Anda di halaman 1dari 14

Pemeriksaan Penunjang Kasus

ISK

Urinalisa dan
Pemeriksaan Mikrobiologi
Lantip Meliana Pancarani
22010113120063

Urinalisa
Rutin

: tanpa indikasi pH, warna, leukosit, bakteri

Khusus : atas dasar indikasi tertentu.


Merupakan
pemeriksaan
lanjutan,
setelah
melakukan
pemeriksaan urin rutin.

Urinalisa khusus
1. Darah samar
- Mendeteksi perdarahan yang tidak tampak pada urin
- Test Bezidin, Hematest, carik celup

2. Benda keton
-Hasil metabolisme tidak sempurna dari lemak
-Aceton, asam acetoacetat, asam betha hidroksibutirat
-Tes Gerhard, Tes Legal, Tes Rothera

3. Kalsium urin
-Mendeteksi sekresi kalsium dalam 24 jam
-Tes Sulkowitch
-Meningkat : hiperparatiroid, gangguan pada tulang
-Menurun : hipoparatiroid, gangguan absorpsi Ca % PO4

4. Chlorida
-Mendeteksi kadar NaCl dalam urin
-Metode Fantus

CARIK CELUP (multistick)


Syarat :
1.Kontainer kering dan bersih
2.Urin segar (pagi)
3.Hindari sinar matahari langsung dan penggunaan
antiseptik
4.Pemeriksaan maksimal 1 jam setelah sampling
5.Penyimpanan stick pada suhu 1-30 C

Glukosa : Glukosa oksidase (ungu)


Protein : protein error reaction (cyan)
Bilirubin : azocoupling reaction (reddish
brown)
Urobilinogen : azocoupling reaction (reddish
brown)
pH : indikator pH (cyan)
Berat jenis : cation reaction (cyan kuning)
Darah samar : pengukuran peroksidase (cyan)
Keton : tes Legal (ungu)
Nitrit : Gries reaction (pink)
Leukosit : esterase pada leukosit (ungu)
Kalibrasi

2 cara mendeteksi bakteriuri :


pemeriksaan mikroskop sedimenuri
pemeriksaan nitrit (strip test)

Nitrit (+) positif kultur (jenis kuman)


Gold Standard ISK tetap kultur

Kultur bakteri metode Pour Plate

Kultur bakteri metode Streak