Anda di halaman 1dari 4

KOORDINAT TERHADAP SUATU BASIS

Teorema 1.5.1
Misalkan {v1, v2, . . ., vn} adalah basis pada ruang vektor V. Maka untuk setiap w V adalah
bentuk khusus dari skalar a1, a2, . . . , an dimana w = a1v1 + a2v2 + . . . + anvn
Bukti:
Karena {v1, v2, . . ., vn} adalah basis dari V, maka setiap anggota w

V adalah kombinasi

linear dari v1, v2, . . ., vn. Bentuk skalar khusus a1, a2, . . . , an diperoleh dari Lemma 1.3.7.

Definisi 1.5.2
Basis terurut {v1, v2, . . ., vn} dari ruang vektor V adalah basis V yang unsur-unsurnya tercantum
dalam urutan tertentu. Andaikan {v1, v2, . . ., vn} adalah basis terurut pada V dan w

V.

Dapat dikatakan {a1, a2, . . . , an} adalah koordinat w terhadap {v1, v2, . . ., vn} jika w = a1v1 + a2v2
+ . . . + anvn. Ini berdasarkan teorema 1.5.1 merupakan ketentuan dari bentuk khusus dari
skalar a1, a2, . . . , an. Biasanya basis terurut tersebut dinamakan dengan B = {v1, v2, . . ., vn} dan
vektor koordinat w = a1v1 + a2v2 + . . . + anvn, sehingga:

(w)B =

a
a
.
.
.
an

()

Contoh:

Tentukan koordinat vektor v =

1
0
3

()

terhadap basis B =

{( ) ( ) ( )}
1 1
1
,
,
0 2 1
0 0
2

Solusi:
Koordinat v terhadap B adalah vektor ( v )

a1
a2
a

()

yang memenuhi

a1

1
1
1
0 +a 2 + a 1
0
0
2

1
0
3

() () ( ) ()
=

Sehingga penyelesaiannya dapat dilakukan OBE dengan menjadikan matriks eselon baris
tereduksi dengan langkah-langkah sebagai berikut:

( |)
1 11 1
0 21 0
002 3

( |)
3
2
1
0 1
2
001
10

1
0
3
2

1
2

b1

b2

( |)
11 1
1
1
0 1 0
23
002

b1 b2

Didapatkan solusi persamaan ini adalah a1 = -

(|)

9
4

, a2 =

3
4 , a3 =

3
2 , sehingga

diperoleh:

(v )

B=

9
4
3
4
3
2

()

Perhatikan, bahwa urutan vektor di basis sangat menentukan koordinat. Jika

B' =

{( ) ( ) ( )}
1
1
1
,
,
2 1 0
0
2
0

b3

9
4
100
010 3
001 4
3
2

1
2 b3

3
2 b3 dan b2 +

( |)

3
2 1 1
1 0 2
0 1
2 3
002
10

maka koordinat v terhadap B adalah

(v )

B=

3
4
3
2
9
4

()

Teorema 1.5.4
Misalkan B = {v1, v2, . . ., vn} menjadi urutan basis dari Fn. Himpunan A dengan matriks ( v1,
v2 . . . vn) dimana A adalah matriks yang kolom-kolom koordinat vektornya di B. Maka A
adalah invers dan untuk setiap v Fn. Ditulis (v)B = A-1v
Bukti:
Misalkan v Fn
Untuk menemukan koordinat v terhadap B, kita harus memecahkan persamaan v = X1v1 + X2v2
+ . . . + Xnvn dengan X1, X2, . . . , Xn

F. Dimana definisi perkalian matriks sama dengan

memecahkan persamaan AX = v. Karena persamaan ini selalu memiliki solusi khusus (B


adalah basis dari Fn), maka dari Teorema 0.6.9 (tentang invers matriks) A adalah invers.
Solusi untuk sistem persamaan adalah A-1v, yang menurut definisi adalah vektor kolom (v)B.
Terbukti.

Teorema 1.5.5
Andaikan B = {v1, v2, . . ., vn} adalah basis terurut dari n-dimensi ruang vektor V. Misalkan w1,
w2 V adalah vektor, maka:
(w1 + w2)B = ( w1)B + ( w2)B
Dan k F, maka:
( kw1)B = k( w1)B
Bukti:

Nyatakan: w1 = a1v1 + . . . + anvn


w2 = b1v1 + . . . + bnvn

Sehingga: (w1)B =

a
a
.
.
an

()

dan (w2)B =

b
b
.
.
bn

()

Karena w1 + w2 adalah kombinasi linear maka w1 + w2 = ( a1 + b1) v1 + . . . + ( an + bn) vn,


diperoleh:

(w1 + w2)B =

a + b
a + b
.
.
.
a n + bn

( )

Sama dengan kw1 = k a1v1 + . . . + kanvn, sehingga ( kw1)B = k( w1)B . Terbukti.

Anda mungkin juga menyukai