Anda di halaman 1dari 28

LAPORAN TUTORIAL SKENARIO 1

ANAKKU ANAK SIAPA?

Kelompok 5
Ketua

anggita Ramadhanti (1413010001)

Scribber :

Nur Rizki Fajrin Khotami (1413010050)

Anggota :

Rosmayda Ria Julianti (1413010002)


Mahidin (1413010006)
Bhaktiar Mulya Jaya (1413010021)
Alevia Miranti Poernomo (1413010022)
Rahma Nabila (1413010034)
Anissa Kusuma Dewi (1413010042)
Britania Cahya Kiyenda (1413010047)
Raden Maghfira Kurnia (1413010049)

Tutor

: dr. Lita Hati Dwi Purnami Effendi


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER
FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO


2014
DAFTAR ISI

BAB I
SKENARIO 1......................................................................

BAB II
KLARIFIKASI ISTILAH...................................................

IDENTIFIKASI MASALAH..............................................

ANALISIS MASALAH......................................................

SKEMA...............................................................................

16

LEARNING OBJECTIVES................................................

17

BELAJAR MANDIRI.........................................................

17

BERBAGI INFORMASI....................................................

18

BAB III
KESIMPULAN...................................................................

28

SARAN...............................................................................

28

DAFTAR PUSTAKA.........................................................

29

BAB I

SKENARIO 1
Anakku Anak Siapa?
Seorang perempuan berusia 21 tahun dalam hamil aterm datang kerumah
sakit untuk melakukan persalinan. Dalam perkembangannya, diketahui bahwa ia
hamil karena diperkosa oleh 2 laki-laki yang merupakan tetangga di kampungnya.
Untuk mengetahui siapa ayah biologis dari bayi tersebut maka dilakukan
pemeriksaan system golongan darah dan didapatkan hasil golongan darah ibu A,
bayi bergolongan darah O, dan laki-laki kesatu bergolongan darah A dan laki-laki
kedua bergolongan darah AB. Keluarga perempuan tersebut menginginkan pula
dilakukan tes DNA.

BAB II

PEMBAHASAN
SEVEN JUMPS
I.
KLARIFIKASI ISTILAH
a. Hamil Aterm
- Adalah kehamilan dengan usia kandungan antara 38-42 minggu dan
merupakan
-

periode

terjadinya

persalinan

normal.

(rsud.kapal.badungkab.go.id)
Keadaan dimana seseorang sedang hamil dengan usia kandungan antara
38-42 minggu. (Dorland, 2005)

b. Kehamilan
- Adalah suatu peristiwa bertemunya el telur dan sel sperma hasil dari
pertemuan itu akan bernidasi di dalam rahim selama beberapa waktu,
-

tumbuh da berkembang menjadi bayi. (Manuaba,1998)


Keadaan mengandung janin atau fetus dalam tubuh akibat adanya

fertilisasi. (Dorland, 2005)


Fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan ovum, dilanjutkan dengan
implantasi (Federasi Obsteri Ginekologi Internasional)

c. Persalinan
- Adalah proses untuk mendorong janin keluar dari plasenta dari dalam
saluran rahim oleh kontraksi otot-otot rahim. Persalinan normal adalah
persalinan dengan presentasi verteks, aterm, selesai dalam beberapa
tempo 4-24 jam, dan tidak melibatkan bantuan artifisial maupun
komplikasi. (Forrer, 2001)
d. Golongan darah
- Merupakan ciri khusus darah dari suatu individu karena adanya perbedaan
jenis karbohidrat dan protein pada permukaan membran sel darah merah.
Gologan darah ditentukan oleh jumlah zat (kemudian disebut antigen)
-

yang terkandung di dalam sel darah merah (Frederich, 2012)


Fenotip eritrosit yang didefinisikan menjadi beberapa struktur antigen di
bawah control alel. (Dorland, 2005)

e. DNA

Merupakan suatu polimer yang terdiri dari nukleotida sederhana berpilin.


Merupakan molekul yang terdiri dari suatu cincin purin/pirimidin.

(Brooks C, 2008)
Deoxyribonucleic acid; a nucleic acid consisting of a double chain of
nucleotides acid that contains the sugar deoxyribose and the nitrogenous

bases; adenine, thymine, guanine, cytosine. (Frederich, 2012)


Macam asam nukleat yang berhubungan dengan hereditas.
Golongan darah adalah suatu alotipe atau fenotipe dari eritrosit yang
dibedakan berdasarka satu atau lebih antigen permukaan sel yang yang
dikontrol oleh gen-gen alel. (Dorland, 2010)

f. Persalinan
- Serangkaian kejadian yang berakhir dengan pengeluaran bayi yang cukup
bulan atau hampir cukup bulan, disusul dengan pengeluaran plasenta dan
-

selaput janin dari tubuh ibu. (Wirakusumah, 2010)


Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi ( janin dan uri ) yang
telah cukup bulan atau dapat hidup di luar kandungan melalui jalan lahir
atau jalan lain, dengan bantuan atau tanpa bantuan ( kekuatan sendiri ).

( Manuaba,1998)
Persalinan adalah proses alami yang akan berlangsung dengan sendirinya,
tetapi persalinan pada manusia setiap saat terancam penyulit yang yang
membahayakan ibu maupun janinnya sehingga memerlukan pengawasan,
pertolongan

dan

pelayanan

dengan

fasilitas

yang

memadai.

( Kesehatan Reproduksi Wanita, 2002)


Persalinan adalah fungsi dari organism wanita dengan mengeluarkan hasil

konsepsi dari uterus melalui vagina kedunia luar. (Dorland, 2010)


Proses pergerakan keluarnya janin, plasenta dan membrane dari dalam
Rahim melalui jalan lahir, yang berawal dari pembekuan dan dilatasi
serviks akibat kontraksi uterus dengan frekuensi, durasi, dan kekuatan
yang teratur. (Rohani, 2011)

g. Bayi
- Bayi adalah anak dengan rentang usia 0-12 bulan. Masa bayi merupakan
bulan pertama kehidupan kritis karena bayi akan mengalami adaptasi
terhadap lingkungan, perubahan sirkulasi darah, serta organ-organ tubuh
mulai berfungsi, dan pada usia 29 hari sampai 12 bulan, bayi akan
mengalami pertumbuhan yang sangat cepat (Potter et al, 2005).

II.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

IDENTIFIKASI MASALAH
Apa saja tanda-tanda kehamilan ?
Apa saja jenis-jenis kehamilan ?
Bagaimana pertumbuhan dan perkembangan janin ?
Bagaimana tahapan dalam persalinan ?
Apa saja factor yang bisa mempercepat persalinan ?
Bagaimana cara menentukan keterunan dari golongan darah ?
Apa tujuan tes golongan darah ?
Kenapa dilakukan tes DNA ?

III.

ANALISIS MASALAH

1. Apa saja tanda-tanda kehamilan?


Pada skenario 1 disebutkan bahwa seseorang berusia 21 tahun mengalami
kehamilan. Kehamilan sendiri adalah Adalah suatu peristiwa bertemunya el telur
dan sel sperma hasil dari pertemuan itu akan bernidasi di dalam rahim selama
beberapa waktu, tumbuh dan berkembang menjadi bayi. Kehamilan memiliki
tanda dan gejala yang spesifik. Tanda-tanda kehamilannya adalah sebagai berikut:
a. Terhentinya menstruasi atau amenorrhea lebih dari 10 hari dari tanggal
perkiraan menstruasi. Tetapi tidak sepenuhnya dapat menjadi indicator
kehamilan karena membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut seperti
pemeriksaan hormone HCG pada urine dengan menggunakan test pack
atau pemeriksaan ultrasnografi.
b. Perubahan struktura anatomi maupun fisiologi pada payudara, sebagai
komponen bagi bayi karena bayi membutuhkan ASI sebagai system
kekebalan tubuh. Maka payudara wanita hamil akan berubah karena
kelenjar mamae akan semakin tumbuh untuk persiapan produksi ASI.
c. Perubahan mukosa vagina yang berubah mengalami kebiruan dan
kongesti.
d. Terdapat mucus dari serviks yang dipengaruhi oleh hormone progesteron
yang terdapat pada masa kehamilan.
e. Terdapat striae khususnya pada wanita yang hamil pertama kalinya akan
muncul striae berwarna keunguan. Sedangkan pada wanita yang sudah
pernah hamil striaenya berwarna putih atau yang biasa disebut dengan
striae albikan.
f. Mengalami pembesaran abdomen
Mempunyai korelasi dengan pertumbuhan fetus yang berada dalam uterus
wanita. Dengan kesimpulan bahwa pembesaran abdomen sebanding
dengan pertumbuhan bayi.
g. Perubahan pada serviks

Pada umur kehamilan 8-12 minggu maka serviks akan semakin melunak
dan elastic karena serviks merupakan jalan lahir bayi dari persalinan
normal.
h. Kontraksi Braxton Hicks
Terdapat kontraksi uterus tetapi apabila diraba tidak terasa nyeri.
Tanda-tanda diatas adalah tanda kehamilan secara umum. Ada
beberapa kasus wanita hamil yang memiliki gejala seperti orang hamil,
namun ternyata ia mengalami kehamilan anggur, atau hamil yang tidak
berhasil terbentuk janinnya. Ada beberapa tanda-tanda positif yang bisa
mendiagnosis bahwa seseorang mengalami kehamilan, tanda positif
tersebut adalah sebagai berikut:
a. Terdapat hormone Human Chorionic Gonadotropin (HCG) pada urine
sehingga akan menghasilkan tanda positif pada indicator test pack.
b. Setelah pemeriksaan hormone Human Chorionic Gonadotropin (HCG)
menghasilkan menunjukkan positif mengalami kehamilan, maka untuk
mendeteksi sekaligus mengantisipasi calon ibu mengalami kehamilan
yang palsu atau hamil anggur maka perlu dilakukan pemeriksaan
ultrasonografi yang biasanya dilakukan pada masa kehamilan bayi di
atas 10 minggu.
Menurut buku lain, tanda-tanda kehamilan dibedakan menjadi 2, yaitu tanda
pasti kehamilan dan tanda tidak pasti kehamilan:
Tanda Hamil
Pasti Hamil

Bentuk Tanda
Detak jantung janin
Gerak janin
Rontgen
USG

Keterangan
Setelah 14 minggu
Setelah 16 minggu
Tampak kerangka janin
2 minggu tampak Gestasional Sac
6 minggu tampak fetal plate
12 minggu bentuk janin utuh telah
dapat ditetapkan

Tanda Tidak Pasti Pembesaran uterus


Kehamilan
Perubahan serviks
Terasa gerakan janin
Gejala subjektif
(Manuaba, 2007)

1. Amenore
2. Mual-muntah
3. Mamae tegang/sakit

2. Apa sajakah jenis-jenis kehamilan?


Jenis kehamilan ada 3, yaitu: a. Kehamilan aterm, b. Kehamilan Prematur dan
c. Kehamilan Postmatur
a. Kehamilan aterm
Kehamilan dikatakan kehamilan aterm/matur jika sudah mencapai
fullweek. Yaitu 38-42 minggu. Artinya, bila saat itu dilahirkan, bayi tidak
akan engalami ganguan, karena pertumbuhan organ dan proses
penulangannya sudah sempurna. Berat badannya sudah mencapai 2.5004000 gram. Namun ada beberapa kasus dan kondisi yang tidak
memunkinkan bayi dilahirkan walaupun sudah mencapai usia matur,
contohnya yaitu pada saat ibu mengalami preeklampsia, sindrom ACA,
dan gangguan jantung.
b. Kehamilan Prematur
Bayi dikatakan prematur jika masa gestasinya kurag dari 38
minggu. Penyebabnya banyak, bisa dikarenakan gizi buruk, ada riwayat
persalinan prematur, jarak persalinan yang terlalu rapat, pekerjaan yang
terlalu berat, depresi selagi hamil, kebiasaan meminum alkohol, merokok
dan mioma uteri.
Kehamilan prematur juga bisa dikarenakan karena penyakit
sistemik, seperti hipertensi dan gangguan jantung.
c. Kehamilan Postmatur
Adalah usia kehamilan yang melebihi fulweek. Meski diatas kertas
sudah melebihi fullweek, tetapi tidak ada tanda-tanda postmaturitas
kehamilan, semisal infark atau perkapuran plasma. Kehamilan postmatur
biasanya terjadi pada orang dengan siklus haid tidak 28 hari, seperti pada
38-45 hari atau masa yang sangat panjang, semisal 2-3 bulan sekali baru
haid.
3. Bagaimana pertumbuhan dan perkembangan janin?
Periode antepartum adalah periode kehamilan yang dihitung sejak hari
pertama haid terakhir (HPHT) hingga dimulainya persalinan sejati, yang
menandai awal periode ante partum. Periode antepartum dibagi menjadi 3
trimester yang masing-masing terdiri dari 13 minggu atau 3 bulan menurut
hitungan kalender. Pembagian waktu ini diambil dari ketentuan yang

mempertimbangkan bahwa lama kehamilan diperkirakan lebih kurang 280


hari atau 9 bulan sejak hari pertama haid terakhir. Pembuahan terjadi ketika
ovulasi lebih kurang 14 hari setelah HPHT (Varney, 2007).
Tabel peristiwa penting perkembangan Prenatal
Minggu
1
2

Peristiwa perkembangan
Fertilisasi dan implantasi mulai masa embrional
Endoderm dan ektoderm muncul (embrio

bilaminar)
Masa henti
muncul

menstruasi

(embrio

pertama,

trilaminar),

mesoderm

somit

mulai

terbentuk
Fusi normal fold pelipatan embrio ke dalam

bentuk seperti manusia, tunas lengan dan kaki


muncul, kepala panjang (korona) sampai pantat,
5

4-5 mm.
Plakode lensa, mulut primitif, garis jari pada

tangan.
Hidung primitif, filtrum, pallatum primer, panjang

7
8
9

kepala sampai pantat 21-23 mm.


Kelopak mata mulai terbentuk
Ovarium dantestis dapat dibedakan.
Masa janin mulai, panjang kepala sampai pantat 5

10
20

cm, berat 8 gram.


Genetalia eksterna dapat dibedakan.
Batas kehidupan bawah biasa, berat 460 gram,

25

panjang 19 cm.
Trimester III mulai, berat 900 gram, panjang 25

28

cm.
Mata mulai membuka, janin memutar kepala ke

38

bawah, berat 1300 gram.


Cukup bulan.

4. Tahapan dalam persalinan


Secara umum, lama kehamilan untuk janin aterm dianggap sebesar 280
hari atau 40 minggu setelah onset haid terakhir. Persalinan sendiri dibagi
menjadi tiga kala:

1) Kala 1: Pendataran (penipisan dan pemendekan)


Pembukaan (dilatasi) serviks
Tahap ini berakhir ketika serviks membuka lengkap
Tahap ini ditimbulkan oleh kontraksi uterus yang mendorong kantong
amnion menekan canalis cervicalis
2) Kala 2: Pelahiran janin
Tahap ini dibantu kontraksi uterus dan meningkatkan tekanan
intraabdominal akibat kontraksi musculus abdomen
3) Kala 3: Pelahiran plasenta dan selaput janin
Tahap ini memerlukan kontraksi uterus dan dibantu peningkatan
tekanan intraabdominal. (Sadler, 2009)

5. Faktor yang mempengaruhi persalinan


Augmentasi adalah stimulasi kontraksi spontan yang dianggap kurang
memadai karena gagalnya pembukaan serviks atau penurunan janin.
Induksi persalinan mengisyaratkan stimulasi kontraksi sebelum awitan
spontan persalinan dengan atau tanpa pecah ketuban. Indikasi umum untuk
induksi antara lain etuban pecah tanpa awitan spontan persalinan, hipertensi
ibu, status janin meragukan dan gestasi pascamatur. Sedangkan kontraindikasi
induksi persalinan antara lain adanya riwayat lesi, kontraindikasi janin,
dugaan anomali janin, kontraindikasi ibu, ukuran ibu, anatomi pelvis, dan
penyakit yang diderita ibu. (Leveno et al, 2009)
Cepat lambatnya persalinan ditentukan oleh beberapa faktor. Faktor-faktor
tersebut adalah:
a. Faktor hormonal
1-2 minggu sebeluM persalinan terjadi penurunan hormone esterogen
dan progesterone. Progesterone digunakan untuk relaksasi otot polos
b. Faktor saraf
Janin masuk ke panggul maka akan merangsang tumbulnya kontraksi ut
erus.
c. Faktor kekuatan plasenta
Plasenta mengalami degenerasi, jadi hormon progesterone dan esterogen
menurun

d. Faktor nutrisi
Suplai nutrisi pada janin berkurang menyebabkan konsepsi akan keluar.
e. Faktor partus
Dengan menggunakan oenolong seperti oksitosin, amniotomo gagang
laminaria. (Prawirohardjo, 1997)
6. Bagaimana cara menentukan keturunan dari golongan darah?
Gologan darah manusia termasuk dalam kasus alel ganda. Pengertian alel
ganda ialah bahwa dalam suatu populasi individu jumlah jenis alel pada suatu
lokus terdapat lebih dari dua. Contoh yang sudah cuup luas dikenal adalah
gologan darah pada manusia. Dikenalada empat jenis gologan darah, yaitu A,
B, O dan AB, yang dikendlikan oleh tiga alel yaitu I A , IB, dan i. Alel-alel
tersebut bertanggung jawab dalam mengendalikan pemmbentukan antigen sel
darah, alel IA dan IB masing-masing mengendalikan antigen A dan antigen B,
sedangkan alel i tidak membentuk antigen. Antara alel I A dengan alel IB
terdapat hubungan kodominan, yang berarti genotipe IAIB dapat memproduksi
antigen A dan antigen B. Alel IA dan alel IB kedua-duanya dominan terhadap
alel i. Dengan keterangan tersebut maka akan diperoleh genotipe I AIA dan IAi
(gologan darah A) akan memproduksi antigen A, genotipe I BIB dan IBi
(golongan darah B) akan menghasilkan antigen B, genotipe IAIB (golongan
darah AB) mempunyai antigen A dan B, sedangkan genotipe ii (golongan
darah O) tidak memproduksi antigen.
Pengenalan gologan darah ini, yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan
transfusi darah dilakukan dengan cara pengenalan antigen oleh antibodi. Pada
serum darah merah akan dibentuk antibodi yang dapat mengenali antigen sel
darah merahnya dan antigen asing yang masuk dari luar. antibodi akan
menggumpalkan antige yang berbeda dari antigen yang dibentuk oleh sel
darah merahnya. jadi antibodi golongan darah A (yang memperoduksi antigen
A) akan menggumpalkan antigen B, dan antibodi golongan darah B (yang
memproduksi antigen B) akan menggumpalkan antigen A. Golongan darah
AB karena meproduksi baik antigen A maupun antigen B maka antibodinya
tidak mengandung antigen baik A maupun B, maka antibodinya tidak dapat

menggumpalkan kedua antigen tersebut, sebaliknya gologan darah O karena


tidak mengandung antigen baik A maupun B, antibodinya akan menganggap
kedua antigen tersebut sebgaai zat asing sehingga keduanya akan
digumpalkan.
Dengan sifat seperti ini maka dalam transfusi darah dapat disimpulkan
bahwa golongan darah AB dapat menerima sumbangan darah dari semua
golongan (tidak akan terjadi penggumpalan), sebaliknya golongan darah O
hanya dapat menerima sumbangan dari golongan darah yang sama, golongan
darah lain akan digumpalkan. Bila dilihat dari sudut donor, golongan darah O
dapat menyumbang darah untuk semua golongan yang sama. Golongan darah
A da B dapat menjadi penerima sumbangn dari golongan darah O dan dari
golongan yang sejenis, dan dapat menjadi donor untuk golongan AB dan
golongan sejenis. (Jusuf, 2001)

Gambar diatas adalah contoh pewarisan gologan darah dari orangtua


kepada anaknya.
7. Tujuan tes golongan darah
Tes golongan darah dilakukan ntuk mengetahui golongan darah yang ada
dalam tubuh manusia sehingga dapat digunakan untuk memilih golongan
darah yang cocok apabila orang tersebut memerlukan donor darah. (Depkes
RI, 1991).
Selain sebagai penentu golongan darah, tes tersebut juga bermanfaat pada
saat akan melakukan transfusi darah, wanita hamil dan bayi baru lahir.
Menentukan prognosis penyakit hemolitik pada bayi baru lahir, pemeriksaan

awal kehamilan, dan sebagai upaya perlindungan pada individu yang


melakukan operasi obstretik atau atau pada kasus perdarahan yang lain.
8. Tujuan tes DNA
a. Struktur SNA
Molekul DNA membawa informasi hereditas dari sel dan komponen
protein dari kromosom, yang mempunyai fungsi penting dalam pengemasan
dan pengontrolan molekul DNA yang sangat panjang. Jumlah kromosom
yang haploid dan material genetik DNA hanya separuh dari masing-masing
parental, disebut genom.
Dalam deretan nukleotida, pospat terletak diantara dua molekul gula
sedemikian rupa, sehingga pospat itu terikat pada 3C dari satu molekul
DNA, dan 5C dari molekul gula berikutnya. Persenyawaan pospat ini
terkenal sebagai persenyawaan ester kovalen sehingga amat kuat. Setelah
tulang punggung gula-pospat terbentuk, maka bisa menduduki temat tetap.
Sebuah pita dan pita pasangannya dalam double helix mempunyai arah yag
berlawanan. DNA merupakan salah satu tipe dari asam nukleat yang
merupakan penyusun dari nukleus.
Ada dua tipe asam nukleat:
1) Asam Deoksiribonukleat (ADN) atau Deoxyribonucleic Acid (DNA)
2) Asam Ribonukleat (ARN) atau Ribonucleic Acid (RNA)
a. Struktur DNA antara lain:
Gula molekul gula yang menyusun DNA merupakan sebuah pentosa,

yaitu deoksiribosa.
Fosfat molekul fosfatnya berupa PO4.
Basa basa nitrogen yang menyusun molekul DNA dibedakan menjadi

2, yaitu:
Purin: adenine (A) dan guanine (G)

Pirimidin: thymine (T) dan (C) cytosine

b. Replikasi DNA

DNA berada di dalam kromosom dan kromosom terdapat didalam inti sel.
Pembelahan suatu sel selalu didahului pembelahan nukleus. Maka dari itu,
kromosom juga membelah dan molekul DNA mengalami replikasi.
Ada beberapa hipotesa mengenai replikasi DNA:
-

Semikonservatif; double helix dari molekul DNA yang lama membuka


dengan perantara enzim, kemudian disamping pita lama terbentuk pita

baru.
Konservatif; molekul DNA lama tetap (double helix tidak membuka) dan

disamping molekul DNA lama terbentuk DNA baru.


Dispersif; molekul DNA putus menjadi beberapa bagian dan untuk
potongan-potongan tersebut terbentuk DNA baru. (Suryo, 2008)

Embrional
Perempuanusia 21 tahun
Germinal
Pertumbuhandanperkembanganjanin

IV.FetusSKEMA
Hamil
Jenis-jeniskehamilan

Hormonal

Diagnosis pasti
Partus

Diagnosis kehamilan

Faktor yang mempercepatpersalinan


Persalinan

Diagnosis tidakpasti

Saraf

Nutrisi
Pemeriksaangolongandarah

Pemeriksaan DNA

Menggunakanhukummendel

Menentukan ayah biologis

V.

LEARNING OBJECTIVES
1.
2.
3.
4.
5.
6.

VI.

Bagaimana etiologi hamil anggur ?


Bagaimana struktur dan replikasi DNA?
Apa maksut persalinan Induksi ?
Bagaimana Hukum Mendel I dan Hukum Mendel II ?
Pemanfaatan biologi molekuler dalam penegakan diagnosis dan obat ?
Factor yang memepengaruhi variasi genotip dan fenotip ?
BELAJAR MANDIRI

VII. BERBAGI INFORMASI


1. Etiologi kehamilan mola hidatidosa
Kehamilan mola adalah suatu kehamilan yang ditandai dengan hasil
konsepsi yang tidak berkembang menjadi embrio setelah fertilisasi. namun,
terjadi fertilisasi dari vili korealisdiserati dengan degenerasi hidrofik.
uterusntya melunak dan berkembang lebih cepatdari usia gestasi normal,
tidak ditemukan adanya janin dan cavum uteri, dan hanya terisi oleh jariingan
seperti rangkaian seperti buah anggur. Etiologinya belum diketahui secara
pasti. tetapi, faktor-faktor penyebabnya adalah sebagai berikut:
1. Ovum, ovum sudah fatologis sehingga mati namun belum sempat
2.
3.
4.
5.

dikeluarkan
Imunoslektif dari trofoblas
Keadaan sosio-ekonomi yang rendah
Pritasyang tinggi
Infeksi virus dan factor kromosom yang belum jelas.
(Yulaikhah, 2009).

Ada beberapa teori yang menyebabkan pathogenesis mola hidatidosa. Teoriteori tersebut adalah:
a. Teori Missed Absorbstion
Kematian mudigah pada usia kehamilan 3-5 minggu yang mana sirkulasi
fematernal terbendung yang nmenyebabkan gangguan peredaran darah
sehingga terjadi penimbunan cairan mesenkim dari vili korealis dan akhirnya
terbentuklah gelembung-gelembung
b. Teori Neoplasma dari Park
Teori ini mengemukakan bahwa yang terjadi kelainan adalah sel trofoblas,
yang mempunyai fungsi yang abnormal, yang menyebabkan reabsorbsi cairan
yangberlebihan pada vili korealis sehingga timbul gelembung.
c. Study dari Hartig
Menegaskan bahwa mola hidatidosa ini terjadi karena akumulasi cairan
dan tidak adanya embrio komplit pada minggu ke 3-5 kehamilan. Karena

tidak adanya fetus menyebabkan trofoblas berproliferasi dan melakukan


fungsinya selama pembentukan cairan. (Price et al, 2014)
Terdapat 2 tipe kehamilan mola hidatidosa, yaitu:

M
o
M
l
a
H
iK
d
m
a

1
.
o
l
a
oo

p
t
dd l
o
s

a
-

TPEUtru oemlbr uof iserormpamlseai ms vteibnldeit aspnylraas, enp lgen- smt ea bl yut arlonu pgh o mdb alear nas yht ie,k bj taunbmikn ab, nud hae nd e m a s e h i n g a
btmk eaernrbmkteuenbmtegunb ktaaumngkgen ltsieuoemnt ebomluar hney gak neshgeh paliaenm rvtigil a.saninf g u r
Patofisiologi kehamilan mola hidatidosa:

(Crane, 2001)

2. Struktur dan Replikasi DNA


a. Struktur DNA
DNA merupakan salah satu tipe dari asam nukleat yang merupakan
penyusun dari nukleus.
Ada dua tipe asam nukleat:
-

Asam Deoksiribonukleat (ADN) atau Deoxyribonucleic Acid (DNA)


Asam Ribonukleat (ARN) atau Ribonucleic Acid (RNA)
Struktur DNA antara lain:

Gula molekul gula yang menyusun DNA merupakan sebuah pentosa,

yaitu deoksiribosa.
Fosfat molekul fosfatnya berupa PO4.
Basa basa nitrogen yang menyusun molekul DNA dibedakan menjadi

2, yaitu:
Purin
Pirimidin

: Adenine (A) dan Guanine (G)


: Thymine (T) dan Cytosine (C)

b. Replikasi DNA
DNA berada di dalam kromosom dan kromosom terdapat didalam inti
sel. Pembelahan suatu sel selalu didahului pembelahan nukleus. Maka dari
itu, kromosom juga membelah dan molekul DNA mengalami replikasi.
Ada beberapa hipotesa mengenai replikasi DNA:
-

Semikonservatif

: double helix dari molekul DNA yang lama

membuka dengan perantara enzim, kemudian disamping pita lama


-

terbentuk pita baru.


Konservatif
: molekul DNA lama tetap (double helix tidak

membuka) dan disamping molekul DNA lama terbentuk DNA baru.


Dispersif
: molekul DNA putus menjadi beberapa bagian dan
untuk potongan-potongan tersebut terbentuk DNA baru.(Suryo, 2008)

3. Persalinan yang diinduksi

Induksi persalinan adalah proses dimana kontraksi uterus dimulai dengan


bantuan farmakologi medis atau tindakan medis sebelum onset persalinan
normal.
-

Indikasi Induksi Persalinan


Induksi persalinan dilakukan jika manfaat bagi ibu atau janin melebihi

manfaat jika kehamilan dilanjutkan. Indikasinya adalah:


1)
2)
3)
4)
5)
6)
7)
8)

Ruptur membran disertai korioamnionitis


Preeklampsia berat
Ruptur membran tanpa persalinan
Hipertensi gestasional
Status janin yang meresahkan
Kehamilan lebih bulan
Hipertensi kronis pada ibu
Ibu dengan diabetes

Kontraindikasi Induksi Persalinan


Ada beberapa hal yang menjadi kontraindikasi dillakukannya induksi

persalinan, hal tersebut adalah:


1)
2)
3)
4)
5)
6)
7)
8)

Makrosomia yang besar


Gestasi janin lebih dari satu
Hydrocephalus berat
Malpresentasi
Status janin yang meresahkan
Anatomi panggul yang terdidtorsi
Plasentasi abnormal
Infeksi herpes genital aktif atau kanker serviks

Macam-macam induksi persalinan:


a) Prostaglandin E2 (dinoprostan)
Digunakan untuk mematangkan serviks
Diberikan secara intraserviks atau intravaginal
b) Pembukaan serviks secara mekanis
Membrane Stripping; induksi dengan mengusap selaput
ketuban
c) Oksitosin
Diberikan melalui infus
Pemberian oksitosin harus disertai pemantauan denyut jantung
dan pola kontraksi
d) Amniotomi
Pemecahan ketuban secara artifisial

(Cunningham, et al. 2012)


4. Hukum Mendel 1 dan Hukum Mendel 2
a. Hukum Mendel 1 (The Law of Segregation of Allelic Genes)
Mendel mengambil serbuk sari dari bunga tanaman yang bijinya berlekuk
dan diserbukkan pada putik dari bunga tanaman yang bijinya bulat. Semua
keturunan F1 yang berupa suatu hibrid berbentuk tanaman yang bijinya bulat.
Ketika menyilangkan tanaman-tanaman F1 didapatkan keturunan F2 yang
memperlihatkan perbandingan fenotipe kira-kira 3 biji bulat : 1 biji lekuk
-

Kesimpulan: pada waktu pembentukan gamet maka gen yang membentuk


suatu sifat mengadakan segregasi (memisah), sehingga tiap gamet hanya
menerima sebuah gen saja.

b. Hukum Mendel 2 (The Law of Independent Assortment of Genes)

Dalam praktik dua individu dapat mempunyai beda sifat lebih dari satu.
Misalnya beda mengenai bentuk dan warna biji kapri. Hasil persilangan
(F1)nya dinamakan dihibrid.
Mula-mula tanaman kapri yang bijinya bulat kuning (BBKK) disilangkan
dengan tanaman yang bijinya keriput hijau (bbkk). Persilangan antar F1nya
menghasilkan keturunan F2 ysng memperlihatkan 16 kombinasi terdiri dari 4
macam fenotipe, yaitu bulat kuning, bulat hijau, keriput kuning dan keriput
hijau.
-

Kesimpulan: anggota dari sepasang gen memisah secara bebas (tidak


saling mempengaruhi) ketika berlangsung meiosis selama pembentukan
gamet-gamet. (Suryo, 2008)

5. Pemanfaatan Biologi Molekuler


Pemanfaatan bidang biologi molekuler salah satunya yaitu rekayasa
genetika (DNA rekombinan). Pemilihan genetika bergantung pada satu
prinsip pokok, yaitu bahwa organisme-organisme memiliki persamaan dan
perbedaan dari kedua induknya.
a. Pentingnya Rekayasa Genetika di Bidang Kedokteran

Pembuatan Insulin Manusia oleh bakteri


Bulan Desember 1980 wanita Amerika 37 tahun menerima insulin
manusia yang dibuat oleh bakteri. Dengan rekayasa genetika, peneliti
berhasil memaksa bakteri untuk membentuk insulin yang mirip sekali
dengan insulin manusia. Memlalui penelitian ini dapat dibuktikan bahwa
salinan insulin manusia lebih baik daripada insulin hewani dan dapat
diterima lebih baik oleh tubuh manusia. Biaya pembuatannyapun lebih
murah.

Pembuatan vaksin terhadap virus AIDS


Usaha Menyembuhkan penyakit Lesch-Nyhan
Penyakit Lesch Nyhan adalah salah satu penyakit keturunan yang
ditemukan paling akhir. Penderita penyakit mental ini tidak mampu
membentuk

enzim

hipoxantin

guanin

phosphoribosil

transferase

(HGPRT). Pada tahun 19880 dr. William Nyhan menemukan gen yang
menimbulkan penyakit Lesch Nyhan. Kemudian dr. Nyhan segera
melakukan teknik rekayasa genetika. Yaitu mencoba melakukan
transplantasi gen di luar tubuh manusia. Gen yang merupakan pangkal dari
-

penyakit keturunan ini ingin diambilnya dan menyambungkan gen buatan.


Usaha pencangkokan gen pada penderita Thalassemia
b. Pentingnya Rekayasa Genetika di Bidang Farmasi
Rekayasa genetika penting dilakukan di bidang farmasi, karena ada 3
faktor, yaitu:
- Pencangkookan gen biasanya menyangkut sebuah gen tunggal.
Sehingga lebih mudah dijalankan daripada menghadapi sejumlah
-

gen-gen/
Kloning gen lebih mudah, aman dan dapat diipercaya dalam
memperoleh sumber protein yang mempunyai arti penting dalam

bidang farmasi.
Banyak hasil-hasil farmasi yang didapatkan melalui pecangkokan
gen itu berupa senyawa-senyawa yang dengan dosis kecil saja
sudah dapat memperlihatkan pengaruh yan g bnayak, seperti
misalnya didaptkannya berbagai macam hormon, faktor tumbuh
dan protein pengatur. (Suryo, 2008)

Selain kedua bidang diatas, pemanfaatan biologi molekuler juga bisa


digunaka untuk penegakan diagnosis suatu penyakit dan berguna dalam
bidang pembuatan obat.
a. Sebagai alat penelitian frekuensi generasi DNA dan RNA.
Teknologi rekombinasi DNA menjadi alat penelitian yang esensial
pada genetika molekul modern. Contohnya: tahun 1980-an ditemukan
teknologi PRC (polymerase Chain Reaction) yaitu memperbanyak DNA
dalam tabung reaksi. PRC juga digunakan untuk keanekaragaman
genetika mikrologi tanpa harus melakukan multivasi dahulu. Hal ini
digunkana untuk mempermudah diagnosis.
b. Pembuatan antibodi monoklonal dan poliklonal
c. Produksi insulin untuk menurunkan kadar gula darah.
Dilakukan dengan cara mentransplantasikan gen-gen pengendali
hormon ke dalam plasmid bakteri (yang tumbuh dengan metode
fermentasi).
d. Pengembangan antibiotik. Melalui penyempurnaan produk, modifikasi in
vivo, antibiotik hibrida.
e. Diagnosis penyakit genetika
Dokter biasanya mengenali individu yang tertimpa penyakit genetika
sebelum disadari dan cara mengenali heteroigot (carier) mereka
menunjukkan gejala awalnya.
6. Faktor Penyebab Variasi Genetik
Variasi genetik yang ada di bumi ini, dipengaruhi banyak faktor. Faktorfaktor tersebut adalah:
a. Faktor genetik
Variasi yang dihasilkan oleh faktor keturunan (gen) yang bersifat kekal
dan diwariskan secara turun temurun dari satu sel ke sel lainnya.
b. Variasi non genetik atau variasi lingkungan
Ditentukan oleh faktor lingkungan seperti: intensitas

cahaya,

kelembaban, pH, temperatur, kesuburan tanah. Variasi lingkungan tidak


diwariskan ke keturunannya.
Keanekaragaman tersebut memunculkan variasi. Dan sifat individu
ditentukan oleh gen. Faktor genotif yang berinteraksi dengan faktor lingkungan
memunculkan sifat yang tampak atau fenotif. Karena lingkungan yang berbeda,
sifat yang muncul pada tanaman dapat berbeda meskipun genotifnya sama. Jadi, gen
yang sama menampakkan sifat yang berbeda karena lingkungannya yang berbeda.

Faktor non genetik dapat disebabkan karena adanya penyebab mikroevolusi :


a. Genetic drift
Perubahan dalam genpool karena suatu kejadian yang menyebabkan
frekuensi alel dalam populasi tersebut mengalami perubahan.
b. Gen Flow
Di dalam suatu poipulasi mempunyai kemungkinan untuk kemasukkan
alel atau kehilangan alel.
c. Mutasi
Perubahan dalam susunan DNA suatu organisme.

BAB III
PENUTUP
a. Kesimpulan

Dalam tutorial skenario1 ini membahas tentang pewarisan sifat


genetika. Pewarisan sifat manusia di bawa oleh informasi genetik yang
terdapat di DNA. DNA terdapat di kromosom. Dalam melakukan
tugasnya, DNA melakukan proses replikasi. DNA setiap orang berbedabeda sehingga walaupun kembar identik pun pasti ada beberapa hal yang
berbeda. Maka dari itu, DNA digunakan untuk membedakan spesies yang
ada. Selain itu DNA juga bias digunakan untuk mengetahui keturunan
seperti mencari ayah biologis. DNA bias digunakan karena DNA
membawa informasi genetik yang berasal dari induknya. Pewarisan sifat
dapat juga dihitung kemungkinannya berdasarkan hokum mendel I dan
hokum mendel II.
b. Saran
Dalam tutorial kali ini, kelompok 5 sudah berani mengungkapkan
pendapatnya masing-masing namun karena belajarnya kurang banyak saat
ditengah-tengah sedang berbicara lupa akan materinya. Maka dari itu
hendaknya materi yang akan didiskusikan harus lebih siap lagi agar tidak
ada lagi kata lupa ditengah diskusi.

DAFTAR PUSTAKA
Brooks. G, Butel. J, dan Morse. S. 2008. Mikrobiologi Kedokteran. Salemba
Medika. Jakarta
Crane J. Induction of Labour at Term. Journal of Obstetric and Gynecologic
Canada. 2001.
Cunningham et al. 2010. Williams Obstetrics. 23rd ed. New York : McGraw-Hill.
Dorland, W.A Newman. 2010. Kamus Kedokteran Dorland Ed.31 (Alih Bahasa :
Albertus Agung Mahode ). Jakarta : EGC

Dorland. 2005. Kamus Kedokteran Dorland. Edisi 29. Jakarta: EGC


Forrer Helen RN RM, (2001). Perawatan Maternitas ( Maternity Care ). Edisi 2.
Jakarta : EGC.
Jusuf, Muhammad. 2001. Genetika 1: Struktur dan Replikasi Gen. Jakarta: CV
Sagung Seto
Keneth J. Leveno et al. 2009. Obstetri Williams Edisi 21. Jakarta: EGC
Manuaba, Ida Bagus Gde, dkk. 2007. Pengantar Kuliah Obstetri. Jakarta: EGC
Manuaba. (1998). Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan, dan Keluarga
Berencana untuk Pendidikan Bidan. Jakarta: EGC
Martini, Frederich. 2012. Fundamentals of Anatomy and Physiology Ninth
Edition. San Fransisco: Pearson
Potter & Perry (2005). Buku Ajar fundamental Keperawatan : Konsep, Proses,
dan Praktik. Edisi 4. Jakarta : EGC.
Prawirohardjo, Sarwono. (1997). Ilmu kandungan. Edisi kedua. Jakarta: Yayasan
Bina Pustaka.
Price, Sylvia A. Lorraine M. Wilson. 1995. Pathofisiologi Konsep Klinis
Proses- Proses Penyakit edisi 4, EGC, Jakarta
Rohani.at all. (2011). Asuhan Kebidanan Pada Masa Persalinan. Jakarta:Salemba
Medika
Sadler, Thomas W., Ph.D.. 2009. Langman Embriologi Kedokteran. Jakarta: EGC
Stright, Barbara R.. 2003. Keperawatan Ibu - Bayi Baru Lahir. Jakarta:
EGC
Suryo, Ir.. 2008. Genetika Manusia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press
Varney, Hellen. 2001. Buku Saku Bidan. Jakarta: EGC
Wirakusumah, Firman F., dkk. 2010. Obstetri Fisiologi Fakultas Kedokteran
Universitas Padjadjaran. Jakarta: EGC

Yulaikhah, Lily. 2009. Kehamilan: Seri Asuhan Kebidanan. Jakarta: Buku


Kedokteran EGC