Anda di halaman 1dari 4

SURAT KEPUTUSAN

DEWAN PENGURUS DAERAH


ASOSIASI REAL ESTATE BROKER INDONESIA JAWA TIMUR
Nomor: 003/SK/DPD-AREBI/III/2015

Tentang:
PROGRAM KERJA
DEWAN PENGURUS DAERAH (DPD) AREBI JAWA TIMUR
MASA BAKTI 2015 - 2018
DEWAN PENGURUS DAERAH (DPD)
ASOSIASI REAL ESTATE BROKER INDONESIA (AREBI) JAWA TIMUR

Menimbang

a. Bahwa dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas Dewan Pengurus


Daerah Asosiasi Real Estate Broker Indonesia Provinsi JAWA TIMUR
dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, perlu ditetapkan Program
Kerja Dewan Pengurus Daerah Provinsi JAWA TIMUR
yang
ditentukan oleh Tim Formatur Rapat Kerja Daerah AREBI Provinsi
JAWA TIMUR tanggal 4 Maret 2015.

b. Bahwa Ketua dan Sekretaris DPD AREBI JATIM mempunyai tugas dan
wewenang antara lain menentukan program dan jadwal kerja Dewan
Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Real Estate Broker Indonesia hasil
Tim Formatur RAKERDA AREBI DPD Provinsi JAWA TIMUR pada
tanggal 4 Maret 2015 bertempat di Mercure Hotels Grand Mirama,
Jl. Raya Darmo No. 68 -78, Surabaya.

c. Bahwa untuk hal tersebut di atas dipandang perlu untuk


mengeluarkan Surat Keputusan.

Mengingat

1. Anggaran Dasar AREBI BAB VI Pasal 16 ayat 3 b


2. Anggaran Rumah Tangga AREBI BAB III Pasal 10 ayat 2 h

Memperhatikan

Keputusan RAKERDA DPD AREBI Provinsi JAWA TIMUR tentang Program


Kerja Pengurus DPD AREBI Provinsi JAWA TIMUR masa bakti 2015.

HASIL RAPAT KERJA DAERAH


Mercure Hotels Grand Mirama Surabaya, 4 Maret 2015

Program Kerja Internal & Eksternal DPD AREBI JATIM 2015


PASAL

BIDANG

Keanggotaan

Pendidikan &
Pelatihan

Publikasi

PROGRAM KERJA
1.1 Iuran keanggotaan
1.1.2 Batas waktu tunggakan iuran tahunan keanggotaan adalah max.
1 tahun.
1.1.3 PRORATE untuk pembayaran iuran selambat-lambatnya 31
Maret.
1.1.4 Kantor baru yang menjadi anggota AREBI di pertengahan tahun
bayar langsung 1,5 tahun.
1.2 Kantor anggota AREBI
1.2.1 Hasil survey kantor yang mengajukan menjadi anggota
disampaikan secara tertulis berupa foto eksterior & interior.
1.2.2 Kantor virtual tidak diijinkan masuk ke dalam anggota AREBI.
1.2.3 Jika ada perpindahan alamat kantor maka kantor tersebut harus
melaporkan dan ada kunjungan ulang.
1.2.4 Jika ada kantor yang akan melakukan perpanjangan keanggotaan,
maka harus memasukkan data semua marketing ke dalam
website AREBI (Nama, photo, no KTP).
1.2.5 Kantor yang sudah tidak menjadi anggota AREBI mohon di
info/update (nama kantor + principal).
1.2.6 AREBI akan menginformasikan kepada para anggota jika ada
penambahan atau pengurangan kantor ataupun principal.
1.3 Recruiting anggota
1.3.1 Anggota harus perusahaan yang berbadan hukum dan
mempunyai visi dan misi sama dengan AREBI, seperti sistem
pembagian komisi, management kantor.
1.3.2 Rekruiting anggota secara aktif berupa mailing ke agent-agent
properti di area kantornya masing-masing.
1.3.3 Merekrut kantor-kantor yang berkualifikasi dan belum menjadi
anggota AREBI untuk bergabung dalam AREBI sesuai standar
minimum AREBI.
2.1 Training Marketing para Anggota
2.1.1 Basic training untuk para marketing anggota Arebi khususnya
yang tidak mempunyai franchisor sedikitnya 2 kali dalam 1
tahun.
2.1.2 Basic training terbuka untuk non anggota AREBI dengan biaya
yang berbeda.
2.1.3 Penjadwalan sertifikasi broker 1 kali 1 tahun
2.2 Seminar
Penjadwalan yang melibatkan praktisi-praktisi properti/hukum/feng
shui dll.
1. BPN
2. Pemkot
3. Praktisi Hukum / Property (Notaris) / Feng Shui
4. University (Arsitek, Sipil, Interior)
5. Urban / City Planning
6. Perpajakan (Kantor Pajak) bukan konsultan.
7. REI
8. Perbankan
3.1 ID Card AREBI
3.1.1 Pembuatan ID Card untuk marketing anggota AREBI berdasarkan
database tiap kantor yang telah diisi di website.
3.1.2 Kegunaan ID Card :
- Untuk menghindari marketing double agent.
- Pendaftaran peserta seminar
3.1.3 ID Card akan dikerjasamakan dengan discount card/bank

tertentu.
3.2 Newsletter
Diterbitkan tiap 2 kali dalam 1 tahun.
3.3 Media gathering
3.1.1 Setiap event AREBI bila dipandang perlu akan mengundang
wartawan, media cetak, dan media yang lain-lain (TV, Radio).
3.1.2 Regular Publication melalui radio dan media yang lain dengan
bahan yang dipublikasikan berasal dari internal (Sekjen AREBI)
3.4 External Designer
Melibatkan external designer untuk men-support semua kegiatan AREBI.
3.5 Aktivitas Sosial
Akan diselenggarakan aktivitas sosial seperti gowes (bersepeda
bersama), donor darah, dll.

Informasi &
Teknologi

Komisi Etika

3.6 Sosialisai AREBI


3.6.1 Mensosialisasikan ke publik PAKAILAH AGENT RESMI AREBI
3.6.2 Mencetak stiker AREBI untuk ditempel di depan pintu kantor.
4.1 Website AREBI
4.1.1 Menyewa tenaga kerja part time yang bisa meng-update website
setiap saat.
4.1.2 Menambah fitur foto pada database marketing dan KTP
4.1.3 Penjualan iklan di website kepada website lain
4.1.4 Sosialisasi website ke semua anggota dengan tujuan agar setiap
anggota bisa mensosialisasikan ke publik.
5.1 Aturan co-broking
5.1.1 Antar AREBI pembagian 50 : 50
5.1.2 Antar AREBI dan non AREBI pembagian 55 : 45 (berbadan hukum &
sudah ber SIUP)
5.1.3 Antar AREBI dan BT (Broker Tradisional) pembagian 70 : 30
5.2 Perpindahan Marketing antar anggota
5.2.1 Perpindahan marketing kantor anggota AREBI ke kantor anggota
AREBI yang lain harus ada masa vakum 6 (enam) bulan jika kantor
tersebut tidak memberikan surat referensi atau marketing yang
bersangkutan tidak membuat surat pengunduran diri yang
disetujui oleh kantor yang lama dimana dia bergabung. Pengenaan
sangsi akan diberikan berupa pemberhentian sebagai anggota
apabila terbukti melanggar
5.3 Etika rekruitmen
Rekruitmen sesama anggota AREBI tidak boleh bersifat aktif. Broadcast
message tidak diijinkan karena termasuk rekruitmen aktif. Rekruitmen
pasif adalah pemasangan iklan di media masa/di display picture media
sosial lainnya.
5.4 Secret selling
Secret selling termasuk pelanggaran berat. Jika terbukti bersalah maka
marketing yang bersangkutan akan diterminasi, diumumkan melalui
media AREBI dan kantor lain tidak diperkenankan untuk menerima
marketing tersebut. Pengenaan sangsi akan diberikan berupa
pemberhentian sebagai anggota apabila terbukti melanggar.
5.5 Fee KPR
Fee KPR hanya boleh diurus dan diterima oleh kantor selling, dalam
artian tidak diperkenankan menerima fee KPR bayangan. Apabila
terbukti ada pelanggaran maka fee KPR harus dikembalikan kepada
kantor selling yang mempunyai hak.

RAKERDA DPD AREBI JATIM 2015

Jantje Kairopan

Andy Suanda

Cecilia Erni

Ketua Sidang

Sekretaris

Pembina