Anda di halaman 1dari 14

1.

diketahui garis-garis dari t, serta titik


berikut
lukislah !
a. A = M s M t (P)
b. B =

M t M s (P)

c. C =

M s M s (P)

d. D =

M s M s ( K)

Penyelesaian :
a. M s M t (P)

b.

M t M s (P)

P dan Q seperti tampak

c.

M s M s (P)

d.

M s M s (K)

2. Andaikan s t
a. Lukislah p =

M s M t ( P)

dan Q =

M s M t (Q)

b. Bentuk apakah segiempat PPQQ


c. Berikan alasan tentang pendapat anda
Penyelesaian :

a.
b. Jajar genjang PPQQ
c. Karena pencerminan (s dan t) sejajar maka menghasilkan
bantuk yang sejajar pula
PQ//PQ, PP//QQ
3. Jika B (1,-3), tentukanlah
a. H B ( D) jika D(-3,4)
b. E jika
c.

H B ( E) =(-2,5)

H B ( P) jika P(x,y)

d. Persamaan dua garis s dan t sehingga


Penyelesaian :
a. H B ( D ) =(2a-x, 2b-y)
= (2,1-(-3),2(-3)-4)
H B ( D) = (5,-10)
b.

H B ( E) =(-2,5)
(2.1)-x, 2(-3), 2(-3)-4)
(2-x, -6-y) = (-2,5)
2-x= -2
-6-y=5
-x= -4
-y=11
X=4
y=-11
Jadi, E(4,-11)

H B =M s M t

c.

H B ( P) =(2a-x, 2b-y)
=(2.1-x, 2(-3-y)
H B ( P) = (2-x, -6-y)

d.

H B =M s M t

t dan berpotongan di B (1,-3)

Missal :
B = 2x+y+1=0
M 1=2
M 1M 2=1
M2

= -1

M2

1
2

Subtitusi
y y 1

= m (x-y)

Y+3=

1
2

Y+3=

1
2

(x-1)

x-

1
2

2y+6= x-1
x-2y-7=0 y garis t

melalui B(1,-3)

GESERAN
(TRANSLASI)
Definisi :
Suatu padanan G dinamakan suatu geseran apabila ada dua garis

berarah AB , sehingga setiap P pada bidang menjadi P dengan G(P) =


p dan

'
.
PP = AB

Setiap suatu garis berarah menentukan sebuah translasi. Jika


suatu garis berarah maka dengan lambang
geseran yang sesuai dengan

G ab

AB

kita maksud sebuah

AB
. Nanti akan dibuktikan bahwa suatu

geseran adalah suatu transformasi.


Teorema 10.1
Andaikan g dan h dua garis yang sejajar. Apabila ada dua titik A dan B
maka

A A }} = acute {BB
dengan A =

M h M g ( A)

dan B =

M h M g ( B)

Bukti : sistem koordinat dengan misal g sebagai sumbu y dan sebuah


garis tegak lurus pada g, sebagai sumbu x

Definisi : suatu padanan G dinamakan suatu geseran apabila ada ruas

garis berarah AB sehingga setiap titik P pada bidang menjadi P pada


bidang menjadi P dengan G(P) = P dan

'= AB
.
PP

Teorema 10.2

G AB=GCD
Apabila AB =CD maka
Bukti : jika X sembarang, maka harus dibuktikan

G AB ( X )=GCD (X )

Teorema 10.3

CD
sebuah garis berarah

Andaikan g dan h dua garis yang sejajar dan


tegak lurus pada g dan C g
Apabila

=2 CD

AB

G AB

maka

dan D
=

h.

Mh Mg

Bukti : andaikan P sebuah titik sembarang . Jika P =


MhMg

G AB

(P) dan P =

(P), maka harus dibuktikan bahwa P = P

Teorema 10.4
Jika

G AB

sebuah geseran maka

G AB 1=GBA

Bukti : oleh karena himpunan isometri-isometri merupakan grup bagian


1

dari grup transformasi, maka setiap geseran memiliki balikan

G AB

HASIL KALI GESERAN


Teorema 10.5
G AB
Jika
sebuah geseran sedangkan C dan D adalah dua titik sehingga

AB

=2

CD

maka

G AB

Bukti : andaikan g = CD , k

S D SC
g di C, m

g di D

Teorema 10.6
Komposit suatu geseran dan suatu setengah putaran adalah suatu
setengah putaran.
G AB
Bukti : andaikan
suatu geseran dan C sebuah titik sembarang.
Andaikan E titik (tunggal) sehingga

CE

maka

G AB =

CE = 2
CD

CE=
AB. Andaikan D titik tengah

(teorema 10.5)

S D SC
S A SB

Akibat :
S c S B S A=S D

dan

SC

masing-masing setengah putaran, maka

dengan D sebuah titik sehingga

Bukti : kita peroleh berturut-turut :

AD =
BC

S A S B =G ZBC

jadi,

S c S B S A=G ZBC S A

Teorema 10.7
Hasilkali dua translasi adalah sebuah translasi

G AB GCD =G AB GBA
Apabila CD = BA maka
=i
Teorema 10.8
GOA
Jika
sebuah translasi yang ditentukan oelh titik-titik 0(0,0) dan
A(a,b) dan T transformasi yang didefinisikan untuk semua titik P (x,y)
GOA
sebagai T(P) = (x+a,y+b) maka T =
Bukti : untuk P=(x,y), T(P)=(x+a, y+b). Andaikan P=

PP'=
OA
Jadi T(P)=

GOA

(P), maka

sehingga P=(x+a-0, y+b-0)=(x+a, y+b)


GOA

(P),

P V . Artinya

GOA

=T

PUTARAN
(ROTASI)
Definisi : sebuah sudut berarah adalah suatu sudut, yang salah satu
kakinya ditentukan sebagai kaki awal dan kaki yang lain sebagai akhir.

Catatan : bandingkan dengan ruas garis berarah. Di sini ada titik awal
dan titik akhir
ketentuan dan sifat sederhana putaran
Bahwa hasilkali transformasi yang terdiri atas dua reflexsi adalah suatu
setengah putaran dengan pusat titik potong sumbu-sumbu reflexi
apabila sumbu-sumbu ini tegak lurus.
Sumbu reflexi itu sejajar maka hasilkali dua reflexsi menghasilkan suatu
geseran (translasi)
Hasilkali dua reflexi yang sumbu-sumbunya tidak tegak lurus dan tidak
pula sejajar didefinisikan sudut yang berarah.
Teorema 11.1
Andaikan s dan t dua garis yang tidak saling tegak lurus dan yang
berpotongan di titik A. andaikan P dan Q dua titik yang berlainan dengan
A. maka
m(
PAP)= m (QAQ), dengan P= M t M s ( P ) dan Q=
Mt Ms

(Q)

Teorema 11.2
Jika s dan t dua garis yang tidak tegak lurus dan yang berpotongan di A
dan jika sudut antara garis s ke garis t adalah

1
, maka
2

R A =M t M s

Akibat 1: hasilkali dua reflexi pada 2 garis adalah suatu rotasi atau suatu
translasi
Akibat 2: setiap rotasi adalah suatu isometri langsung

11.2 KOMPOSISI HASILKALI PUTARAN


Definisi : sebuah putaran dengan pusat yang sama atau adalah
transformasi identitas. Transformasi identitas sebagai sebuah putaran
pula dengan sudut putar sebesar 0.

Teorema 11.3
Hasilkali dua rotasi adalah sebuah rotasi atau sebuah translasi

Andaikan ada rotasi


( XAY) =

RA 1

dan rotasi

RB Z

tarik garis s =

AB
, jika m

1
1
2

m ( XAZ) =

maka

RA 1

Ms Mt

dan

RB Z =M u M g

jadi

RB Z R A 1=( M u M g )( M s M t ) =M u M t
RB 2 R A 1

apabila u t, maka
berpotongan di C maka
andaikan
, 1

dan

RC =RB 2 R A 1
2

Mu Mt

adalah suatu geseran. Kalau u dan t

adalah suatu rotasi yang berpusat di C.

hubungan apakah yang terdapat antara

PENCERMINAN GESER
(REFLEKSI GESER)
12.1 ketentuan dan beberapa sifat refleksi geser
1. Hasilkali (produksi) dua translasi adalah sebuah translasi
2. Hasilkali dua refleksi pada dua garis adalah sebuah rotasi atau
sebuah translasi
3. Hasilkali dua rotasi adalah sebuah rotasi atau sebuah translasi
Teorema 12.1
Hasilkali sebuah rotasi dan sebuah translasi adalah sebuah rotasi yang
sudut rotasinya sama dengan sudut rotasi yang diketahui.
Teorema 12.2
Setiap hasilkali sebuah refleksi pada sebuah garis dengan sebuah rotasi
mengelilingi suatu titik yang tidak terletak pada garis tersebut adalah
suatu refleksi geser.

Akibat 1 : apabila ada ruas garis berarah AB tidak tegak lurus pada
garis s. maka hasilkali suatu geseran
Mg

G AB

dengan sebuah refleksi

adalah sebuah refleksi geser

Akibat 2 : apabila garis r, s dan t tidak berpotongan pada satu titik dan
tidak ada pasangan yang sejajar, maka setiap hasilkali refleksi-refleksi
Mt ,M s
Mt
dan
adalah suatu refleksi geser.

LANJUTAN ISOMETRIC
13.1 pendahuluan
Terdapat 4 isometri dasar, yakni :
1. Refleksi pada garis
2. Translasi
3. Rotasi
4. Refleksi geser
Teorema 13.1
Diketahui 3 titik yang tak kolinear A, B dan C jika ada 3 titik lain A, B, C
maka ada paling banyak satu isometric yang memetakan A pada A, B
pada B dan C pada C.
T1 T2
Bukti : andaikan ada 2 isometri
sehingga
T 1 ( A )= A ' =T 2 ( A)
'

T 1 ( B )=B =T 2(B)
T 1 ( C ) =C' =T 2 (C)
Karena

T1

dan

T2

isometri-isometri maka AB =A B AC = AC dan

BC = B C. oleh karena
segaris.

A, B, C tak segaris maka A B C juga tak

Teorema 13.2
Jika s sebuah garis melalui titik asal sebuah system koordinat orthogonal
Mg
dan jika
memetakan A = (1,0) pada B = (h, k) dan P = (x, y) maka
M g ( P )=(hx+ ky , kxhy )
Bukti :

Andaikan T memetakan P = (x,y) pada titik (hx + ky, kx hy), T(P) =


(hx+ ky, kx hy)
Mg
Akan kita buktikan bahwa T =
. Buktikan T sebuah isometric.
Andaikan
x
( 2 , y 2)
P1=( x 1 , y 1 ) P2=

maka

dua titik sebarang,

hx

1+ky
(
1 , kx 1hy 1)
P1=T ( P1 ) =

P'
hx

hx
2
( kx 1hy1 ) ( kx 2hy 2)
( 2+ ky 2)2 +
( 1+ky 1 )

2
( 1 P ' 2 ) =

dan

hx

2+ky
(
2 , kx 2hy 2 )
P2=T ( P2 ) =

y
x
y
( 1 y 2)2
( 1x2 )h
( 1 y 2 ) 2+ k
( 1x2 )+k
h

y
( 1 y 2 )2
h2 +k 2 ( x 1x 2 2+ h2 +k 2 )
Oleh karena B =
OA = 1 dan OB =

M g ( A)

h2 +k 2

dan

M g ( O )=0 , maka OB = OA. Berhubung

maka

h2 +k 2=1 , jadi

x2
1

P' 1 P ' 2 =
Sehingga T sebuah isometric, kemudian kita peroleh :
T(O) = (0,0)
T(A) = (h,k)
2
2
T(B) = ( h . h+k . k , khhk )=( h + k ) , 0 =(1,0)

TRANSFORMASI KESEBANGUNAN
Definisi :
Suatu transformasi T adalah suatu transformasi kesebangunan, apabila
ada sebuah konstanta k 0 sehingga untuk setiap pasang titik P, Q
jarak PQ = kPQ dengan
T(P) = P dan T(Q) = Q
Teorema : Sebuah kesebangunan T

1. Memetakan garis pada garis


2. Mengawetkan ukuran sudut
3. Mengawetkan kesejajaran

AFINITAS
Suatu kesebangunan adalah suatu afinitas akan tetapi suatu afinitas
tidak perlu memiliki suatu konstanta k 0 sehingga untuk setiap dua
titik P dan Q berlaku PQ = kPQ.
Sifat-sifat afinitas :
1. Mengawetkan ke-antara-an titik-titik yang segaris. Artinya jika P
antara A dan B maka P antara A dan B
2. Mengawetkan rasio perbandingan antara ruas-ruas garis
AP
A' P'
Artinya kalau P antara A dan B dengan AB =k maka A ' B ' =k
3. Memetakan ruas garis pada ruas garis
4. Memetakan garis pada garis
5. Mengawetkan kesejajaran