal gigi molar kedua desidui atas dan
bawah. Ada yang lurus yang disebut flush terminal plane. ada yang mesial step ada yang
distal step dan ada yang exaggerated mesial step. Flush terminal plane ditandai dengan
adanya satu bidang lurus menyentuh sisi distal gigi molar kedua desidui rahang atas dan
bawah, hubungan kedua gigi tersebut tonjol lawan tonjol. Mesial step ditandai dengan sisi
distal gigi molar kedua desidui rahang bawah lebih kemesial , hubungan giginyan adalah
tonjol distal gigi molar kedua desidui ada di dalam cekung distal gigi atas. Yang distal step
posisi giginya adalah kebalikan dan mesial step yaitu tonjol distal gigi molar kedua rahang
atas ada di dalam cekungan gigi molar kedua desidui bawah. Mesial step yang exaggerted
atau mesial step yang berlebihan berarti tonjol distal gigi molar kedua desidui bawah berada
dalam cekung mesial gigi molar kedua desidui rahang atas. Apa jadinya bila terminal plane
pada posisi-possi tersebut. Dalam keadaan flush terminal plane dengan memanfaatkan
primate space atau leeway space bisa dicapai hubungan Angle kelas I. Pada posisi mesial
step, bila gigi molar permanen erupsi akan langsung pada keadaan Angle kl I. Pada posisi
distal step biasanya akan terjadi anomali Angle kelas II, sedang yang exaggerated akan
menjadi anomali Angle kelas III.
Universitas Gadjah Mada

Tentang kehilangan space.


Periode kritis yang berhubungan dengan berkurangnya space terjadi pada saat
pergantian gigi desidui dengan gigi permanen, atau pada periode gigi bercampur. Suatu
kenyataan bahwa banyak gigi molar kedua desidul sudah hilang/dicabut sebelum anak
mencapai usia 7 tahun. Pada hal gigi molar desidui masih sangat dibutuhkan perannya
dalam memacu pertumbuhan tulang rahang, yaitu dengan meneruskan rangsang
pertumbuhan dan tekanan pengunyahan yang ditenimanya.
1. Gigi desidui sendiri mempunyai fungsi sebagai space maintainer, sehingga apabila hilang
sebelum saatnya diganti akan menyebabkan pergesetan gig yang ada di mesial dan
distalnya. Ingat akan keenam tekanan yang menyebabkan gigi tetap pada posisinya. Gigi
akan bergerak kearah yang tekanannya mekmak atau hilang..
2. Kekuatan tekanan ke mesial dari gigi molar permanen saat erupsi sangat besar sehingga
akan menyita space yang ada akibat pencabutan gigi desidui yang terlalu dini.
3. Dalam mencapai deretan yang baik gigi-gigi incisivus bawah bergeser kedistal, kondisi ini
disebabkan karena ukuran gigi nsicivus permanen lebih besar dan yang desidui sehingga
membutuhkan ruang lebih, akibatnya gigi incisivus permanen bawah menggeser ke distal
agar tersusun dengan baik. Ini dinamakan distal ajustmen. dengan demikian ada
sebagian space yang tersita dalam proses ini.
4. Ankylosis adalah penulangan dan jaringan periodontium sehingga akar gigi menjadi satu
dengan tulang alveolus, Ankylosis menyebabkan gigi tidak dapat erupsi terus sehingga
akan tertinggal tetap renclah mengakibatkan infra okiusi. Akibat infra okiusi maka titiktitik
kontak antara gigi tersebut dengan gigi di mesiat dan distanya. Akibatnya gigi-gigi
tersebut menggeser kearah gigi yang ankylosis. Ingat prinsip bahwa gigi akan
menggeser ketempat yang tekanannya melemah atau hilang..
5. Agenese atau tidak adanya gigi secara kongenital. Agenese mi juga dapat karena suatu
kelainan seperti ektodermal displasia. Bial karena ektodermal displasia maka biasanya
disertai kelainan pada organ-organ yang terbentuk dan janingan ektoclermal, seperti
rambut. Agenese dapat partial dan dapat pula total. Gigi yang sening mengalami
agenese adalah Incisivus lateral permanen atas, insicivus central permanen bawah,
premolar pertama dan premolar kedua.
6. Karies proksimal akan menyebabkan hilangnya titik kontak antar gigi sehingga terjadi
pergeseran gigi karena tekanannya berkurang
7. Inklinasi gigi incisivus dan kaninus juga mengakibatkan titik kontak bergeser dan
lingkaran terbesar kearah posisi lain sehingga posisi gigi di mesial dan distanya akan
menempati sedikit space yang terbentuk, Iebih-lebih bila perubahan inklinasinya ekstrim
sepert kasus gigitan silang atau crossbite.

Universitas Gadjah Mada

8. Gigitan tebalik atau gigitan silang atau crossbite menyebabkan hilangnya keseimbangan
tekanan karena titik kontaknya hilang sehingga gigi akan menggeser yang berakibat
space berkurang..
Analisa Space
Ada empat hal yang perlu diperhatikan dalam space management yang tentu saja semuanya
berhubungna dengan soal space, baik itu kekurangan maupun kelebihan.
Untuk mengetahui ada tidaknya problem dengan space maka perlu dilakukan suatu
observasi dan pengukuran kemudian dilakukan analisa space. Dari hasil analisa space ini
dapat ditentukan perawatan yang dlbutuhkan adalah maintain space (mempertahankan
space), regain space ( mengambil kembali space ), create space ( menciptakan space) atau
eliminate space( menghilangkan space).
Yang di observasi adalah kondisi lengkung gigi, apakah ada perubahan atau ada tandatanda kemungkinan akan terjadi pengurangan space.
Yang dianalisa adalah basil-basil pengukuran dan pengamatan secara langsung dalam
mulut maupun dalam model dan Rontgenogram.
Dalam pengukuran sebaiknya diikuti prosedur dengan membagi beberapa segmen dalam
lengkung gigi, yaitu segmen posterior, segmen kaninus dan segmen incisivus.
Setiap gigi harus diukur diameter mesiodistanya dan kemudian di jumlahkan.
Pelaksanaan pengukuran.
Untuk gigi yang sudah erupsi dapat dilakukan langsung di dalam mulut atau pada model.
Yang harus diingat disini adalah bahwa gips yang dipergunakan untu membuat model
haruslah yang tidak mengkerut, sepert Glass stone atau new plast stone. Pengukuran
dilakuka.n dengan Boley gauge atau sliding calipers dapat pula dengan jangka dan mistar.
Sebab biasanya sangat sulit mengukur langsung dengan sliding calipers pada gigi-gigi yang
rapat berjejal. Jadi ukur dulu dengan jangka, barn deviasi jangka diukur dengan sliding
calipers.
Untuk gigi yang belum erupsi pengukuran dilakukan dalam Rontgenogram, namun perlu
diingat bahwa ukuran dalam Rontgenogram bukanlah ukuran yang sebenamya, kebanyakan
gambamya Iebih besar daripada aslinya. Untuk mendaptkan ukuran yang mendekati benar
dipergunakan suatu rumus dengan membandingkan nya pada gigi yang telah erupsi.
Dasarnya adalah sebagai berikut: Besarnya gigi yang telah erupsi yang diukur dan model
atau dan mulut bila dibagi dengan besarnya gigi tersebut di dalam Rontgenogram sama
dengan besarnya gigi yang belum erupsi yang dicari (X ) dibagi besarnya gigi tersebut dalam
Rontgenogram .Besar gigi hash perhitungan ini dikatakan hanya mendekati ukuran

Universitas Gadjah Mada

sebenarnya karena adakalnya gigi tersebut posisinya rotasi, sehingga ukuran yang didapat
bukan ukuran mesiodistalnya.
Moyers menyusun rumus untuk menentukan atau memperkiranan besamya gigi-gigi kaninus
permanen, premolar pertama dan premolar kedua yang belum erupsi.
Sebagai dasamya adalah ukuran mesiodistal gigi-gigi incisivus pertama dan kedua
permanen rahang bawah. Jadi syarat utamanya adalab keempat gigi incisivus permanen
rahang bawah harus sudah erupsi. Jumlah ukuran keempat gigi tersebut dicocokan dengan
tabel Moyers, lalu ambil kemungkinan yang 75% dan dilihat berapa angkanya, maka angka
tersebut merupakan jumlah ukuran kaninus,premolar pertama dan premolar kedua. Timbul
pertanyaan yaitu apabila salah satu gigi incisivus tersebut agenese, bagaimana
mengukurnya.
Pengukuran lengkung gigi dilakukan dan sisi mesial gigi molar pertama permanen dan satu
sisi kesisi yang lain melewati deretan gigi-gigi yang ada, dengan menggunakan kawat
sehingga terlihat bentu engkung yang baik. Tandailah kawat tersebut dengan tinta tepat di
sisi mesial gigi molar pertama permanen. Kemudian luruskan kawat dn lakukan pengukuran
dengan mistar atau sliding calipers.
Dari hasil pengukuran panjang Iengkung dan ukuran msiodistal gigi-geliga dapat dilihat ada
tidaknya kehilangan space.
Tentang kebutu ban alat space maintainer
Adakalanya setelah erupsinya gigi molar pertama permanen pada lengkung gigi
desidul tidak terlihat adanya sisa space, dan hash perhitungan ternyata jumlah ukuran
mesiodistal kaninus desidui, molar pertama dan kedua desidui sama besamya dengan
kaninus permanen, premolar pertama dan kedua. Dalam hal seperti ini apabila ada gigi
molar desidui yang terkpaksa dicabut maka space maintainer mutlak diperlukan, sebab
sudah tidah ada cadangan space.
Seandainya terjadi pencabutan gigi desidui dan ternyata tulang alveolus di bawah
gigi tersebut sudah hilang, misalnya pada keadaan gigi ganggren dan sering kali mengalami
absces maka erupsi gigi penggantinya akan menjadi lebih cepat, sehingga alat space
maintainer tidak dibutuhkan pada kasus seperti ini.
Apabila ruang untuk erupsi gigi cukup dan tidak ada gejala penutupan space,
misalnya bertepatan dengan saat erupsinya gigi molar pertama permanen, maka space
maintainer juga tidak diperlukan
Dalam perawatan Orthodonsi seringkali dilakukan pencabutan gigi premolar
pertama untuk mencukupi kebutuhan space. Adakalanya setelah selesai perawatan terdapat
sisa space, maka hal mi janganha dipertahankan, namun dibiarkan agar menutup.

Universitas Gadjah Mada

Agenese gigi incisivus kedua permanen sering terjadi, baik unilateral maupun
bilateral. Keadaan ini sering dibiarkan agar gigi kaninus menempati spacenya, namun bila
jaraknya terlalu lebar dapat dibuatkan space maintainer berupa gigi tiruan sebagian.
Tentang persyaratan alat space maintainer
Alat space maintainer adalah alat Orthodonsi yang bersifat pasif dan kadangkadang aktif yang dipergunakan untuk mempertahankan space bekas gigi desidul yang
hilang terlalu awal sampai dengan saat erupsinya gigi penganti, yang alkan dilepas bila tidak
diperlukan lagi.
Alat space maintainer harus mampu mempertahankan proksimal dimensi yang
diperlukan, berarti alat in harus mampu menahan desakan dan mesial maupun distalnya
sehingga space yang dipertahankan tetap ukurannya.
Tidak menggangu erupsi gigi antagonisnya, berarti alat ini tidak boleh prematur
kontak dengan gigi antagonis. Dalam pembuatan sentrik oklusi harus mendapat perhatian
khusus, sebab pengambilan sentrik oklusi yang tidak benar akan mengakibatkan timbulnya
kelainan yang lai, atau bahkn memperparah kelainan yan telah ada.
Tidak mengganggu erupsi gigi permanen. Alat space maintainer yang senng
menggangu erupsi gigi permanen adalah jenis distal shoe atau Willet shoe. Pembuatan
distal shoe yang kurang cermat dapat mengakibatkan distal shoe tersebitjatuh tepat diatas
gigi molar pertama permenen yang sedang erupsi sehingga gigi tersebut terhalang
erupsinya. Apabila distal shoe nya terlalu ke depan maka justru akan mengganggu erupsi
gigi premolar yang akan erupsi. Perlu diingat bahwa distal shoe biasa di pasang pada kasus
pencabutan gigi molar kedua desidui sebelum gigi molar pertama permanen erupsi. Distal
shoe atau Willet shoe ini biasanya dipasang bersamaan dengan pencabutan gigi molar
kedua desidui ybs, sehingga memanfaatkan anesthesi pada pencabutan. Bila dilaksanakan
beberapa waktu setelah pencabutan maka dalam pemasangannya memerlukan anesthesi
lagi, karena harus membuka gingiva untuk mencapai ujung prosesus alveolaris.
Memberi ruang yang cukup bagi lurusnya erupsi gigi permanen di bawahnya. Ini
dimaksudkan agar alat space maintainer dipasang pada keadaan spacenya cukup untuk gigi
yang akan erupsi, jadi jangan sampai space memang kurang dari space maintainer tetap
dipasang. Perhitungan atau analisa space tidak boleh gegabah, dan kemungkinan bahwa
akan terjadi kekurangan space harus tetap dinomersatukan sehingga tidak akan terjadi salah
hitung, yang seharusnya membutuhkan space disimpulkan sebagai cukup space. Akibatnya
space yang dipertahankan justru space yang kurang untuk erupsi gigi yang ada di
bawahnya. Ini akan berakibat gigi erupsi kearah lain atau impaksi.

Universitas Gadjah Mada

Alat space maintainer yang dibuat haruslah sederhana dan enak dipakai. tidak
mengganggu lidah dan tidak menyesakkan rongga mulut. Plat yang tebal dan besar akan
menyita ruang gerak lidah sehingga fungsi bicara terganggu.
Semakin sederhana dan semakin kecil alat space maintainer semakin disukai
sipemakai, karena sangat mudah untuk adaptasinya dan mudah pemeliharaannya., tentu
saja harus dengan peringatan keras agar retensinya benar-benar baik supaya alat tidak
terlepas saat dipakai karena alat yang kecil ada kemungkinan bisa tertelan atau masuk
dalam saluran pemafasan yang akan sangat membahayakan pasien.
Tentang jenis alat space maintainer.
Seperti halnya alat Orthodonsi alat space maintainer dapat dibedakan antara yang
lepasan atau removable dengan yang cekat atau fixed. Alat space maintainer yang lepasan
terbuat dan akrilik dan alat yang lepasan mi memiliki beberapa keuntungan disamping
kerugiannya. Keuntungan alat removable mudah dibersihkan. Dengan melepas alat dan
dalam mulut maka alat tersebut dapat dibersihkan dengan saksama. Plak dan sisa makanan
dapat menempel pada plat alat removable, sehingga bila tidak dibersihkan dengan balk
dapat mengiritasi jaringan lunak mulut seperti gingiva maupun gigi yang berdekatan. Dengan
dilepaskannya alat removable mi maka gig-gigi dapat dibersihkan dengan baik pula. Apabila
alat dipakai dan proses pembersihan dilakukan maka ada bagian-bagian dan permukaan gigi
yang tidak terjangkau oleh bulu sikat gigi, sehingga memungkinkan plak dan sisa makanan
tetap tinggal diantara plat dengan permukaan gigi.
Vertikal dimensi akan berubah apabila seseorang kehilangan beberapa gigi
terutama gigigigi posterior. Untuk mengembalikan profil wajah pasien tersebut perlu
dinaikkan vertikan dimensinya sehingga ukuran wajah menjadi seimbang. Dengan alat
removable hal mi dapat dilaksanakan dengan memasang gigi tiruan yang sedikit Iebih tinggi,
tentunya dengan pengukuran yang tepat.
Prosedur preventif lain dapat di buat bersama dengan alat removable, misalnya
untuk menghilangkan kebiasaan menghisap atau menggigit bibir bawah , maka alat tersebut
diberi tonjolan yang akan menimbulkan rasa sakit bila bibir dihisap atau digigit.
Alat removable dapat dilepas dan dipasang sendiri oleh penderita. Namun
adakalanya anak enggan untuk melepas alat mi karena sudab merasa terbiasa. Pemakaian
yang terus menerus dapat menggangu sirkulasi darah pada jaringan dibawahnya , maka
untuk mengatasinya maka alat mi hanya dipakai beberapa jam saja seharinya.
Alat reovable untuk regio anterior biasanya dibuat untuk tujuan psikologis disamping
juga untuk menghindarkan terjadinya kebiasaan buruk yaitu meletakkan Iidah pada tempat
yang ompong. Tujuan psikologis dapat tercapai dengan memasang gigi tiruan yang sesuai

Universitas Gadjah Mada

dengan gigi yang ada sehingga kesan ompong tertutupi. Inilab tujuan psikologis tersebut,
anak tidak minder.
Dengan hilangnya beberapa gigi terutama gigi molar, meskipun hanya gigi desidui,
namun pengunyahan tetap terganggu, rangsang pertumbuhan juga terganggu, maka dengan
memasang gigi tiruan path alat removable tekanan pengunyahan dapat disalurkan, dan
makanan dapat lebih halus dikunyah daripada tanpa gigi. Untuk regio anterior maupun
posterior dengan tertutupnya tempat yang ompong dapat menghilangkan gangguan
pembicaraan. Gangguan pembicaraan ini disebabkan oleh berkurangnya kemampuan
mengucapkan lafal kata karena adanya celah, atau karena bentuk lidah yang tidak rata
akibat lidah bemsaha memenuhi ruang yang ada.
Dalam keadaan relaks, lidah akan memenuhi seluruh ruang yang ada di dalam
mulut. Gigigeligi yang utuh akan membatasi lidah pada posisi di dalam lengkung. Namun
apabila ada gigi yang hilang maka lidah ditempat gigi yang hilang akan menonjol ke dalam
bekas gigi yang hilang tersebut, sehingga bentuknya akan berubah, semakin banyak gigi
yang hilang semakin berubah bentuk lidahnya, dan kondisi seperti ini juga akan
menimbulkan gangguan pembicaraan
Alat removable terutama yang fungsional membantu meneruskan rangsang
pertumbuhan yang akan memacu enipsi gigi yang ada di bawahnya.
Pemeriksaan gigi dan prosedur untuk perawatan gigi tidak terhalangi oleh alat
removable sebab setiap kali pemeriksaan ataupun perawatan alat mi dapat dilepas.
Jika pada saatnya nanti gigi yang ada di bawah alat removable akan erupsi dan telah
memberikan tanda-tanda, seperti gingiva yang mulai membesar, maka plat pada bagian
tersebut dikurang agar nanti dapat ditempati gigi yang erupsi tadi.

Kerugian alat space maintainer removable.


Alat removable dapat dilepas oleh pemakai, maka ada kemungkinan alat tersebut
dilepas dan diletakkan disembarang tempat, sehingga ada kemungkinan hilang karena lupa
meletakkannya. Sering juga saat makan di rumah makan alat tersebut dilepas dan lupa
membawanya. Yang namanya anak, seringkali alat tersebut menjadi bahan mainan atau
untuk melucu dihadapan teman sekolah atau teman bermain sehingga ada kemungkinan
terjatuh entah dimana.
Banyak anak yang kurang menyadari kegunaan alat space maintainer, yang
dirasakannya adalah tersiksa bila menggunakan alat mi maka seringkali anak tidak mau
memakainya.
Alat yang mudah dipasang dan dilepas sendiri , bahkan untuk dipermainkan akan
menyebabkan rusak.

Universitas Gadjah Mada

Alat removable terutama yang bilateral, apabila dipergunakan dalam waktu yang
lama tanpa kontrol yang ketat dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan rahang
kearah lateral.
Dalam pembuatan alat removable hendaknya dipenuhi kriteria yang ada, seperti
sederhana dan agar tidak mengiritasi jaringan maka hendaknya dibuat pas dan halus.
Permukaan yang kasar akan mempermudah penempelan plak yang akan menimbulkan
masalah lain. Seperti telah kita ketahui bahwa plak dapat menimbulkan karies dan
penyakitjaringan periodontal.
Meskipun jarang terjadi namun ada kemngkinan seseorang tidak tahan terhadap
akrilik atau alergi . Untuk kondisi seperti ini hanya ada fixed yang dapat dibuat untuknya.
Alat removable yang sering hilang atau rusak atau tidak pernah dipakai
menunjukkan bahwa pasien tersebut kurang kooperatif, maka sebaiknya alat fixed yang
dipasang.
Dalam gambaran Rontgenogram terlihat benih gigi yang akan erupsi, demikian pula
jaringan tulang di atasnya. Gigi yang dataran oklusalnya sudah setinggi servik gigi yang telah
erupsi tidak memerlukan alat space maintainer. Untuk menganalisa gambaran rontgenogram
tuan Nolla mengklasifikasi dan stage 1 yalta sebelum adanya crypta sampai stage 10 setelah
apeks gigi sempuma.
Alat spacemaintainer yang fixed memiliki keuntungan Iebih banyak namun
pembuatannya yang sukar.
Tuan Sannerrud menggunakan kawat ligatur dan closed coil spring untuk
mempertahan kan space yang ada diatara dua gigi. Misalnya saja pada kasus gigi molar
kedua desidul yang terpaksa dicabut pada anak usia 7 tahun. Saat itu gigi molar pertama
permanen sudah erupsi. Untuk menjaga jangan sampai gigi molar pertama permanen
menggeser kemesial maka dibuatlah Sanneruds space maintainer, caranya ukur space,
potong koil spring sesuai ukuran tadi, ambil kawat ligatur kira-kira 3x panjang koil spring,
kalungkan kawat ligatur pada gigi molar pertama permanen, kedua ujung kawat disatukan
dan diplinitir pada bagian yang menempel gigi molar tadi, masukkan koil spring, ujung kawat
ligatur dilingkarkan pada servik gigi molar pertama desidui, dipelintir kemudian dipotng
secukupnya dan ujungnya disembunyikan didaerah interdental supaya tidak mengintasi
lidah. Untuk melepas alat ini bila gigi telah erupsi dilakukan dengan menggunting kawat
ligatur.
Dengan resin komposit, space maintainer dapat pula dibuat, caranya dengan
menyediakan kawat klamer 0.9 mm sepanjang ukuran dan titik tengah gigi yang ada di distal
dan mesial bagian yang hilang giginya. Kedua ujung kawal klamer tersebut dibengkoknan
atau ditempa untuk retensi. Bagian tengah dan sisi bukal gigi dietsa, dicuci dan dikeringkan,
aplikasikan resin komposit pada permukaan gigi, benamkan ujung-ujung kawat tadi ke
Universitas Gadjah Mada

dalamnya, haluskan kemudian polimerisasikan resinnya. Harus diingat, jangan sampai resin
ini tergigit oleh gigi antagonisnya.
Untuk membimbing gigi molar pertama permanen yang akan erupsi pada kasus gigi
molar kedua desidui sudah dicabut, dipergunakan band atau crown dengan distal shoe atau
Willet shoe. Untuk membuat alat mi diperlukan pen gukuran yang tepat dan akurat sebab,
adakalanya distal shoe yang dipasang justru menghambat erupsi gigi molar pertama
permanen atau gigi premolar kedua yang ada di bawahnya, misalnya distal shoe tersebut
terletak di dataran okiusal gigi molat pertama permenen atau premolar kedua. Distal shoe
seharusnya terletak tepat diujung prosesus alveolanis antara gigi molar dengan premolar.
Karena ujung distal shoe terletak di dalam jaringan maka pemasangannya membutuhkan
anesthesi. Dianjurkan pemasangan alat mi bersamaan dengan saat pencabutan gigi molar
kedua desidui tersebut, sehingga tidak membutuhkan anesthesi lagi.
Interseptif Orthodonsi
Inklinasi gigi dapat normal dapat pula abnormal. Bila inklinasi gigi abnormal maka
akan meninibulkan kelainan. Inklinasi abnormal dani satu gigi atau beberapa gigi dapat
menimbulkan crossbite, terutama di regio anterior apabila inklinasi gigi incisivus abnormal
maka akan terlihat terjadinya crossbite gigi anterior.
Adakalanya dalam mencapai pergeseran tiang rahang bawah ke depan karena adanya
prematur kontak pada giginya. Rahang yang terdorong dapat menimbulkan hubungan
crossbite..
Inklinasi abnormal disebabkan oleh faktor keturunan. Yang diturunkan adala posisi
gigi yang tidak balk tersebut. Kebiasaan memajukan rahang bawah dapat pula menimbulkan
crossbite.
Gigi akan tertata baik bila jumlah ukuran mesiodistal gigi-geligi sama dengan ukuran
panjang lengkungnya. Bila panjang lengkung kurang maka akan ada kemungkinan satu atau
beberapa gigi berubah arah. Dalam hal mi maka inklinasi gigi menjadi abnormal.
Gigi desidui yang tidak tanggal sampai saatnya digantikan gigi permanen di
bawahnya akan menyebabkan gigi pengganti berganti arah saat erupsi . Gigi desidui yang
nonvital akan mengalami gangguan pada resorpsi akamya karena odontokias dalam pulpa
sudah tidak ada lagi. Pada proses resorpsi akar gigi desidui odontokias dan dalam pulpa
berperan sangat besar, sehingga resorpsi akar gigi desidui bila diperhatikan banyak terjadi
dan dalam ruang pulpa akar nya. Pada gigi molar desidui yang tidak dapat tanggal sendiri
dapat mengakibatkan gigi premolar berganti arah atau..bahkan impaksi.
Gigi permanen pengganti gigi desidui terletak di atas akar gigi desidui, apabila
terjadi trauma, misalnya gigi desidui intrusi maka ada kemungkinan ujung akar gigi desidui
tersebut menyentuh mahkota gigi penggantinya sehingga membelokkan arah erupsinya.
Universitas Gadjah Mada

10

Gigi tambahan atau supernumerary jelas menyita tempat. Bila gigi tambahan ini terletak
disebelah labial dan gigi yang aslinya maka gigi tersebut akan menggeser kepalatinal.
Tentang alat inklined bite plane untuk koreksi gejala crossbite gigi anterior yang
perlu diperhatikan adalah :bahwa dataran tersebut miringnya 45 derajat terhadap aksis gigi
yang bersangkutan dan tingginya tidak terlalu tinggi, artinya pada saat rahang mengatup dan
gigi berkontak, gigi incsivus yang dikoreksi berkontak pula dengan dataran miringnya. jadi
tidak boleh traumatik atau ticlak mengenai dataran tersebut. Alat inkline bite plane biasanya
dipasang hanya pada siang hari saja, karena alat tersebut tidak berklamer, dikawatirkan
disaat tidur alat tersebut terlepas. Bandingkan dengan alat space maintainer yang hanya
dipakai pada malam hari saja.

Universitas Gadjah Mada

11